Project Called Zero

Project Called Zero
Kematian Iblis


__ADS_3

Azkario merasakan tubuhnya penuh dengan energi. Dia merasa girang karena hampir sepenuhnya tubuhnya terisi oleh energi dari Apollo. Apa yang dia inginkan selama ini akan segera terwujud. Memenuhi seluruh rongga tubuhnya dengan energi para Re-Gen.


" Hahahaha, teruslah beri aku energi mu Apollo, setelah itu kau akan mati kehabisan tenaga." batin Azkario.


Dengungan suara seperti ribuan lebah menggema. Lei dan kawan kawan nya melihat pemandangan yang menyeramkan dihadapan mereka. Bagaimana tidak? Tampak jelas dihadapan mereka energi Apollo tersedot deras kedalam tubuh Azkario.


"Engggg?? Apa ini? Tangan ku tak bisa dilepas?" gumam Azkario.


Dari perasaan gembira kini Azkario malah di landa kepanikan. Tangan nya menempel di kepala Apollo dan tak bisa di lepaskan. Semakin kuat dia berusaha melepaskan tangannya semakin erat pula saya lekat itu di kepala Apollo.


" Sialan, trik apa yang kau main kan bocah? " geram Azkario.


Apollo tersenyum sinis.


" Bukan kah kau ingin energi? Nih, ambil lah punya ku, semau yang kau inginkan." kata Apollo.


" Tapi.... akkhhhhh... " Azkario mengerang kesakitan.


Energi yang tersedot ke dalam tubuh Azkario makin membesar. Tubuhnya kini diselimuti energi listrik yang ber kilatan. Ledakan ledakan kecil terjadi di setiap persendian tulang tulang nya.


" Lepppasss kaaannn... akhhhh.. " Azkario makin mengerang kesakitan.


Apollo bergeming. Dia masih saja menyalurkan tenaga nya ke Azkario. Kini energi dalam tubuh Azkario bukan hanya penuh dengan energi, namun meluap luap. Letupan tenaga makin sering terdengar. Tampak tangan dan kaki Azkario meletup pecah di beberapa bagian sehingga darah putih mengucur deras.


" Akhhhhh, lepaskan aku." teriak nya makin keras.


" Bukan kah dari tadi kau ingin menghisap ku Azkario? Hisap lah semau mu!" bentak Apollo.


" Wooooaaa...... " teriakan Azkario makin melengking.


Lei tampak tak percaya apa yang terjadi di depannya.


" Apa yang terjadi dengan Azkario?" gumam nya.


Dan serta Kante menggelengkan kepala.


" Aku tak paham dengan situasi ini. Semua serba baru bagi ku." kata Kante.


" Aku pun sama, tak pernah melihat kejadian ini sebelumnya. Namun melihat ledakan di sendi dan otot Azkario, bukan tak mungkin kalau energi yang diserap nya melebihi kapasitas otot dan syarafnya." kata Dan mencoba menganalisis kejadian.


" Hm, tubuh nya tak mampu menahan besarnya energi yang diserap?" kata Kante.


Dan mengangguk.


" Kalau tubuh Azkario tak mampu menahan beban energi, bagaimana dengan Apollo yang energi nya terus terusan disedot Azkario itu?" tanya Lei.

__ADS_1


" Analisis ku cuma satu, Apollo sekarang jauh lebih kuat dari Azkario. Karena tubuh nya tak kekurangan energi walaupun sudah di sedot oleh Azkario sebegitu banyak. Dan tubuhnya pun makin kuat karena energinya tak sedikit pun merusak tubuh nya." jelas Dan.


Mereka tertegun.


"Apollo, sampai mana kau bisa berkembang kuat?" desis Kante.


Azkario kini hanya bisa mengerang kesakitan tanpa bisa melepaskan tangannya dari kepala Apollo. Makin banyak bagian tubuh nya yang meledak dan darahnya menggenangi lantai aula kastil itu.


" Akkkhhhh, ampuuunnn.... " teriak Azkario.


Apollo hanya tersenyum puas.


BLLLAAARRRR


Ledakan yang lebih besar kini terdengar. Punggung Azkario meledak dan berlobang besar. Darah makin deras mengucur. Namun tak seberapa lama kemudian, punggung itu tertutup lagi oleh balutan daging dan kulit berduri nya.


BLLLAAARRRR


" Akhhhhh..... " Azkario kini melengking keras. Tangannya hancur berkeping-keping. Lalu disusul oleh kedua kaki nya yang hancur lebur.


Azkario tak henti henti nya meronta. Namun tangan yang menempel di kepala Apollo tak mau lepas.


BLAAARRR


Dan kini ledakan besar kembali terdengar. Kali ini tangan Azkario yang dia gunakan untuk menyerap tenaga Apollo yang hancur lebur.


" Kau kaget? Rebith mu tak lagi berfungsi Azkario? " kata Apollo.


" Apa yang kau lakukan padaku bangsat." teriak Azkario.


Apollo tersenyum sinis.


" Kau hanya tahu tehnik Balik Absorbsion kan Azkario. Kau bodoh, yang kau serap adalah energi dari tehnik terlarang selain Black Absorbsion. ini adalah Immortal Phoenix. Energi Re-Gen tanpa batas. Berbeda dengan Black Absorbsion mu, Immortal Phoenix bisa menghancurkan tehnik itu dari dalam tubuh mu. Makin banyak kau sedot makin besar saya hancur nya." kata Apollo dingin.


" Ampuuunnnn, ampuni nyawaku." kata Azkario lirih.


" Aku kira itu lah yang di katakan manusia manusia yang dulu kau sedot energi nya. Iya kan? Sekarang apa yang bisa kau lakukan dengan energi yang besar dalam tubuhmu itu? Gunakan lah Azkario, sesuai keinginanmu. Rebith mu telah hancur oleh Immortal Phoenix. Mau apa lagi? " kata Apollo menatap tajam kearah Azkario.


Tubuh Azkario yang masih terselubung I energi yang super power itu ber kilatan seperti di aliri listrik jutaan volt.


" Sekarang, kau mau mati perlahan atau dengan cepat Azkario? " tanya Apollo dengan sinis.


" Ampuni nyawaku anak Sang Legenda. Ampuni aku." ratap Azkario.


" Kau adalah Iblis, masa minta ampun?" ledek Apollo.

__ADS_1


" Aku mengaku salah Apollo." rintih Azkario.


Apollo tersenyum sinis.


Dia lalu mengarahkan telunjuknya ke kepala Azkario.


" Kembali lah ke neraka." kata Apollo.


FANATIC DESTRUCTION


BLLLLAAARRRR


Azkario hancur berkeping-keping ketika energi super dari Apollo menghancurkan tubuh nya. Tanpa erangan rasa sakit Apollo menghancurkan Azkario dengan seketika.


Lalu dari serpihan daging Azkario yang hancur tiba tiba muncul sinar sinar putih keperakan yang menyemburat terbang ke angkasa. Itu adalah jiwa jiwa yang dulunya di serap oleh Azkario.


Dan, Lei, serta Kante merasa kan ngeri melihat pemandangan di depannya. Azkario yang sangat kuat bisa di habis I oleh Apollo dengan satu pukulan dahsyat.


Belum selesai keterkejutan nya, ada dua sinar terang yang berputar mengelilingi Apollo. Lalu secara samar sinar itu berubah bentuk seperti manusia hologram.


" Apollo, kau sudah besar dan kuat nak. " kata salah satu dari mereka.


" Kau....?" Apollo tak sanggup meneruskan kata kata nya.


Orang itu mengangguk seolah paham apa yang dipikirkan Apollo.


" Aku ayahmu." kata orang itu lagi.


Apollo tak sanggup menahan haru nya. Dada nya bergemuruh menahan air mata yang memaksa keluar dari pelupuk nya. Sosok yang selama ini di nantikan nya.


" Ayah... " desis Apollo.


Zigma tersenyum.


" Semua yang terjadi memang begitu membingungkan anak ku. Tapi percayalah, kau adalah anak yang kuat. Apa yang terjadi disini tidak lah sesimpel yang kau lihat." kata Zigma.


" Aku, ibu mu dan Azkario melewati banyak hal yang tak di ketahui setiap orang. Dan kini peran ku dan Azkario sudah selesai. Ibu mu yang menerus kan derita sebagai Re-Gen abadi." kata Zigma.


" Aku tak mengerti ayah, apa yang sebenarnya terjadi." kata Apollo.


Zigma tersenyum, lantas melihat kearah Lei dan kawan kawannya lalu memberikan isyarat kepada mereka untuk lebih mendekat.


Lei, Dan serta Kante melangkah mendekat I Apollo dan Zigma.


" Semua berawal dari perang besar." kata Zigma.

__ADS_1


***


__ADS_2