Putri Untuk Mas Duda

Putri Untuk Mas Duda
*Episode #32


__ADS_3

Sementara itu, di sisi lain, Aditya sedang berdiam diri di kamar mandi. Dia berusaha menghilangkan rasa perih yang ada dalam hatinya.


Namun, ponsel yang dia miliki tiba-tiba berbunyi. Membuat dia harus segera mengangkat panggilan yang masuk ke dalam ponsel tersebut.


"Halo, Abi. Ada apa? Apa ada perkembangan tentang Putri?"


"Bukan ada perkembangan lagi, Ditya. Melainkan, Putri sudah sadar sekarang. Dia sudah bagun. Segeralah ke sini jika urusan alam kamu sudah selesai ya," ucap Abian dengan nada sangat bahagia.


"Hah? Apa yang kamu katakan barusan? Dia sudah sadar? Benarkah itu?"


"Iya, tentu saja. Makanya, kamu segera ke sini."


"Baiklah. Tunggu aku kembali sebentar lagi," ucap Aditya tak kalah bahagianya.


Setelah panggilan sama-sama mereka akhiri. Aditya memilih langsung keluar dari kamar mandi untuk memeriksa keadaan Putri. Namun, saat dia baru saja keluar, tangannya langsung di tahan oleh seseorang.

__ADS_1


Aditya langsung menoleh ke arah tangan, lalu berpindah ke arah si pemilik tangan yang sedang menahan tangannya. Dengan tatapan penuh tanda tanya, dia tatap orang tersebut.


"Suster Merry. Ada apa? Apa ada hal yang sangat mendesak sampai harus datang ke sini buat mencari saya?"


"Maaf dokter, Adit. Saya memang punya urusan yang sangat mendesak untuk di bicarakan. Bisakah kita bicara ke taman sebentar?"


"Maafkan saya, suster Merry. Saya tidak bisa pergi ke taman sekarang. Karena pasien yang saya rawat, sudah sadar. Saya harus segera ke ruang rawat untuk memeriksa keadaan pasien."


"Oh, baiklah kalau gitu. Saya tunggu dokter di taman ya. Jika sudah selesai, langsung temui saya di sana, Dok. Saya akan tunggu dokter sampai dokter datang." Merry berucap dengan nada kecewa. Namun, berusaha memahami keadaan Aditya.


Aditya tidak terlalu menghiraukan apa yang Merry katakan. Yang ada dalam ingatannya saat ini hanyalah Putri. Keadaan Putri yang sudah sadar itu membuat dia mengabaikan semua hal lain yang dia temui.


Berjalan cepat menuju kamar Putri, Aditya berpas-pasan dengan suster yang sering membantu dia merawat Putri saat Putri dalam keadaan koma. Itu suster Marisa yang kerap di sapa dengan panggilan Icha.


Suster Icha terbilang cukup dekat dengan Putri. Sejak Putri hamil, sampai melahirkan dan mengalami koma yang cukup lama, Icha adalah orang yang cukup telaten kedua setelah Aditya dalam merawat Putri. Berbeda jauh dengan Merry.

__ADS_1


Ya meskipun mereka berdua sama-sama suster yang bertugas mendampingi Aditya selaku dokter kandungan. Tapi, sifat mereka juga agak jauh berbeda. Jika Icha adalah suster paling ramah, sedangkan Merry, dia suster yang sedikit judes, cuek, juga punya temperamental yang kurang baik.


Hal itu membuat Putri sedikit tidak menyukainya suster Merry. Pernah sekali, dia meminta Aditya untuk menggantikan suster Merry dengan suster yang lain. Tapi karena rumah sakit punya peraturan, Aditya tidak mungkin bisa melakukan permintaan Putri.


"Ee ... dokter Adit. Silahkan! Mbak Putri sudah sadar," ucap Icha mengakhiri kecanggungan yang terjadi di antara mereka berdua.


"Oh, iya. Ini juga saya mau masuk ke dalam. Hanya terhenti karena kamu menghalangi."


"Ah, maafkan saya, Dok. Saya terdiam karena kaget dengan kedatangan dokter. Karena sebenarnya, saya ingin mencari dokter untuk mengatakan kabar bahagia ini."


"Hm ... ayo masuk!"


Selesai berucap, Adit langsung beranjak meninggalkan Icha. Tanpa menunggu Icha bicara lagi tentunya. Sementara Icha, dia hanya bisa mengikuti langkah Aditya dari belakang. Maklum, dia sudah tahu bagaimana sikap Aditya. Dokter tampan yang terkesan cukup dingin bak salju kutub utara.


Meskipun dia suka sama Aditya, tentu saja dia tidak akan pernah mengatakan apa yang dia rasakan. Karena sikap dingin itu membuat Icha mempertimbangkan perasaannya pada Aditya sepuluh kali lipat jika untuk diungkapkan.

__ADS_1


Saat mereka sampai ke dalam, Putri langsung memberikan senyuman manis buat mereka berdua. Maklum, Putri sudah cukup akrab dengan Icha karena sering datang ke rumah sakit untuk periksa kehamilan.


__ADS_2