Putri Untuk Mas Duda

Putri Untuk Mas Duda
*Episode #37


__ADS_3

Tidak ingin terlalu lama berdebat. Polisi yang ada di sana ternyata sudah memanggil bala bantuan. Dan, bala bantuan itu sudah pun datang. Mereka telah mengepung rumah sakit tersebut secara diam-diam.


Kelompok gangster yang selama ini mereka incar, kini telah ada di depan mata. Oleh karena itu, pihak kepolisian tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja. Segala cara akan mereka lakukan agar bisa mendapatkan orang-orang yang selama ini sudah membuat resah pihak mereka.


"Kalian tidak akan bisa lolos dari rumah sakit ini. Karena rumah sakit ini sudah kami kepung," kata polisi itu dengan bangga.


"Hah ha ha ha .... Benarkah apa yang kamu katakan tuan polisi? Aku tidak yakin kalau kalian akan mampu menangkap kami. Karena sekarang, rumah sakit ini sudah kami kuasa," ucap salah satu dari mereka pula.


Mendengar hal itu, Aditya yang takut akan keselamatan Putri langsung terperanjat kaget. Dengan langkah sigap, dia ingin segera keluar dari rumah sakit itu. Tapi, tentu saja hal itu tidak semudah yang Aditya bayangkan.


"Mau ke mana kamu? Keluar? Menyelamatkan perempuan yang kamu sembunyikan?"


Aditya membelakak kaget. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang laki-laki itu ucapkan. Sungguh, dia tidak menyangka kalau laki-laki itu tahu bahwa Putri telah mereka sembunyikan.


"Jangan macam-macam kalian! Kalian tidak akan pernah bisa menemukan di mana dia." Aditya berucap dengan tatapan melotot karena marah.

__ADS_1


"Dokter Adit. Jangan katakan apapun. Mereka hanya menebak, jadi jangan bicara sedikitpun tentang Putri. Mereka adalah orang-orang pintar yang mengorek info dengan cara memancing emosi saja," Icha berucap dengan cara berbisik.


Aditya baru mengerti dengan keadaan. Cara menyelesaikan masalah agar terselesaikan dengan baik, bukan dengan cara mengandalkan emosi. Melainkan, dengan pikiran yang tenang.


Namun, sebuah panggilan membuyarkan pikiran Aditya. Itu adalah panggilan dari ponsel milik para penjahat yang sedang berada di depan mereka.


"Apa? Kalian sudah menemukan perempuan itu? Baiklah, kita akan akhiri semuanya sekarang juga."


Kata-kata yang terucap barusan membuat Aditya kembali hilang kendali. Bagaimana tidak? Yang mereka maksud dalam pikiran Aditya itu tak lain adalah Putri. Karena pokok permasalahannya sekarang adalah Putri dan dirinya.


"Pikirkan satu cara yang bisa menyelamatkan perempuan itu sekarang juga. Jika tidak, kamu dan kalian semua pasti akan tamat di sini. Perempuan yang kamu sembunyikan, akan mati lebih dulu di tangan anak buah ku."


"Biadab kamu! Jangan pernah kalian sentuh dia. Sedikitpun jangan!"


"Jika begitu, kamu bisa pergi dari sini. Tapi, aku akan memberikan kamu satu tembakan. Jika kamu berhasil menghindar dari tembakan yang aku berikan, maka kamu aku anggap lolos."

__ADS_1


"Jika itu yang kamu inginkan. Maka aku terima," ucap Aditya dengan mantap.


"Jangan dokter! Jangan lakukan itu. Pikirkan satu hal buruk yang sudah pasti sekarang. Mereka mungkin hanya melakukan sebuah trik untuk menjebak dokter," ucap Icha sambil menahan tangan Aditya.


"Apa yang dia katakan benar. Belum tentu kamu akan diloloskan begitu saja jika bukan trik jebakan yang sedang mereka rencanakan sekarang." Polisi itu pula yang berucap.


"Terserah kamu. Jika kamu pintar dan benar-benar ingin menyelamatkan perempuan itu, maka kamu tahu apa yang akan kamu lakukan." Penjahat itu berucap dengan nada penuh dengan tantangan.


Aditya yang sudah sangat panik, kini juga di serang rasa takut yang sangat besar. Tidak bisa berpikir hal baik sebagai penutup semua kemungkinan yang sedang dia hadapi sekarang.


Langsung saja dia mengambil keputusan yang paling bodoh menurut mereka semua. Berusaha menghindar tembakan untuk menyelamatkan Putri sesegera mungkin.


Satu tembakan penjahat itu lepaskan. Icha yang mendengar langsung menjerit, sementara polisi yang ada di sana, berusaha menolak Aditya untuk menghindar sebisa yang dia lakukan.


Entah memang sudah takdir, atau ini hanya sebuah trik yang penjahat itu mainkan, Aditya lolos dari tembakan tersebut. Penjahat itu langsung tersenyum, dia ingin menepati janji yang dia buat. Membiarkan Aditya lepas dari mereka untuk menyelamatkan Putri.

__ADS_1


__ADS_2