Project Called Zero

Project Called Zero
Sebuah Kisah


__ADS_3

Sangat luar biasa jika hanya dengan 10% kekuatan Aurora bisa mengalahkan Apollo dan Azkario yang sangat kuat itu.


" Lalu kenapa tak kau gunakan kekuatan mu untuk mengalahkan Azkario?" tanya Lei.


Aurora mendesah, dia menghela nafas panjang.


" Jika aku mengalahkan Azkario dengan kekuatan ku, maka jiwa Zigma yang diserap oleh Azkario pun akan musnah." kata Aurora.


" Siapa Zigma? " tanya Lei lagi.


" Dia adalah SangLegenda, ayah Apollo." kata Aurora.


Kali ini Lei benar benar terkejut. Ternyata selama ini Apollo adalah anak dari Sang Legenda. Re-Gen pertama yang mempunyai kekuatan luar biasa. Dan semua tehnik Re-Gen ini berasal dari ayah Apollo. Lei benar benar tak menyangka bahwa teman sepermainan sejak kecilnya itu adalah Sang Penerus yang selama ini dicari banyak orang.


Ada yang mencari Sang Penerus untuk melindungi para Re-Gen, namun tak sedikit yang mencarinya untuk membunuh nya agar bisa dihisap darah dan genetika nya agar kekuatan dan tehnik pewaris Sang Legenda bisa dikuasai nya.


" Hanya demi menjaga jiwa Sang Legenda kau mengorbankan banyak nyawa para Re-Gen yang harus bertarung dengan Azkario. Apakah menurut mu itu tak egois?" tanya Lei dengan perkataan yang cukup menusuk. Walaupun disisi lain itu adalah hal yang masuk akal.


Lagi lagi Aurora menghela nafas panjang.

__ADS_1


" Jika jiwa Zigma hilang karena Holy Wing ku, maka semua Re-Gen dimuka bumi akan mati." kata Aurora datar.


Lei terbelalak mendengar jawaban dari Aurora.


" Kenapa bisa begitu? " tanya nya lagi.


" Sejatinya Re-Gen terbentuk oleh radiasi senjata bio kimia dari pertempuran besar seratus tahun lalu. Namun Re-Gen yang pertama yang mampu mengaktfikan sel sel kekuatan itu adalah Zigma. Jadi dia adalah sumber kekuatan para Re-Gen. Melalui tehnik Resonansi. Dia mengaktifkan kekuatan para Re-Gen yang tersembunyi. Bahkan jika ada bayi dalam kandungan pun, begitu lahir dia sudah memiliki kekuatan Re-Gen. Latihan dan kerja keras hanya untuk menguatkan energi saja. Dan Holy Wing adalah tehnik yang menghancurkan sel Re-Gen dari Sang Legenda. Dan jika itu terjadi, habis lah generasi Re-Gen di masa yang akan datang." kata Aurora menjelaskan.


" Aku, diberkati dan sekaligus dikutuk dengan menguasai kemampuan Holy Wing, tehnik penyembuh dan kehidupan abadi. Di dunia ini hanya aku yang menguasai tehnik ini." kata Aurora panjang lebar.


Lei sedikit mengerti setelah mendengar penjelasan dari Aurora.


" Azkario, dia dulu adalah kawan baik Zigma. Dari kecil mereka bersama. Walaupun anak seorang Kaisar, Azkario tak betah jika harus tinggal di kastil. Diam diam dia pergi keluar dan bermain dengan Zigma, suatu ketika Zigma menyelamatkan nya ketika dia terpeleset dan akan terjatuh dari jurang. Sejak itu Azkario dan Zigma saling bersahabat, bahkan ketika Azkario menjadi Kaisar menggantikan ayahnya, Zigma diangkat menjadi panglima perang Dinasty Antares." kata Aurora.


Aurora mendongakkan kepalanya keatas seolah dia bernostalgia dengan masa lalunya.


" Dan suatu ketika, Azkario sekarat dan hampir mati oleh suatu penyakit, dari sanalah awal bencana. Zigma membawaku menemui Azkario untuk menyembuhkan penyakit nya dengan kekuatan ku. Dan awalnya aku menolak karena aku harus merahasiakan kemampuan ku demi melindungi orang orang yang ku sayangi di sekitarku. Namun Zigma memaksa dan memohon kepadaku untuk menyelamatkan nyawa sahabatnya itu. Dan benar saja, Azakario sembuh. Dia menjadi lebih muda dan kuat karena kekuatan ku. Dia lalu berusaha menciptakan sebuah alat yang mengubah dirinya menjadi seorang Re-Gen. Puluhan kali percobaan nya gagal. Lalu suatu hari datang kepadanya "Sang Iblis" yang menawarkan kemampuan hebat dalam teknologi demi mewujudkan ambisi Azkario. Dengan syarat dia harus merelakan jiwanya dimakan oleh Sang Iblis." kata Aurora.


Lei terdiam, pikirannya melayang jauh. Mencoba untuk membayangkan situasi yang dihadapi para Re-Gen di era sebelum mereka. Sungguh situasi yang rumit dan sangat pelik.

__ADS_1


" Dan alat itupun akhirnya bisa tercipta. Azkario mulai mencoba menyerap energi para Re-Gen, mulai dari yang bayi sampai Re-Gen yang mempunyai kekuatan lebih besar. Zigma mengetahui hal itu. Dia diam diam kabur dan mengajakku turut serta. Kami berjanji tak akan lagi muncul sebagai Re-Gen. Hidup bersamanya walaupun sebentar cukup membuat ku bahagia. Sampai pada akhirnya, Apollo terlahir kan. Kami betul betul bahagia Namun... " Aurora tak melanjutkan kata katanya.


Lei penasaran dengan kisah mereka. Awal dari sebuah bencana yang merenggut nyawa ratusan bahkan ribuan Re-Gen ini.


" Apa yang selanjutnya terjadi " tanya Lei tak sabar.


" Bencana sudah terjadi. Zigma mengetahui kalau Azkario menciptakan Cyborg untuk menangkap dan menculik para Re-Gen untuk di hisap energinya. Akhirnya kami memutuskan untuk menghentikan kegilaan Azkario. Aku dan Zigma berniat untuk membunuh Azkario agar para Re-Gen selamat dari kepunahan Kami pergi ke Antares, saat itu Apollo berusia setahun. Dan kami titipkan dia di keluarga sederhana di luar ibukota Antares. Kami pergi menemui Azkario di kastil nya. Tak disangka ternyata didalam kastil yang dulu indah berubah menjadi seperti neraka. Azkario makin gila. Prajurit Re-Gen yang di bentuk oleh Zigma sudah musnah. Mereka mati dihisap oleh Azkario. "


" Mengalahkan Azkario bagi Zigma adalah hal yang sangat mudah, namun Azkario licik. Dia memasang pemicu tombol bom elektrik. Jika dia mati, Bom itu akan aktif dan begitu meledak partikel nya bisa membunuh semua Re-Gen yang ada. Pada saat itu kami ingin mengambil resiko dengan tetap membunuh Azkario. Soal bom elektrik, kami yakin kami berdua bisa bertahan dari shock energy yang dihasilkan oleh bom elektrik itu. Tapi Zigma ingat Apollo dan ribuan bayi Re-Gen yang tak berdosa yang akan mati akibat bom itu. Zigma, Sang Legenda Re-Gen terkuat pertama , akhirnya menyerahkan dirinya untuk dihisap oleh Azkario. Dia tahu hanya dengan kekuatannya, kegilaan Azkario bisa sedikit di redam. Aku melihat detik detik dimana Zigma, suami ku, lenyap menjadi abu bercampur dengan cairan elektrolit dalam kapsul energi. Namun sebelum nya, melalui telepati, Zigma menyuruhku untuk menusuk paru paru kiri ku agar kekuatan Holy Wing ku tersegel. Agar Azkario tidak menghisap dan membunuh ku." kata Aurora.


" Oleh karena itu kau dikurung dalam kapsul energi itu selama ini karena menunggu segel kekuatan mu terbuka penuh? " kata Lei.


Aurora mengangguk.


"Dengan kapsul itu aku bertahan hidup dan melihat putraku sekarang menjadi seorang Re-Gen yang tangguh. Seperti ayahnya. Itulah Lei, aku minta kepadamu, selamat kan Apollo. Jangan sampai dia hancur oleh kekuatan Immortal Phoenix nya." kata Aurora.


" Lantas, bagaimana jika Azkario mati? Bukan kah bom itu masih ada?" tanya Lei.


Aurora mengangguk, " Betul, dan aku hampir lupa mengatakan nya kepadamu, serahkan pada Apollo, dia akan tahu apa yang akan dia lakukan." ujar Aurora

__ADS_1


Lei mengangguk. Dia setuju untuk menyelamatkan Apollo.


__ADS_2