RAFFASHA

RAFFASHA
Tentang Kayla (2)


__ADS_3

Seorang wanita berhijab abu-abu berdiri menunggujemputan di terminal yang dipenuhi hiruk pikuk keramaian . ia bingung akan berjalan ke arah mana, biasanya ketika ia sampai sudah ada yang menunggunya disana.


Ia berjalan tidak tahu arah, ia sudah menelpon beberapa nomor tapi tidak ada jawaban. Ia tak sengaja menabrak seseorang hingga keduanya sama-sama terjatuh.


“Kalau jalan tuh lihat-lihat dong.” Bentaknya.


“Maaf mas, saya minta maaf.” Ucapnya merasa bersalah.


“Kamu kira dengan meminta maaf akan memperbaiki ponsel saya yang rusak.” Balasnya.


“Memang laki-laki tak berperasaan, udah kaya tapi ponsel rusak malah minta ganti rugi.” Batinnya.


“Baik mas, saya akan ganti rugi ponsel mas yang rusak.” Balasnya.


“Baik, dalam waktu seminggu saya tunggu ponsel saya harus dengan bentuk warna dan tipe yang sama.” Balasnya.


“Baik mas, maafkan saya.” Ucapnya sekali lagi.


“Nama lo siapa, kalau gue nggak tau nama lo, siapa yang mau gue tuntut kalau lo nggak tanggung jawab." ucapnya.


“Aku Kayla mas,” Jawabnya.


“Nama lengkap lo?” tanyanya lagi.


“Putri Kayla Wijaya mas.” Jawabnya masih dengan mode menunduk.


Laki-laki itu terdiam sejenak.


“Sudah mas? Izinkan saya pergi ya mas.” Ucapnya.


“Nih tulis nomor ponsel lo disini biar gue bisa hubungi lo kalau senandainya dalam waktu seminggu nggak ada kabar.” Ucapnya lagi.


Wanita itu menuliskan namanya di ponsel laki-laki tak berperasaan itu.


Keduanya berpisah setelah permasalahan itu selesai, ponselnya bergetar ternyata pesan whatsapp dari laki-laki tadi.


“Gue tunggu seminggu ini.” Pesannya.


“Emang ya orang kota nggap punya perasaan, mau nyusahin orang susah mulu.” Batinnya kesal.


“Bibi.” Teriak seseorang yang ia kenal suaranya. Ternyata betul itu Dean bersama seorang laki-laki yang ia kenal wajahnya tapi tidak tau namanya.


“Bi maaf ya, kami baru pulang sekolah soalnya. Tadi drama dulu sama Pina, dia nggak mau bgalah tadinya ngotot juga mau ikut padahal kita janji gantiankan bi supaya Diya nggak curiga.” Jelas Dean.


“Iya nggak apa-apa.” Balas Kayla kurang bersahabat.


“Bi kok gitu sih jawabnya, bibi marah ya sama Dean? Bete gitu wajahnya.” Balas Dean.


“Nggak kok Dean biasa aja.” Balasnya.


“Oh ya bi, kenalin ini Denis. Dia yang bakal ngantarin kita ke gunung Jati kebetulan papanya Denis asli sana bi. Bibi juga jangan khawatir Denis nggak bakal bocorin rahasia ini kok bi.” Jelas Dean.


“Oh iya, kita berangkat sekarang ya.” Jawab Kayla masih dengan mode juteknya. Membuat Dean dan Denis heran dengan Kayla.


Saat di perjalanan, ponsel Kayla berdering ternyata panggilan dari laki-laki tadi.


“Hei, lo ngapain tadi di terminal?” tanyanya.


“Apasih aku lagi sibuk.” Balas Kayla kesal kemudian mematikan ponselnya.


“Siapasih bi yang nelpon, kesal gitu?” tanya Dean yang duduk di samping Denis.


“Tau nih, orang nggak jelas.” Jawab Kayla.


“Cerita aja dong bi.” Ucap Dean.


“Nggak ah, malas bahas orang yang nggak jelas kaya gitu.” Balasnya lagi.


Tiba-tiba Denis rem mendadak karena ada kucing yang melintas, sehingga ponsel Kyla jatuh ke depan tepat dekat Dean, saat Dean mengambil ponsel itu Denis tak sengaja melihat profil whatsapp yang terbuka. Ia meraih ponsel itu dari tangan Dean.


“Denis itu ponselnya bibi Kayla.” Ucap Dean.


“Siapa dia?” tanya Denis sambil menoleh ke arah Kayla.


“Tadi tuh ceritanya aku nggak sengaja nyenggol dia, trus ponselnya rusak dan pecah. Dia minta ganti rugi deh. “ jawab Kayla santai.


“Bibi mau ganti ruginya?” tanya Dean.


“Terpaks diiyakan, supaya cepat selesai masalahnya.” Jawab Kayla.


Denis langsung memblok whatsapp itu.

__ADS_1


“Eh kok diblock?” tanya Dean dan Kayla hampir bersamaan.


“Kalian nggak tau siapa dia?” tanya Denis.


“Nggak.” Jawab keduanya bersamaan.


“Gue ngasih tau sekarang atau gimana ya? Kasian bibi Kayla sempat kenal sama orang kaya dia.” Batin Denis.


“Kok malah bengong sih? Kasih tau dong siapa dia?” tanya Dean.”


“Tapi kalian jangan kasih tau siapa-siapa ya, Cuma kalian berdua yang tahu soal ini selain geng kami.” Ucapnya.


“Iya.” Balas kedunya.


“Dia itu Kharisma Putra Wijaya, boss besar geng Serigala.” Jawab Denis.


“Berarti selama ini dia biang keroknya, yang buat Shanum dan Raffa nggak bahagia?” tanya Kayla.


“Kok bibi tau?” tanya Dean heran.


“Taulah, bibi tau semua tentang mereka.” jawabnya.


“Setelah ini, aku harap bibi nggak ada hubungan apa-apa lagi ya sama dia.” Pinta Denis.


“Amit-amit mau hubungan sama dia, ini aja karena terpaksa.” Ia mengusap wajahnya berkali-kali.


“Bibi...” teriak Dean membuat Denis dan Kayla terheran.


“Namanya siapa tadi Denis?” tanya Dean.


“Karisma Putra Wijaya.” Jawab Denis singkat.


“Bibi...” Teriaknya lagi.


“Lo apa-apansih, suara lo tuh nggak ada merdu-merdunya tau nggak.” Kesal Denis karena telinganya merasa terganggu oleh teriakan Dean.


“Kenapa nama bibi sama dia itu miripan, nama bibi kan Putri Kayla Wijaya.” Jawab Dean.


Denis langsung memberhentikan mobilnya, membuat Dean dan Kayla terhuyung ke depan.


“Lo yang apa-apaan, rem mendadak kaya gitu. Untung gue nggak mampus.” Balas Daena.


“Nama bibi Kayla hampir mirip sama manusia itu.” Jawab Dean.


“Kebetulan aja kali. Yoklah Denis kok malah berhenti sih?” tanya Kayla.


Denis melajukan mobilnya sambil memikirkan kemiripan nama bibi Kayla dengan ketua geng Serigala itu.


“Mungkin juga itu hanya mirip, yang gue tau Kharisma punya 3 orang kakak laki-laki dan 1 orang perempuan. Tapi adik perempuannya namanya Renata putri Adinda, nggak ada wijanya ? kok bisa ya nggak ada Wijayanya?” Denis memikirkan hal itu sampai ke akar-akarnya.


Mereka sampai di daerah gunung Jati, kemudian menanyakan tempat tinggal bu Lastri. Sangat susah mencari alamat beliau karena tidak ada alamat rumahnya. Yang dijelaskan bu Tati hanya Gunung Jati sedangkan Gunung Jati itu lumayan luas, mereka bertiga terpaksa berpencar untuk bertanya-tanya.


“Pak ada apa disini? Kenapa rame-rame?” tanya Kayla.


“Tadi ada kecelakaan disini nak, sudah lama ODGJ.” Jawab si bapak.


“Kalau saya boleh tau laki-laki atau perempuan pak?” tanya Kayla.


“Perempuan nak, dia sudah lama seperti itu kerena putrinya yang baru datang dari rantau mengalami kecelakaan ditempat.” Ucap si bapak.


“Keluarganya tidak ada pa?” tanyanya lagi.


“Ada, mereka tinggal tidak jauh dari sini. Tapi dia selalu kabur dari rumah katanya mencari Lastri, putrinya yang sudah meninggal 20 tahun lalu.” Jawab si bapak.


Entah kenapa si bapak begitu lancar bercerita, sedangkan Kayla sangat ingin tahu soal keluarga si ibu yang kecelakaan tadi. Hingga akhirnya si bapak menunjukkan tempat tinggal ibu yang kecelakaan tadi.


Kayla mengirimkan lokasi lewat whatsapp pada Dean, sedangkan Kayla menuju rumah yang ditunjukkan bapak tadi.


Ia melihat seorang bapak yang terbaring di rumah yang terbilang sangat kecil itu bersama cucunya yang usianya sekitar 8-10 tahun.


Kayla mengucapkan salam, ia berbasa-basi sebagai tenaga kesehatan yang menanyakan kondisi kesehatan si bapak, kebetulan Kayla juga calon dokter.


“Keluarga bapak yang lain dimana?” tanya Kayla.


“Anak saya mengantar istri saya ke rumah sakit, dia kecelakaan karena berlari-lari di jalan.” Jawab si bapak. kayla terus mengajak si bapak untuk bercerita tentang masa lalu putrinya.


Walaupun Kayla merasa tidak yakin akan mendapatkan informasi valid mengenai Lastri putrinya, tapi Kayla yakin bisa membantu keluarga itu.


“Istri saya mengalami stress berat sejak meninggalnya putri saya satu-satunya.” Si bapak mengawali cerita.


“Namanya Lastri, berkat kerja kerasnya kehidupan ekonomi keluarga kami semakin membaik hingga bisa membangun rumah yang layak untu keluarga ini. Saat itu Lastri sedang belanja bersama ibunya, sebuah truk yang melaju kencang menabraknya dari belakang, kejadian itu disaksikan langsung oleh ibunya. Sejak saat itu kesehatannya mulai terganggu, sudah berobat kemana-mana belum ada perubahan. Semua barang-barang dijual demi perngobatannya, namun Allah berkata lain. Dia masih belum sembuh.” Si bapak bercerita sambil tersedu-sedu. Begitu juga dengan si anak laki-laki yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Jangan ditanya lagi bagaimana dengan Kayla, ia lebih terisak daripada so bapak yang bercerita.


“Kalau boleh tau dimana kak Lastri dulu bekerja pa?” tanya Kayla.


“Saya lupa alamatnya, tapi dia pernah mengirim surat dan mengirim sebuah alamat. Coba Mahen ambil kotak yang ada di lemari kakek.” Pintanya pada cucunya, yang bernama Mahendra.


Anak laki-laki itu kembali dan membawakan sebuah kotak yang berisi surat-surat dari almarhumah Lasrti selama dia bekerja di kota.


“Ayah, ibu dan adik Wirman. Lastri disini dalam keadaan sehat dan bahagia. Ayah dan ibu tidak usah memikirkan keadaan Lastri, insyaallah bulan depan Lastri akan pulang.”


“Ayah dan ibu, Lastri hanya bisa mengirim segini ya. Ayah dan ibu doakan Lastri supaya lancar rejekinya.”


“Sudah 2 tahun Lastri di rantau, Lastri belum bisa pulang. Maafkan Lastri ya Ayah, ibu.”


“Majikan Lastri baik kok bu, ayah. Namanya bu Kayla, dia sedang hamil tua. Mungkin sebentar lagi melahirkan, ayah dan ibu doakan ya supaya ibu Kayla dan anaknya selamat.”


Saat membaca surat bagian itu, tangis Kayla benar-benar tidak bisa ditahan. Betapa baiknya sosok Lastri yang menyelamatkan hidupnya sampai saat ini.


Kayla semakin yakin bahwa Lastri yang itulah yang sudah menolongnya sewktu bayi dulu.


“Maaf pak, saya ikut menangis membaca surat kak Lastri.” Ucapnya.


“Ayah dan ibu kapan-kapan bisa datang ke tempat Lastri di kota, alamatnya di Jl. Teratai no. 18, kecamatan..., kabupaten..., kota... Lastri akan mengenalkan teman kerja Lastri namanya bu Inem, dia baik sekali sama Lastri. Semua orang di rumah ini baik kok sama Lastri.


Dean dan Denis datang dan masuk ke rumah dimana Kayla sedang menangis tersedu-sedu.


“Bi, bibi kenapa menangis?” tanya Dean. Kayla melihatkan surat yang berisi tentang nama majikannya tadi.


“Astagah bibi, ternyata ini benar Lastri yang menolong bibi.” Ucap Dean sambil memeluk Kayla.


“Bibi tenang dulu ya, nggak baik nangis terus.” Bujuk Dean.


Mereka lumayan lama berbincang-bincang disana. Akhirnya merek apamit pulang setelah melaksanakan shlat magrib. Di perjalanan pulang Kayla menangis terus, dia menyesali tidak pernah mengenal Lastri yang sudah berjasa dalam hidupnya.


“Kasian bibi Kayla, dia pasti sangat terpukul menerima kenyataan ini. Haduh, jantung gue nggak bisa tenang banget nih.” Ia sering melirik Kayla lewat Spion.


“Aku langsung ke alamat ini saja ya.” Putus Kayla.


“Bibi jangan sembarangan mengambil keputusan bi, kita perlu strategi dulu.” sanggah Dean.


“Apapun yang terjadi, aku akan hadapi supaya semua ini cepat selesai.” Jawabnya.


“Tapikan bi,” belum selesai bicara, Denis menanggapi.


“Kita iyakan saja dulu, mungkin bibi sedang kalut.” Bisik Denis. Mereka langsung mencari alamat rumah yang tertera di kertas itu.


Setelah berhenti di depan rumah megah itu, Kayla langsung masuk ke dalam tanpa aba-aba. Dean bersiap keluar mobil ingin menyusul Kayla.


“Kita tunggu disini saja, disana tidak aman.” Ucap Denis.


“Kalau nggak aman kenapa kita biarin bibi pergi sendiri?” Dean semakin emosi.


“Mereka tidak mengenal bibi Kayla, sedangkan lo, mereka kenal sama lo.” Jawab Denis.


“Maksud lo apa?” tanya Dean tak mengerti.


“Ini kediaman keluarga Kharisma, jadi biarkan saja bibi Kayla menyelesaikannya. Kalau ada apa-apa pasti bibi menghubungi kita.” Jawab Denis santai.


“Aku khawatir sama bibi.” Jawabnya.


“Mereka tidak akan mencelakai bibi, karena bibi adalah keluarga mereka. percayalah.” Ucap Denis.


Disisi lain Kayla sudah membuka pagar dan berusaha untuk masuk ke rumah itu, ia dihentikan oleh security.


“Saya izin masuk pak, ingin menemui bu inem.” Jawabnya.


“Anda dilarang masuk karena tidak mempunyai identitas apapun.” Security menarik tangannya.


“Biarkan dia masuk.” Sebuah suara berhasil menahan aksi security menariknya.


Betapa terkejutnya Kayla melihat laki-laki yang ditemuinya di terminal tadi.


“Astagah, haruskah dia hadir disaat-saat seperti ini.” Batin Kayla sambil meneteskan air mata.


Pembaca yang tersayang, semoga suka ya saka ceritanya. Jangan lupa komen ya supaya makin bagus kedepannya🤗


dan jangan lupa likejuga ya guys...😉


terimakasih🤗


14/12/21

__ADS_1


__ADS_2