Putri Untuk Mas Duda

Putri Untuk Mas Duda
*Episode #34


__ADS_3

Brak! Suster Merry membuka paksa pintu ruangan tersebut dengan keras. Hal itu membuat Aditya, Abian, dan Putri yang ada di kamar itu langsung terperanjat kaget bukan kepalang.


Aditya yang kesal, langsung beranjak mendekat dengan tatapan marah. Sementara Abian, dia langsung berusaha menenangkan Putri agar apa yang baru saja terjadi tidak mempengaruhi kondisi tubuh Putri yang baru saja bangun dari tidur panjang itu.


"Apa kau sudah gila, Merry! Apa kau tahu resiko dari apa yang kamu lakukan barusan buat kesehatan pasien, hah! Kau tidak layak jadi suster tahu gak?"


Aditya benar-benar kesal. Sampai-sampai, dia lupa kalau dia bicara dengan nada yang sangat tinggi. Hal itu bisa membuat pasien lain terganggu.


"Aku memang sudah gila, dokter Aditya. Dan penyebab aku gila itu adalah kamu. Kau yang telah membuat aku gila, dokter!"


"Jangan bicara sembarangan. Aku bisa tuntut kamu dengan pencemaran nama baik, Merry. Kau akan di tahan karena itu."


"Oh, silahkan saja jika kamu ingin melakukan hal itu. Aku akan dengan senang hati menerima tuntutan yang kau berikan. Karena mulai dari saat ini, kita akan bermusuhan satu sama lain."

__ADS_1


"Kau semakin gila saja ternyata," ucap Aditya dengan nada acuh tak acuh karena terlalu kesal.


"Ditya. Sudah aku katakan padamu kemarin, kau tidak butuh suster yang seperti ini, Dit." Putri yang merasa kesal, akhirnya ikut bicara.


"Jangan banyak bicara perempuan ******! Kau sudah bersuami, masih saja tidak tahu diri. Masih saja mendekati laki-laki lajang. Benar-benar tidak tahu malu."


"Merry! Jaga bicara kamu ya! Kau tidak punya hak bicara kasar pada sahabatku!" Aditya berteriak keras sangking geramnya dia sekarang.


"Aditya. Suster kamu ini benar-benar tidak bisa di diamkan. Sangat-sangat tidak punya moral sama sekali," ucap Abian pula. Dia masih bisa menahan emosi karena tangannya Putri genggam dengan erat.


"Mery! Kau!" Abian dan Aditya berucap serentak.


Mereka sama-sama sudah tidak bisa membendung emosi lagi. Untung saja, saat itu satpam penjaga datang tepat waktu. Dua orang satpam dengan tubuh kekar itu berhasil mengakhiri percekcokan yang sedang terjadi.

__ADS_1


Merry dan Aditya di minta datang ke kantor pemimpin rumah sakit untuk di sidang. Sementara Abian, dia tidak bisa ikut karena harus menjaga istrinya. Sedangkan Icha, dia di bawa serta untuk dijadikan saksi.


Hasil dari sidang antara keduanya adalah, suster Merry di kenalan sangsi dan denda. Sangsinya adalah, dia diberhentikan bekerja sebagai suster selama tiga tahun. Sementara Aditya. Dia hanya harus membayar denda akibat ulahnya yang tidak mematuhi peraturan rumah sakit. Sedangkan jabatan yang dia miliki masih aman sekarang.


"Tidak! Aku tidak terima semua ini. Aku benar-benar tidak terima."


Suster Merry mengamuk akibat keputusan itu. Tapi sayangnya, dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa pasrah menerima keadaan sambil menyimpan dendam dalam hati buat Putri karena dianggap sebagai penyebab semua kehancuran yang dia alami.


"Tidak ada yang bisa kau lakukan sekarang, bukan? Karena jika kau berani melakukan sedikit saja hal gila lagi, maka kamu akan aku jobloskan ke dalam penjara. Akan aku pastikan kau kehilangan profesi mu buat buat selama-lamanya. Bukan hanya tiga tahun saja," ucap Aditya penuh dengan nada ancaman saat mereka sama-sama keluar dari ruangan pemimpin rumah sakit tersebut.


Merry yang mendapatkan ancaman itu memang tidak menjawab. Tapi itu bukan berarti dia takut. Melainkan, dia semakin ingin menyakiti Putri karena dendam yang dia miliki semakin menyala besar bak kobaran api yang sedang memakan dedaunan kering.


'Kau bisa ancam aku sekarang, dokter Aditya. Tapi ingat! Ancaman yang kau berikan ini akan aku buat jadi kenyataan. Aku ingin lihat sebisa apa kau melakukan apa yang sudah kau ancam kan padaku.'

__ADS_1


'Sekarang, bukan hanya Putri perempuan ****** itu yang akan menerima akibat dari apa yang sudah terjadi padaku. Tapi kamu juga, Aditya. Laki-laki yang sok tampan seperti kamu ini, akan aku pastikan tidak akan hidup bahagia bersama orang yang kamu cintai. Karena kau sudah berani menolak aku, maka kamu juga tidak bisa memiliki orang yang kamu cintai seutuhnya.'


__ADS_2