RAFFASHA

RAFFASHA
Hari Spesial


__ADS_3

Shanum dan keluarganya sudah siap-siap akan menuju aula tempat acara dilangsungkan. Begitu juga dengan kedua sahabat Shanum menunggu di lokasi acara.


“Kila, nanti kalau udah selesai akad barulah Kila dijemput sama suami Kila kesini ya.” Ucap nenek.


Kila bersama bibinya menunggu di kamar hotel yang telah disediakan.


“Sya, jangan murung gitu dong. Senyum ya” bujuk bibinya.


“Sebentar lagi Kila akan jadi istri orang bi.” Ucapnya sambil bersandar ke pundak bibinya.


Bibinya hanya tersenyum, ia merasa senang sekaligus sedih melihat keponakannya akan menikah sebentar lagi.


“Dean sama Pina nggak kelihatan ya bi.” Ucapnya.


“Mungkin mereka lagi sibuk di aula, mungkin bentar lagi akan datang.”


Ucap bibinya menenangkan, sambil menggenggam tangan Shanum.


Disisi lain kedua sahabat Shanum dan sahabat Raffa tengah sibuk mempersiapkan penampilan yang akan mereka tunjukkan pada keduanya, merupakan kejutan untuk keduanya.


Pembawa acara sudah memulai kegiatan pembukaan, pembacan tilawah dan terakhir khutbah pernikahan.


Tepat pukul 10 siang, akad nikah mulai dilantunkan oleh Raffa dengan wali hakim.


“Alhamdulillah.” Ucap keluarga dan para tamu.


“Sekarang jemput istri kamu sayang.” Ucap mama.


Raffa tersenyum, ia menyalami mama, papa dan keluarga Shanum.


“Jangan nangis sayang, malu sama Shanum.” Goda mamanya.


Ia berjalan menuju kamar yang persis di samping aula kegiatan berlangsung. Kemudian dengan kaku mengetuk pintu.


“Bi.” Shanum semakin mengeratkan genggamannya pada bibinya.


“Suami Sya udah datang, bibi keluar dulu ya. Jangan nangis ya, nanti make upnya luntur.” Goda bibinya kemudian berlalu keluar dari kamar.


“Masuk saja Raffa, mungkin dia akan sedikit khawatir.” Ucap bibi dan berlalu.


Raffa masuk ruangan sambil mengucapkan salam, ia melihat gadis yang ia sayangi membelakanginya mungkin salah satu cara menghilangkan kegugupan diantara mereka.


“Shanum.” Ucap Raffa.


“Sepertinya aku mengenal suara ini.” Batinnya.


“Shanum, suamimu datang menjempumu kemari.” Sambungnya lagi.


Shanum perlahan membalikkan badannya sambil menutup mata. Raffa mendekatinya, ketika Shanum membuka matanya laki-laki dihadapannya langsung memeluknya.


“Shanum, maafkan aku.” Ucapnya.


“Raffa?” batinnya, “Kenapa bisa Raffa?” ia semakin bingung.


“Jangan menangis lagi ya, sekarang Shanum Diya Syakira sudah resmi menjadi istri Gaishan Raffasya Haryaka.” Ucap Raffa.


Shanum menatap laki-laki di hadapannya, banyak pertanyaan yang timbul dibenaknya. Antara bahagia dan sedih ia rasakan saat ini, karena nama yang pernah iatuliskan dihatinya menjadi suaminya.


“Nanti kita akan bercerita panjang ya, sekarang kita ke aula dulu.” Bujuknya sambil menggenggam tangan permaisurinya.


Keduanya jadi pusat perhatian saat masuk ke ruangan, sorak sorai terdengar dari sudut ruangan siapa lagi kalau bukan sahabat Raffa dan Shanum .


Mereka berlima mempertunjukkan musikalisasi puisi yang dirancang mulai dari malam hingga tadi pagi.

__ADS_1


Farid dan Pina sebagai pembaca puisi, Denis dan Andrew gitar dan Dean main piano. Penampilan mereka begitu memukau keluarga dan tamu undangan yang hadir.


Terlebih lagi pakaian mereka yang seragam, persis seperti warna pakaian pengantin dan keluarga inti. Raffa dan Shanum sunggu tidak percaya mereka akan memberikan kejutan sesempurna ini, apalagi Raffa yang semalaman bersama mereka.


Setelah pertunjukan, mereka menyalami kedua pengantin yang duduk berdampingan di pelaminan sederhana tersebut.


“Kalian kok nggak kasih tau apa-apa sama aku.” Protes Shanum pada kedua sahabatnya.


“Surprise dong tuan putri, selamat jadi Nona Raffa ya. Sekarang udah nggak jomblo lagi.” Goda Pina.


“Diya sayang, selamat ya. Doain aku nyusul ya.” Bisik Dean pada Shanum.


Shanum yang awalnya gondok pada keduanya, malah tertawa mendengar ucapan Dean.


“Kapan lo pada nyiapin penampilan sesempurna itu?” tanya Raffa.


“Rahasia dong, namanya aja kejutan.” Jawab Farid.


“Makasih ya udah memberikan yang terbaik untukku dan keluargaku.” Ucap Raffa, sambil merangkul sahabatnya.


Begitu seterusnya para undangan dan keluarga mengucapkan selamat pada keduanya.


“Mama doakan yang terbaik untu Raffa dan Shanum, ya kan bun.” Ucap mama Dean pada Bunda Pina.


“Iya sayang, jangan lupain bunda sama mama ya.” Ucap bunda Pina. Mereka begitu akrab sudah seperti saudara.


Kemudian papa dan papa Raffa serta abang El dan Naura.


“Akhirnya mama dan papa punya mantu juga ya pa.” Ucap mama.


“Papa harap kalian bisa sama-sama belajar ya, semuanya tak semudah yang Raffa bayangkan.” Ucap papa.


“Papa bisa aja.” Jawab Raffa. Mereka saing berangkulan dan tidak lupa foto bersama.


“Nenek percaya sama Raffa, jagain cucu kesayang nenek ya.” Ucap nenek sambil menangis.


“Bunda jangan nangis dong, nanti Sya ikut nangis.” Bisik Kayla. Padahal Kayla juga ingin menangis saat itu.


Kegiatan berakhir dan ditutup dengan makan siang bersama, acar sengaja diadakan sederhana dan diundang hanya orang terdekat saja.


****


Setelah acara berakhir, Dean dan Pina serta keluarga pamit untuk pulang karena besoknya harus bekerja dan sekoalh seperti biasanya.


“Kami juga mau pamit nih bro, nggak masalahkan kalau kami pulang dulua.” Ucap Farid.


“Kalian yakin pulang duluan, nggak bareng aja. Kita juga pulang sore ini kok.” Jawab Raffa.


“Udah beda bro, sekarang lo udah sama Shanum. Nggak mungkin bareng kami lagi.” Balas Andrew.


“Kalian biasa aja kali.” Jawab Raffa.


“Gimana nih, kami pulang duluan ya bro. Ini demi rencana kita juga.” Ucap Denis.


“Kalian bawa mobil bang El aja, gue sama Shanum bareng mobil papa aja.” Ucapnya.


“Oke bro, kami berangkat dulu ya.” Ucap Farid.


“Hati-hati ya.” Ucap Raffa.


“Lo juga hati-hati.” Kemudian ketiga sahabatnya berlalu menaiki mobil pajero silver milik bang El.


Raffa masuk ke rumah Shanum disana keluarga masih pada berkumpul.

__ADS_1


“Raffa yakin akan balik sore ini?” tanya mama.


“Iya ma, mama juga ngertikan maksud Raffa kenapa Raffa dan Shanum harus masuk besok.” Jelas Raffa.


“Yaudah kalau gitu.” Ucap mamanya.


“Nek, Raffa minta maaf sebelumnya nek. Raffa membawa Shanum dihari pernikahan kami, Raffa hanya ingin menjaga Shanum nek, mungkian suatu saat nenek juga akan mengerti maksud Raffa.” Raffa mencoba menjelaskan pada nenek.


“Raffa ndak usah sungkan begitu, nenek paham apa maksudnya. Pesan nenek hanya satu, jaga baik-baik cucu nenek ya. Kalau ada apa-apa kabari nenek atau Kayla.” Pesan nenek.


“Raffa janji akan menjaga Shanum semampu Raffa nek,” jawabnya dengan tulus.


Keluarga Raffa berpamitan pada keluarga Shanum karena akan pulang hari itu juga.


“Sya, jaga diri baik-baik ya. Kabari bibi kalau terjadi apa-papa.” Kali ini bibi menumpahkan keharuannya sambil memeluk Shanum.


“Bibi jangan nangis dong, Kila jadi sedih.” Ucap Kila.


“Hati-hati disana ya, bibi udah tau apa yang terjadi. El sudah cerita banyak tentang keluarganya pada bibi. Bibi yakin Raffa laki-laki yang bertanggung jawab.” Ucap bibi.


“Bibi jagain nenek ya bi, insyaallah Sabtu depan Kila sama Raffa akan kesini lagi.” Ucapnya.


keluarga Raffa pamit untuk kembali ke kota.


****


Setelah 4 jam perjalanan mereka sampai di kediaman keluarga Raffa.


“Shanum, sekarang kamar Raffa adalah kamar kamu ya nak. Jangan sungkan-sungkan sama orang yang ada di rumah ini.” Pesan mama.


“Iya bu.” Jawab Shanum.


“Masa masih panggil ibu, panggil mama dong sayang.” Ucap mama Raffa.


“Iya ma, maaf ma.” Ucapnya.


“Raffa, bawa Shanum untuk istirahat ya. Habis shalat isya nanti kita makan malam.” Ucap mama.


“Siap mama sayang.” Jawab Raffa.


Raffa dan Shanum berjalan dengan canggung m.enuju kamar Raffa yang berada di atas.


“Aku mandi duluan ya.” Ucap Raffa, kemudian berlalu ke kamar mandi.


Shanum melihat sekeliling kamar Raffa, terlihat begitu rapi dan bersih.


“Shanum, mandi sana.” Ucap Raffa.


Ia berlalu meninggalkan Raffa. Keduanya shalat isya berjamaah kemudian turun untuk makan malam bersama.


“Mulai hari ini Shanum akan tinggal di rumah ini.” Ucap papa.


“Papa berharap kita bisa menerima kehadiran Shanum di rumah ini karena Shanum sudah menjadi bagian dari keluarga kita.” Sambung papa.


“Iya pa.” Jawab El dan Naura.


“Jadi setiap hari kak Shanum bisa ngajari Naura.” Ucap Naura girang.


“Iya sayang.” Jawab mama.


Jangan lupa Like & komen ya guys...😉


terimakasih🤗

__ADS_1


__ADS_2