Raja.

Raja.
11. Si pengganggu.


__ADS_3

****


Raja sudah masuk sekolah hari ini, dan di sekolah sedang heboh, karena postingan Vidio yang di unggah oleh Channel G&J yang sedang Viral itu. Raja sendiri acuh, dan sama sekali tidak perduli dengan hal itu.


"Pagi Raja ...," sapa Ace ceria seperti biasa. Raja sama sekali tak menanggapi, menolehpun tidak. Ace mencoba mengimbangi langkah Raja yang cepat namun tegas, gadis itu di buat kewalahan karenanya.


"Raja, gimana tugas kelompok kita? Mau di kerjain kapan, buat minggu depan sih. Tapi 'kan kalo kita kerjain dari sekarang bisa cepet selesai!" cerocos Ace. Raja tak mendengarkan, "Raja! Iiiih aku lagi ngomong sama kamu tau!" kesal Ace, "ini orang ngeselin juga ya!" Ace memikirkan sebuah cara.


Ace dapat ide, "Awh!" Ace pura-pura terjatuh. Namun, bukannya menolong, Raja malah tak perduli dan terus berjalan meninggalkannya, "loh, tuh anak, emang nggak punya hati ya!" gerutu Ace, lalu berdiri dari duduknya. Ace menghembuskan nafasnya lalu segera mengejar Raja kembali.


"Raja, jawab dong, aku ngomong sama orang 'kan, bukan tembok!" cerocos Ace lagi, saat dia sampai di samping Raja. Cowok itu masih tak bersuara, dan lebih memilih menaiki tangga untuk menuju kelasnya.


"Raja! Tunggu!" Ace kembali mengejar, "Ra ... aakh!" Raja masih tak memperdulikan Ace yang terus mengganggunya.


Kali ini cowok itu menoleh ke bawah, kaget saat melihat Ace yang terduduk sambil memegang belakang kepalanya, Raja segera turun.


"Lo kenapa, kok bisa jatuh?" tanya beberapa siswa yang ada di sana.


"Tadi gue liat, kayaknya dia nggak sempet pegangan deh!" jawab siswi lainnya.


"Keningnya lecet, kayaknya ke bentur tembok!"


"Ih serem ya."


"Untung nggak berdarah ya."

__ADS_1


Raja tak bertanya apa-apa. Langsung mengangkat Ace yang kaget dan langsung berpegangan.


"Kamu ngapain?" tanya Ace. Raja tak menjawab, memangnya apa yang dia lakukan? Sudah jelas dia sedang menggendong Ace kan?


"Turunin! Aku bisa jalan sendiri! Nggak enak, di liatin yang lain?" ucap Ace. Raja menghentikan langkahnya, lalu menurunkan Ace dari gendongannya. Saat ingin melangkah Ace kembali terjatuh, diapun mendongak dan berkata, "kayaknya nggak bisa jalan deh, soalnya kekilir!" kata Ace sambil tercengir. Raja menghembuskan nafasnya malas, lalu kembali membopong tubuh mungil Ace.


****


"Aaah!" teriak Ace, "seriusan nih! Kamu bisa ngurutin? Nanti malah tambah parah lagi!" kata Ace takut. Gadis itu menatap ngeri Raja yang mulai membuka sepatu dan kaos kakinya, setelah itu dalam sekali tarikan.


"Aaah! Sakit Raja!" teriak Ace kencang. Raja hanya mampu mengalihkan tatapannya karena terlalu berisik dengan suara Ace, "kamu mau bikin aku nggak bisa jalan terus ya!" protes Ace. Namun, Raja tak menanggapi. Dia justru mulai mengobati kening Ace, yang lecet akibat tergores dinding. Ace terdiam kaku karena Raja sekarang sedang membersihkan lukanya, setelah itu menempelkan plaster di sana.


Raja mengambil tasnya dan ingin keluar, "loh, kamu mau kemana?" Raja menghentikan langkahnya. Lalu menatap jam tangannya, Ace mengerti tapi, "aku juga mau masuk!" pintanya sambil berusaha turun. Raja kembali menghembuskan nafasnya.


"Kaki lo masih sakit!" kata Raja dingin. Cowok itu mengambil ponselnya dari saku dan menelfon seseorang setelah itu berkata, "ke UKS sekarang!" Ace memiringkan kepalanya. Dia bingung dengan apa yang di lakukan Raja, beberapa saat kemudian Ben sudah muncul di ruangan itu.


"Jagain dia, jangan sampe dia kemana-mana!" katanya. Mata Ace membulat sempurna.


"Loh-loh! Raja, kok gitu sih!" protes Ace tapi Raja tak perduli dan langsung pergi dari sana, "Raja aku juga pengen masuk! Raja! Raja!" teriak Ace. Namun, Raja sama sekali tidak menoleh.


"Maaf Nona, anda tidak boleh pergi!" kata Ben. Saat Ace berjalan pincang ingin keluar.


"Tapi 'kan ...."


"Ini perintah dari Tuan muda. Jadi saya tidak bisa membantah!" Ace terlihat kesal lalu kembali duduk di tempat tidur, tapi Ace tidak kehabisan akal, dia punya ide.

__ADS_1


"Pak, saya laper nih, belum sarapan. Saya mau makan dulu ya, di kantin."


"Anda mau makan apa?" tanya Ben.


"Makan apa aja deh, nanti kalo udah liat makanannya, soalnya udah laper banget nih!" pinta Ace memelas.


"Anda tidak boleh kemana-mana Nona!" ucap Ben tegas.


"Hmmm, kalo gitu Bapak aja deh yang beliin. Aku tunggu sini, iya 'kan," kata Ace sambil tersenyum. Mengerjapkan matanya, berharap Ben luluh. Ben mengangguk lalu menghubungi rekannya, dan saat itu juga banyak makanan yang datang, Ace hanya mampu menepuk keningnya, ini sih sama saja!


****


Ace sudah bosan seharian ada di ruang UKS. Dan lagi, dia juga belum melihat Raja datang ke ruangan itu. Padahal sebentar lagi bel pulang sekolah berbunyi.


"Yah, udah bel!" Ace merasa sedih. Hari ini tidak bisa mengikuti pelajaran, dia tidak mengerti jalan fikiran Raja, sama sekali tidak mengerti.


Pintu terbuka, dan Raja muncul dari sana. Wajah Ace sangat tidak bersahabat, bahkan dia sangat terlihat marah. Namun. Raja seperti tak memperdulikannya, dan menyodorkan sebuah flashdisk dari sakunya.


"Apa nih?" tanya Ace. Raja tak menjawab dan bertanya.


"Lo udah bisa jalan 'kan!" tanya-Nya lalu berjalan keluar. Ace berdiri dari duduknya, dan dengan terpincang-pincang mengikuti Raja di belakangnya. Raja menoleh ke belakang dan memperhatikan cara berjalan Ace yang sambil menggerutu tidak jelas. Raja lagi-lagi menghembuskan nafasnya, lalu menarik tas Ace dari punggungnya, Ace kaget dan melepaskan tasnya.


"Eh, tasnya mau di kemanain?" protes Ace. Raja menggeleng pelan, tasnya cukup berat, sebenarnya gadis ini membawa apa? Bom kah?


"Dasar aneh! Batu! Jawab kek kalo orang lagi ngomong!" gerutunya sambil terus berusaha berjalan, "tapi ... Ini flashdisk apa ya?"

__ADS_1


****


__ADS_2