RAFFASHA

RAFFASHA
Penjelasan Nenek


__ADS_3

Raffa dan Shanum kembali ke rumah, sampai disana keluarga bertanya-tanya dimana Kayla.


"Kayla mana?" tanya mama.


"Bibi Kayla pergi sama kakaknya." Jawab Raffa.


"Kakak?" tanya nenek tak percaya.


"Maksdunya apasih nak?" tanya mama.


" Iya ma, bibi Kayla bertemu kakak kandungnya dan dibawa pergi." Jawab Raffa.


Nenek menangis, Shanum mendekatinya. "Apa yang nenek sembunyikan dari kita nek?" tanya Shanum sambil memeluk sang nenek.


Nenek tidak langsung bicara, ia melepaskan pelukan cucunya dan menghapus air matanya.


Flash back on


Setelah putri satu-satunya menikah, nenek kesepian di rumah sendirian.


Nenek memutuskan untuk mengadopsi anak berumur 3 tahun.


Akhirnya masalahnya dapat solusi yaitu mengunjungi sebuah panti asuhan.


"Namanya siapa?" tanya nenek.


"Kila bunda." Jawab anak perempuan itu. Nenek senang dengan sifatnya, ramah dan sopan.


Pengurus panti membantu nenek untuk mengurus surat adopsi atas nama Putri Kayla Wijaya.


Flash back off


"Nenek juga tidak tau keluarga Kayla, karena nenek belum siap menerima hal seperti ini." Tangis nenek.


"Ibu yang kuat ya bu. Kami yakin Kayla akan balik lagi." Ucap mama.


"Iya nek, bibi bakalan balik lagi kok nek. Mungkin ada hal yang harus bibi selesaikan bersama keluarganya," Ucap Shanum.


"Nenek juga berharap begitu nak." Jawab nenek.


***


Kharisma membawa Kayla ke rumah keluarga Wijaya. Baru sampai di teras rumah saja, mama Kahrisma sudah menyambut kedatangannya seperti putrinya sendiri.


"Akhirnya putriku kembali." Peluk mama. Kayla berusaha membalas pelukan itu.

__ADS_1


Kayla tidak membalas ucapan wanita paruh baya dihadapannya. Ia masih berfikir bagaimana bisa dia diterima di keluarga yang sudah mencampakkannya.


"Ayo sayang masuk, rumah ini sekarang rumah kamu." Ucap sang mama sambil menunjukkan semua ruangan di rumah bak istana itu.


Kayla memegang kepalanya karena pusing "Sakit." Ucapnya.


Sang mama khawatir langsung meminta Kharisma menelpon dokter keluarga mereka.


"Apakah Kayla baru sembuh dari sakit?" tanya dokter Rori.


"Iya ri, kepalanya terbentur." Ucap mama.


"Mungkin ada kabar baik dari pusingnya barusan." Ucap dokter Rori.


"Kayla amnesia sejak terjadinya kecelakaan." Balas mama.


"Bisa jadi ingatannya akan berangsur pulih." Jawab dokter Rori.


Kayla istirahat untuk pertama kalinya di kasur king size milik kelaurga Wijaya itu.


***


Satria berjalan dengan lunglai menuju rumahnya. Mama dam adiknya sudah tidak ada di rumah.


"Mama sama Geo pamit, sekarang kamu bebas melakukan apa yang kamu mau." Pesan itu tertulis di dinding kamarnya.


Setelah bangun dari tidur lelapnya, ia mempunyai ide untuk menghidar dari pelajaran yang dimaksud Kharisma.


Dimalam hari itu ia mencari taxi dan berhenti di sebuah jembatan. Ia ingin mengakhiri hidupnya disana.


"Ya Tuhan, Ampuni segala dosaku Tuhan. Aku lelah, Tuhan." Ia melompat ke dalam sungai tanpa ada seorang pun yang melihatnya.


***


Pagi harinya Kayla pamit kepada mamanya untuk menemui bundanya.


"Bawa saja bunda kesini ya sayang. Ada yang akan mama bicarakan sama bunda." Ucap mama.


Kayla hanya mengangguk paham.


"Kharisma, untuk sementara kamu jadi sopir pribadi Kayla. Mungkin 5 hari kedepan. Sampai pak Iman bertugas kembali." Ucap mama.


"Tapi ma, aku juga punya kegiatan ma." Jawabnya


"Mama tidak menerima penolakan." Balas mama posesif

__ADS_1


"Baiklah ma, sekalian mebebus kesalahanku pada Kayla." Balas Kharisma.


Kharisma mengantar Kayla ke rumah keluarga Raffa. Sedangkan Kharisma pergi entah kemana.


"Sayang, kamu kemana saja?" bunda memeluknya.


"Maafkan Kila bunda, mama nahan Kila disana. Makanya sekarang baru bisa kesini." Jawabnya.


"Kamu baik-baik sajakan nak?" tanya bunda.


"Alhamdulillah bunda, seperti yang bunda lihat." Jawabnya.


"Bibi." Ucap Shanum, kemudian berlari mendekati bibinya.


"Shanum." Ucapnya sambil memul Shanum.


"Bibi... Bibi sudah ingat sama Kila?" tanyanya.


"Iya Sha, alhamdulillah." Jawab Kayla.


"Bibi balik lagi ke rumah nenek kan bi." Ucap Shanum.


"Iya Shanum sayang. Trus gimana sama kuliah bibi." Ucapnya sambil tertawa.


"Ehehe, kirain bibi bakalan tinggalin kita." Ucap Shanum.


"Yang lain pada kemana?" tanya Kayla


"Mama sama papa lagi keluar kota bi, pagi ini berangkatnya. Raffa lagi keluar sama temannya. Naura masih ngorok dong." Jawab Shanum.


"Kila senang kita bisa kumpul lagi bun, Insyaallah 2 hari lagi kita balik kampung ya bun." Ucap Kayla.


"Iya sayang. Bunda ikut Kila aja." Jawab Bunda.


"Oh ya bi, Dean sama Pina jalan kesini katanya. Kita buat apa supaya nggak bosan di rumah." Tanya Shanum.


"Apa bun?" tanya Kayla.


"Buat bolen saja. Sudah lama tidak buat bolen." Usul bunda.


"Oh iya. Rindu juga makan bolen buatan nenek." Jawab Shanum.


**


__ADS_1


Hello manteman, mampir di lapak baru author kuy 😀


Chat Story dengan judul "Melumpuhkan Hati CEO"


__ADS_2