
Kayla berdiam diri di penginapannya selama beberapa hari ini, Denis , Dean dan Pina yang rutin mengunjunginya kesana.
"Bi, udah ya. Jangan kaya gini terus. Mana bibi Kayla yang kuat dan tegar kaya dulu." Ucap Dean membujuknya, kebetulan Pina tidak bisa ikut kerta kesana.
"Iya Dean, bibi sudah tidak sedih ko. Ini udah bahagia lagi, 9 ya sudah ada disaat sulit seperti ini. Terkadang timbul penyesalan dalam hati, kenapa harus lahir dari keluarga Wijaya." Tangisnya lagi.
"Alhamdulillah bibi, Allah tidak akan menguji hamba Nya diluar kemampuan hamba Nya bi. Bibi kuat, bibi juga mampu." Ucap Dean.
"Assalamu'alaikum." Ucap seseorang dari luar. Ternyata Denis datang membawa makan siang.
"Lo ternyata, Kayla mana?" Tanya Denis.
"Udah berasa tua lo sekarang ya. panggil nama aja sama bibi Kayla." Balas Dean.
"Huh, males gue debat sama lo. Ini makan siang buat Kayla, gue cabut dulu." Denis menyerahkan kantong kresek itu kepada Dean, kemudian berlalu.
Dean masuk ke rumah dan menutup pintu. belum sampai pintu tertutup rapat, ada yang menggedor pintu rumah.
"Apaan sih Denis." Kesal Dean sambil membukakan pintu.
Dean terbelalak melihat laki2 yang berdiri di hadapannya.
"Mana Kayla" Tanya laki-laki itu dingin.
"Tunggu bentar, biar saya panggilkan." Jawab Kayla tegang.
"Duh, siapa sih tuh cowok, garang banget. Kaya kulkas dinginnya. Tapi kaya kenal deh" Batin Dean.
"Siapa yang datang Dean?" tanya Kayla.
"Nggak tau bi, orangnya Garang. Tapi cakep kok, cari bibi Dianya." Ucap Dean.
Dean memperbaiki Hijabnya kemudian berlalu ke depan diikuti oleh Dean yang khawatir.
Betapa terkejutnya Kayla ternyata itu Kharisma.
"Siang cantik," sapanya sambil duduk di kursi teras depan rumah Kayla.
"Ada perlu apa kemari?" tanya Kayla cuek.
"Gue kesini mau minta bukti kalau lo beneran anak dari istri kedua papa gue." Jawab Kharisma.
"Apasih maksudnya si cowok ini, bukannya bibi Kayla anak neneknya Shanum" Batin Dean.
"Tidak ada yang perlu dibuktikan, jadi sekarang pergila dari sini." tegas Kayla.
"Ternyata lo keras kepala seperti Wijaya." Ucap Kharisma tersenyim smirk.
"Jika tidak ada yang perlu dibicarakab lagi, silakan pergi." Ucap Kayla.
"Sebegitu bencinya padaku Kayla." Sinis Kharisma.
"Tolong jangan ganggu saya, karena saya tidak pernah mengganggu kalian." Ucap Kayla.
"Gue sih fine aja sama kata-kata lo. Gue kesini karena nenek Inem sedang sakit, dia panggil-panggil nama lo. Gue udah kasoh tau, mau lo datang atau nggak, bukan urusan gue lagi." Ucap Kharisma kemudian mencolek dagu Kayla dan berlalu.
"Astagfirullah." Istighfar Kayla menahan emosinya.
"Siapa dia bi?" tanya Dean.
"Dean temani saya ya, ada hal yang harus saya selesaikan." Ucap Kayla dengan mata sayu.
"Iya bi, Dean siap bantu bibi." Ucap Dean.
Keduanya menuju rumah keluarga Wijaya, satpam disana tidak lagi mencegat Kayla karena sudah diyakini Kayla cucu nek Inem.
"Nenek, Kayla sudah datang nek." Ucap Kayla menangis.
"Jangan menangis nak, nenek hanya merindukan kamu. Nenek merasa sudah sangat dekat dengan kamu." Ucap nenek sambil mengelus kepala Kayla yang tertutupi hijab.
__ADS_1
Terdengar samar-samar suara keributan ntah dari mana sumbernya.
"Wijaya dan istrinya sedang disini nak, nenek tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Nenek akan melindungi kamu nak." Ucap nenek.
Tangis Kayla semakin pecah mendengar ucapan nenek, Dean yang mendengar pun ikut tersentuh.
"Dimana wanita itu?" suara itu semakin dekat.
"Mereka akan kemari." Ucap nenek.
"Kayla pergi saja ya nek." Ucap Kayla khawatir.
"Hadapi saja nak, nenek ada disini." Ucap nenek menguatkan Kayla.
Pintu kamar nenek terbuka kencang, membuat orang di dalam terkejut parah.
"Mudahkanlah urusan hamba Ya Allah." Batin Kayla.
"Dimana wanita yang mengaku putri saya?" tanya seorang laki-laki perperawakan tinggi berbadan tegap yang masih awet muda dengan balutan kaos putih dan celana pendeknya.
"Siapa namamu?" tanya laki-laki yang diperkirakan ia adalah wijaya.
"Putri Kayla Wijaya." Jawab Kayla berusaha untuk tenang, Dean menggenggam tangannya memberi kekuatan.
"Apa hewan yang kamu benci?" tanyanya lagi.
"dog" Jawab Kayla.
"Apa makanan kesukaanmu?"
"Gado-gado" Jawab Kayla.
"Pa, dimana anak itu?" tanya seorang wanita sepertinya iti istrinya.
"Saya akan melakukan tes DNA, tolong Bu Inem bantu ambil rambutnya." Ucap laki-laki itu.
"Yang mana anaknya pa?" tanya wanita itu, bukannya menjawab si bapak malah berlalu.
" Yang pake hijab coklat nak." Jawab nenek.
"Sayang, ternyata kamu masih hidup. Mama sangat mengkhawatirkan kamu." Wanita itu memeluk dan menciumnya sambil menangis.
"Maafkan papa ya kamu ya, karena keegoisannya kamu jadi berpisah dengan keluarga kita." Ucapnya.
Kayla tidak sanggup berbicara, Dean ikut menangis melihat peristiwa mengharukan itu.
"Kamu cantik, seperti Kayla. Sholehah dan tangguh." Puji yang wanita yang mengaku mama itu.
"Kamu mau ya tes DNA, mama sudah yakin kalau kamu anak Kayla. Bu Inem sudah cerita semua. Kalau Lastri masih hidup, mama sangat berterimakasih padanya karena sudah menyelamatkan kamu." Ucap mama bahagia.
"Kenapa dia bahagia seperti ini bertemu aku," batin Kayla.
Ponsel mama berbunyi ternyata panggilan dari temannya.
"Mama pergi dulu ya sayang, nanti malam kita ketemu lagi ya. mama ada janji soalnya." Ucapnya kemudian berlalu.
"Dia mama Kharisma, namanya Ani. Dia wanita yang sangat baik dan penyayang." Ucap nenek.
"Beruntung sekali Kharisma punya mama seperti mama Ani." Ucap Kayla.
"Dia juga akan menjadi mama kamu nak." Ucap nenek.
"Oh iya, aku baru paham, ternyata si bapak tadi mungkin ayah kandung bibi, si ibuk tadi istri pertama bibi. Bu Lastri yang pernah kami temui itu pembantu keluarga ini yang menyelamatkan bibi Kayla waktu kecil." Batin Dean paham.
Kayla dan Dean pamit pulang kepada nenek Iyem.
***
"Jadi apa langkah selanjutnya?" tanya Farid.
__ADS_1
"Gue juga nggak tau, gimana caranya menyelesaikan masalah ini. gue nggak punya buktinya." Ucap Raffa.
"Gue habis ide kalau soal ini. Tanya Denis aja mana tau dia ada solusi." Usul Andrew.
"Gue bingung, tuh anak jarang nongkrong lagi sama kita." Balas Raffa.
"Gue yakin, ada yang dia sembunyiin." Ucap Farid.
"Ya, gue juga mikirnya kaya gitu. Gimana kalau nanti pulang sekolah kita buntutin kemana dia." Usul Raffa.
"Boleh juga." Ucap Andrew dan Farid hampir bersamaan.
setelah bel pulang sekolah berbunyi, Raffa dan kedua temannya mengikuti Denis. Terlihat Denis berhenti di depan sebuah rumah, setelah beberpa kali mengetuk pintu ternyata tidak ada jawaban. Denis meninggalkan keresek itu di atas meja teras.
tidak lama setelah itu, Pina dan Dean berhenti di rumah itu juga, kemudian pintu terbuka dan keduanya masuk.
"Siapa sih di rumah itu, kenapa Pina dan Dean kesana?"tanya Raffa.
"Bentar gue telpon Pina dulu." Ucap Farid.
"Kamu dimana?" tanya Farid, sengaja menghidupkankan speaker.
"Ini lagi makan siang sama Dean." jawab Pina.
"Dimana makan siangnya?" tanya Farid.
"Ini di rumah teman." Jawab Pina.
"Teman siapa? jangan2 teman cowok lagi." Ucap Farid.
"Teman cowok lo Rid, apaansih curigaan banget." Balas Pina.
"Yaudah, awas kalau bohong." Ucap Farid.
"Iya bawel." Jawab Pina.
kedua temannya hanya tertawa-tawa mendengar percakapan keduanya.
"Berarti gue yang ngenes ya." Ucap Andrew.
"Makanya cari Doi bro." Ucap Raffa.
"Iyadeh, bentar lagi." Balas Andrew.
ketiganya berlalu dari tempat itu.
***
Sorenya Denis, Dean, Pina dan Kayla merembukkan perihal penyelesaian masalah Raffa.
"Kay, lo yakin sama laki-laki yang lo tunjuk kemaren kan." Tanya Denis.
"Iya Denis, Renata bilang dia pacaran sama laki-laki itu dan dia tidak mau bertanggung jawab." Ucap Kayla
"Berarti Renata hamil dan meinggal bukan karena Raffa kan?" tanya Pina.
"Raffa, apa hubungannya sama Raffa?" tanya Kayla.
"Begini Kay, kita taukan Raffa sedang terlibat masalah, Shanum sering diculik juga akibat dari masalah itu. Ceritanya gini, waktu Renata di rumah sakit, ia merintih kesakitan dan dibantu oleh Raffa. disanalah Kharisma dan teman-temannya datang. Mereka menuduh Raffa penyebab kehamilan dan kematian Renata." Jelas Denis.
"Oooo... begitu cerita sesungguhnya." Ucap Pina baru paham.
"Renata itu adik angkat Kharisma kan?" tanya Kayla.
"Iya, selama ini Kharisma sangat menyayangi Renata. Dia tidak tau kalau Renata itu bukan adik kandungnya. sebab itulah ia sangat memusuhi orang yang dia anggap penyebab kematian adiknya." Jelas Denis.
"Berarti selama ini Kharisma menganggap Raffa adalah penyebab kematian adiknya Renata?" tanya Kayla.
"Iya mungkin seperti itu bibi." Jawab Dean.
__ADS_1
"Bibi Kayla?" ucap seseorang datang dengan tiba-tiba membuat mereka berempat terlihat shock.
20/12/22