
Sementara itu dalam ruangan ICU dimana Grey dirawat, kedua dokter itu mengamati sekeliling nya. Lalu perhatiannya dialihkan kepada Grey yang masih tergolek lemah tak sadarkan diri.
" Kita mulai sekarang sebelum semuanya terlambat." kata salah seorang dokter itu.
Kawannya hanya mengangguk.
Ziki setengah berlari menuju ruang direktur untuk mencari Master Conan. Diri nya tak tahu, perasaan kurang nyaman dirasakan ketika kedua dokter itu masuk ke ruangan Grey, ditambah prosedur pemeriksaan yang tidak seperti biasanya.
" Semoga hanya perasaan ku saja, aku harus cepat ketemu Master Conan." desis Ziki.
Langkah kakinya dipercepat, dia tak mempedulikan beberapa teman nya yang menyapa nya sepanjang koridor gedung itu.
Sesampainya di depan pintu ruang direktorat, Ziki agak ragu untuk mengetuk pintu. Pertama kali dia berada di depan ruang pemimpin Akademi itu, namun rasa khawatir nya memaksanya untuk tetap mengetuk pintu itu.
TOK! TOK!
" Masuk! " jawab suara dari dalam ruangan.
" Ah, itu suara Master Conan, untung dia masih disini." kata Ziki sambil membuka pintu.
" Permisi, Master." kata Ziki begitu membuka pintu.
" Hah, Ziki, ada apa kamu disini?" tanya Master Conan.
" Mau menanyakan Master, apa betul hari ini ada observasi khusus untuk Grey? Tadi ada dua orang dokter yang masuk ke ruangan Grey dan menyuruh saya dan Lila untuk keluar, karena hari ini ada perawatan khusus." kata Ziki.
" Apa? Perawatan khusus apa? Ada yang tidak beres nih." kata Master Conan terkejut.
Direktur Dan pun terkejut.
" Disini semua dokter adalah Re-Gen juga jadi mereka tahu kondisi para Re-Gen yang terluka tak perlu ada perawatan khusus." kata Direktur Dan.
" Celaka... ayo ke ruangan Grey." kata Master Conan sambil bergegas pergi.
Ziki pun mengikuti Master Conan berlari menuju ruangan Grey. Master Dan hanya termangu.
" Mereka lupa aku ada disini, permisi pergi pun tidak." gumam Direktur Dan.
Lalu sesosok bayangan yang perlahan berubah menjadi sosok Kante muncul.
" Hahahahaha, mereka lagi panik Dan. Maklumi aja." kata Kante kepada Direktur Dan.
__ADS_1
Dan tersenyum tipis.
" Menurut mu apa yang terjadi Kante? " tanya Direktur Dan.
Kante hanya mengangkat bahunya.
" Kita tunggu aja berita dari mereka." kata Kante. " Itu tadi yang namanya Ziki ya Dan?" tanya Kante selanjutnya.
Direktur Dan mengangguk.
" Aku juga baru bertemu dengannya tadi. Aku hanya mengamati dia dari videogram yang ada disini. Bagaimana menurut mu Kante?" kata Direktur Dan.
Kante duduk di depan Direktur Dan lalu menyalakan cerutu dan dihembuskannya asap itu kuat kuat.
" Tak kurasakan kekuatan yang besar dalam dirinya. Aku jadi ragu apakah Grey dan Ziki adalah sang Pewaris atau bukan. Tadi nya harapan ku cukup besar untuk melihat anak anak Apollo. " kata Kante.
"Kau kecewa Kante?" tanya Direktur Dan sambil tersenyum lebar.
" Arti nya kita makin lama menunggu kebangkitan Zero, kadang sudah bosan. Seolah bangkit nya Zero ini adalah sebuah mitos saja. Pemanis cerita tentang masa depan Re-Gen." gerutu Kante.
" Lalu apa guna nya Zigma dan Azkario berpesan kepada kita untuk selalu menunggu kebangkitan Zero? Jika kita dari awal ragu soa pesan mereka pada saat kejadian di benteng Aurora." kata Direktur Dan.
" Kau sudah tahu kekuatan salah satu suku Nu-Gen yang memakan Azkario, mereka sangat kuat. Dan saat ini mereka pun tersegel karena Zero masih tersegel pula." kata Direktur Dan.
" Dan siapa yang sangka kalau mutasi gen yang tak sempurna bisa sekuat itu jika ter injeksi dengan darah atau genetika Re-Gen murni" kata Kante.
" Saat ini mereka tersegel kekuatan Aurora di lembah Pass, sampai Aurora sadar. Ketika itu terjadi maka segel yang mengurung suku Nu-Gen akan lenyap. Dan pertempuran antara Re-Gen dan Nu-Gen akan terjadi. Mampu kah kita melawan mereka? ujar Direktur Dan.
" Selama anak dari Apollo belum kita temukan tentu saja selama itu pula kita tak bisa tidur nyenyak Dan." kata Kante.
TIT!!! TIT!!!
" Hemmm, Master Conan menghubungi ku di Vidgram. Kau menghilang lah dulu." kata Direktur Dan.
Tanpa banyak tanya Kante menggunakan tehnik Shadow nya untuk menghilang dari pandangan mata.
" Apa yang terjadi Master? " tanya Direktur Dan.
" Ijin melapor Direktur, terjadi pemandangan yang mengerikan disini. Direktur lihat saja." kata Master Conan sambil memperlihatkan kejadian di kamar Grey melalui video gram.
Nampak dua sosok yang mati mengenaskan yang jasadnya hanya tinggal tulang dan kulit saja.
__ADS_1
" Black Absorbsion?" desis Direktur Dan.
" Tampaknya terjadi lagi seperti kedua assassin kemarin Direktur. Tapi yang saya heran Grey sampai sekarang juga belum sadarkan diri. Namun denyut jantungnya menjadi normal dengan tiba tiba. Ditambah lagi, aliran powernya juga semakin lancar. " kata Master Conan.
Direktur Dan mengamati situasi yang terjadi di kamar Grey dengan seksama.
" Kau hubungi para ranger Dan perintahkan untuk menyelidiki apa yang terjadi. Dan kau segera lah kemari untuk laporan lebih lanjut." perintah Direktur Dan.
" Siap laksanakan perintah." jawab Master Conan.
Suasana kantor Direktur Dan menjadi hening kembali.
" Sebaiknya kau ke sana langsung Dan. Kau yang tahu persis bagaimana Black Absorbsion bekerja. Kita pernah melihatnya secara langsung. Coba kita cek apakah itu benar Black Absorbsion atau ada tehnik baru yang sama kejamnya dengan Black Absorbsion." terang Kante.
Direktur Dan mengangguk lalu berjalan melangkah keluar ruangan menuju lokasi terbunuhnya dua orang dokter di ruangan Grey.
Seluruh ruangan kelas Akademi menjadi geger karena kejadian ini. Banyak kasak kusuk tentang Grey dan penyusup yang mati itu.
Selang beberapa waktu, Direktur Dan sampai di ICU tempat Grey di rawat. Direktur Dan melihat langsung kondisi mayat yang masih belum dipindahkan dari tempatnya itu.
" Hemmm, mengerikan." kata Direktur Dan lirih.
" Lapor Direktur, gadis ini adalah saksi yang paling dekat dengan ruangan ini. " kata salah seorang petugas forensik akademi.
Direktur Dan mendongak. Dia melihat Lila di depannya.
" Siapa namamu?" tanya Direktur Dan.
" Saya Lila pak, kelas pemula di Akademi ini." kata Lila.
" Kenapa kamu ada disini?" cerca Direktur Dan.
" Grey adalah teman sekelas saya, Dan saya setiap hari menunggui nya bersama Ziki Dan Master Conan." kata Lila.
" Kau tahu kejadiannya?" Direktur Dan mencoba menyelidik.
" Ketika itu saya, Grey Dan Master Conan disini menunggu Grey. Namun setelah Master Conan keluar untuk menuju ruangan Bapak, kedua dokter itu masuk, lalu saya dan Ziki disuruh keluar ruangan dengan alasan observasi khusus. Kami pun keluar ruangan pak." Jelas Lila.
Direktur Dan terdiam. Mencoba menelaah penjelasan Lila tentang kronologis kejadian ini.
" Lalu apa yang terjadi?" pertanyaan Direktur Dan berlanjut.
__ADS_1