
" Mati lah kau Apollo, matilahhh!! " teriak Azkario seperti kesetanan memukuli Apollo yang sudah tak berdaya. Senyumnya menyeringai seram melihat Apollo hancur oleh setiap pukulan pukulannya.
Dan kali ini di jambak nya rambut Apollo dan dihadapkan wajah Apollo didepannya.
" Sungguh nikmat menyiksamu sebelum membunuhmu. Zigma, Aurora, apa kau tak mau menolong anak kalian ini? Hahahaha." kata Azkario sambil mengepalkan tinjunya.
SPLLLLLASSSHH
Pukulan tinju Azkario menembus dada Apollo. Lalu dia cabut jantung Apollo dan kemudian dilemparkannya tubuh Apollo ke samping.
Jantung Apollo yang ada di genggamannya masih berdetak lemah. Tampak Azkario tersenyum puas melihat jantung Apollo itu. Dan dengan menjijikkan dia membuka mulutnya sangat lebar melebihi ukuran rahang manusia normal lalu melahap jantung Apollo.
" HAHAHAHHAHAHA... musnah lah kalian bertiga.. " tawa Azkario menggema di seluruh aula kastil yang busuk itu.
" Menjijikkan.. ! Kau memang seorang Iblis Azkario." Tiba tiba ada suara menghardik Azkario.
Azkario berbalik dan dia menemukan sosok yang tadi telah di makannya. Apollo?
" Kau.. sudah ku makan." kata Azkario.
" Mengaku sudah menguasai kemampuan Re-Gen? Bahkan dengan tehnik Teleportasi Impact saja kau tertipu. Huh, Re-Gen terkuat mu hanya omong kosong." kata Apollo tajam.
Azkario terkejut, orang yang tadi dihadapannya adalah bayangan?Bukan itu bukan bayangan, tubuhnya asli, jantungnya pun asli, bagaimana bisa terjadi?
" Re-Gen akan tahu sumber energi ketika lawannya menggandakan tubuhnya. Tapi kau tolol, kau tak bisa merasakan kehadiran pusat energi ku. Ya, wajar saja karena kau bukan Re-Gen." kata Apollo.
" Kau kira kami para Re-Gen bisa seperti ini hanya karena duduk dan bermimpi? Kami berlatih keras dan bahkan nyawa menjadi taruhannya. Kau jangan bermimpi menguasai kekuatan kami hanya dengan modal menyedot kekuatan para Re-Gen saja Azkario! kata Apollo dengan nada keras.
ChAKRA of Destiny
Apollo mengeluarkan jurus andalan nya. Ratusan gir energi beterbangan dan melesat menuju Azkario. Dia tampak tenang melihat ratusan pukulan energi berbentuk gir yang menderu berputar kencang kearahnya.
JEDDDAAARRRR!
Tubuh Azkario terpelanting ke belakang begitu ratusan gir energi itu menerpanya. Azkario berusaha bangkit. Wajahnya nampak terkejut ketika Shield nya tak bisa melindungi dirinya dari pukulan Apollo.
Apollo tersenyum sinis sambil menunjuk ke arah bola kristal yang telah pecah.
" Kau kira dengan membuat bola kristal yang diberi kuasa Shield akan seterusnya bisa melindungi mu?" kata Apollo.
Azkario nampak terkejut ketika melihat bola kristalnya telah pecah.
" Sejak kapan? " batin Azkario
" Hohoho makin menarik bocah, kau akan menyesal kenapa kau tak lari ketika ada kesempatan kabur dari ku." kata Azkario.
__ADS_1
" Tak ada gunanya lari, karena tikus yang ingin berubah menjadi harimau ada disini." kata Apollo tajam.
THUNDER CLAWS!
Secepat kilat Azkario menyerbu Apollo, ratusan cakar naga menerjang Apollo.
SHIELD COUNTER ENERGY
Apollo menggunakan tameng untuk menahan pukulan pukulan Azkario dengan Shield nya lalu menembakkan kembali kearah Azkario.
Ledakan dari benturan energi yang kuat terdengar diseantero aula kastil itu. Pertarungan yang sangat dahsyat. Ratusan ribu bahkan bisa mencapai jutaan GP bercampur menjadi satu.
Pertempuran sengit. Azkario makin lama makin kuat. Tehnik dan kekuatan nya lebih unggul dan lebih bervariasi dari Apollo. Setiap kemampuan Re-Gen yang dihisapnya menyebabkan dia juga memiliki kemampuan itu pula.
Namun meski begitu Apollo nampak tenang, raut wajahnya tak menunjukkan rasa takut sedikit pun melawan Iblis Azkario dengan kemampuan dewa nya.
FANATIC DESTRUCTION
Apollo membentuk ratusan tombak beraliran listrik tinggi. Dan sekali kibasan ratusan tombak itu menyerbu ke arah Azkario.
BLAAARRRR
Benturan energi terjadi lagi. Azkario kali ini melindungi dirinya dengan Shield yang besar. Bibirnya tersenyum sinis.
" Hanya seperti ini? " Azkario pongah.
CRASSSSHHHHHH.
Tiba tiba ada satu tombak menusuk Azkario dari belakang. Tombak energi itu menancap dari punggung sampai tembus ke perut Azkario.
" Akkkhhhhh... " Azkario menjerit kesakitan.
Tubuhnya ambruk bersimpuh, darah keluar dari punggung dan perutnya.
" Tak... mungkin.. terjadi." kata Azkario sambil melihat darah di perutnya.
" Kemungkinan sangat besar, kau kira dirimu bisa apa tanpa bola bola kristal itu." kata Apollo.
Azkario terdiam, nafasnya tersengal. Dia berusaha bangkit lagi.
" Ada kesempatan Apollo, segeralah bunuh aku." kata Azkario.
Apollo terkejut, kejadian seperti tadi terulang lagi. Ini kah jiwa Azkario yang asli sebelum dikuasai Iblis kebencian?
" Apollo, cepat lahhh, aku sudah tak kuat lagi. Bebaskan aku dari penderitaan ini nak," kata Azkario.
__ADS_1
" Wooooaaaaaa..... " Azkario berteriak keras sambil memegangi kepalanya. Tubuhnya terbanting ketanah. Seolah menahan rasa sakit yang sangat menyiksanya.
Apollo tampak ragu, namun begitu dia menyiapkan pukulan terakhirnya untuk menghabisi Azkario segera. Dan ketika Apollo sudah bersiap menghantam kan pukulannya. ..
" Tahan dulu pukulan mu anakku,... " kata Azkario " Tahanlah sebentar, biar kan aku melihat wajahmu sebentar saja."
" Siapa kau." tanya Apollo ragu.
" Aku ayahmu." kata Azkario. " Jiwaku termakan oleh Azkario dan terjebak disini." kata Zigma dalam tubuh Azkario.
" Ayah..? " sesuai Apollo.
" Kemarilah nak, kemari, aku ingin lebih dekat melihat wajahmu." kata Zigma yang berwujud Azkario.
Apollo ragu, bagaimana pun tubuh orang itu adalah Azkario. Bukan ayahnya.
" Kemari lah anakku, aku ingin memeluk mu sebentar saja." kata Azkario sambil merentang kan tangannya. " Sekali pelukan anak ku untuk mengobati rindu ku padamu. Dan setelah itu hancurkan lah tubuh Azkario ini."
Apollo melangkah maju walaupun dia tampak ragu. Namun kerinduannya kepada sosok ayah dan ibu memaksakan dirinya untuk tetap maju kearah Azkario.
Azkario tersenyum sambil menepuk kedua bahu Apollo.
" Kau sudah besar, gagah dan kuat." kata Zigma dalam tubuh Azkario.
Lalu Azkario mendekap tubuh Apollo erat dan berbisik...
" Matilah kau... "
" Woooaaaaaaaa " tiba tiba Apollo menjerit keras.
Rupanya Azkario menipu Apollo dengan karakter Zigma. Azkario memeluk tubuh Apollo erat dan menyedot energi dalam tubuh Apollo dengan derasnya.
Apollo menjerit kesakitan dan dia berusaha menahan agar kekuatan nya tak terserap oleh Azkario.
" Kau tak kan bisa menahan serangan ku ini bocah. Black Absorbsion. Hanya ayahmu yang bisa menguasai ini, Re-Gen lain tak kan mampu. Dan kau sekarang merasakan apa yang dulu diciptakan oleh ayahmu. Hahahahha. Sungguh memuaskan tehnik ini. " kata Azkario.
Apollo menjerit sekuatnya ketika Azkario menambah kekuatan untuk menyerap energi Apollo lebih banyak lagi. Mata Apollo mulai kabur, tanda energi kehidupan nya sudah mulai habis.
SPLAASSHHH
Tiba tiba ada sekelebat cahaya seperti anak panah menembus dada Apollo dan menghantam Azkario sehingga dia terpental kebelakang.
Apollo ambruk ketanah dan lemas.
" Siapa!? " bentak Azkario. " Berani mengganggu urusan ku artinya harus berani mati."
__ADS_1
Tak ada jawaban, namun dari atas turun hujan anak panah energi yang sangat banyak dan tajam.
BLAAAARRRR!