RAFFASHA

RAFFASHA
Pertemuan 2 Keluarga


__ADS_3

"Ganteng juga ya calon Kayla." Ucap Kayla tersenyum.


"Alamak dapat lampu hijau si bro." Ucap Andrew sejak tadi melihat keuwuan diantara keduanya.


"Nggak kaya elo, jones abadi." Balas Farid.


"Yaelah, gue bukan jones. Cuma pasangannya aja belum siap buat ketemu gue." Balasnya santai.


"Gue Aminkan aja Ndrew." Jawab Farid.


Denis yang dari tadi salting dengan sikap Kayla padanya, memilih berlalu dari ruangan itu.


"Bibi sudah kenyang?" tanya Dean.


"Sudah, masa kamu panggil aku bibi. Udah tua banget ya aku?" tanyanya.


"Maksudku, kak Kayla." Balas Dean.


"Pina, kamu panggilin Shanum ya. kasian dia di luar dari tadi." Ucap nenek.


"Baik nek." Jawab Pina.


Pina berjalan mengelilingi lantai bawah, ia belum menemukan Shanum. Ternyata Shanum ada di lantai dua bersama Raffa.


"Kemana ajasih kalian. Nenek nyariin tuh." Ucap Pina.


"Bibi udah baikan?" tanya Shanum.


"Diy, nggak usah baperan kenapa Diy. Kita maklum aja sama bibi. Toh bersyukurkan bibi sudah siuman." Ucap Pina.


"Yok sayang kita ke ruangan bibi." Ajak Raffa.


"Ini nih, aku yang susah payah cari sampai naik turun tangga. Ujungnya ditinggalin. Mentang udah halal ya." Ucap Pina kesal


"Bilang ama Farid halalin secepatnya." Balas Raffa sambil tertawa.


"Kalau dihalalin bentar dulu deh. Mau bebas dulu." Balas Pina.


"Makanya jangan iri." Balas Raffa.


"Sayang, jangan gitu dong." Bela Shanum.


"Sekali-sekali jahilin Pina yang. Biasanya kan Dean yang jadi tumbal." Tawa Raffa.


***


"Kalian balik aja ya, biar nenek yang jagain Kayla. Kalian nggak usah Khawatir." Ucap nenek.


"Nggak mungkin nenek sendirian jagain bibi nek." Ucap shanum.


"Sebentar lagi kalian akan ujian. Nggak boleh keseringan libur." Ucap nenek.


"Baik nek, kami pamit ya nek." Pamit Raffa.


Mereka keluar dari ruangan beriringan.


"Eh calon aku, nggak pamit gitu sama aku." Deg, jantung Denis seakan copot mendengar ucapan Kayla.


"Jangan baper Denis, dia lagi nggak sadar. Nggak mungkin dia suka ama lo" Batin Denis.

__ADS_1


"Kok aku nggak digituin sama bibi yang." Rajuk Shanum.


"Tadi bilangnya apa, jangan baperan. Doakan saja semoga bibi cepat pulih." Bujuk Raffa. Shanum sepertinya tidak terima, ia masih manyun-manyun.


"Pamit noh." Ledek Andrew.


"Sobat bangsat emang, ledekin orang mulu." Balas Denis. Ia balik ke belakang mendekati ranjang Kayla.


"Aku balik dulu ya, cepat sembuh." Ucap Denis.


"Besok kesini lagikan?" tanya Kayla, layaknya anak-anak.


"Sayang, Denis harus sekolah. Pas liburan saja dia kemari ya." Ucap nenek.


"Iyadeh bunda, hati-hati di jalan ya calonnya aku." Ucap Kayla.


"Makin gemesin nih si Kayla. Pengen cubit tuh pipi chubbinya." Batin Denis.


***


Pulang sekolah Denis mampir di Supermarket untuk membeli camilan yang akan dibawanya untuk Kayla. Denis melihat Nenek Inem disana.


"Nenek disini juga?" sapa Denis.


"Eh, siapa namanya, nenek lupa." Ucap nenek Inem.


"Saya Denis nek." Jawab Denis.


"Oh iya Denis. Denis, nenek minta kontak Kayla boleh? nenek kangen sama dia. Sudah seminggu ini tak bertemu." Ucap nenek Inem.


"Ada nek, biar Denis yang save di ponsel nenek." Tawar Denis.


"Kayla sekarang lagi sakit nek, ia mengalami kemaren. Naasnya sekarang dia amnesia nek." Ucap Denis.


"Baik nek, nenek sudah sehatkan nek." Tanya Denis.


"Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat. Terkadang juga drop karena banyak pikiran." Jawab nenek.


Keduanya akhirnya berpisah di tempat itu. Denis langsung menuju rumah sakit tempat Kayla dirawat.


"Assalamualaikum nenek." Ucap Denis memasuki ruangan. kebetulan Kayla sedang terlelap.


"Loh, kok datang nak. Nggak cape apa bolak-balik. Jauh lo." Ucap nenek.


"Nggak apa-apa nek. Sekali-sekali kok." Ucap Denis.


"Shanum sama Raffa nggak kesini jugakan?" tanya nenek.


"Kurang tau nek, tadi setelah pulang sekolah langsung kemari nek." Jawab Denis.


Ponsel Denis bedering panggilan dari nenek Inem.


"Iya nek, ada apa nek?" tanya Denis.


"Mama Den Kharisma sudah sampai di rumah sakit yang kamu sebut tadi. Tolong jemput dia ke parkiran ya." Ucap nenek Inem.


"Gawat, kenapa mamanya Kharisma kemari? apa yabg harus gue lakuin. Nggak mungkin nenek dan tante berdebat disana nanti." Batin Denis.


Denis ke bawah menemui mama Kharisma.

__ADS_1


"Begini tante, Kayla masih dalam pemulihan. Ia mengalami amnesia setelah kecelakaan. Saya harap tante bisa mengkondisikan suasana nanti." Bujuk Denis.


"Siapa yang menemani Kayla disana?" tanyanya.


" Ada tante, bundanya Kayla." Jawab Denis.


"Ibu angkat Kayla?" tanyanya lagi.


"Iya tante." Jawab Denis singkat.


Keduanya sampai di ruang rawat Kayla. Nenek dan Mama Kharisma tampak bercakap-cakap.


Denis jadi saksi hidup percakapan Keduanya. Mulai bagaimana kehidupan kecil Kayla. Nenek benar-benar menjaga rahasia bahwa Kayla anak angkatnya. Betapa sayangnya nenek pada Kayla.


"Sikapnya kembali ketika ia masih SMP, manja tapi mandiri." Cerita nenek.


"Anak bungsu kebanyakan kaya gitu bu." Balas Mama Kharisma.


Tiba-tiba Mama dan papa Raffa datang. Ternyata mereka saling kenal,


"Ternyata ada tamu dari jauh ya." Goda mama Raffa.


"Iya nih mau jenguk Kayla, baru dapat kabar dari anak saya." Ucap Mama


"Kayla berteman ya sama Kharisma?" tanya mama Raffa tak percaya.


"Begitulah kira-kira." Jawab mama Kharisma sambil tersenyum.


"Bagaimana keadaan Kayla bu?" tanya papa.


"Alhamdulillah nak, semakin membaik. Kemarin Shanum berkecil hati karena bibinya tidak mengenalnya." Tawa nenek.


"Kayla nggak lupakan sama ibu." Balas Mama Raffa.


"Alhamdulillah kuasa Allah nak, sepertinya hanya sebagian memori saja yang terlupa." Jawab nenek.


"Sykurlah kalau begitu bu, kami juga khawatir mendengar Shanum bercerita sambil menangis." Ucap mama Raffa.


"Bu, kalau begitu saya pamit dulu ya. Semoga Kayla cepat sembuh, titip salam saja sama Kayla ya bu. Mari mama sama papa Raffa, saya duluan ya." Ucap mama Kharisma.


"Hati-hati ya mama Kharisma. Perjalanan kesini lumayan jauh, nggak sendirikan?" tanya mama Raffa.


"Ada sama sopir, sekalian ada arisan tadi dekat sini." Jawab mama Kharisma.


Mama Kharisma pamit dan berlalu dari ruangan itu.


"Jaga Kayla untuk kelaurga kami. Itu sudah lebib dari cukup." Ucap mama Kharisma.


Denis tak mengerti ucapan mama Kharisma, baginya ucapan itu menyimpan tanda tanya besar dibenaknya.


"Keluarga Wijaya. Takdir memang sedang bermain, belum saatnya ia beristirahat. Dari keluarga manapun ia berasal takkan membuatku berhenti di Tengah jalan." Batin Denis yakin.


Ponselnya berdering ada telpon dari Farid.


"Lo dimana bro, Kharisma berhianat. Dia menculik Shanum lagi." Ucap Farid


"Lo tenang, gue akan bantu bereskan, Raffa bagaima?." tanya denis.


"Dia sedang mencari informasi, bersama anak-anak lain." Jawab Farid.

__ADS_1


"Oke, gue kabari nanti." Jawab Denis.


22/12/22


__ADS_2