Project Called Zero

Project Called Zero
Menuju Puncak Kekuatan


__ADS_3

Apollo berusaha bangkit melawan energi yang menyerap seluruh kekuatan diri nya dan teman teman nya. Namun beberapa kali dia mencoba tetap saja dia terjatuh lagi.


" Aku sudah tak sanggup lagi, kekuatanku terserap habis. " desis Apollo.


" Kau bisa anak ku, fokuslah." bisik suara itu lagi.


" Ibu ku? Dari kecil aku tak pernah memanggilmu, siapakah namamu? " tanya Apollo.


" Aurora! " kata Ibu Apollo.


* Hah? Benteng ini... " kata Apollo tercekat.


" Iya, benteng ini digunakan untuk mengurungku. Antares menggunakan kekuatan ku untuk menciptakan para Cyborg itu dan digunakan untuk memusnahkan para Re-Gen." kata Aurora lagi.


" Sial, aku sudah tak mampu lagi ibu. Aku sudah tak kuat." kata Apollo.


" Pejamkan matamu, fokuslah lalu bangkitkan kekuatanmu. Akan aku alirkan kekuatanku padamu anak ku, tapi cepat lah. Waktu tak banyak lagi." kata Aurora kepada Apollo.


Apollo memejamkan matanya. Dia berusaha fokus untuk menggerakkan sel sel kekuatan nya yang tersisa. Tubuhnya terasa panas dan seolah akan meledak. Gelombang energi dahsyat tiba tiba berkumpul dan bergulung membungkus tubuh Apollo. Kilatan petir mulai menyambar bergantian. Menandakan benturan molekul dan partikel alam yang sangat kuat dan besar.


ROOOOAAARRRRRR


Apollo melolong keras. Suara teriakannya menghasilkan gelombang energi yang kuat. Tanah disekitar mereka bergetar.


" Ibu, berikan kekuatanmu. Haaaaaaaaaa! " Apollo melesat keatas, tubuhnya lama kelamaan terselimuti bola api yang menyala terang.


" Apollo..... " desis Dan yang melihat temannya itu terbang menuju tower energi dalam benteng Aurora.


Darah makin mengucur hebat dari hidung dan telinga Apollo, namun seolah tak mempedulikannya. Dia tetap melesat terbang kearah tower tower itu.


Di atas benteng Apollo berusaha berdiri kokoh. Matanya tajam menatap Tower itu. Mencoba memfokuskan dirinya untuk membangkitkan kekuatannya lagi.


Dia kemudian merentangkan kedua tangannya.


CHAKRA of DESTINY


Kedua telapak tangan Apollo mengeluarkan cahaya terang berbentuk gir bergigi 6 lalu makin lama gir itu membesar dan berputar makin cepat. Suara dengungan makin keras seiring dengan cepatnya perputaran gir itu.


HAAAAAAAAA!


Sekuat tenaga Apollo melemparkan cakra itu kearah dua tower tersebut. Gulungan energi super menderu mengakibatkan hawa panas yang sangat. dan serta Kante yang tersadar dari pingsannya terkagum dengan kekuatan Apollo yang baru dilihatnya itu.


JEEBLLLAAAMM!


Ledakan keras terdengar ketika kekuatan Apollo menghantam tower energi itu. Suara gemuruh terdengar. Tower itu runtuh dan cahaya terang yang menyinari tower tersebut menjadi padam. Dan ketika Apollo melihat kebawah ratusan Cyborg seketika menjadi tak berfungsi lagi.

__ADS_1


Dari atas benteng dia melihat para Re-Gen yang bertempur dengan para Cyborg itu bersorak gembira.


" Belum selesai anak ku." kata Aurora kepada Apollo. " Bola kristal di atas kastil itu adalah sumber energi ABSORBSION mereka. Hancurkan lah."


Apollo melihat ada sebuah benda berbentuk bola dan terselubung energi hitam pekat. Nafas Apollo sudah tersengal. Kekuatannya sudah diambang batas. Darah yang terus mengucur, dan kini kulitnya pun mulai terkelupas karena menahan hisapan energi yang begitu dahsyat yang harus ditahannya.


Tanpa membuang waktu lagi Apollo terbang melesat kearah bola kristal tersebut, begitu mendekati dia merasakan tekanan energi yang kuat menghentakkan nya ke belakang.


Apollo menahan tekanan itu dan terus melaju ke depan.


Aaaaaarrrrgggghhhhhhh!


Apollo memekik keras begitu dekat dengan bola kristal tersebut. Kulit dan daging tubuhnya terkelupas makin cepat. Darah keluar dari seluruh tubuh Apollo.


ROOOAAAAAARRR!


Apollo berteriak keras dan menghantam bola kristal itu dengan sisa energinya.


BLAAAMMMM!


Suara ledakan keras terdengar lagi.


Aaaaarrrhhhggg


" Ibu? Aku akan mati disini... " desis Apollo.


Kulit dan daging tubuh Apollo makin habis terkelupas. Wajah Apollo pun separuh sudah terlihat tulang kepalanya. Kedua tangan Apollo yang tadi mencoba menghancurkan bola itu dengan pukulan energinya pun sudah hancur menjadi debu dan kini siku Apollo yang lambat laun tulang tulangnya rontok.


Tiba tiba dalam dada Apollo mengeluarkan cahaya merah, gumpalan api keluar dari dada nya. Dan keanehan pun kembali terjadi. Tubuh Apollo yang sudah rontok tulangnya serta habis terkelupas daging dan kulitnya, kini berangsur angsur tumbuh lagi seperti meregenerasi tulang dan sel nya, Apollo seolah menjadi seseorang yang benar benar baru saja bangkit dari kematiannya.


Tak sampai disitu, dari punggung Apollo keluar dia sayap api yang begitu besar.


Mata Apollo perlahan terbuka, dia merasakan keheranan atas kejadian yang ada pada dirinya.


" Kau sudah membangkitkan kekuatan tertinggi anakku. Immortal Phoenix adalah salah satu tehnik haram dari para Re-Gen." kata Aurora.


" Apa itu ibu? " tanya Apollo.


" Nanti anakku, hancurkan bola itu atau teman temanmu yang diluar benteng bisa mati kehabisan tenaga." kata Aurora.


Apollo baru tersadar bahwa ada kelima temannya yang menderita di luar benteng.


Apollo menghimpun kekuatan nya. Sayap Api di punggung Apollo makin mengembang dan memancarkan api yang lebih berkobar dan panasnya luar biasa.


IMMORTAL PHOENIX

__ADS_1


ABSORBSION


ROOOAAARRRRRR!


Apollo kembali memegang bola itu dengan kedua tangannya dan mengerahkan semua tenaga yang baru didapatkan nya. Kali ini dia yang mencoba menyerap energi dari bola kristal itu. Ledakan ledakan keras terdengar memekakkan telinga.


Pertempuran energi dahsyat! Kilatan api Phoenix dan energi hitam yang mengelilingi bola kristal itu saling menyambar.


KREEKKK


KREEKKK


Bola kristal itu mulai retak oleh desak kan energi Apollo. Dia tak mengurangi tekanan energinya. Dia terus menyerap energi dari bola kristal itu.


Gulungan energi hitam mulai memudar menipis, energi pelindung bola itu tersedot dalam diri Apollo.


ABSORBSION melawan ABSORBSION. Dan tak lama kemudian retakan bola itu semakin banyak.


PYYYAARRRR


Bola Kristal tersebut akhirnya pecah berkeping keping. Apollo terlempar jauh kebelakang. Dan jatuh ke tanah dengan keras.


Ughhhhhh!


Apollo terkulai tak berdaya. Sayap apinya perlahan menghilang.


" Akhirnya.... " kata Apollo lalu matanya terpejam.


" Hmmmm, aapppaaa ini? Tubuhku terasa ringan" batin Apollo.


Dia kemudian membuka matanya lalu bangkit sambil melihat kondisi tubuhnya. Aliran energi dalam tubuhnya lancar.


Apollo merasakan sensasi yang benar benar berbeda.


" Terima kasih ibu" desis Apollo.


" Jangan puas dulu anak ku, masih ada satu tugas terberat mu menanti." kata Aurora


" Apaaaa? Apa yang terjadi ibu? " tanya Apollo.


Sunyi.


Tak ada jawaban dari pertanyaan Apollo. Telepati terhenti? Ada apa gerangan ini? Apollo mulai resah, dia mengkhawatirkan ibu nya. Sosok yang selama ini tak. pernah ditemui, bahkan hatinya terasa lebih hangat walaupun hanya sekedar mendengar suara dari ibunya melalui telepati.


Dan kini telepati itu terhenti. Apakah masih ada yang harus dia hadapi lagi? Tiba tiba Apollo merasakan ada ancaman dengan kuasa energi yang cukup besar hadir.

__ADS_1


__ADS_2