
" Hufffh benar benar membosankan, tapi bagus juga sih, Ikky jadi bisa terlindungi disini. Aku pun jadi bisa lebih tenang dan fokus meningkatkan kekuatan dan ability ku. Ternyata banyak yang belum aku kuasai dari semua tehnik yang diajarkan ayah dulu. Aku harus bisa." gumam Grey lirih.
Grey melangkah kan kakinya di halaman belakang akademi. Sejak tiba disini dia jarang jalan bareng sama Ziki. Ziki lebih sering dipanggil Conan ke ruangannya. Hanya pada saat berangkat dan pulang dari kelas saja mereka bisa ngobrol bareng.
" Hutan yang teduh, aaaah jadi ingat hutan pinus ku dulu. Tenangnya." kata Grey sambil merebahkan tubuhnya dibawah rindangnya pepohonan.
" Emmm?" Grey merasakan ada seseorang berjalan mendekatinya. Dia pura pura tak menyadari kehadiran orang itu. Radar energinya mencatat kalau GP nya lebih rendah darinya. Bukan ancaman, batinnya.
" Murid baru sok jago ternyata disini." gertak orang yang mendekati Grey tadi.
Grey membuka sebelah matanya.
" Atlas, murid paling besar powernya di kelas dasar ya. Ada perlu apa nih." kata Grey.
" Aku ga suka basa basi, aku peringatkan. Jangan dekati Lila, kalau ga mau terluka." kata Atlas menantang.
" Terluka? Siapa? Kamu atau aku yang terluka?" kata Grey sok bodoh.
Atlas tertawa tergelak.
" Lihat ini, power mu hanya 20 GP. Tak sedikitpun kekuatanmu bisa menggores kulitku." sesumbar Atlas sambil menunjukkan gelang logam ditangan kirinya.
" Oh, ternyata gelang itu bisa mengikuti kekuatan para Re-Gen ya. Baru tahu aku fungsi gelang itu. Dari kemarin penasaran tapi ogah tanya." kata Grey dalam hati.
Grey terdiam, lalu bangkit dari rebahan nya.
" Biar kata kekuatan mu hampir 100 GP , kalau beruji tanding aku pun tak menolak." kata Grey santai.
Mendengar tantangan Grey, Atlas jadi naik pitam. Tak disangka murid baru yang level. kekuatannya hanya 20 GP scale dan belum keluar ability nya itu tak takut berhadapan dengan dirinya.
" Hahahhaha boleh juga nyali mu. Asal kau tahu dikelas dasar tak ada yang mampu mengalahkan aku selama ini. Dan sebentar lagi aku naik ke level 10. Aku kuatir kalau kau melawan ku akan babak belur." kata Atlas
" Coba aja deh." kata Grey mulai memanaskan suasana.
LEVITATION
Atlas melesat terbang ke arah Grey dengan kecepatan tinggi. Radius 1 meter dari Grey dia meninju Grey sekuat tenaga. Namun dengan sekali elakan pukulan itu hanya menerjang angin. Atlas tampak terkejut karena Grey bisa menghindari kombinasi ability dan kekuatannya itu.
__ADS_1
" Wow, keren juga bisa menghindar dari serangan ku. Pasti ga sengaja." kata Atlas sambil menggerakkan tangannya. " Pemanasan dulu ya. " ujarnya lagi.
Lalu dengan gerakan yang sama Atlas mengeluarkan ability Levitasi nya disertai pukulan dan tendangan yang makin lama makin besar kekuatan GP nya. Melihat tak sedikit pun pukulannya mengenai Grey membuat Atlas makin naik pitam.
Dia menyerang Grey dengan membabi buta. Tentu saja serangan serangan itu sangat mudah dihindari oleh Grey. Atlas ga habis pikir, di liriknya gelang logam ditangannya. 20 GP. Dia tak habis pikir, kekuatan Grey tak meningkat juga setelah menghindar dari serangan bertubi tubi itu. Ada sedikit kecurigaan dalam hati Atlas. Murid dengan kekuatan sekecil itu tak mungkin bisa menghindari pukulannya berkali kali.
" Ini bukan kebetulan.. " gumam Atlas.
Lalu dia kembali mencoba, kali ini sekuat tenaga dia mempercepat levitasi nya. Dan bersiap dengan pukulan maksimalnya. 80 GP SCALE. Dan sepertinya Grey tidak menghindar lagi.
BLAAAR!
Pukulan Atlas mengenai Grey. Asap tipis mengepul begitu benturan pukulan terjadi.
" Mampus." gumam Atlas sambil tersenyum tipis. Tapi alangkah terkejutnya ketika kepulan asap itu menghilang, Grey tampak masih berdiri kokoh didepannya seolah pukulan dengan kekuatan maksimalnya tidak berpengaruh apapun.
Grey menyeringai. Dijambak nya rambut Atlas, lalu tangan kanannya meninju rahang Atlas. Atlas pun terhitung kebelakang. Belum sempat menyadari situasi, Grey menyerbu dengan tendangan memutar yang keras.
BLEEETTAAAKKK!
" Kau pikir kekuatan fisik tak mampu menahan serangan mu?" kata Grey sambil ngeloyor pergi ninggalin Atlas. Dan sedetik kemudian Atlas pun pingsan.
Perkelahian Grey dan Atlas tidak ada. seorangpun yang tahu. Namun diam diam perkelahian mereka diintip oleh seseorang di atas gedung sekolah. Seorang wanita dewasa, berkacamata, berambut panjang mengamati perkelahian tadi.
" Bakal makin seru kayaknya nih." gumam wanita itu sambil melangkah pergi.
Pelajaran sekolah sudah selesai. Grey dan Ziki berjalan bersama menuju asrama siswa yang berjarak hampir 4 blok dari Re-Gen Academy. Tampak Ziki lebih banyak cerita tentang kesehariannya dilingkungan baru. Dia kini lebih ceria. Grey dengan setia mendengarkan setiap kata dan cerita dari adiknya itu.
Sesekali tersenyum. Entah apa yang di senyum kan nya. Entah cerita Ziki yang lucu atau tersenyum senang melihat adiknya bisa menjalani hidup normal seperti itu. Mereka terus berjalan Sampai akhirnya di ujung lorong arah asrama mereka, tampak ada sekitar 8 orang yang menghadang perjalanan mereka.
" Atlas. " gumam Grey.
" Hei Atlas, kamu juga tinggal di sekitar sini ya." kata Ziki ramah. Dia tidak. tahu kalau siang tadi Grey menghajar Atlas sampai pingsan.
Atlas diam tak menanggapi ucapan ramah Ziki. Dia lalu menunjuk Grey, " Aku ingin bertarung lagi." kata Atlas kepada Grey.
Ziki bengong. Bertarung?
__ADS_1
" Kak, ada apa nih? " tanya Ziki.
" Biasa Ikky, lagi menepuk lalat. Tenang aja." kata Grey sambil menepuk pundak Ziki.
" Ikut aku Grey." kata Atlas lagi. Grey mengisyaratkan untuk Atlas jalan duluan.
Ziki mengikuti kakaknya pergi. Siswa Re-Gen yang tadi bersama. Atlas pun berjalan menuju tempat yang sudah ditentukan.
Di sebuah lapangan dekat dengan bendungan pengairan mereka berhenti.
" Dia yang tadi siang bikin kau pingsan Atlas?" tanya seorang siswa kepada Atlas.
" Diam lah kau Zeda, tadi aku terlalu meremehkannya." kata Atlas kepada temannya yang bernama Zeda.
" Kalah dengan siswa 20 GP. Memalukan." kata Zeda kepada Atlas.
Merasa dipanasi oleh Zeda, Atlas pun menahan gigi geraham nya. Harga dirinya merasa terinjak dihina Zeda seperti itu.
" Ayo Grey, kita mulai." teriak Atlas.
Grey melangkah santai. Kini mereka berhadapan lagi.
Ziki pun sebenarnya tak mengkhawatirkan kakaknya. Dia tahu Atlas dan kawan kawannya bukan tandingan Grey.
Atlas langsung merangsek dan menyerang Grey. Serangan nya sama dengan tadi siang. Kombinasi levitasi dan power langsung di arahkan ke Grey. Grey dengan mudah dan cekatan menangkis semua pukulan dan tendangan Atlas.
" Payah kau Atlas!" teriak Zeda menghina.
Atlas pun makin geram. Dia makin kalap menyerang Grey lagi. Hampir lima menit Atlas menyerang Grey, tak sedikitpun pukulan dan tendangan Atlas yang mengenai Grey.
Keringat Atlas mulai mengucur deras. Dia melirik kearah Zeda yang terkekeh melihat Atlas tidak bisa menembus pertahanan Grey.
Atlas lalu menyerang lagi. Kali ini tehnik levitasi nya dipercepat lagi. Lebih cepat dari sebelumnya. Lalu tiba tiba dia muncul di belakang Grey.
Grey melirik kebelakang.
Terlambat.
__ADS_1