
Setelah makan malam Shanum mengerjakan tugas untuk besok, begitu juga dengan Raffa keduanya sedang fokus dengan kegiatan masing-masing agar cepat selesai.
“Dean, ada yang mau aku ceritain mengenai rencana untuk besok.” Chat Diya.
“Apatu Diy, kenapa nggak di grup aja?” tanya Dean.
“Aku mulai malas sama sifat Pina, dia terlalu patuh sama si Farid.” Balas Diya.
“Aku juga mikirnya kaya gitu Diy.” Balas Dean.
“Buat tugas atau chatan.” Ucap Raffa.
“Iya ini buat tugas yang.” Balas Diya.
“Yaudah nanti aku telpon ya, si Raffa ngawasin aku dari tadi.” Balas Diya.
“Siap Nona Raffa.” Balas Dean.
Diya menyiapkan tugasnya sesegera mungkin kemudian keluar dari kamar untuk menelpon Dean. Setelah semua idenya disampaikan keduanya mengakihir pembicaraan.
“Masih ada kegiatan lagi?” jutek Raffa.
“Yang, Kila mau tanya boleh?” tanyanya.
“Iya sayang.” Balas Raffa mulai melunak.
“Satria itu siapa sih?” tanya Shanum.
“Apa pentingnya siapa Raffa.” Jawab Raffat tanpa ekspresi.
“Ngak ada, Kila Cuma heras aja kenapa Satria bisa ngancam kaya gitu sama junior. Bukannya mama ya yang punya sekolah.” Ucapnya.
“Janji jangan kasih tau siapa-siapa ya.” Ucap Raffa.
“Iya sayang.” Jawab Shanum.
“Aku juga baru tau kalau Satria itu keponakan mama, ternyata mama punya saudara kandung yaitu ayah Satria. Namun selama ini mama tidak pernah memberitahu kami karena ayah Satria sudah lama meninggal. Ayah Satria meninggal karena kecelakaan, saat itu dia membawa dokumen penting kantor kakek ia berambisi untuk menguasai semua aset kakek.” Raffa berhenti sejenak.
“Kakek membenci paman sejak itu, semua harta kakek diwariskan pada mama. Tapi ada satu cabang perusahaan kakek yang disisakan untuk keluarga paman, karena saat paman punya 2 orang putra yang harus ditanggung oleh istrinya. Sejak itu istri paman menekuni bisnis tersebut dan sekarang sudah maju dan bersaing dengan perusahaan papa.” Cerita Raffa.
“Kenapa Satria tidak senang dengan ka, eh sayang.” Tanyanya.
“Karena dia tidak senang dengan mama, ia berambisi lagi merebut kembali hak ayahnya. Padahal kakek yang melakukan semua itu. Mama Satria juga sudah ikhlas semuanya, buktinya hubungan mama dan mama Satria baik-baik saja sampai saat ini. Tapi Satria masih dendam, aku juga tidak tahu bagaimana dengan saudara satria yang satu lagi.” Ucap Raffa.
“Sayang, percayakan semua pada yang Kuasa ya. Insyaallah semua akan berakhir.” Ucap Shanum.
“Terimakasih sudah hadir saat aku memang butuh sandaran sayang.” Ucapnya sambil memeluk istrinya.
***
“Bagaimana laporan kegiatan kaian kemaren?” tanya Satria.
Ketiga perempuan itu menunjukkan catatan yang berbeda, membuat Satria puas dengan laporan mereka.
Laporan tiga laki-laki tersebut tidak sesuai dengan keinginan Satria.
“Mulai besok, kalian jangan menginjakkan kaki lagi di sekolah ini.” Bentaknya.
“Beri kami waktu sehari lagi kak, akan kami laporkan semua kegiatan mereka.” pinta salah seorang dari mereka.
“Baiklah, besok saya tagih. Kalau tidak ada perubahan, jangan harap kalian bisa sekolah disini lagi.” Ucapnya.
***
Di grup umum terlihat sebuah video tauran antara teman-teman Raffa yang lain dengan geng Serigala, Raffa bersama ketiga temannya tidak terima dengan hal itu dan menantang Serigala untuk menyelesaikannya malam itu juga.
“Yang, aku keluar dulu ya. Mau kumpul sama teman-teman.” Ucap Raffa.
__ADS_1
“Jangan lama-lama ya sayang.” Ucap Shanum.
Raff berlalu dengan motor kesayangannya, Shanum beraksi untuk mejalankan misinya bersama Dean. Keduanya pergi ke suatu tempat dengan mengendarai motor matic milik Dean.
“Diy, kamu yakin kita bakal aman-aman aja.” Tanya Dean khawatir.
“Pokoknya kita harus percaya Dean, jangan khawatir gitu dong.” Balas Diya.
“Iya deh, aku percaya sama kamu.” Jawab Dean.
Mereka sampai di sebuah warung makan yang tidak terlalu rame, ternyata sudah ada yang sudah menunggu mereka.
“Maaf terlambat ya.” Ucap Diya.
“Nggak apa-apa kak, kami juga baru saja sampai.” Jawan Ningsih.
“Apa rencana kak Deana sama kak Shanum?” tanya Tika.
Mereka berlima berdiskusi bagaimana caranya menghadapi seorang Satria yang semakin keterlaluan.
“Satu hal lagi kak, kemaren yang cowok hampir di DO karena nggak ada laporan kak.” Ucap Dila.
“Bukannya mereka juga sering ngikuti Raffa cs ya?” tanya Dean.
“Iya kak, tapi mereka nggak dapat informasi apapun kak.” Jawab Tika.
“Baiklah masalah ini biar kita carikan solusinya dulu, kalau kalian ada ide silahkan sampaikan nanti ya.” Ucap Diya.
“Baik kak.” Jawab mereka bersamaan.
Setelah diskusi mereka makan pesanan yang sudah dihidangkan di meja. selesai makan mereka pulang ke rumah masing-masing.
“Kak Shanum bersama kedua temannya sangat baik, kenapa kak Satria meminta kitauntuk memata-matai merekaya?” Ningsih bingung.
“Mungkin kak Satria ada maksud tersembunyi.” Balas Tika.
“Jangan suudzhon dulu, ada hal yang tak perlu kita ketahui, yang penting sekarang kita aman berkat kak Shanum bersama kedua sahabatnya.” Ucap Tika.
Disisi lain Dean dan Shanum sedang dalam perjalanan menuju pulang, di tikungan ada motor ninja yang melaju kencang membuat Dean hilang kendali sehingga motor keduanya nyungsup ke semak-semak.
“Ya Allah.” Pekik Dean.
“Dean, kau baik-baik ajakan?” tanya Diya khawatir.
“Aku baik-baik aja Diy, kamu gimana?” tanyanya.
“Aku juga baik Dean,” keduanya malah tertawa bersamaan.
“Kok kita bisa jatuh gini ya.” Ucap Dean, sambil mendirikan motornya dibantu oleh Diya.
“Namanya aja kecelakaan Dean.” Jawabnya.
“Siapasih tu cowok, nggak betanggung jawab banget. Malah pergi gitu aja.” Geram Dean.
“Mungkin ada hal urgen Dean.” Balas Diya.
Dean dan Diya memeriksa sekitar motor apakah ada lecet atau hal mencurigakan lainnya, karena takut direpeti bundanya.
“Aman kok Diy, yok kita pulang.” Ucap Dean.
“Bram... bram...” motor ninja yang tadi melaju ke arah mereka.
Motor berhenti tepat di samping mereka, pemiliknya turun dan membuka helemnya.
“Mampus Diy, dia bukannya Denis.” Bisik Dean. Keduanya langsung memperbaiki masker masing-masing.
“Maaf, tadi gue buru-buru. Gue sih tadi bodo amat, tapi khawatir sama keadaan lo berdua.” Ucapnya.
__ADS_1
“Ka, kami baik-baik aja kok.” Balas Dean.
“Syukurlah, gue minta maaf sekali lagi ya.” Ucapnya.
“Yaudah kami duluan ya.” Ucap Diya. Keduanya bersiap menaiki motor.
“Tunggu, kayanya gue kenal sama kalian.” Ucapnya.
“Nggak, kita nggak saling kenal kok.” Jawab Dean.
“Gue nggak percaya, lihat tangan lo.” Ia melihat jari Diya.
“Kan benar, lo Shanumkan dan lo Dean.” tunjuknya.
“Nggak.” SangkalnDean.
“Nggak usah bohong deh, atau gue telpon Raffa nih.” Ancam Denis.
“Iya, aku Shanum.” Ucapnya sambil membuka maskernya. “Jangan telpon Raffa ya please.” Pintanya.
“Ngapain kalian keluyuran malam begini?” tanyanya.
“Mm, kami tadi makan di warteg dekat sini.” Jawab Dean.
“Gue nggak percaya, tumben kalian berdua.” Sanggahnya.
Keduanya diam, tidak berani mengatakan yang sejujurnya pada Denis.
“Oke kalau kalian nggak mau jujur, nanti gue kasih tau sama yang lain.” Balas Denis.
“Gimana dong Diy?” keduanya berbisik.
“Kita jujur aja atau gimana ya?” balas Diya.
“Kita jujur aja yok Diy, daripada kita dapat masalah.” Ucap Dean.
“Kami akan kasih tau, tapi janji jangan kasih tau siapa-siapa ya. Kami lekuin ini demi kebaikan bersama juga kok.” Ucap Diya.
“Kami mau bantu mata-mata si Satria untuk kasih laporan tentang kita. Supaya mereka melaporkan apa yang sudah kami sarankan. Tujuannya agar Satria nggak tau apa aja kegiatan kita yang sebenarnya.” Jelas Dean.
“Kalian yakin Cuma itu aja?” pancingnya.
“Cuma itu aja kok, nggak ada yang lain. Jangan kasih tau siapa-siapa ya Denis.” Pinta Diya.
“Gue percaya sama kalian, tapi kalau ada rencana selanjutnya kalian kabari aja gue mana tau gue bisa bantu.” Tawar Denis.
“Kamu serius?” tanya Dean tak percaya.
“Ya seriuslah.” Jawabnya. “Yaudah gue mau lanjut jalan ya, yang lain udah pada nungguin. Kalian hati-hati.” Ucapnya kemudian berlalu dengan motor silver miliknya.
“Alhamdulillah lega dengarnya ya Diy.” Ucap Dean.
“Iya Dean, tadinya nggak nyangka juga kalau Denis mau kompromi sama kita.” Balasnya.
Ponsel Diya tiba-tiba berdering panggilan dari Naura.
“Iya dik, ada apa?” tanya Diya.
“Kak, cepat ke rumah sakit kak! Kak Raffa kecelakaan.” Ucap Naura panik.
“Raffa kecelakaan?” tanyanya tak percaya.
pembaca yang tersayang🤗 semoga suka ya sama ceritanya. Jangan lupa komen ya supaya makin bagus ceritanya ☺
terimakasih🤗
27/11/2021
__ADS_1