Project Called Zero

Project Called Zero
Downland Syndicate Mulai Bergerak


__ADS_3

Pintu kamar terbuka dan masuk dua orang berseragam medis dengan membawa beberapa catatan.


" Hasil pengecekan genetika dari Grey master." kata petugas medis itu kepada Master Conan.


Master Conan menerima catatan itu dan melihat sekilas. Dibuka nya lembar demi lembar.


" Aku hanya paham sebagian kecil, bisa tolong jelaskan apa maksudnya ini? kata Master Conan sambil menyerahkan catatan itu kepada Dokter.


Dokter tersebut lalu membuka catatan medis Grey yang diterima nya. Dengan cermat dan seksama meneliti hasil itu.


" Luar biasa! Anak yang sungguh istimewa." kata Dokter itu setengah bergumam.


" Bagaimana Dok?" tanya Master Conan penasaran.


" Genetika Grey begitu rapat. Pergerakan gen nya cepat, dia manusia yang tercipta untuk susah mati." kata Dokter.


" Apa maksudnya, saya kurang mengerti." kata Master Conan.


" Genetika dan sel sel dalam tubuh Grey sangat cepat untuk bereproduksi. Begitu ada sel yang mati secepat kemudian bisa pulih lagi. Dalam artian jika nyawa bukan buatan Tuhan, mungkin dia adalah manusia abadi." kata Dokter itu.


" Maksudnya sel tubuh Grey bisa cepat memperbaiki struktur nya sendiri?" tanya Master Conan.


Sang Dokter mengangguk.


" Manusia normal butuh puluhan hingga ratusan jam untuk pulih dan memproduksi sel sel tubuh baru. Dan Grey, hanya dalam hitungan menit. Tak heran jika setelah kwkrusakan tubuh yang begitu parah, dia bisa cepat sembuh." kata Dokter.


" Apa karena skill REBIRTH? Dia secara tak sengaja pernah mengeluarkan skill itu waktu pertarungan kemarin." kata Master Conan.


" Skill REBIRTH memang bisa secara luar biasa mengembalikan kondisi tubuh diluar nalar manusia Master, tapi tidak semua Re-gen bisa menguasai nya. Namun Grey, dengan tubuhnya yang luar biasa ini, dia bisa melakukan skill apapun tanpa kesulitan kelak. Resonansi gen nya sangat luar biasa. Hanya dengan memikirkan saja mungkin dia bisa mengeluarkan skill yang sekalipun itu belum dia latih." kata Dokter.


Master Conan mengangguk pelan. Dahi nya berkerut nampak sedang berfikir keras.


" Apa mungkin dia mendekati kesempurnaan Sang Legenda?" batin Master Conan.


***


Ditempat lain, di sebuah kafe yang sepi pengunjung, nampak seorang wanita muda dengan dandanan yang modis memainkan cangkir kopi didepannya. Cangkir itu diputar ke kanan dan ke kiri sehingga menimbulkan suara decitan.


Kepulan asap kopi yang masih panas masih nampak.


Lalu tiba tiba ada seorang lelaki berperawakan sedang menghampiri wanita itu.

__ADS_1


" Maaf nona menunggu." kata salah seorang.


Wanita itu mendongakkan kepala lalu tersenyum.


" Duduk lah Roger. Ada yang perlu aku sampaikan kepada kamu. Perintah dari Tuan Z." kata wanita itu.


" Saya siap mendengar kan nona." kata lelaki itu.


" Tuan Z mengatakan bahwa penerus Sang Legenda sudah muncul disini. Tepatnya di Akademi Re-gen. Apa betul?" kata wanita itu.


" Informasi yang saya terima seperti itu, tapi saya masih harus meyakinkan dulu apakah dia itu benar benar sang penerus apa bukan " kata Roger.


Wanita itu terdiam.


" Kalau menurut analisa mu sendiri bagaimana" tanya si wanita.


" Nona Esme, sejarah tentang Sang Legenda selalu terbawa dari generasi ke generasi, sedangkan saksi sejarah pun kita sangat terbatas. Menurut saya, klasifikasi yang kita tahu sekarang ini pun masih belum sekalipun tepat pada sasaran. Beberapa kali muncul Re-gen hebat, dan selalu dikaitkan dengan penerus Sang Legenda. Dan hasilnya, kita kecewa bukan?" kata Roger panjang.


" Tugas kita hanya memastikan tentang Re-gen istimewa yang disinyalir sebagai sang pewaris atau sang penerus. Itu saja. Jangan kau ragukan informasi dan perintah Tuan Z" kata Nona Esme sedikit bernada naik.


Roger merasakan ada perubahan sikap dari Nona Esme, dan buru buru minta maaf.


" Bagus. Sekarang apa yang bisa kau sampaikan biar aku bisa melaporkan nya ke Tuan Z." kata Nona Esme.


" Memang beberapa waktu lalu muncul seorang Re-gen yang katanya hebat di Akademi Re-gen. Dia adalah anak asuh dari Conan. Dan informasi yang valid, anak ini menguasai tehnik terlarang Black Absorbsion. Dua orang utusan dari kelompok saya sampai sekarang tidak kembali dan melapor lagi semenjak pertempuran antara Grey dan Miss Levita di bendungan kota tempo hari." jelas Roger.


" Grey?" tanya nona Esme.


Roger mengangguk.


" Anak itu namanya Grey, dia di kelas pemula di Akademi Re-gen." kata Roger.


" Seorang anak pemula menguasai Black Absorbsion?" Nona Esme berusaha menandaskan informasi yang disampaikan Roger.


" Hem, menarik. Aku belum pernah lihat tehnik ini. Namun menurut ceritanya tehnik ini sangat menakutkan." kata Nona Esme kepada Roger.


Nona Esme meneguk minuman di gelas yang ada di depannya. Jarinya yang lentik bermain di gelas sehingga menimbulkan suara dentingan yang berirama.


" Apa yang akan kau lakukan Roger?" ucap Nona Esme kemudian.


" Saya belum tahu nona, namun saya akan tetap memastikan apakah Grey adalah pewaris sang legenda atau bukan. Dan saya akan menghubungi orang kita di dalam Akademi Re-gen." kata Roger.

__ADS_1


" Good. Aku akan kembali ke hotel dan nampaknya aku akan lebih lama disini. Semakin lama ini semakin menarik saja buatku. Suasana yang damai ga cocok untuk ku." kata Nona Esme sambil tersenyum sinis.


" Siap laksanakan perintah." kata Roger lalu berdiri. " Saya pergi dulu Nona." katanya lagi.


Nona Esme hanya mengangguk. Lalu Roger berjalan keluar dari kafe itu.


" Black Absorbsion, aku penasaran dengan itu." desis Nona Esme kemudian meletakkan selembar uang dibawah gelas lalu berjalan keluar kafe.


Nona Esme berjalan menyusuri trotoar sambil memutar kalung yang ada ditangannya. Pikirannya menerawang. Jiwa petarung nya bergelora ingin tahu bagaimana kehebatan tehnik terlarang di dunia Re-gen ini.


Dug!


" Aduh." teriak seseorang membuat lamunan Nona Esme buyar.


Didepannya tampak seorang pemuda yang terjatuh dan beberapa bukunya berhamburan.


" Ah, maaf dik. Aku tak sengaja." kata Nona Esme lalu berjongkok membantunya memungut buku buku yang berserakan.


" Ah, ga apa kak. Aku juga salah berjalan sambil membaca buku." kata anak muda itu.


Tanpa sengaja Nona Esme melihat judul buku yang diambilnya. TEHNIK DASAR MENINGKATKAN ENERGI BAGI RE-GEN.


Nona Esme tercekat.


" Kamu Re-gen?" kata Nona Esme.


" Baru belajar kak." kata pemuda itu tersipu malu.


" Hem, bagaiman pelajaran-pelajaran mu hari ini? Kamu siswa Akademi Re-gen ya?" tanya Nona Esme.


Pemuda itu hanya mengangguk.


" Sudah tingkat berapa?" tanya Nona Esme lagi.


" Baru pemula kak. Aku bodoh jadi tak bisa cepat naik level." katanya


Nona Esme tersenyum.


" Sabar, nikmati aja prosesnya. Siapa namamu?" tanya Nona Esme lagi.


" Ikky kak."

__ADS_1


__ADS_2