Project Called Zero

Project Called Zero
Penyelamatan Jiwa Sang Penerus


__ADS_3

" Apa yang harus aku lakukan? " tanya Lei.


" Ku berikan sisa energi Holy Wing ku kepadamu, dan pukul kan lah ke Apollo. Holy wing dapat menetralisir kekuatan terlarang sari Re-Gen, Immortal Phoenix, Black Absorbsion, dan Demon Sword, semua bisa ter netralisir oleh skill itu." kata Aurora.


" Menakjubkan, kekuatan ini bukan penghancur, tapi bisa menghancurkan skill penghancur." kata Lei.


Aurora mengangguk.


" Semua skill dengan saya hancur sebesar apapun bisa di netral kan oleh skill ini, namun semua kembali lagi tergantung kekuatan Sang pemakai. Semoga sisa energi ku ini bisa menyelamatkan Apollo dari si Immortal Phoenix." kata Aurora.


" Semoga, agar tak lagi ada monster pembunuh Re-Gen yang menguasai teknik terlarang itu." ucap Lei.


Aurora menghela nafas.


" Kenapa? Ada yang salah? " tanya Lei.


" Ada seorang lagi yang menguasai teknik terlarang, penguasa skill Demon Sword, dia adalah Hans Cloude, Re-Gen kedua setelah Sang Legenda, yang mampu menyempurnakan tehnik Demon Sword." kata Aurora.


Lei terperanjat, ternyata masih ada Re-Gen hebat yang membahayakan bagi eksistensi para Re-Gen di muka bumi ini.


" Dan sampai kan kepada Apollo dan teman temanmu, setelah semua ini berakhir, bawalah kapsul energi itu bersama kalian. Tunggu lah sampai aku bangkit lagi dan melindungi para Re-Gen dari kemusnahan akibat skill terlarang itu." jelas Aurora.


Lei mengangguk.


" Aku sudah siap. " kata Lei mantap.


Aurora mengangguk, lalu perlahan keluar sebuah bola energi putih mengkilap dari mulutnya. Bola itu perlahan menuju kearah Lei. Begitu di depan dada Lei, bola itu bersinar terang dan...


SLLLAAAPP


Cahaya terang itu masuk dengan cepat kedalam tubuh Lei. Lei merasakan sensasi yang luar biasa nyaman setelah energi itu masuk kedalam tubuhnya. Energi nya meluap lupa namun berbeda dengan energi yang dimiliki sebelumnya. Energi yang kuat namun terasa lembut.


" Ughhhhhh,.. " Lei mengeluh.


" Lei, hei.. syukurlah kau sudah sadar." kata Dan kepada Lei.


" Lei kau tak apa? Bagaimana keadaanmu? " tanya Kante.


" Aku tak apa apa, tenanglah kalian? Bagaimana Apollo? " tanya Lei kepada Kante dan juga Dan.


" Kekuatan Apollo makin mengganas. Seolah tak ada habisnya. Azkario hanya seperti mainan baginya." kata Dan.


" Kami tak bisa berbuat banyak, energi dan luka ini tak bisa diajak kompromi untuk membantu Apollo." kata Kante.

__ADS_1


" Kemari kan tangan kalian kawan kawan." ucap Lei.


Kante serta Dan saling berpandangan. Dia tak mengerti maksud Lei, namun demikian diulurkan pula tangan mereka.


Lei meraih kedua tangan itu dengan kedua tangannya. Lalu energi hangat mengaliri tubuh kedua nya.


" Aggghhhh.. " Kante merasakan energi yang benar benar lembut masuk ke dalam tubuh nya. Demikian pula Dan.


Mereka merasa energi mereka berangsur-angsur meningkat dan luka luka yang ada di tubuh mereka sembuh seketika.


" Apa ini? Dari mana kau dapatkan kekuatan yang menakjubkan ini Lei? " tanya Dan seusai tubuh mereka di sembuhkan oleh Lei.


Kante melihat tangan dan tubuhnya dengan rasa tak percaya. Semua luka nya hilang tanpa bekas.


" Aurora meminjamkan sisa kekuatan nya untuk menyelamatkan Apollo dan menyingkirkan Azkario. " kata Lei.


" Aurora? Siapa dia?" tanya Dan.


" Ibu dari Apollo." kata Lei.


Otomatis mereka tersentak kaget. Tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lei. Hal yang wajar, bahkan Lei pun tak percaya mendengar cerita itu jika bukan Aurora yang menjelaskan secara detail tentang kejadian masa lalu.


" Apollo, dia adalah anak dari Sang Legenda, dia adalah Sang Penerus." kata Lei.


" Pantas saja, dia begitu tangguh, hampir dua tahun bertempur dengannya makin lama makin berkembang kemampuan dan energinya." kata Dan.


" Kita harus menyelamatkan Apollo " kata Lei.


Kante mengernyit kan dahinya.


" Menyelamatkan Apollo? Bukan kah dia kuat dan sanggup membunuh Azkario dengan kekuatan nya sekarang?" ujar Kante.


" Dia kuat karena mengaktifkan skill terlarang, Immortal Phoenix, dengan skill itu dia memiliki kekuatan tanpa batas, tapi jika Apollo tak sanggup untuk menahan kekuatan yang dahsyat itu, dia akan hancur termakan energi super power itu." jelas Lei.


" Sudah ku duga. Ada yang aneh, kekuatan Apollo yang tiba tiba menjadi sangat besar, dan ketika dia tak mengenal mu dan menendang mu Lei. Aku merasakan ada yang gak beres." kata Dan.


" Kalian coba tahan Azkario, aku akan mencoba untuk menyembuhkan Apollo" kata Lei.


Mereka berdua mengangguk, SHIELD nya di buka, Dan serta Kante lalu melakukan Recharge Energy bersamaan. Deru angin dan kekuatan yang besar membalikkan tekanan energi dari Apollo dan Azkario.


Ledakan kembali terdengar.


Apollo dan Azkario menoleh ke arah mereka berdua.

__ADS_1


" Sial, dua kunyuk itu sudah bangun. Dari mana asalnya kekuatan mereka tadi? Harusnya butuh waktu lama untuk memulihkan kondisi mereka. Sialan, Apollo saja sudah merepotkan ku, ditambah lagi dua kunyuk itu.Hahhh... jangan jangan... " desis Azkario sambil menoleh kearah kapsul energi di belakangnya.


Mata Azkario memerah menahan amarah.


" Kurang ajar kau Aurora, kau bantu mereka untuk melawan ku." ujar Azkario geram.


Dia merangsek menuju kapsul energi itu untuk menghancurkan nya. Namun secepat itu pula Kante menghadang Azkario dan melontarkan pukulan keras bertenaga tinggi.


BLARRRR


Azkario terpental ke belakang, belum sempat dia menguasai tubuh besarnya, dari belakang Dan mencengkeram kepalanya dan kembali menembakkan pukulan energi.


Azkario terbanting keras di tanah. Apollo yang melihat itu ingin menyerang mereka bertiga. Dalam pandangannya sekarang semua yang di hadapannya adalah lawannya.


Namun gerakan Apollo tertahan. Tali energi halus mengikat kaki dan tangan Apollo sehingga dia tak bisa bergerak. Apollo menoleh kebelakang, tampak Lei yang menahan gerakannya.


" Apollo, sadarlah. Apollo... !" teriak Lei.


Apollo tersenyum sinis lagi. Dia kerahkan kekuatan super nya untuk lepas dari jeratan tali energi Lei.


ROOOOAAAAAARRRRR


Apollo berteriak keras menggetarkan seantero kastil itu. Energinya meluap tanpa batas berusaha memutus tali energi yang mengikatnya.


"Akkkhhhhhh...! " jeritan Lei keras terdengar ketika energi dari Holy Wing dan Immortal Phoenix bertumbukan.


BLAAARRRR


JEDARRRRR


Apollo makin menggeram marah melihat usahanya untuk lepas dari tali energi itu gagal. Dengan sekuat tenaga Apollo mengerahkan energinya lagi untuk memutus tali energi itu.


Lei terbanting ke tanah, dia tak kuasa menahan hentakan energi Apollo yang makin tak terbendung. Namun dia masih bertahan untuk tetap mengikat tubuh Apollo dengan tali energinya.


" Aku harus kuat, Apollo, tolong lah. Sadarkan dirimu." kata Lei.


Apollo menatap Lei dengan marah. Matanya memerah makin menyala.


HOLY WING


Lei mengeluarkan energi HOLY WING ke tali energi itu. Seketika Apollo menjerit keras. Jeritan yang diikuti oleh lepasnya simpul energi. Bentrokan dua energi dahsyat itu melontarkan apapun yang ada disekitar nya.


Dan, Kante bahkan Azkario juga terlempar karena hempasan dua energi itu.

__ADS_1


__ADS_2