
“Kak, cepat ke rumah sakit kak! Kak Raffa kecelakaan.” Ucap Naura panik.
“Raffa kecelakaan?” tanyanya tak percaya.
“Iya kak, kakak buruan kesini ya. Mama sama papa udah di jalan, Naura disini sama kak El kak.” Jawabnya.
“Iya Naura, kakak berangkat kesana.” Ucapnya.
Betapa paniknya Diya saat itu mendengar kabar suaminya kecelakaan. Diya meminta Dean untuk buru-buru ke rumah sakit.
“Diy, jangan panik gitu dong. Aku juga ikut panik nanti.” Ucap Dean.
“Maaf Dean, aku khawatir terjadi apa-apa sama dia Dean. Ok sekarang jangan ngebut-ngebut lagi ya, tadi aku terlalu panik.” Balas Diya.
“Nah gitukan enak, keselamatan kita juga penting nona Raffa.” Dean masih sempat meledek sahabatnya yang sedang panik.
“Dean nggak ngerti keadaan.” Balas Diya.
“Aku Cuma mau menghibur kamu Diy, nggak mungkin aku biarin sahabat aku kesedihan.” Jawabnya.
Keduanya sampai di rumah sakit, terlihat Naura dan El duduk di kursi depan ruang pemeriksaan Raffa. Dari arah lain terlihat 3 sahabat Raffa baru datang juga.
“Dokternya belum keluar bang?” tanya Farid.
“Belum Rid, udah hampir 20 menit.” Jawabnya.
“Semoga Raffa diberi kesembuhan.” Balas Andrew.
Diya terduduk lesu di kursi tidak jauh dari ruangan Raffa sambil menyenderkan punggungnya dan menatap ke langit-langit rumah sakit.
Dean tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat sahabatnya yang sudah tersandar, ia mengarahkan kepala Diya ke pundaknya.
“Setidaknya pundakku lebih empuk daripada dinding beton ini Diy.” Ucapnya.
Tangis Diya tiba-tiba pecah membuat orang di seberang sana menoleh ke arah mereka, termasuk yang ada di depan ruang rawat Raffa.
“Diy, jangan gitu dong nagisnya. Lihat tuh jadi pusat perhatian semua orang.” Bisik Dean.
“Aku nggak kuat Dean.” Balasnya.
“Ini bukan Diya yang aku kenal dulu, Diya yang dulu selalu kuat apapun yang terjadi.” Ucap Dean.
Naura mendekati keduanya dan duduk di samping Diya.
“Kak Shanum kuat kok, kak Raffa bakalan baik-baik aja. Dokter barusan bilang, kak Raffa tidak mengalami luka yang serius.” Sambung Naura.
Diya masih menangis meratapi nasipnya yang jauh dari pernikahan impiannya selama ini.
“Shanum, bagaimana keadaan kamu sayang?” mama yang baru datang langsung menanya kabar menantunya.
“Kak Shanum terpukul banget kayanya ma, dari tadi nggak mau bicara.” Jawab Naura.
“Kila, sini lihat mama! Ayo lihat mama!.” Shanum beralih melihat mamanya yang duduk bersimpuh di hadapannya.
“Kila harus percaya, Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya, Kila harys percaya ada hikmah dibalik semua itu ya.” Nasehat mamanya.
Naura berdiri sehingga mamanya duduk di samping Shanum.
__ADS_1
“Percaya ya Raffa akan baik-baik saja.” Sambung mamanya. Mama memeluk menantunya dengan penuh kasih sayang.
“Ma, sepertinya kita sudah bisa masuk ma.” Ucap El yang baru saja datang memecah keheningan.
“Ayo sayang kita lihat Raffa ya, jangan nagis lagi dong nanti Raffa ikut sedih lihat istrinya nangis.” Bujuk mama. Mama menatah ia berdiri dan berjalan menuju ruang rawat Raffa.
Raffa masih belum sadarkan diri, wajahnya tidur begitu tenang dengan balutan baju rumah sakit yang berwarna biru muda.
“Kita tunggu disini dulu ya, biar Shanum duluan yang masuk,” Ucap mama.
Ia mengelus kepala sang suami, berharap suaminya cepatsadar dari pingsannya.
“Raffa, Raffa bangun ya! Kila nggak bisalihat Raffa terluka seperti ini. Raffa masih aja ikut sama mereka untuk tauran, ginikan akibatnya.” Ia masih saja mengomel kepada laki-laki yang ada di hadapannya.
“Sayang, bangun ya. Di luar ada mama, papa, bang El, Naura, Dean ada sahabat sayang juga. Mereka nunggu sayang siuman.” Ucapnya sambil mengelus kepala suaminya.
“Nih Kila kasih kiss supaya sayang cepat sembuh.” Ia mencium dahi Raffa, air matanya menetes didahi yang ia cium.
“Tuhkan Raffa masih belum siuman, Kilabalik aja ya.” Ucapnya putus asa dan keluar dari ruangan.
“Kok keluar Diy?” tanya Dean heran.
“Raffa nggak mau bangun.” Rengeknya sambil duduk di samping Dean kebetulan kosong.
Ucapannya membuat orang disana tersenyum lucu, disuasana yang menegangkan begini masih bisa melawak.
“Udah ya Kila jangan nagis lagi, mungkin Raffa tidurnya terlalu nyenyak.” Bujuk mama.
“Ma, kami udah boleh masukkan ma.” Tanya El.
“Yaudah kalian masuk saja, mama disini saja dulu. nanti terlalu rame malah pengap.” Ucap mama pada El.
“Sebenanrnya apa yang terjadi? Kenapa Raffa bisa kecelakaan?” tanya papa. Tida sahabat Raffa tak berani angkat bicara, tidak seperti biasanya papa Raffa bertanya mengenai hal seperti ini.
“Kalian nggak usah takut, papa juga nggak bakaln marah kok.” Sambung El. Setelah dinanti-nanti masih belum ada yang berani menceritakan kronologi kejadiannya.
“Farid, coba kamu yang sampaikan.” Tunjuk bang El.
“Sa, saya bang?” tanyanya ragu.
“Iya Farid.” Jawab bang El.
Flash back on
Pimpinan geng Serigala memancing keributan dengan mengajak team Raffa yang lain untuk tauran di daerah kebun jeruk. Beberapa orang diantara mereka mengalami luka-luka sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Raffa dan ketiga sahabatnya tidak terima dan menantang geng Serigala untuk duel satu lawan satu. Tapi geng Serigala tidak terima dengan tawaran itu, mereka meminta balapan satu lawan satu.
Ronde pertama ada Andrew bersama 2 orang lainnya, setelah itu ada Farid kemudian Raffa dan yang terakhir ada Denis karenaia datang terakhir.
“Kalau kalian menang 3 ronde, kalian akan bebas. Saya tidak akan mengganggu kalian lagi.” Tantangnya.
“Gue kurang percaya sama lo, dari dulu gitu terus gaya lo.” Balas Andrew.
“Tutup mulutmu, kalian terima tantangan ini atau tidak?” ancamnya.
“Gue akan percaya kalau kita ada perjanjian dengan matrai.” Balas Farid.
__ADS_1
“Oke, kalian berikan saya matrai.” Perintahnya pada anak buahnya.
Mereka menandatangani surat perjanjian diatas materai 10 ribu. Raffa dan team sudah percaya geng Serigala akan menepati janji mereka.
Setelah balap dimulai, team Andrew dan Farid sudah menang tersisa team Denis dan team Raffa. Namun geng Serigala sangat licik, mereka menghalalkan segala cara agar team yang 2 ronde lagi kalah.
Denis dan tiga orang lainnya kesasar jauh meninggalkan lokasi pertandingan karena jalur yang sebenarnya sengaja mereka tutup.
“Sial, kita ditipu lagi.” Ucap Denis.
“Mereka memang curang.” Balas Tofan.
“Mereka pasti takut kalah makanya membuat strategi seperti ni.” Balas Aan.
Disisi lain team Raffa hampir mendapatkan posisi depan, namun salah seorang diantara mereka pura-pura mengalami kecelakaan sehingga menabrak motor Raffa.
Sehingga motor yang dikendrai Raffa jatuh dan Raffa mengalami luka-luka disekitar kaki, lengan dan perutnya.
“Sudah ku duga, kalian tak akan menang.” Ucap geng Serigala.
“Lo memang licik, ingat! Selagi kai masih hidup lo juga nggak bakalan tenang.” Ancam Denis dengan emosinya.
Raffa segera dibawa ke rumah sakit menggunakan motor sedangkan yang lain mengiringi mereka dari belakang.
Flash back off.
“Siapa sebenarnya ketua geng Serigala itu?” tanya papa.
“Namanya Kharisma om.” Jawab Andrew.
“Kamu El, selagi kamu masih disini papa tugaskan mencari tahu asal-usul anak itu. Papa tidak yakin dendamnya hanya karena adiknya. Papa yakin ada dalang dibalik semua ini.” Ujar papa.
“Kharisma anak pak Wijayanto om, pemilik perusahaan Wijaya.” Ucap Denis.
“Wijayanto, sepertinya saya pernah dengar nama itu.” Balas papa.
“Tapi mereka tidak terkena di kota ini om, Wijayanto berdomisili di kota lain sedangkan Kharisma mengepalai perusahaan cabang yang belum lama ini didirikan.” Ucap Farid.
“Terimakasih informasinya, om berharap kedepannya tidak terjadi hal yang sama. Kamu El selesaikan misi ini sebelum kamu kembali ke luar negri.” Pinta papa.
“Siap pa, akan El usahakan.” Jawabnya.
“Ini sudah sangat keterlaluan, bukan Raffa saja yang jadi korbannya tapi semua orang yang dekat dengan Raffa.” Ucap papa.
“Betul om, Shanum juga jadi incaran mereka om.” Ucap Andrew.
“Kalian tenang saja, bukan om mau ikut campur. Tapi ini sudah melampaui batas dan harus diberi pelajaran.” Ucap papa.
“Terimakasih om.” Jawab mereka bersamaan.
“Raffa, tangannya sudah bergerak pa.” Ucap El.
“Alhamdulillah Raffa sudah mulai sadar.” Ucap papanya.
pembaca yang tersayang, semoga suka ya saka ceritanya. Jangan lupa komen ya supaya makin bagus ceritanya 🤗
dan jangan lupa komen juga ya guys...😉
__ADS_1
terimakasih🤗
Bersambug 28/11/21