RAFFASHA

RAFFASHA
Ulang Tahun Shanum


__ADS_3

Shanum on


Mereka kenapasih? Sepertinya menyembunyikan sesuatu dari aku. Sejak Raffa sembuh, mereka beda banget sama aku.


“Dea, Pina. Kalian ada rahasia apasih dibelakang aku? Akhir-akhir ini gelagat kalian aneh banget tau nggak.” Ucapku.


“Nggak kok Diy, mungkin perasaan kamu aja. Apalagi sekarang kitakan jarang quality time kaya dulu lagi. Makanya kamu ngerasa ada yang aneh dari kit.” Jawab Dean.


“Aku nggak percaya.” Cetusku kemudian berlalu.


Mereka berdua nggak ada inisiatif buat nyusulin aku, makanya aku makin curiga sama keduanya. Si Dean juga rapet banget kalau soal rahasia, mana mungkin dia mau cerita ke aku.


Aku memutuskan untuk pergi ke perpustkaan, berharap mereka berdua mencari keberadaanku. Ternyata nihil, sampai jam istirahat berakhir tidak ada tanda-tanda mereka membujuk aku.


Aku duduk di samping Pina dengan mode diam, sepertinya mereka benar-benar acuh padaku. Apa sebenarnya yang mereka tutupi?.


Bel pulang berdering, semua siap-siap untuk pulang begitu juga dengan Dean dan Pina. Aku masih diam di temapt mengamati kesibukan orang di sekitarku.


“Diy, kamu nggak pulang?” tanya Dean, tanpa merasa bersalah.


“Kalian duluan saja, aku bareng Raffa.” Cetusku.


“Diy, kamu taukan kalian belum sepenuhnya aman dari geng Serigala itu. Kalau kalian sering barenga, mereka tambah curiga dong.” Balas Pinas, kembali duduk di kursinya tepat di sampingku.


“Yaudah aku pulang naik bus aja.” Aku mengambil tasku kemudian beranjak dari tempat duduk.


“Diy, kamu kenapasih?.” Tanya Pina, keduanya membuntutiku dari belakang.


“Kalian yang kenapa? Sejak Raffa sembuh kalian seperti menjauhi aku. Kalian sibuk dengan urusan kalian masing-masing hingga melupakan aku.” Tangisku pecah saat itu.


“Diy.” Dean merangkulku diikuti oleh Pina.


“Kita nggak ada rahasia kok dari kamu, kamunya yang akhir-akhir ini sensi banget, kenapasih?” tanya Dean balik.


Kenapa mereka berfikir aku yang sensian sih? Padahal mereka yang cuekin aku akhir-akhir ini.


“Kalian sering keluar berdua, sedangkan aku diam di rumah aja. Kalian fikir aku nggak cemburu lihat kalian ajalan berdua aja?” balasku.


“Udah ya Diy, jangan nangis lagi. Kami nggak bermaksud menjauh dari kamu kok. Perasaan kamu aja kali.” Ucap Pina.


“Kita pulang ya, jangan nangis lagi.” Aku mulai tenang karena mereka udah membujuk aku.


Kami berjalan menuju parkiran, aku bersama Dean menumpangi motor Dean, sedangkan Pina dengam bobilnya.


Setelah ganti seragam dan makan siang, Dean mengantar aku ke rumah Raffa.


Shanum off.


***


“Kak Shanum nginap disinikan kak?” tanya Naura.


“Mmm, lain kali aja yang dik.” Jawabnya.


“Kenapa lain kali kak? Udah lama loh kakak nggak tidur disini. Padahalkan Ura mau belajar sama kakak.” Ucapnya.


“Naura cantik, jangan cemberut gitu dong. Insyaallah malam Minggu kakak tidur disini kok.” Balas Shanum.


“Kakak benaran ya, jangan bohong lo.” Ucap Naura.


“Sayang, kapan datang?” tanya Raffa yang baru keluar kamarnya.


“Sayang kapan datang?” cemooh Naura.


“Naura jangan gitu dong, nggak boleh loh kaya gitu. Siapa yang ngajarin?” tanya Shanum.


“Cie cemburu ya, kak Shanum dipanggil sayang. Sedangkan Ura dicuekin.” Ledek Raffa.

__ADS_1


“Tuhkan kak, kak Raffa nyebelin terus. Marahin kak Raffa dong kak, kan kak Raffa yang ngajarin Ura kaya gitu.” Jawabnya.


“Benar bang?” Shanum menoleh pada suaminya. Hanya dijawab gelengan olehnya kemudian berlari menuju kamarnya.


“Naura tunggu disini ya sayang, kakak mau ngasih bang Raffa pelajaran.” Ucapnya.


“Iya kak.” Jawabnya penih kemenangan.


Shanum menuju kamar Raffa, melihat laki-laki itu sedang memainkan ponselnya.


“Bang, udah makan?” tanya Shanum. Tidak dijawab oleh Raffa.


Saking kesalnya Shanum meraih ponsel itu dari tangan Raffa.


“Sayang, kok kasar sih?” ucap Raffa.


“Kasar?” tanya Shanum memastikan. Diangguki oleg Raffa dengan cuek.


“Kenapasih semua orang cuek gini sama aku, aku salah apasih?” batinnya kemudian melempar ponsel Raffa ke kasur kemudian berlalu dari kamar itu ambil menutup pintu dengan keras.


Shanum berjalan menuju balkon lantai dua, tempat dimana dia dan Raffa sering duduk dan menikmato sore disana.


“Betulkan, sampai sekarang Raffa juga nggak nyusulin aku. Apa aku pulang aja ya ke rumah Dean.” Putusnya kemudian turun ke lantai satu.


Disana ia melihat Raffa dan Naura sedang menonton tv, tanpa pamit ia berlalu keluar rumah.


“Nggak mungkin dia nggak lihat aku pas lewat, dia tetap cuek kaya gini.” Shanum semakin frustasi dengan sifat Raffa yang cuek padanya.


Shanum beridiri di depan gerbang rumah Raffa, ia akan menunggu taxi disana. Sebuah mobil berwarna silver menuju ke arahnya, ia yakin itu mobil milik mama.


“Kila, mau kemana? Kok udah pulang saja?” tanya mama.


“Kila pusing ma, mau pulang aja.” Jawabnya dengan suara serak.


“Kan bisa istirahat di dalam sayang.” Mama turun dari mobilnya dan membiarkan supir berlalu membawa mobil ke garasi.


Shanum menggeleng, “Nggak ma, Kila nggak nyaman di rumah. Udah lama Kila nginap di rumah Dean. Rasanya lebih nyaman disana.” Jawab Kila.


“Mama ganti baju dulu ya, Kila tunggu disini. Awas kalau kabur.” Ucap mama sambil berlalu menuju kamar mandi.


“Ternyata benar, bukan Dean dan Pina saja yang berubah. Tapi Raffa juga ikut berubah, untung mama nggak ikut berubah. Kalau mama juga ikutan, aku mending ngontrak aja lagi.” Batinnya kesal.


Tidak berapa lama, mama keluar dati kamar mandi.


“Ada masalah apa sama Raffa, ha? Tanya mama lembut.


“Nggak ada ma, tadi tiba-tiba Kila pusing ma. Makanya mau pulang aja.” Jawabnya.


“Kila tau sekarang rumah Kila disinikan? Bukan lagi di kontrakan apalagi di rumah Dean atau Pina.” Jawab mama.


“Kila nggak tau ma, akhir-akhir ini banyak orang yang cuekin Kila ma, termasuk Raffa.” Tangisnya tidak dapat lagi ia pendam. Mama langsung merangkul wanita di depannya itu.


“Mungkin perasaan Kila saja, buktinya mama nggak cuekkan sama Kila.” Jawab mama.


“Makasih ya ma, kalau mama juga cuekin Kila, Kila nggak tau lagi harus gimana.” Jawabnya dengan suara serak.


“Yaudah Kila istirahat saja dulu ya, mama mau makan siang dulu. kalau mau tidur, tidur aja ya.” Ucap mama. Mama berlalu dari kamar menuju dapur.


“Diy, habis magrib aku jemput ya Diy, nggak apa-apakan?” pesan dari Dean.


“Iya Dean, jangan sampai lupa ya.” Balas Diya.


“Siap Nona Raffa.” Balas Dean.


Jam masih menunjukkan pukul 3 sore, Shanum ketiduran menunggu mama selesai makan. Ia bangun setelah pukul 4 lewat kemudian shalat ashar di kamar mama.


“Sekarang udah sore, Raffa belum juga mendatangiku disini. Padahal tadi siang dia yang meminta aku datang kesini.” Batinnya masih memikirkan perubahan suaminya.

__ADS_1


Shanum keluar dari kamar mama, ia menuju kamar adik iparnya. Ternyata benar Naura sedang di kamarnya nonton film favoritnya di iped miliknya.


“Ura asik banget nih kayanya.” Sapa Shanum


“Iya kak, tadi Ura ke kamar mama tapi kakak tidur.” Ucapnya.


“Kenapa nggak Ura bangunin aja, padahal kakak tadi suntuk banget lo di kamar.” Ucap Shanum.


“Ehehe, kirain kakak betah di kamar mulu.” Jawab Ura.


Keduanya asik menonton hingga menjelang shlata magrib.


“Kakak shalat di kamar Ura aja ya.” Tawar Naura.


“Iya ura sayang.” Jawabnya. Keduanya shlat magrib berjama’ah.


“Sebentar lagi pasti Dean datang jemput, akhirnya aku pulang juga. Rasanya aku dikurung di penjara dengan sel kecuekan.” Batinnya sambil menunggu pesan dari Dean kalau dia udah otw dari rumahnya.


“Diy, aku otw.” Pesan dari Dean. Betapa bahagianya Shanum mendapat pesan itu.


Tapi listrik tiba-tiba padam, Shanum menggunakan senter ponselnya karena ia sendirian di kamar itu sedangkan Naura katanya ke dapur masak mie instan.


Shanum keluar dari kamar, berharap di ruang tamu ada orang siapapun itu.


“Kok sepi banget ya, mama kemana? Naura juga nggak balik-balik dari tadi? Dean juga lama banget?” pikirnya.


Sambil terus berjalan menyusuri ruang tamu menuju dapur karena ia ingin menemui Naura disana.


Treeess... terdengar suara trompet yang memekakkan telinganya, kemudian lampu hidup dan memperlihatkan Raffa yang sedang membawa kue ulang tahun warna coklat.


“Raffa.” Shanum terharu melihat suaminya sudah berdiri di hadapannya dengan kue di tangannya.


“Happy birthday my wife.” Ucap Raffa kemudian mendekati Shanum dan mencium kening wanita itu.


“Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga.” Suara itu mengejutkan Shanum, ternyata kedua sahabatnya bersama ketiga sahabat Raffa serta mama dan Naura ikut serta.


Shanum menangis terharu mendapatkan kejutan yang tak pernah terlintas difikirannya, ia juga tak sadar bahwa hari itu ia ulang tahun.


Shanum meniup lilinnya, semua orang bertepuk tangan bahagia.


“Potong kuenya, potong kuenya.” Suara cempreng itu berasal dari Dean yang selalu krik-krik.


“Dipotong kuenya.” Ucap mama sambil menyodorkan pisau potong kue.


Dengan perasaan yang teramat bahagia, ia meotong kuenya dan menruh potongan pertama di piring.


“Suapin dong tuan Raffa.” Kali ini Pina bersuara. Dengan malu-malu Shanum menyuapi Raffa potongan ku pertama, dilanjutkan dengan suapan ke mama. Hingga kahirnya semua memotong masing-masing kuenya sesua selera mereka.


“Maafin kami Diy, kami nggak maksud cuekin kamu. Ini murni dari idenya suami tercinta kamu.” Ucap Dean. Shanum menoleh ke arah Raffa dengan mengkrucutkan bibirnya.


“Maaf ya sayang, namanya aja kejutan.” Ia gemas melihat tingkah sang istri. “Semoga diusia yang 17 ini sayang bisa lebih dewasa lagi, lebih sabar lagi dan lebih peka lagi.” Ucap Raffa.


“Emang selama ini aku nggak peka ya.” Balasnya.


“Buka gitu sayang, maksud aku...” belum selesai bicara, Shanum membalas. Raffa menatap Shanum dengan kesal karena ia belum selesai biacara namun sudah dialihkan.


“Terimakasih juga untuk mama dan Naura.” Ia memeluk mama dengan manja. “Terimakasih juga sama Dean dan Pina.”


Lanjutnya. “Terimakasih untuk kalian bertiga.” Ucap Shanum pada ketiga sahabat Raffa.


“Sama-sama Shanum.” Jawab mereka hampir bersamaan.


Malam itu mereka menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh mama dan Raffa sebagai hidangan makan malam.


Pembaca yang tersayang, semoga suka ya sama ceritanya. Jangan lupa komen ya supaya makin bagus kedepannya🤗


dan jangan lupa like juga ya guys...😉

__ADS_1


terimakasih🤗


Bersambung 18/12/21


__ADS_2