Project Called Zero

Project Called Zero
GRAVITATION POWER LEVEL UP


__ADS_3

Sejurus kemudian hujan pukulan energi menghujam kearah Grey yang membuatnya terpental, tidak berhenti disitu, Seven Star Guardian kembali menyerang bersamaan dengan membentuk formasi melingkar saling berpegangan tangan satu sama lain.


Mereka berputar cepat sehingga menimbulkan pusaran angin besar yang membuat Grey terangkat ke udara.


" Weakness Point! Serangan pamungkas.. " kata pemimpin Guardian.


SACRED SWORD!


JEBLAAMMM!


Puluhan gelombang pukulan energi telak menghantam Grey. Diapun terjatuh tak berdaya. Tubuhnya mengeluarkan asap tipis.


" Apakah kita berhasil?" kata salah seorang Guardian.


" Kita lihat dulu, jangan mendekat." timpal sang pemimpin.


Dan benar saja, Grey perlahan bangkit, tubuhnya kembali mengeluarkan medan listrik yang menyala. Grey kembali melangkah mendekati para Guardian.


Tekanan energinya semakin besar.


" Gila! Seperti tak merasakan serangan kita, GP nya seolah tak. berbatas." kata pemimpin Guardian.


" Apa yang akan kita lakukan?" tanya yang lain.


" Tahan sampai bantuan tiba." kata si pemimpin.


Grey tiba tiba berhenti melangkah. Seolah ada energi besar yang menghalangi nya.


" Telekinetik? Siapa? " kata si pemimpin.


" Radar energi ku tak mendeteksi seseorang disini pemimpin." kata yang lain.


" Hemmm, ada banyak Re-Gen hebat disini, tapi kita sendiri jarang tahu siapa jati diri mereka." kata sang pemimpin.


Grey yang tadi tertahan langkahnya tiba tiba terpental lagi kebelakang. Namun dia bangkit lagi dan kali ini dia menggunakan kecepatan untuk merangsek kearah Guardian. Tapi kembali lagi dia terpental.


" Wow, siapa gerangan Re-Gen ini." kata pemimpin.


" Apa kita mundur dulu? " kata lainnya.


Belum sempat mereka memutuskan berkelebat dia bayangan dan berdiri di hadapan mereka.


JEBLAAARRR!!


Dua bayangan tadi tanpa basa basi menghantam Seven Star Guardian yang tidak siap, sehingga ketujuh Guardian itu terjengkang jauh kebelakang.


" Baju Hitam? Pin huruf A? Kalian dari DS? " kata pemimpin Guardian terbata, darah segar keluar dari mulutnya.


" Apa? Assassin DS bisa masuk di wilayah kita? " tanya Guardian.


Dihadapan mereka, dua orang berbaju hitam dengan masker di wajahnya, belum lagi ada Grey yang sedang Trans kehilangan kesadaran. Ini mungkin jadi akhir hidup mereka.


" Kalau bukan kami ditugaskan untuk membawa Grey, hidup kalian akan berakhir disini." kata salah seorang DS itu.

__ADS_1


Lalu mereka berdua membalikkan badan dan mulai menyerang Grey. Letupan energi berdentum ketika pukulan dan tendangan mereka beradu.


Grey yang sudah bertarung habis habisan sebelumnya tampak tak ada kelelahan sedikitpun. Gerakan assassin itu begitu cepat, kekuatan fisik dan kombinasi skill yang sangat bagus ditambah GP yang makin lama makin meningkat secara konsisten.


Beberapa kali serangan assassin itu mengenai telak di tubuh Grey, sehingga Grey terhuyung. Namun sepertinya itu belum cukup untuk menumbangkan Grey.


Seven Star Guardian merasa ngeri juga dengan pertempuran itu. Mereka merasa kedua assassin itu kekuatan dan kemampuan diatas level, para Guardian. Hanya dengan dua orang mampu menggempur Grey dan beberapa kali pukulan mereka telak menghantam Grey.


" Kalian pergilah, siapkan prosedur keamanan Level 3." kata seseorang kepada Guardian.


Mereka menoleh kebelakang kearah asal suara itu.


" Master Conan.. " kata pemimpin.


Ternyata Conan yang hadir disitu, dan memberikan tugas kepada para Guardian.


" Info dari Miss Levita sudah lengkap, tak usah kuatir soal Grey, yang perlu kalian waspada adalah para assassin DS yang mampu menerobos sistem keamanan kita. Pergilah, biar aku yang mengawasi disini." kata Conan.


" Siap Master." kata mereka lalu melesat pergi meninggalkan tempat pertarungan itu.


" Kau sudah bangkit Grey, tapi kau belum tau kekuatanmu." Desis Conan sambil mengawasi pertarungan Grey dengan para assassin itu.


ROOOOOAAARRRR!


Tiba tiba Grey berteriak keras, ledakan energi dari dalam tubuhnya semakin membesar. Dua assassin itu terpental jauh kebelakang. Namun tak sampai disitu, Grey melesat lagi dengan kecepatan tinggi, tinjunya menghantam salah satu assassin itu hingga terlempar keatas oleh upper cut Grey.


Lalu Grey terbang keatas assassin dan menghantam kan lututnya ke perut assassin sehingga terbanting keras ke tanah.


BLAARRR!


Grey bangkit dan menyeka darah di bibirnya. Pandangannya masih kosong, luka di sekujur tubuh seolah tak dirasakan olehnya.


STIGMA ENERGY


Kedua assassin itu dari kedua telapak tangannya mengeluarkan cahaya energi seperti rantai yang mengikat Grey. Grey tak bisa bergerak dan berteriak kesakitan ketika makin lama rantai energi itu makin erat melilit tubuhnya.


Aaarrgggghhhhhhh!


Grey melolong panjang, rasa sakit oleh energi itu makin menjadi. Rambut Grey yang berubah pirang lambat laun menjadi hitam lagi.


" Serangan terakhir." kata salah satu dari assassin.


VOLTAGE ATTACK!


JEBLLLLAAAAMMMMM.


Woooaaaaaahhhh!


Grey menjerit, lalu kemudian tubuhnya ambruk.


" Merepotkan tapi belum cukup untuk mengalahkan kita." kata assassin itu bangga.


HOOOEEEKKKSS!

__ADS_1


Grey muntah darah. Dia mulai bangkit lagi. Kali ini tampaknya dia sudah sadar. Matanya telah kembali, rambutnya juga sudah kembali hitam.


" Masih bisa bangun, kekuatan fisiknya luar biasa anak ini." kata assassin itu.


" Tapi energinya sudah jauh menurun dari yang tadi. Satu pukulan lembut dan tugas kita selesai." kata yang lain.


TELEPORT.


Kedua assassin itu menggunakan perpindahan tubuh dan kini mereka ada di depan dan belakang Grey yang masih kepayahan berdiri.


BRAAAKKKKK!


Dua pukulan energi di dada dan punggung Grey.


AHHHHHH!


Grey berteriak lagi. Conan yang dari tadi melihat bermaksud untuk membantu dan menyelamatkan Grey, namun...


AKKKHHHHHHHH!


Tiba tiba kedua orang assassin DS itu yang gantian menjerit keras.


" Aaappppaaaa ini." kata salah seorang.


" Energi kita tersedot, bahaya. Lepaskan pukulan!" timpal yang lain.


" Tidak bisa, tidak bisa lepas... aaakhhhh!"


Kreeekkk! Krekkkk!


Suara tulang patah begitu keras terdengar. Kedua assassin itu menjerit sejadinya. Grey yang kehilangan kesadaran tak tahu apa yang terjadi didepannya.


Conan pun melongo tak percaya dengan pemandangan didepannya.


" ABSORBSION? Tapi.... " Conan belum sempat melanjutkan kata katanya tiba tiba dia mendengar jeritan lagi.


Dilihatnya kedua assassin DS itu nampak mengepul asap ditubuhnya. Ngeri Conan melihatnya. Tulang tangan dan kaki terlepas dan patah sari sendinya.


Tampak juga beberapa bagian tulang yang menyembul kepermukaan menembus kulit. Rasa sakit yang luar biasa dirasakan oleh mereka.


Asap mengepul makin tebal, jeritan mulai terdengar melemah. Conan melihat dua assassin itu makin kering, sudah tak ada daging dan darahnya.


Mereka mati mengenaskan dengan hanya berbalut kulit yang gosong dan tulang tulang tubuhnya keluar dari kulit.


BRUUUGGG!


Grey terjatuh.


Conan lalu dengan cepat menghampiri Grey.


" Conan... ahhh" desis Grey lirih lalu kemudian jatuh pingsan.


Conan menggenggam tangan Grey dan dia sedikit mengerutkan dahi.

__ADS_1


" Energinya stabil? Lukanya juga sudah tak berbekas? Tehnik ABSORBSION apa ini? Aku belum pernah bertemu dengan tehnik ini." kata Conan sambil melihat wajah Grey yang pingsan.


" Grey, sejauh mana kau bisa berkembang? Mengerikan sekali jika harus melawan mu. " kata Conan.


__ADS_2