
Perlahan, Grey mulai membuka mata. Cahaya di ruangan itu sangat menyilaukan. Namun ketika ingin bergerak, tubuhnya terasa sakit semua, oksigen dan infus terpasang di tubuhnya.
" Kau sudah bangun kak? Syukurlah." sapa Ziki kepada Grey
" Ikky, kau tak apa apa? Dimana ini?" tanya Grey bingung.
" Aku tak apa apa kak. Kita aman disini. Ini adalah Re-Gen Academy. Banyak sekali orang orang seperti kita disini." kata Ziki kepada Grey yang masih seperti orang linglung.
Grey masih tak mempunyai tenaga untuk bicara lebih banyak. Tulang tulangnya terasa seperti lepas dari persendiannya, baru kali ini dia merasa seperti ini.
Empat hari berlalu sejak Grey dirawat di Re-Gen Academy. Tubuhnya sudah hampir pulih. Dia melihat keluar jendela kamarnya, tampak ratusan pemuda berlatih kekuatan dan tehnik di halaman akademi itu. Ada beberapa kelompok anak muda berlatih sesuai tehnik yang dimilikinya.
" Kau sudah pulih anak sombong?" terdengar suara yang mengejutkan Grey dan dia merasa tak asing lagi dengan suara itu.
Grey berbalik, matanya melotot. Ternyata yang masuk adalah lelaki yang di lawannya di hutan pinus bersama adiknya.
" Siapa kau sebenarnya." tanya Grey penuh selidik.
" Santai lah dulu Grey, hidupmu terlalu serius." kata lelaki itu sambil duduk dan mengambil buah di meja lalu melahapnya.
" Namaku Conan, aku Re-Gen level 29 , yaaa kalau dihitung secara GP aku termasuk Re-Gen elit lah." katanya santai sambil mengambil buah lagi dimeja.
" Dia datang untuk menjemput kita kak, agar kita selamat dan lolos dari kejaran assassin DS. Aku tahu mereka tak akan mencelakakan kita karena aku dan Conan telah bicara melalui telepati." kata Ziki menjelaskan kejadian sebelumnya. " Di pertarungan hutan pinus dia hanya ingin menguji kemampuan dan tenaga mu kak." lanjut Ziki.
Sial, kalau hanya menguji kemampuan dan tenaga kenapa sampai babak belur gini. Gerutu Grey dalam hati.
" Gak usah melongo gitu Grey, berterima kasihlah itu udah cukup kok." kata Conan berseloroh.
" Om om kurang ajar, ku hajar kau." Grey merangsek ke depan. Ziki menahan Grey.
" Sabar kak, sabarlah dulu." kata Ziki menenangkan.
" Hohohoho, udah lemah sombong pula. Kalau aku utusan dari DS aku pastikan nyawa kalian sudah hilang lho." kata Conan santai. " Dan kau Grey, ku beri waktu 2 hari untuk pemulihan lalu masuk kelas bersama yang lain. Sekuat apapun kau berlatih tanpa mengetahui tehnik membangkitkan energi dan tehnik kau akan tetap seperti itu. "
Grey terdiam, perkataan Conan ada benarnya. Bagaimana jika yang datang adalah para assassin DS? Dia dan adiknya akan dengan mudah terbunuh di hutan pinus.
Grey mulai berfikir logis. Dia kembali melihat anak anak Re-Gen yang berlatih di halaman akademi itu.
__ADS_1
" Aku harus segera menjadi kuat." gumam Grey.
Grey dan Ziki melangkah melewati koridor gedung yang bersih dan rapi. Di setiap pintu ada penjaga yang juga mempunyai kekuatan Re-Gen. Dalam hatinya dia sedikit lega karena di dunia ini ternyata banyak juga manusia seperti mereka. Grey tidak lagi menjadi orang yang dipandang aneh lagi.
Grey dan Ziki melangkahkan kakinya memasuki ruangan kelas anak anak Re-Gen. Dia sedikit terkejut karena dalam kelas itu ada lumayan banyak anak seusianya dan artinya mereka juga memiliki kemampuan khusus. Dan tak lama kemudian Conan datang di kelas.
" Kalian kedatangan murid baru nih, baik baik ya. Jangan berantem mulu nantinya." Kata Conan dengan nada santai dan bercandanya.
" Udah, jangan berdiri didepan saja, perkenalkan dulu diri kalian." kata Conan kepada Grey dan Ziki.
Pelajaran yang menjemukan. Pikir Grey, mending langsung bertarung saja di lapangan. Matanya melihat ke halaman sekolah mengamati murid murid Re-Gen yang berlatih di sana.
" Huuhh, membosankan." gerutu Grey.
Blettaaakkkk!
Buku setebal gaban mendarat telak di kepala Grey. Grey pun terjengkang jatuh dari tempat duduknya. Seisi kelas tertawa.
" Kalau pelajaran fokus ke sini Grey," kata Conan
Dalam hati sebenarnya ada sedikit kelegaan, sekarang hidup Ziki jauh lebih normal dan banyak orang yang bisa melindunginya. Tidak dikejar ketakutan setiap detik akan kedatangan assassin DS yang masih memburu mereka.
Pelajaran kelas pun akhirnya usai. Grey menarik nafas lega, penderitaan akan kejenuhan akhirnya berakhir. Di rebahkan kepalanya di atas meja dan memejamkan matanya pengen banget tidur lagi.
Hingga tiba tiba..
" Hey.. "
Terdengar suara merdu yang dekat dengan dirinya. Mata Grey terbuka dan mulai mendongakkan kepalanya. Tampaknya didepannya seorang gadis manis, berkacamata dengan rambut di kuncir kuda. Dia menatap Grey sambil tersenyum.
Alamak, manis banget gadis ini. Pikir Grey, bengong.
" Hey, namaku Lila. Kita berteman ya." kata gadis itu sambil mengulurkan tangan.
Grey jadi gagap. Tak pernah sekalipun dia berkenalan apalagi bersalaman dengan makhluk bernama wanita dalam hidupnya.
" Eh. oh.. iya. Berteman ya. Nama ku Grey." kata Grey masih diliputi gugup.
__ADS_1
" Iya, aku tahu kan tadi udah dengar perkenalan mu di awal kelas." kata Lila sambil tersenyum.
Melihat senyuman Lila itu Grey jadi panas dingin, keringat mulai menetes. Grey tak sanggup menutupi kegugupan nya. Rasanya dia lebih baik dihantam kekuatan sebesar 2000 GP daripada menahan kekagumannya kepada gadis manis didepannya.
" Ku antar kau keliling akademi yuk." ajak Lila
Blarrr!
Mendengar ajakan Lila rasanya benar benar terhantam juga oleh pukulan lebih dari 10.000 GP.
Grey celingukan mencari Ziki namun Ziki sudah tak ada dalam kelas.
"Ziki tadi diajak keruangan pak Conan, kamu sih tidur aja. Jadi ga tahu kan kemana Ziki. Udah lah ayok keluar." kata Lila sambil menarik tangan Grey.
Grey shock berat.
Tangannya begitu lembut. Ini sensasi baru dalam hatinya, selama ini dia hanya fokus meningkatkan kemampuan dan kekuatan saja. Ternyata ada juga yang lebih indah dari kemampuan dan kekuatan. Tanpa menunggu Grey menjawab, Lila menarik dan menggandeng tangan Grey sambil berjalan mengelilingi lokasi akademi.
" Disini adalah sekolah khusus untuk para Re-Gen." kata Lila kepada Grey. Grey hanya manggut manggut sambil menoleh kesana-kemari melihat suasana.
" Sudah berapa lama kamu disini." akhirnya ada kata kata yang keluar dari mulut Grey setelah sekian lama diam. Bukan karena tak mau bicara tapi bingung harus bicara apa didepan gadis manis berkacamata itu.
" Hampir setahun, tapi aku murid yang bodoh. Masih aja jadi siswa level 3. Aku pun tak tahu apa kemampuan ku dan berapa kekuatanku." ujar Lila.
Mereka pun melewati halaman tempat para siswa berlatih kemampuan dan kekuatan yang sedari tadi diamati oleh Grey didalam kelas.
" Mereka itu siapa? tanya Grey pada Lila sambil menunjuk ke arah murid yang sedang berlatih.
" Mereka adalah siswa yang sudah menembus level 10 keatas. Kekuatannya sudah mencapai 100 GP dan kemampuan nya sudah bisa keluar. Yang itu adalah siswa dengan kemampuan Levitasi. Mereka bisa membuat tubuhnya melayang dan terbang, sedangkan yang diujung sana adalah siswa dengan kemampuan speed, Yaitu kemampuan yang mampu mengeluarkan kecepatan lebih dari 1000 kali kecepatan normal manusia." jelas Lila kepada Grey.
Grey hanya manggut manggut lagi. Sebenarnya dia tahu tentang ability itu namun dia merasa tidak enak kalau harus menyela dan memotong pembicaraan dan penjelasan Lila.
" Nah itu yang paling menarik." seru Lila sambil menunjuk sekelompok siswa yang terbungkus bola energi dalam tubuhnya.
" Itu adalah kemampuan SHIELD. Dia bisa mengeluarkan energi untuk melindungi dirinya dari serangan lawan. Aku paling suka kemampuan itu, berharap suatu saat nanti ketika kemampuanku muncul bisa memiliki kemampuan itu."
Grey diam, dia tak tertarik dengan penjelasan Lila, namun dia lebih suka mengamati wajah ceria Lila yang manis itu.
__ADS_1