Project Called Zero

Project Called Zero
Grey Kolaps


__ADS_3

Pukulan dan tendangan Grey makin bertenaga dan setiap kali dia melakukan serangan sambaran api keluar dari tangan dan kakinya. Miss Levita walaupun tampak tenang namun diam diam dia merasa kagum dan sedikit kuatir dengan peningkatan instan Grey dalam hal skill dan power.


Kombinasi antara skill dan power Grey makin lama makin padu, serangannya tersusun rapi di samping itu stamina Grey seolah tak ada putusnya.


" Anak ini gila." desis Miss Levita. " Sudah bertarung dengan Dora dan sekarang dia masih bisa konstan mengeluarkan energi dan skill nya, makin lama makin kuat dan tajam serangannya."


Miss Levita sedikit kewalahan menghadapi gempuran dadi Grey, Shield, Speed dan Levitasinya guna menghindari serangan Grey.


" Sial, masa iya dia bisa bertahan 5 menit? " tanya Miss levita dalam hatinya setengah tak percaya. " Terpaksa deh... "


RING of SATURN!!


Jurus dan skill andalan dari Miss Levita akhirnya keluar. Energi Telekinetik berupa gelang berbentuk bulan sabit menderu menerjang Grey. Namun begitu mendekati Grey gelang Bulan Sabit itu berubah menjadi puluhan lalu...


BLAAAMMMM!


Energi itu menghantam Grey dengan telak, tak ayal tubuh Grey pun terlempar ke belakang hampir sejauh seratus meter.


Grey tak bergerak lagi.


" Selesai! Tak disangka kau bisa menekan ku sampai ke level ini Grey. Sungguh sangat berbakat. Bahkan Dora pun jauh dibawah mu." gumam Miss Levita.


Dora dan kawan kawan diam membisu, kagum dengan pertempuran tadi. Mereka yang murid dari Miss Levita di kelas Junior pun tak pernah melihat kemampuan Miss Levita yang sesungguhnya.


" 3 Menit 36 detik. Not bad untuk siswa baru." kata Miss Levita pongah.


Tiiittt!


Tiiiittt!


Tiiiiittt!


Tiba tiba gelang Indikator Dora dan kawan kawan berbunyi nyaring, digital menunjukkan angka hampir 100.000 GP dan terus meningkat dengan cepat.


Praaaakkkkk!


Gelang Indikator GP mereka tiba tiba pecah bersamaan.


" Aaaappaa ini?? Energi siapa yang begitu besar sampai gelang indikator GP tak bisa mendeteksi lagi?" kata Dora panik.


Dia melihat Miss Levita bersiap, dan mengumpulkan seluruh energinya. Pandangannya menatap tajam kearah tubuh Grey yang masih pingsan.


" Jangan jangan..... Grey? " Dora lalu melihat tubuh Grey. " Masa iya? kata Dora tak percaya.


Lalu sedetik kemudian tubuh Grey terangkat ke udara.


Hhhaaaaaaaaa!!!!!!


Teriakan keras Grey begitu keras memekakkan telinga. Rambut hitam Grey berubah menjadi pirang. Miss Levita tercekat. Dia tak menyangka yang dihadapi nya bukan lah siswa Re-Gen berbakat biasa, namun dia adalah Re-Gen terpilih.

__ADS_1


" Ternyata, dia adalah.... tapi tunggu. Matanya putih semua. Dia sedang dalam kondisi Trans? Dia tak bisa mengontrol kekuatannya? Bahaya!!! " batin Miss levita.


" Anak anak, cepat kalian pergi dari sini!! " teriak Miss Levita Dora dan kawan kawan.


" Apa yang terjadi miss? " tanya Dora penasaran.


" Tak ada waktu, menyingkir segera!!!" teriak Miss Levita lagi.


Tubuh Grey terbang keatas, tubuhnya seperti dialiri jutaan volt listrik. Kilatan kilatan petir mulai menyambar tubuh Grey.


" Luar biasa, sanggup ga aku menahan serangannya? " desis Miss Levita.


ROOOOAAAARRRRR!


Grey melolong panjang, teriakannya begitu keras membahana.


BLAAAMMMM


BLAAAMMMM


BLAAAMMMM


Sedetik kemudian puluhan petir menyambar tubuh Miss Levita.


SHIELD


Miss Levita berusaha menahan serang powerfull Grey dengan Shield yang besar. Namun tak urung shield nya pun jebol dan Miss Levita terlempar. Belum selesai mengatur nafas nya dia pun terkejut melihat gerakan tubuh Grey.


Blaaarrr!


Gelombang pukulan energi dari telapak tangan Grey meluncur deras. Puluhan bola bola energi menghantam Miss Levita.


Menggunakan kombinasi speed dan teleportasi menghindar dari hujan bola energi itu. Namun tak urung beberapa pukulan bola energi itupun mendarat telak di tubuh Miss Levita.


Di udara tubuh Grey masih berkilatan seperti dialiri listrik tegangan tinggi.


" Aku sudah sampai titik teratas. Tubuhku tak mampu bergerak lagi. Sekali serangan mati lah aku." desis Miss Levita. " Sadarkah Grey." gumamnya lagi.


Lalu Grey mengangkat tangan kanannya. Tak. lama kemudian petir pun menyambar tangan Grey kilatan listrik jutaan volt pun makin menyala namun gumpalan listrik itu kemudian berubah wujud menjadi tombak listrik yang siap dihujamkan ke arah miss Levita. Suara bising deru listrik dan petir saut menyahut.


Tatapan Grey yang kosong melihat Miss Levita yang sudah jatuh tak berdaya. Bibirnya menyeringai seram.


" Matilah " kata Grey dingin.


Lalu dia melemparkan tombak listrik itu kearah Miss Levita. Melesat cepat dan..


Blllaaarrrr!


Dentuman keras terdengar, tanah di sekitar bergetar dan berlobang besar akibat hantaman itu.

__ADS_1


Tampak beberapa orang berseragam putih menyelamatkan nyawa Miss Levita.


" Kalau masih bisa bangun segeralah pergi dari sini Miss, sisanya serahkan kepada kami." kata salah seorang dari mereka.


" Seven Star Guardian? " kata Miss Levita, sambil berusaha bangkit. Tubuhnya benar benar seperti terkuras energinya.


" Hati hati, kekuatan anak itu luar biasa." kata Miss Levita.


" Akan kami coba menahannya." kata salah satunya.


Grey menatap dengan marah. Melihat lawannya berhasil diselamatkan. Perlahan tubuhnya terbang turun. Tubuh Grey makin berkobar kilatan energi listriknya. Suara dengungan makin keras. Dia berjalan mendekati Guardian yang menolong Miss Levita tadi.


Setiap langkah kakinya menyebabkan tanah dimana dia berpijak menjadi gosong terbakar.


" Gila, tekanan energinya... " kata salah seorang Guardian itu. " Guardian siapkan formasi! " perintahnya.


Seven BARICADE!


Lalu ketujuh Guardian itu membentuk formasi seperti huruf V. Menggunakan Shield untuk menahan tekanan gelombang energi dari Grey. Shield itu semakin lama semakin membesar, seperti menyerap energi Grey yang menerpa kepada mereka.


SHIELD COUNTER ENERGY


Bola energi Shield dari Seven Guardian yang semakin besar lalu ditembakkan mereka kearah Grey yang berjalan mendekati para Guardian itu.


BLAAAMMMM!


Dentuman keras pun terjadi , namun energi super yang menghantam Grey seolah tak mempengaruhi nya. Grey masih berjalan kearah mereka.


Lalu dengan kecepatan penuh, mereka mengganti dan berpindah tempat. Mengeluarkan kemampuan Speed dan teleportasi terbaik mereka. Kemudian membentuk barisan lurus. Tangan mereka ditempelkan di pundak teman depannya sambil mengumpulkan energi.


" BAZOOKA BEAM!


Tembakan gelombang energi melaju cepat kearah Grey, dan kali ini Grey terhuyung kebelakang beberapa langkah. Nampaknya pukulan hebat dari Guardian itu memberikan sedikit efek knockback kepadanya. Namun Grey tak bergeming, dia melangkah lagi ke depan.


" Pukulan terkuat kita pun tak mampu menjatuhkannya, makhluk apa ini.?" kata Guardian itu.


" Apa yang harus kita lakukan, ketua? " tanya salah satu Guardian kepada temannya yang menjabat sebagai Ketua Seven Star Guardian.


" Terpaksa... " kata Ketua Guardian


" Sacred Sword? tanya salah satu mereka.


Ketua Seven Star Guardian mengangguk. Lalu mereka melakukan Speed dan mengelilingi Grey. Grey menghentikan langkah nya.


Ketujuh Guardian itu lalu mengangkat tangan kirinya. Mereka mengumpulkan energi di atas telapak nya. Sinar perak menyilaukan mata segera terbentuk dan memancar terang dari tangan mereka.


ULTIMATE SACRED SWORD!


Ketujuh Guardian kemudian serempak terbang keatas Grey, mereka lalu terbang menukik kearah Grey. Grey mendongak keatas, dan sinar perak yang terang itu membuat matanya sakit dan menutup matanya.

__ADS_1


Grey menutup matanya dengan telapak tangan.


__ADS_2