
"Mira.. tuan Granger memanggilmu" manager Heru memanggil Mira yang sedang bersiap-siap dan merapikan meja resepsionis. Pria itupun sempat terkejut karena secara pribadi Julian memintanya memanggil Mira
"Apa..? aaa.. akuu..? kenapa..?" Mira langsung tergagap menatap manager Heru
" Kau tidak berbuat salahkan?" tanya manager Heru
"Ya Tuhan" Mira teringat, kemarin ia tertangkap basah ketika ia bolos sebentar untuk menemui Vania
"Habislah sudah, aku pasti dipecat"
"Mira, bukankah sudah kubilang, jangan pernah membuat tuan Granger marah. Sudahlah cepat kesana" Mira menarik nafas panjang sebelum ia berjalan kearah lift dan naik menuju kantor Julian. Ia keluar dari lift dengan jantung yang berdegup kencang, ia tidak bisa bila dipecat sekarang, adiknya sedang dalam masa-masa penting ujian sekolah dan harus kuliah
Mira memutuskan untuk berhenti kuliah dan terus bekerja, ia pikir adiknya lebih pantas mendapatkannya dari pada dirinya. Jika ia dipecat apa yang bisa ia lakukan lagi? Mira memantapkan hatinya sebelum mengetuk pintu ruangan Julian. lalu membuka pintu itu setelah mendengar suara Julian yang mempersilahkannya masuk.
Mira melihat Julian sedang berdiri menghadap jendela. Melihat punggungnya saja sudah membuat hati Mira menciut. Sudahlah.. Mira akan pasrah.
Julian memutar tubuhnya lalu tersenyum kepada Mira, senyum yang tidak pernah siapapun lihat. Mira terdiam karena terpesona, ia lupa bahwa bosnya itu memiliki wajah yang mempesona. Semua itu tertutup karena keangkuhan Julian
"Mira Aurora, duduklah" tunjuk Julian pada kursi diseberang meja kerjanya. Mira patuh dan duduk dikursi itu dalam keadaan bingung, sepertinya suasana hati Julian sedang baik. Pikirnya.
Julian berjalan kearah meja kerjanya lalu duduk disudut meja, menatap Mira dengan tatapan berwibawanya
"Aku memanggilmu kemari adalah karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu"
"Tuan Granger, tentang yang kemarin aku tidak bermaksud untuk bolos kerja, aku harus menemui temanku karena.."
"Aku belum selesai bicara" potong Julian.
"Aah.. maafkan aku"
__ADS_1
Julian berdeham lalu melipat tangannya didepan dada
"Sepertinya aku akan langsung saja, aku ingin menawarkan pekerjaan lain selain menjadi resepsionis padamu"
"Apa..?"
"Tapi kau tidak bisa bekerja sendirian, kau butuh seorang teman. Apa kau memiliki satu teman perempuan untuk membantumu?" Mira terdiam sejenak, merasa sedikit bingung tetapi tetap menjawab Julian
"Ada beberapa, aku bisa menghubungi mereka" Julian menaikan alisnya, lalu berdeham kembali
"Maksudku teman yang benar-benar dekat, yang bisa dipercaya, karena ini bersifat rahasia" Mira mengerutkan alisnya kemudian menggelengkan kepalanya
"Aku yakin dia tidak akan bersedia tuan"
"Kenapa..?"
"SIAL.." Julian memaki pelan, kenapa ia baru menyadarinya, jadi selain Vania adalah sahabat dekat Mira ternyata gadis itu pernah bekerja disini, dihotel ini. dan Julian lah penyebab gadis itu dipecat. Mira sedikit terganggu dengan makian Julian. bosnya itu terlihat sangat terkejut. Julian melirik Mira lagi sambil menghembuskan nafasnya
"Begini saja, kau tidak perlu bilang kalian bekerja untukku"
"Aku tidak bisa membohonginya tuan, dia terlalu sensitive"
"Bayarannya mahal" Mira terdiam
"Aku mau saja, tapi.." Julian memejamkan matanya, baiklah mungkin Julian harus mulai dari mengatakan yang sebenarnya
"Baiklah aku akan menceritakan satu rahasia padamu, dan entah kenapa aku mempercayaimu untuk mengatakannya" Mira menatap serius bosnya sambil menganggukan kepalanya
"Setahun yang lalu, aku menyewa seorang wanita untuk mengandung anakku, semua itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi.. namun.."
__ADS_1
"Ya Tuhan, jadi pria itu kau..?" Mira berseru kaget dengan menutup mulutnya. Julian terdiam karena keterkejutan Mira
"Kau tahu?"
"Tentu saja aku tahu, aku yang menemaninya ketika ia mengambil keputusan untuk menyewakan rahimnya padamu. Tapi dia tidak pernah bilang pria itu anda. Ya Tuhan, Vania. Dia menyembunyikan semua ini dengan baik. Aku tidak pernah menduganya. Tunggu, itu artinya anak yang digosipkan itu adalah anakmu dan Vania bukan..?. ya Tuhan, gadis bodoh itu pasti terluka dengan gosip yang beredar"
"Gosip..?" Julian memotong ocehan Mira yang melantur itu
"Dengar Mira Aurora, aku ingin meminta bantuanmu. Apa kau bersedia?" Mira menatap tajam kearah Julian tidak lagi peduli dia bosnya atau bukan
"Tergantung apa yang kau minta tuan Granger jika kau bermaksud untuk memintanya mengandung anakmu lagi maka aku akan menolakmu dengan keras. Aku tidak akan pernah mengizinkan Vania melakukannya lagi"
"Ya Tuhan, jika aku ingin dia mengandung anakku lagi maka aku akan menikahinya terlebih dahulu sebelum memintanya. Mira, tolong aku. Aku ingin dia kembali padaku. Aku mencintainya" Seketika itu juga Mira tersenyum
"Aku akan membantumu dengan senang hati tuan…"
Julian tersenyum,
"Sepakat.." pria itu mengulurkan tangannya kepada Mira yang langsung disambut oleh Gadis itu,mereka bersalaman dan tersenyum kepada satu sama lain. memutuskan untuk menjadi sekutu dan berteman.
.
.
.
Gak jadi di pecat,bakal naik jabatan nih si Mira😁
Kritik dan saran diharapkan🙏🙏
__ADS_1