Rahim Bayaran Tuan CEO

Rahim Bayaran Tuan CEO
BAB 43


__ADS_3

Di Mansion Granger Julian dam Vania pulang-pulang sudah mendapatkan interogasi dari Mama Rianty.Julian menjelaskan kalau semalam dirinya menculik Vania sebentar untuk dibawa ke suatu tempat


"Ya Ampun..Julian Granger, seharusnya kau bersikap lebih sopan, ada Ibunya Vania dirumah ini. Bagaimana mungkin kau membawa anaknya pergi tengah malam seperti itu?. apa saja yang kalian lakukan sampai pagi.. aah sudahlah lupakan aku pernah menanyakannya. Sekarang, cepat cari tanggal untuk pernikahan kalian" Nyonya Rianty tidak habis-habisnya mengoceh kepada putranya ketika Julian pulang bersama Vania pagi itu, yah, tidak bisa dibilang pagi karena mereka pulang menjelang siang


"Ma.. apa kau sadar belakangan ini kau semakin cerewet?"


"Heeiiii…!!!!" CUP.. Nyonya Rianty terdiam menerima satu kecupan ringan dipipinya. Julian tersenyum sambil mengedipkan matanya sebelah,setelah puas menggoda ibunya


"Mama saja yang menentukan tanggalnya" Julian-pun berlalu meninggalkan Mama Rianty


"Aah.. aku juga janji tidak akan menyentuh Vania lagi sebelum menikah jika itu yang Mama khawatirkan" setelah berteriak untuk terakhir kalinya Julian menghilang dibalik pintu kamarnya. Mama Rianty terdiam untuk beberapa saat, merasakan campuran emosi yang meluap, airmatanya menggenang dipelupuk matanya


"Nyonya..?" suara Pak Norman memanggilnya. Mama Rianty pun menoleh kearah Pak Norman dengan airmata berlinang dipipinya


"Putraku kembali.. dia kembali seperti dulu lagi.."


"Ya nyonya.. aku melihatnya.."


"Ya Tuhan.. aku bisa pingsan sangking bahagianya.. ya Tuhan.." Benar, Julian telah kembali menjadi putranya yang lucu, manis dan lembut. Tidak ada yang bisa menggambarkan seperti apa rasa haru yang ada didada nyonya Rianty saat ini, seorang ibu yang bahagia melihat putranya keluar dari jalan sesatnya setelah menemukan jalan untuk kembali. . . . .


🍀🍀🍀


Berita besar koran pagi ini adalah…. PENGUSAHA JULIAN GRANGER MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAH

__ADS_1


Berita ini mengejutkan semua pihak, pasalnya pengusaha Julian Granger tidak menikahi aktris Angeline sania seperti yang selama ini diberitakan. Kabar mereka menjalin hubungan hanyalah sebuah rumor, buktinya perusahaan Granger telah mengkomfirmasi bahwa Julian Granger akan menikah malam ini dengan seorang wanita yang latar belakangnya terkesan biasa saja.


Berita yang paling mengejutkan lainnya lagi adalah Julian Granger dan wanita yang yang namanya masih dirahasiakan itu telah memiliki anak berusia 1 tahun 4 bulan, belum ada yang melihat seperti apa wajah dari calon istri dan anak mereka. Karena pernikahan ini tertutup awak media dilarang masuk untuk meliput kelangsungan pernikahan itu. Menurut kabar yang kami dengar wanita ini adalah mantan pegawai yang dulunya pernah bekerja disalah satu hotel milik Julian granger, apakah mereka bertemu secara tidak sengaja dihotel dan menjalin hubungan yang menghasilkan seorang anak?. Munkinkah pernikahan ini terjadi tanpa adanya cinta melainkan rasa tanggung jawab. Pernikahan seperti ini terbilang baru, seorang pengusaha kaya menikahi seorang wanita miskin terdengar sangat tidak biasa…….. Julian berhenti membaca berita itu lalu melemparkannya keatas meja, matanya menatap tajam kearah pintu, rahangnya mengeras. Julian menoleh kearah Pak Norman yang selalu setia menemani Julian kemanapun


"Apa Vania membaca korannya?"


"Aku rasa tidak tuan" jawab Pak Norman


"Jangan biarkan dia membaca koran, para media memang selalu berkata pedas dan menyakitkan mata"


"Baik tuan" Pak Norman membantu Julian memakai tuxedo nya dan menepuk bagian yang terlihat kotor. Merapikan bagian depan tuxedo itu serta mengatur ulang kerahnya. Pak Norman tersenyum puas memandangi penampilan Julian, sebentar lagi majikannya itu akan menikahi wanita yang sangat dicintainya. Rasa haru membanjiri Pak Norman, bagaimana pun juga Pak Norman menyaksikan tumbuh kembang Julian.


Ia sudah setia bekerja dengan keluarga Granger dari sejak ayah Julian lahir, menikah dengan Mama Rianty dan akhirnya Julian pun lahir. Menyaksikan bagaimana tumbuhnya Julian membuat Pak Norman memiliki perasaan tersendiri kepada Julian, Pak Norman menyaksikan Julian terpuruk ketika tiba-tiba ayahnya meninggal di usianya yang masih sangat muda dan belum siap untuk melanjutkan tugas-tugas ayahnya memimpin banyak sekali hotel dan mall.


Julian berubah menjadi pribadi yang garang dan kejam, tapi masih ada sedikit perasaan lembut untuk Angel, namun setelah terluka karena ditinggal oleh Angel, Julian berubah menjadi tidak tersentuh sama sekali. Kejam, dingin dan mematikan. Dan terakhir Pak Norman menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri Julian kembali kepada pribadinya yang dulu, meskipun ia masih menjadi pemilik perusahaan besar yang ditakuti ada perubahan besar lainnya yang ditunjukkan pria itu dirumah. Julian menjadi lebih ramah, baik, penyayang dan kembali memiliki selera humor. Semua itu terjadi hanya karena pengaruh seorang wanita. Vania Anastasha


"Paman kenapa?" suara Julian membuyarkan lamunan Pak Norman, Pak Norman mengusap sudut matanya yang hampir saja basah lalu tersenyum kepada Julian


"Tidak ada tuan muda, anda terlihat sangat tampan dengan baju itu" Julian memicingkan matanya, ia tahu ada sesuatu yang ganjal dari Pak Norman


"Paman kenapa? Katakan padaku" Pak Norman tersenyum


"Tuan muda ingat apa yang aku sampaikan dimalam ketika kita membawa Nona Vania kerumah sakit?" Julian diam lalu menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Eum.."


"Setelah tuan dan Nona Vania menikah, bolehkah aku mendapatkan libur panjang disisa usiaku tuan" Julian merasakan sentakan kesedihan ketika Pak Norman mengajukan pengunduran dirinya, setelah hidup bersama-sama dari kecil Pak Norman sudah seperti sebagian dari dalam keluarganya


"Paman tidak mau melihat Sierra tumbuh?"


"Aku bisa mampir kapan-kapan untuk berkunjung"


"Mungkin saja nanti Sierra punya adik laki-laki dan dia butuh seseorang untuk mengurusnya" Pak Norman tersenyum karena Julian masih ingin membujuknya untuk tidak berhenti


"Aku ingin sekali tuan, selalu menjadi bagian dihidup keluarga Granger, tapi aku sudah terlalu tua untuk terus bekerja" Julian menganggukkan kepalanya, rasanya begitu sulit melepaskan pria yang sudah menjadi saksi seluruh hidupnya itu


"Aku akan merindukan Paman" ujar Julian tulus


"Saya juga tuan" Pak Norman kembali merasakan desakan airmatanya, ternyata berpisah dengan Julian jauh lebih sulit dari apapun juga didunia ini. Julian mengulurkan tangannya dan memeluk pria tua itu. mereka berpelukan khas laki-laki dan saling menepuk punggung masing-masing


"Tapi Paman boleh pergi setelah pernikahan ini selesai"


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2