RAFFASHA

RAFFASHA
Dendam


__ADS_3

Terdengar suara bertepuk tangan tidak jauh dari mereka mengobrol.


"Kak Satria." Geo orang pertama yang melihat penyebab sumber suara itu. Semua mata tertuju pada laki-laki yang berjalan dengan sombong itu.


"Kalian hebat, mengelabui adik saya dengan iming-iming modal usaha. Kalian pikir, kami bahagia dengan sogokan bodoh itu ha?" Ucap Satria di depan banyak orang.


Bunda alias mama Raffa sudah tersulut emosi mendengar ucapan pemuda di hadapannya.


"Satria, tolong jaga nama baik mama." Teriak mama tidak peduli banyak orang yang menyaksikan perdebatan itu. "Nama baik mama juga nama baik kamu, juga nama baik keluarga ini. Kamu ingat itu baik-baik. Sekarang pergi dari sini, pergi!" Bentak mama.


"Mama." Geo merangkul tubuh mamanya yang tak berdaya.


"Gue belum puas, harusnya ini momen yang tepat. Supaya semua orang tau kalau keluarga ini pemakan hak orang lain, hak orang lemah." Ucap Satria masih belum berhenti mencari masalah padahal mamanya sudah hampir pingsan.


"Lo, sebaiknya lo pergi dari sini." Raffa menarik lengan Satria diikuti oleh Andrew dan Denis.


"Bawa mama ke kamar yok nak." Ucap bundanya. Geo dan bunda memapah mama ke kamar terdekat.


Sedangkan Raffa bersama ketiga temannya sedang membereskan Satria si perusuh.


"Lo apa-apaansih datang ke rumah orang sok jagoan." Ucap Raffa.


"Gue mau kasih tau semua orang, kalau keluarga lo pemakan hal orang kecil kaya gue." Balas Satria santai.


"Sialan lo." Raffa tak mampu mengendalikan emosinya. Ia menonjok wajah Satria.


"Lagi, terus. Sampai lo puas." Ucap Satria santai.


"Udah bro, kayanya dia jebak lo." Ucap Farid.


"Bangsat, lo pergi dari rumah gue sekarang juga." Bentak Raffa.


"Gue juga nggak betah lama-lama di rumah haram ini." Jawab Satria santai.


"Awas lo ya." Ucap Raffa.


"Lo yang awas, hidup lo nggak bakalan tenang. Inat itu baik-baik," Ancam Satria kemudian berlalu.


Raffa bersama ketiga temannya masuk ke rumah dan menenangkan suasana dengan menghidupkan musik.


"Kepada tamu undangan, silakan dinikmati lagi hidangannya. Yang tadi ada sedikit kesalah pahaman. Mohon maaf sekali." Ucap Raffa.


Suasana mulai tenang, Satria memang sengaja mengacaukan ulang tahun mama Raffa.


***


Seorang berjalan menuju sebuah rumah yang bertuliskan "Basecamp".


"Apa yang akan disampaikan bos?" tanya anak buahnya.


"Ada hal penting, perintahkan semua anggota berkumpul disini, tanpa terkecuali." Perintahnya, ya dialah Kharisma ketua Geng.


Dalam waktu 10 menit semua sudah ada di lokasi, menunggu intruksi dari leader.


"Ada satu hal penting yang akan gue sampaikan. Kalian harus ingat ini baik-baik." Ucapnya.


"Berdasarkan informasi yang gue dapat, Raffa bukan dalang dari kematian adik gue." Sambungnya.

__ADS_1


Semua bertanya-tanya siapa sebenarnya pelakunya. Mereka saling pandang seakan bertanya-tanya.


"Gue pengen dalam waktu dekat hal ini sudah bisa dipecahkan. Soal Raffa, gue juga nggak mau ada laporan mengenai Raffa. Karena dia tidak bersalah, mulai sekarang tidak ada lagi yang mengganggu atau mengusik kehidupan mereka." Ucap Kharisma.


"Sepercaya itu bos pada informasi yang didapat. Toh belum ada buktinya kan." Sanggah Satria.


"Gue tau dari siapa informasi itu. Jadi tidak ada yang membantah." Ucap Kharisma.


"Siap bos." Jawab mereka bersamaan.


"Darimana informasi itu berasal, gue harus cari tau. Kalau begini sebentar lagi semua akan terungkap. Ini semua karena lo Raffa, lo harus bayar semuanya." Batin seseorang.


***


Raffa dan Shanum mulai lega sejak kejadian Kayla mempertemukan Kharisma dengan mereka beberapa waktu lalu.


Pagi itu Raffa bersama temannya mencat ruko yang akan digunakan oleh Geo sebagai toko kue.


"Gimana dekorasinya Ge?" tanya Raffa.


"Geo juga nggak tau bang. Terserah abg aja deh." Balasnya.


"Gimana, menurut kalian?" Kalau gue sih mentok ke youtube." Balas Andrew.


"Gue juga gitu sih." Balas Denis.


" Lo sukanya gimana, temanya apa?" tanya Raffa pada Geo


"Aku sukanya kaya tema alam sih kak." Jawab Geo.


"Bagus juga, kuy cari referensinya." Ucap Raffa.


"Bagus juga ya hasilnya." Ujar Farid.


"Iya kak, estetik." Balas Geo.


"Udah kaya cafe aja. ada spot foto juga." Balas Denis.


"Yaudah, besok perlengkapan toko datang. Sekarang kita istirahat dulu." Ucap Raffa.


"Yoi bro." Balas mereka bersamaan.


***


"Lo harus cari tahu tentang Shanum, gue kasih waktu satu minggu mulai dari sekarang." Perintahnya.


"Siap bos." Balas orang diseberang sana.


"Siapa orang yang tahu dengan kehidupan Renata, siapa dia? kenapa dia bisa tau." Laki-laki itu frustasi sambil meneguk minuman yang telah ia pesan.


"Lama-lama gue bosan juga punya bos kaya Kharisma. Bagaimanapun gue harus lakukan perlawanan diam-diam sama dia. Apalagi kalau dia tau siapa penyebab kematian Renata, bisa digoreng gue. Kharisma, lo juga nggak bakalan tenang, lambat laun gue juga akan mengusik kehidupan lo." Batinnya sambil menyeringai bak iblis.


***


"Bibi yakin akan balik hari ini?" tanya Shanum.


"Iya Sha, bibi harus menyelesaikan tugas ini secepatnya." Ucap Kayla.

__ADS_1


"Bibi sering-sering kesini ya, kasian Denis ditinggal sendiri." Goda Dean.


"Ah Dean, apaan sih." Wajahnya bersemu malu.


"Tuhkan benar, wajahnya merona nih." Balas Pina.


"Nggak lah. Kalian ada-ada saja. Yaudah bibi berangkat dulu ya. Rajin-rajin belajarnya. Bentar lagi ujian akhir." Ucap Kayla.


"Bi, Kila pasti akan rindu sama bibi." Ia memeluk erat bibinya.


"Iya Sha, bibi juga akan rindu sama kamu Sha, liburan kan bisa pulang kampung." Ucap Kayla, menghapus air mata ponakannya itu.


Ia pamit dan naik bus menuju kampungnya. sepasang mata merekam perpisahan mereka di terminal itu.


"Siapa wanita yang berpelukan dengan Shanum, sepertinya gue baru lihat wanita itu." Batinnya. "Siapapun elo, gue bakal dapat informasi tentang lo, lo juga masuk dalam kategori alat balas dendam gue. ahaha ahahah" Tawa kemenangannya.


Setelah Kayla masuk ke bus, Denis baru datang.


"Telat deh." Ucap Dean.


"Seriusan, dia udah berangkat?" tanya Denis.


"Barusan, lihat tuh Busnya." Ucap Shanum.


"Telat lagi gue." Ucap Denis.


"Aku berasa punya paman nih." Balas Shanum sambil bergantian menatap kedua Temanny.


"Doain aja." Balas Denis kemudian berlalu.


"Cie, jujur amat tu orang. Terbuka sekaleh everybody." Ucap Dean.


"Nggak nyangka kalau Denis naksir sama bibi." mereka bercerita sambil melewati laki-laki itu.


"Perangkap sudah terpasang, kita buktikan siapa yang akan hancur setelah ini. Raffa, lo bakal hancur. Dan lo Kharisma bakal hancur lagi." Ucapnya.


Mereka bertiga pulang ke rumah masing-masing.


"Kayla sudah pulang nak?" tanya mama.


"Sudah ma, barusan," Jawab Shanum.


"Kok wajahnya nggak semangat gitu?" tanya mama.


"Kasian bibi di rumah sendirian." Ucap Shanum.


"Kalau sudah liburan, kunjungi bibi kesana ya. Udah dong jangan murung gitu." Ucap mama.


"Iya ma." Ucap Shanum.


Tidak lama setelah itu, terdengar berita di tv bahwa bus tujuan ke Kota R mengalami kecelakaan.


"Mama, itu mobil yang ditumpangi bibi tadi." Teriak Shanum histeris.


Pembaca yang tersayang, semoga suka ya sama ceritanya. Jangan lupa komen ya supaya makin bagus kedepannya🤗


dan jangan lupa like juga ya guys...😉

__ADS_1


terimakasih🤗


21/12/22


__ADS_2