
"Berarti selama ini Kharisma menganggap Raffa adalah penyebab kematian adiknya Renata?" tanya Kayla.
"Iya mungkin seperti itu bibi." Jawab Dean.
"Bibi Kayla?" ucap seseorang datang dengan tiba-tiba membuat mereka berempat terlihat shock.
"Raffa." Ucap mereka hampir bersamaan.
"Kalian ngapain disini?" tanya Raffa, sinis.
"Ini, kita lagi bicarain tentang bibi, rencana buat kejutan untuk Shanum." Iyakan bi. Kali ini Pina punya ide bagus.
"Trus lo ngapain disini?" tanya Raffa pada Denis
"Tadi gue nggak sengaja ketemu bibi di jalan, ternyata diajak buat rencana ini." Denis juga terpaksa ikut berbohong.
"Kalian nggak lagi bohongin gue kan." Ucap Raffa.
"Kita nggak ada niat kok bohongin kamu, ayok deh ikutan. jadi makin mudah dong rencana kita." Kali ini Kayla membuka suara.
Raffa mengambil posisi duduk di samping Denis, mereka membuat rencana yang belum terencanakan sebelumnya.
"Ini kapan dilaksanakan?" tanya Raffa.
"Insyaallaah besok, kebetulan besok hari Minggukan." Usul Kayla.
"Okeh juga." Balas Raffa.
akhirnya plan 2 mereka sudah selesai, Kayla memikirkan bagaimana caranya semua ini bisa berakhir, "Masalah Raffa dan Kharisma harus segera berakhir, kasian Shanum ikut jadi tumbalnya." Batin Kayla.
***
Pagi itu Raffa sudah berpakaian rapi seperti akan pergi undangan, hal ini jarang ia lakukan di hari libur.
"Abang mau kemana bg? pagi-pagi udah rapi aja." Ucap Shanum.
"Nggak kemana-mana, mau hang out bareng teman-teman. Bosan di rumah mulu." Balas Raffa Jutek.
Raffa berlalu begitu saja setelah mengucapkan kata-kata yang tadi. Shanum melihat kepergian Raffa dengan kecewa, "Aku salah apa ya, abang sebegitu juteknya sama aku." Batin Shanum sedih.
Ponsel Shanum terdengar notifikasi pesan masuk, ia melihat nomor baru yang mengirim pesan yaitu sebuah foto Raffa bersama wanita lain berboncengan.
"Cowok lo jalan sama cewek lain, kalau lo nggak percaya, datang aja ke alamat yang gue kirim ini." Tulisnya.
"Aku nggak percaya, nggak mungkin abg jalan sama cewe lain." Resah Shanum. is bersiap-siap menuju lokasi yang dikirim tadi. Ia melihat motor Raffa di halaman rumah tersebut. Kemudian masuk diam-diam.
"Shanum." Kali ini Kayla datang mengejutkannya.
" Bibi kok ada disini?" tanya Shanum heran.
"Surprise, bibi udah lama nggak ketemu kamu." Kayla memeluk ponakannya itu.
"Bibi ih, bikin jantungan aja." Ia mbalas pelukan Kayla dengan air mata berlinang.
"Maaf ya Diya, kita buat kamu khawatir." Ucap Dean dan Pina. mereka berempat saling berangkulan.
__ADS_1
Raffa dan Denis pun datang.
"Ih abg, kok rese banget sih." Ucap Shanum manja pada Raffa.
"Salahin bibi ya." Balas Raffa.
Terdengar suara ketukan pintu, Kayla berjalan menuju pintu depan.
"Ada apa cantik? kamu mengundangku kemari?" tanya laki-laki itu.
"Silakan masuk." Ucap Kayla. Kayla masuk ke dalam rumah diikuti oleh Kharisma.
"Lo." Kali ini Raffa emosi melihat laki-laki itu.
"Tenang bro, tenang." Ucap Denis.
"Semuanya silakan duduk. Saya sengaja mengundang dia kemari, karena ada hal yang harus disampaikan." Ucap Kayla.
"Bibi jangan mau dengar kata-kata pria brengsek ini." Ucap Raffa emosi.
"Raffa, tolong jaga etika." Kali ini Kayla bicara tegas.
"Udah bang, tenang saja dulu." Bujuk Shanum.
Setelah sekian lama terdiam, Kayla memulai pembicaraan.
"Apa kesalahan Raffa sehingga kau membencinya?" tanya Kayla.
"Tak harus dijelaskan, karena semua yang disini tau kebenarannya." Balas Kharisma santai.
"Lo punya cerita lain Fa?" tanya Denis.
"Waktu gue nemuin Renata, dia terlihat kelelahan. Minta tolong sama gue. Gue langsung bawa ke rumah sakit, ternyata sampai disana, Kharisma datang dan menuduh gue pelakunya." Sambung Raffa.
"Lo yakin Raffa pelakunya?" tanya Denis pada Kharisma.
"Gue nggak percaya sama pengakuan lo, lo itu datang di kehidupan gue dan membawa masalah besar." Ucap Kharisma sambil menunjuk Kayla.
"Lo tau, gue juga nggak ingin hadir dalam kehidupan lo. yang gue ingin, yaitu mencari tau siapa orangtua gue sebenarnya. Dan ternyata gue menyesal, sangat menyesal. Sekarang tujuan gue mau buktiin kalau Raffa tidak bersalah, jadi mulai sekarang lo jangan lagi usik ketenangan Shanum. Dia keluarga gue... lo harus ingat itu Kharisma." Ucap Kayla tanpa air mata, kali ini dia kuat.
"Bibi dan Kharisma? ada hubungan apa?" tanya Raffa.
"Sekarang lo boleh pergi dari sini, satu hal lagi. Kalau sampai Shanum kenapa-kenapa, lo yang akan gue tuntut duluan. Camkan itu baik-baik." Ucap Kayla.
"Gue nggak jamin." Kharisma kemudian berlalu setelah mengucapkan kalimat itu.
Kemudian Kayla berlalu ke kamarnya dan mengunci pintu.
"Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Raffa.
"Besok lo bakalan tau bro, sekarang lo bawa Shanum dan istirahat." Ucap Denis.
"Bi, Kila puIang dulu ya bi. Kila tunggu bibi ceritain apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Shanum dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bi, Dean dan Pina juga balik ya bi. Jangan lupa kunci pintunya bi." Teriak Dean.
__ADS_1
Saat Dean dan Pina masih sampai teras, keduanya penasaran dengan kata-kata yang akan diucapkan Denis.
"Kay, gue balik dulu. Kalau ada apa-apa kabari gue." Ucap Denis kemudian berlalu.
"Eh, ternyata ada yang beda ni." Goda Dean.
"Jangan-jangan Lo suka sama Bibi Kay?" tanya Pina.
"Sok tau lo." Balas Denis kemudian berlalu dengan motornya.
***
"Bos, Kharisma dan Raffa membicarakan sesuatu bos." Lapor seseorang.
" Apa yang mereka bicarakan?" tanya si bos.
"Saya hanya melihat mereka dari kejauhan bos." Jawab anak buah.
"Tetap lakukan tugas kalian, jangan sampai ada berita yang terlewatkan." Balas si bos.
"Siap bos." Jawabnya.
"Kharisma bodoh, sampai kapanpun kau akan jadi bonekaku. Karna tidak ada yang tahu siapa aku. Hahahahha." Tawanya penuh kemenangan.
"Kebohongan ini akan terus berjalan, sampai aku bisa membalaskan dendamku pada Raffa. Dan lo Raffa, lo bakal hancur, lebih hancur daripada gue dulu." Ucapnya, mengepalkan tinju.
Disisi lain, Raffa sedang memikirkan apa sebenarnya hubungan Kharisma dan bibi Kayla. Sampai Kayla berani mengancam Kharisma seperti itu.
"Bang, sudah ya. jangan terlalu dipikirkan. Sekarang kita Husnudzhon saja. Bibi Kayla pasti melakukan bebagai cara untuk melindungi keponakannya ini." Bujuk Shanum.
"Maafkan aku sayang. Belum bisa seperti bibi, dengan terang-terangan menemui orang yang bermasalah. Sedangkan aku, tak bisa berbuat apa-apa." Ucap Raffa.
"Insyaallaah semua akan selesai sayang." Shanum menenangkan suaminya.
"Kak Shanum, nonton Yuk." Teriak Naura sambil membuka pintu.
"Aaaa, mata Naura ternodai." Teriak Naura.
"Makanya, masuk kamar orangtua itu harus sopan, salam dulu kek." Balas Raffa.
"Ih, kakak rese. Ura kesini bukan mau ketemu kak Raffa. Ura mau ajak kak Shanum buat nonton bareng." Balas Naura cuek.
"Naura itu istri gue..." Raffa tampak emosi.
"Udah ya bg, Kila mau nonton dulu sama Naura." Ucap Shanum kemudian berlalu.
"Yang dikeloni bukan suaminya, malah bocil kaya si Naura." Batin Raffa kesal.
Pembaca yang tersayang, semoga suka ya sama ceritanya. Jangan lupa komen ya supaya makin bagus kedepannya🤗
dan jangan lupa like juga ya guys...😉
terimakasih🤗
20/12/22
__ADS_1