Project Called Zero

Project Called Zero
Pertarungan


__ADS_3

Tak hanya sampai disitu saja, deru angin yang sangat kencang datang dan menerbangkan tubuh Azkario sehingga terpental jauh dan terhempas menghantam dinding.


" Kau tak apa apa Apollo? " kata seorang perempuan yang berjongkok di sampingnya sambil memeriksa keadaan Apollo.


" Lei,... kau sudah pulih? " kata Apollo lemah.


" Jangan kuatir kan aku, segera kumpulkan lagi tenaga mu. Pertempuran ini masih panjang." kata Lei. " Aku akan menahannya sementara kau memulihkan tenaga mu."


Apollo mengangguk. Namun secepat kilat ada serangan energi besar mengarah ke tempat mereka. Lei menggunakan Shield untuk melindungi diri nya dan Apollo.


BLAAARRRRR!


Tubuh mereka terlempar kebelakang. Apollo terbanting dengan keras di tanah. Sedangkan Lei masih bisa menguasai tubuhnya untuk tidak terjatuh.


" Tikus betina rupanya. Sayang sekali kalau harus terbunuh, bagaimana kalau kau ku makan. Ciciciciici." kata Azkario.


Lei bergidik dan lebih terkejut lagi melihat wujud yang ada di depannya. Dia bukan lagi Azkario, namun tubuhnya berubah dengan dua tanduk di kepalanya, serta tubuh penuh duri.


" Kemari lah manis, kita bersenang senang dulu." kata Azkario kepada Lei.


Lei mengeluarkan sebuah botol dari dalam bajunya, kemudian dia menuangkan isi botol itu ke lantai.


" Cicicici seperti anak kecil yang main membawa botol minuman." kata Azkario. " Lebih baik kau menikah dengan ku dan melahirkan Re-Gen iblis dari rahimmu manis." kata Azkario lagi tak senonoh.


Lei diam! Namun sekejap lantai tempat Azkario berpijak sudah dipenuhi air. Bukan sebotol seperti yang dituang kan oleh Lei tadi, namun seperti kolam air.


SPINNING OF HEAVEN


Air dibawah Azkario berputar kencang membuat pusaran yang menyedot tubuh Azkario kedalam tanah. Azkario tampak tak sedikitpun panik ketika tubuhnya tersedot pusaran air itu kedalam.


Kemudian muncul lagi lesatan tentakel yang menyerang Lei dengan tajam. Sabetan sabetan tentakel itu begitu keras. Hingga menyebabkan tanah di aula itu berguncang.


BLAAAMMM


BLAMMMMM


Lei menghindari serangan serangan Azkario dengan tehnik levitasi nya. Dia terbang menghindari tentakel itu sambil berusaha mendekati Azkario yang masih bertahan dalam pusaran air itu.


STATIC ICE


PRANKKKK


PRANKKKK


Air yang menyedot Azkario berubah menjadi es yang membekukan sebagian tubuhnya.


ICE SWORD


CRAKKKK

__ADS_1


CRAAAKK


CRAAAKK


Ratusan duri es menancap di dalam tubuh Azkario. Dia seperti landak dengan duri es. Tak selesai disitu, Lei lalu mengeluarkan sebongkah es yang cukup besar di atas Azkario, lalu...


BLAAARRRR


Bongkahan es raksasa itu menghantam tubuh Azkario. Lei mengamati tempat itu sejenak lalu berbalik menuju Apollo yang masih berusaha mengumpulkan energinya.


" Apollo, bagaimana keadaanmu." kata Lei.


Apollo tak menjawab, dia memejamkan matanya sambil berkonsentrasi untuk menghimpun tenaganya.


" Usaha yang bagus betinaku, tapi belum lah cukup! " teriak Azkario dari dalam reruntuhan es itu.


GLLLLLAAAR!


Es yang membeku kan Azkario hancur berkeping-keping. Dia sama sekali tak terpengaruh oleh serangan Lei yang sudah sedemikian hebatnya.


Krrraaaasss


Krasssssss


krasssssss


Dari dalam tubuh Azkarii mengeluarkan tentakel kali ini berjumlah 2 pasang. Tentakel tentakel itu menjuntai sampai ke lantai.


Empat tentakel itu menyerang Lei dengan cepat. Gerakannya jauh lebih cepat dari yang tadi. Lei berusaha menghindar semaksimal mungkin. Namun kemana pun Lei melompat menggunakan teleportasi, levitasi dan speed nya. Tentakel itu tetap bisa memburunya.


Lalu keempat tentakel itu menjulur keatas dan merapatkan diri satu sama lain. Dan ternyata ujung tentakel itu berubah bentuk menjadi seperti mulut dengan taring di semua rongga nya.


HOLY BEAM


Mulut tentakel itu menembakkan energi yang cukup besar kearah Lei. Bola energi yang cukup besar dan kuat. Lei bersama untuk menghindarinya. Namun tiba tiba bola gelombang energi itu pecah menjadi ratusan bola energi yang menyerbu Lei.


Blaaarrrt!


Tubuh Lei terhantam oleh bola energi dari Azkario. Belum sempat mengambil nafas tentakel itu menyerbu Lei dengan mulut menganga seolah ingin memakannya.


CRAAASHHHHH


BRUG!


Tentakel itu terpotong dan jatuh ke lantai. Tampaknya Lei sempat menggunakan telekinetik dengan menjadikan airnya untuk digunakan sebagai pedang es.


Hosshhhh! Hooossshhh!


" Hampir saja, ughhhhh. " kata Lei sambil menahan dadanya yang sakit luar biasa akibat hantaman energi dari Azkario.

__ADS_1


" Mainan ku kau rusak kan', kau harus menggantikan nya dengan dirimu untuk ku jadikan mainan" kata Azkario bergetar.


Lei mencoba untuk segera bangkit. Dia menahan nyeri di dada yang teramat sangat. Azkario berjalan pelan mendekati Lei. Dikeluarkan nya bola energi dari telapak kanannya. Bola api itu berkobar makin lama makin membesar.


" Tahan, ini akan sedikit sakit olehmu." kata Azkario pongah.


Haaaaaaaaaa!


Azkario mendorong kan bola energi itu cepat kearah Lei.


JEGLAARRRR


Lei terpental lagi. Shield nya tak mampu membendung serangan Azkario. Tubuhnya gemetaran. Dia hampir diambang batas kekuatan nya.


REEDEM ENERGY


Belum sempat Azkario melancarkan serangannya tiba tiba muncul Dan juga Kante menolong Lei. Serangan ratusan bola energi menghantam Azkario. Dan juga Kante menyerbu Azkario bersamaan. Serangan Kante bisa dihindarinya dengan mudah. Dan pun berusaha menekan Azkario dengan energi nya.


Lambat laun kecepatan Dan serta Kante makin lama makin cepat. Azkario merasakan serangan keduanya sangat mematikan sehingga dia memilih untuk menghindari serangan serangan dari mereka berdua.


Beberapa kali ledakan hebat terjadi. Pukulan Kante yang sempat mengenai telak di leher tulang belakang Azkario pun tak mempengaruhi gerakannya. Azkario meladeni perlawanan mereka dengan bertarung fisik.


Hawa panas mulai terasa, ketika Dan sudah mengeluarkan kuasa Api nya. Api berkobar dikedua tangan dan kaki nya. Pukulan pukulan dahsyat dari Kante serta Dan pun tak urung membuat Azkario kualahan.


VACUUM AREA


Gerakan mereka berdua tiba tiba terhenti. Tubuh mereka menjadi kaku. Lalu tendangan dan pukulan keras mendarat di perut Dan juga kante.


PLAAKKKK!


Mereka berdua terpelanting.


BRUGGG!


Melihat lawannya terpental jatuh Azkario lalu merangsek lagi kearah Kante yang belum sempat bangun. Diangkat nya Kante dengan mudah. Lalu Azkario meninju nya dengan kecepatan dan kekuatan penuh.


Kante terjerembab lagi. Ketika Kante akan diburu oleh Azkario Dan bangkit dan menangkis serangan serangan Azkario. Satu pukulan telak bisa disarankan ke arah dada Azkario.


BRAAAKKK!


Kali ini Azkario yang terhuyung huyung kebelakang.


" Bisa membuatku mundur." kata Azkario " Lumayanlah kemampuanmu. Kau sendiri sekarang sekarang sudah mau habis energi mu kan?


" Gila, dia betul betul seperti iblis. Serangan ku semua mental menghadapi nya." kata Dan dalam hati.


Pertempuran Dan serta Azkario makin seru. Dan yang sudah mengeluarkan semua kemampuannya ternyata masih belum cukup.


Kante melirik kearah Lei, dia baru menyadari bahwa Lei terluka parah di bagian perutnya. Sesekali dia muntah darah.

__ADS_1


" Lei, Lei, cepatlah kita beresin makhluk aneh itu." kata Kante.


Kante pun segera memulihkan diri nya. Keadaan Dan mulai terdesak. Gerakan gerakan jurus Azkario sangat lah rapi dan sempurna. Tak ada celah sedikitpun bagi Dan untuk menyerang Azkario saat ini.


__ADS_2