Project Called Zero

Project Called Zero
Sang Kaisar Iblis


__ADS_3

Apollo merasakan energi yang begitu tinggi dari dalam kastil Dinasti Antares. Matanya tajam menatap gerbang kastil yang terbuka.


" Apa aku harus masuk kedalam untuk melihat apa yang terjadi? " tanya Apollo dalam hatinya.


Sementara itu Dan, Kante, Zulmar , Zorda serta Lei sudah mulai siuman dan bangkit. Mereka merasakan tubuh yang lemas seolah tak bertenaga sama sekali.


" Ke.. kekuatan apa itu tadi? Dimana Apollo? " kata Lei.


" Apollo berhasil menghancurkan tower energi dan memutus energi penyerap yang membuat kita lemas seperti ini." kata Dan.


" Apollo masuk seorang diri? " kata Zulmar tak percaya.


Dan serta Kante mengangguk. Hanya mereka yang masih tersadar ketika Apollo menghancurkan dia tower energi Cyborg tadi. Namun setelahnya mereka tak tahu apapun.


" Dia memang kuat, tapi tak ku sangka bisa sehebat itu. Kekuatan apa yang merasukinya." kata Zorda.


" Jangan pikirkan itu, kita coba pulihkan tenaga kita dan masuk. Siapa tahu Apollo ada masalah di dalam benteng. Kita tak tahu apa yang terjadi di dalam kan." kata Dan kepada teman temannya.


Mereka mengangguk, lalu berusaha untuk konsentrasi menyerap energi guna memulihkan kondisi mereka.


Apollo di dalam benteng masih merasa ragu apakah dia masuk ke dalam kastil apa tidak. Pikirannya menghitung berbagai kemungkinan yang dia sendiri tak tahu apa yang akan terjadi.


" Sial, telepati dengan ibu juga berhenti. Apa yang harus aku lakukan? Akkkkhhhh, kenapa aku menjadi sepengecut ini? Aku harus masuk, sudah ratusan kali nyawaku hampir tercabut, kenapa sekarang aku menjadi ragu? " gumam Apollo.


Dia kemudian melangkah memasuki aula kastil itu. Seketika perut Apollo merasa mual dan mau muntah.


" Hoooeekkk, bau apa ini. Menyengat sekali." kata Apollo, dan matanya terbelalak ketika melihat didalam aula kastil itu ada ratusan tulang belakang manusia.


" Apa ini? Banyak sekali tulang yang berserakan. Pantas saja bau busuk menyengat, itu dari bau bangkai mayat mayat ini." kata Apollo sambil melihat sekeliling.


Tidak ada lantai aula itu yang bisa dilewati tanpa menginjak tulang belulang. Ada yang sudah rapuh karena mengering dan ada pula yang masih basah dibalut bau anyir darah.


" Kejam, siapa yang melakukan ini." batin Apollo.


SREEGGG


Tiba tiba ada suara yang ditimbulkan oleh gesekan tulang tulang itu.


" Siapa?! " teriak Apollo sambil bersiap jika ada serangan mendadak.


" Tooo.... lll.. oonggh." terdengar suara lirih minta tolong.

__ADS_1


Apollo mencari arah sumber suara tadi. Tampak ada sosok bersandar pada tiang bangunan Aula kastil itu.


Apollo segera bergegas menghampiri sosok tersebut. Dan alangkah terkejutnya ketika Apollo melihat sosok itu. Tubuhnya hanya tertinggal kulit dan tulang yang patah di seluruh tubuhnya sehingga menyembul menembus kulitnya.


" Hei, apa yang terjadi. Bicaralah." kata Apollo kepada sosok itu.


" Tolonglah kami anak muda. Bunuh Kaisar Azkario. Dia bukan Kaisar yang dulu." kata sosok itu terbata bata. Nafasnya tersengal putus sambung.


" Apa yang terjadi, kenapa banyak sekali tulang belulang manusia disini." tanya Apollo.


" Black ABSORBSION, dia menyerap energi kehidupan kami untuk menjadi kan dirinya lebih kuat." kata sosok itu. " Bunuh lah dia anak muda, jangan tertipu oleh muslihatnya ketika bertarung dengannya.. aaakhhhh. " kata sosok itu lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


" Heemmm, Black ABSORBSION, kekuatan kejam apa ini. Sangat menjijikkan." Apollo lalu bangkit dan berjalan makin ke dalam aula Kastil Dinasti Antares.


Sepanjang dia berjalan dia melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Ternyata bukan hanya manusia yang mati dengan menyisakan tulang namun juga beberapa tulang binatang juga menjadi korban.


" Biadab." desis Apollo


TAPPP!


" Hah? " Apollo terkejut karena tiba tiba dirinya tak bisa bergerak dan sekejap tubuhnya terangkat ke udara dan seperti tersedot kekuatan yang besar dirinya tertarik keruangan yang lebih dalam di Aula Kastil itu.


BRAAAAKKKKK


Tubuh Apollo terhantam pilar aula itu dan melorot kebawah. Baru saja mau berdiri, kini Apollo dikejutkan lagi oleh pemandangan didepannya. Tampak seseorang yang besar dan gagah dengan jenggot yang tebal duduk di sebuah singgasana, dan disebelahnya ada sebuah tabung kaca berbentuk kapsul penuh dengan air dan berbagai selang yang terhubung di sebuah alat.


" Hohohoho ternyata kamu sang Penerus itu?" kata orang yang duduk di singgasana itu.


" Siapa kamu? " tanya Apollo.


" Aku lah penguasa Dunia, keabadian adalah milikku. Kekuatan ku absolut, tanpa batas. Aku lah Azkario, Kaisar Kegelapan yang menguasai dunia yang busuk ini." kata nya lantang sambil berdiri dan merentang kan tangan.


" Kaisar bengis. Kau yang melakukan ini semua?" tanya Apollo sambil menunjuk kearah tumpukan tulang belulang.


" Hahahaha, mereka hanya makanan ringan buatku, tak ada yang membuatku kenyang kecuali darah para Re-Gen." kata Azkario sambil tertawa keras.


" Biadab! Manusia biadab kau Azkario. Tak layak kau hidup." bentak Apollo.


" Hahahah anak lugu, aku tak perlu mengotori tangan ku yang Agung ini dengan darah murahan kalian. Cyborg itulah yang melakukan tugasnya untuk membuatku kenyang." tawa Azkario meledak lagi.


Apollo terusik, dia mencoba mengingat kejadian selama pertempuran melawan Cyborg selama ini.

__ADS_1


" Ternyata begitu, dia memburu para Re-Gen, membunuh dengan menusuk jantung para Re-Gen. Ternyata itu, dia mengambil energi para Re-Gen yang terbunuh. Bangsat." desis Apollo.


" Dan kau adalah darah si Penerus. Mau melawanku? Ayahmu pun tak sanggup melawanku bocah." kata Azkario.


Apollo terperanjat kaget. Dia terkejut mendengar perkataan Azkario bahwa dia lah yang telah membunuh ayah kandungnya.


" Kenapa? Kau tak percaya perkataan ku? Hahahaha lihat itu." kata Azkario sambil menunjuk ke arah kapsul tadi.


Kali ini Apollo juga terkejut lagi, begitu kapsul itu diputar ternyata ada sosok wanita muda dan cantik yang terkurung didalam kapsul itu. Tubuhnya dipenuhi oleh selang dan semacam kabel yang disambungkan ke sebuah alat seperti generator raksasa.


" Itu lah ibu mu, Aurora." kata Azkario dan tawanya kembali meledak keras.


" Aaa... ppaaa...? " Apollo tergagap melihat sosok dalam kapsul kaca itu adalah Aurora, ibu nya. Matanya berkaca kaca, hari dan ingin menangis karena melihat juga ibu yang telah melahirkan kan nya.


" Ibu.... " gumam Apollo.


" Kau mau tahu bagaimana ayahmu mati?" kata Azkario sinis.


Apollo tak bisa menjawab, tapi dalam hati dia penasaran bagaimana ayahnya mati di tangan Azkario.


Belum sempat menjawab apapun, Azkario kemudian berkata dengan lantang.


" Ayahmu mampus, disini tempatnya." kata Azkario sambil menepuk perutnya sambil tertawa terbahak bahak.


Gigi Apollo menggeletar, jarinya mengepal kencang pertanda dia menahan kemarahan yang amat sangat.


" Manusia biadab kau Azkario, ku bunuh kau!! Apollo teriak dengan keras dan langsung melesat menyerang Azkario dengan kekuatan penuh.


DHUAAARRR!!


Terjadi ledakan yang hebat ketika Apollo hendak melancarkan pukulan energinya.


" Hohohoho, mau menyerang dengan tiba tiba? Tidak semudah itu bocah, kau kira Shield Mega energi ini bisa dengan mudah kau tembus? " kata Azkario.


Apollo sekilas melihat kilatan cahaya didepan Azkario.


" SHIELD apa itu? Seperti. tembok?" tanya Apollo dalam hati.


Belum sempat berfikir jauh tiba tiba dia merasakan serangan dahsyat menuju kearahnya.


TELEPORT!

__ADS_1


__ADS_2