Putri Untuk Mas Duda

Putri Untuk Mas Duda
*Episode #36


__ADS_3

Putri menjawab dengan anggukan dan senyum manis. Dengan jawaban itu, Abian langsung memeluk tubuh langsing yang kini terasa semakin langsing saja akibat tidur panjang kemarin.


Namun, tiba-tiba saja Aditya datang ke ruangan itu bersama Icha. Kedatangan Aditya sontak membuat mereka semua jadi kaget. Dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya, mereka semua menatap Aditya.


"Ditya. Ada apa? Kok kayak habis dikejar setan aja kamu," ucap Putri duluan.


"Iya, Ditya. Kamu kok kayak panik gitu? Ada apa sih? Bukannya bilang gak akan datang ke sini malam ini?" Abian pula menanggapi.


"Ini masalah darurat dan sangat-sangat berbahaya. Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan sekarang. Sebaiknya, kita langsung bergerak cepat buat memindahkan Putri dari rumah sakit ini. Atau paling tidak, memindahkan Putri dari kamar ini saja."


Melihat wajah Aditya yang benar-benar panik. Mereka semua tidak banyak bicara, karena mereka tahu, Aditya itu adalah laki-laki yang terbilang sangat serius jika memang sedang dalam menanggapi masalah.


Mereka semua langsung bergerak buat memindahkan Putri ke kamar yang lain. Mereka menukar Putri dengan Icha agar bisa menjebak musuh malam ini. Agar semua masalah yang sedang mereka hadapi segera terselesaikan.

__ADS_1


Putri di pindahkan ke lantai dasar untuk berjaga-jaga jika memang benar ada masalah besar, maka Putri bisa segera di bawa pergi dari rumah sakit tersebut. Mereka hanya bisa melakukan hal itu untuk waspada akan segala kemungkinan.


Tidak bisa melakukan hal terlalu besar seperti mengepung rumah sakit ini dengan bantuan polisi atau tim penyelamat lainnya. Karena mereka masih belum punya bukti.


Jika tidak ada bukti, maka tidak akan ada yang percaya. Jangankan pihak kepolisian atau penyelamat yang lain. Tim rumah sakit saja tidak akan ada yang percaya dengan apa yang mereka katakan.


Ambil aman saja, Aditya dan Icha hanya bergerak dengan cara sembunyi-sembunyi. Icha yang berani, mengorbankan dirinya dengan cara menggantikan posisi Putri di kamar tersebut.


Tepat tengah malam, orang suruhan Merry bergerak menjalani rencana mereka. Diam-diam, mereka memasang alat peledak yang di rumah sakit tersebut.


Hanya ada tiga orang di kamar tersebut. Aditya, Icha yang berbaring di atas ranjang sebagai Putri, dan satu lagi adalah orang dari pihak kepolisian yang Aditya datangkan sebagai saksi jika ada terjadi gerakan yang tidak diinginkan di rumah sakit tersebut.


"Kalian sudah tahu kalau kami akan datang, hah!" Salah satu dari tiga laki-laki berpakaian hitam itu berucap dengan nada berat.

__ADS_1


"Usaha kalian tidak akan berhasil. Karena sebentar lagi, rumah sakit ini akan kami ledakkan jika kalian berani merusak rencana yang kami miliki," ucap yang lain pula.


"Kalian yang seharusnya jangan bermimpi. Karena aku hadir di sini, maka kalian tidak akan selamat. Apalagi ingin meledakkan tempat umum ini. Jangan pernah berkhayal kalian," ucap polisi itu tanpa gentar.


"Hah! Ha ha ha .... Pak polisi. Anda sendirian, sedangkan kami ramai. Jangan mimpi anda akan menang jika ingin melawan kami. Sebaiknya, anda menyerah saja. Tinggalkan rumah sakit ini, lalu anda akan selamat."


"Hanya karena masalah pribadi, kenapa kalian bisa mengorbankan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pribadi itu. Sekarang, katakan pada perempuan yang meminta kalian datang, aku ingin bicara dengan dia," ucap Aditya pula.


"Kau tidak tahu siapa dia, bukan? Dia! Perempuan yang kamu maksudkan itu bukan perempuan sembarangan. Perempuan itu adalah anak ketua kami. Dia anak kesayangan yang selama ini tidak pernah diperlakukan kasar oleh siapapun."


"Hanya kamu yang berani melakukan hal itu padanya. Dan hanya pihak rumah sakit ini yang sungguh tidak tahu diri. Maka kalian semua harus menerima akibatnya. Mati bersama karena kesalahan kecil."


"Gila! Hanya karena salah satu orang, bagaimana bisa dia menyakiti semua orang, hah?"

__ADS_1


"Itulah hal yang kamu tidak pahami dalam dunia hitam. Satu kesalahan kecil, bisa membunuh semuanya. Dan bahkan, bisa menghancurkan satu kelompok."


__ADS_2