
****
Matahari sudah mulai terlihat dari ufuk timur. Manandakan pagi telah datang. Raja, cowok itu sudah terlihat di depan gerbang kampus. Menunggu seseorang yang sejak kemarin sulit di hubungi. Khawatir dan juga penasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada dia.
"Pagi ...." Raja menoleh. Mencari suara tadi, memang tidak mirip dengan suara Ace. Hanya intonasinya saja yang sama. Dan benar, gadis yang tadi menyapa itu bukan Ace. Gadis itu juga bukan menyapanya, Raja menghembuskan nafasnya.
"Apa dia nggak masuk?" Gumamnya. Raja mulai ragu, apa Ace masuk atau tidak? Cowok itu memutuskan masuk. Tapi, saat dia ingin berbalik, Ace terlihat turun dari angkutan umum, Raja segera menghampirinya.
"Ace ..." Suara Raja terhenti saat dia melihat Gattan yang juga turun dari angkutan yang sama. Cowok itu berbalik dan memilih pergi ke kelasnya. Seharusnya dia tidak perlu sekhawatir itu.
"Woi!" Raja kaget saat Jane muncul dan merangkul bahunya. "Pagi-pagi udah murung aja!" komentar Jane. Raja tak menanggapi, justru langsung duduk di kursi yang ada di depan ruang kelas.
"Lo nggak masuk?" tanya Jane yang sudah melepaskan rangkulannya pada Raja. Bahkan gadis itu kini berdiri sambil berkacak pinggang menghadap Raja
"Males!" jawab Raja. Jane baru kali ini mendengar jawaban itu dari Raja.
"Seorang Raja? Males, astaga! Dunia udah mau kiamat!" cerocos Jane. "Lo lagi kenapa sih! Biasanya juga lo masuk walaupun gue paksa bolos!"
"Pagi Raja, pagi Jane ...." Tiba-tiba Ace datang menyapa. Raja tak menoleh sedikitpun, cowok itu merangkul Jane dan menyeretnya pergi dari sana.
"Si Nuca kenapa dah?" komentar Gattan bingung. Mata Ace mulai berkaca-kaca.
"Ini semua salah aku! Gara-gara aku Raja jadi marah." Ace merasa sedih sekarang. Dia bingung harus melakukan apa.
Di sisi lain. Jane mulai bosan dengan Raja. "Lo mau ngajak gue bolos ya!" ketus Jane. Raja melepas rangkulannya lalu berdiri menatap lapangan basket yang masih sepi.
"Dia nggak tau gue sekhawatir apa! Tapi dia malah pergi bareng dia!" Jane menaikkan sebelah alisnya. Kemudian terkekeh.
"Lo cemburu? Ace jalan sama Gattan?" tanya Jane dengan nada menggoda.
"Enggak!" tegas Raja.
"Lo marah liat Ace sama Gattan?" Raja diam saja. "Itu tandanya lo cemburu. Kenapa sih nggak bilang aja kalo lo cemburu!" Raja masih tak menjawab. Tepatnya dia tak mau menjawabnya. Dia kemarin sudah bilang, tapi dasar Acenya saja tidak mau tau.
__ADS_1
"Temenin gue bolos!" Raja menarik tangan Jane pergi dari sana. Namun, Jane balik menarik Raja, cowok itu jadi berhenti melangkah.
"Jaminan apa gue bisa cepet lulus kalo gue bolos sama lo!" ketus Jane lalu kembali berkacak pinggang, "jangan mau jadi **** cuma gara-gara cewek Raja! Lo kan tau sendiri. Ace sama Gattan itu sahabatan, lo juga tau walaupun Gattan suka sama Ace tapi hati Ace cuma buat lo. Sekarang, tinggal lonya. Kalo lo serius sama Ace, lo tembak dia, jangan gantungin anak orang!" ceramah Jane dengan nada yang seperti ahli dalam mengurus masalah percintaan, padahal dia saja jomblo.
Raja tampak berfikir, lalu mengangguk, "kayaknya lo bener!"
"Bukan kayaknya lagi. Tapi gue emang bener!" Raja langsung berbalik menuju kelas. "Woi! Gue udah ceramah panjang-panjang lo tinggalin gitu aja!" protes Jane lalu mengejar Raja.
****
Ace duduk diam di dalam kelas. Niatnya dia ingin meminta maaf pada Raja karena dia pergi begitu saja kemarin, dan juga menjelaskan tentang keluarganya. Tapi, sepertinya Raja sangat marah padanya, Ace menyesal.
"Woi!" Gattan melambaikan tangannya di depan wajah Ace. Ace mendengus.
"Ngapain sih Gattan!" protesnya.
"Lagi lo ngapain sih. Bengong pagi-pagi, ntar rejeki lo di patok ayam noh!" ucap Gattan.
"Tau ah!" Ace berjalan ingin keluar dari kelas. Gadis itu berjalan dengan terburu-buru hingga tak sengaja dia menabrak Raja yang baru masuk.
"Raja aku mau ngomong sama kamu ...."
"Gue juga!" ucap Raja cepat. Ace memiringkan kepalanya.
"Apa?" tanyanya. Raja terdiam sesaat lalu melihat sekeliling. Belum ada orang yang datang, hanya ada beberapa mahasiswi kutu buku yang sibuk dengan buku mereka.
"Gue ...." Raja menggaruk tengkuknya. Jane datang di belakangnya, lalu berhenti di ambang pintu sambil tersenyum, "gue suka sama lo!" ucapnya. Jane semakin melebarkan senyumnya. "Lo ... lo mau jadi ..." Ace masih diam saja mencerna apa yang di katakan Raja. "Pacar gue?" Ace mengerjapkan matanya berkali-kali dengan cepat. Raja melihatnya gemas sendiri.
"Ma.maksudnya apa?" tanya Ace bingung.
"Ya.ya ... maksud gue ...."
"Ace ... Raja nembak lo!" jelas Gattan dari arah belakang. "Lo mau nerima dia apa enggak?" lanjutnya.
__ADS_1
"eh, ne.nembak apa?" Ace tampak kebingungan.
"Ya udah kalo lo nggak bisa jawab sekarang." Raja langsung pergi begitu saja dari kelas itu. Ace masih terlihat bingung.
"Aduuuh, lo tuh gimana sih Ace!" Jane menggeleng tidak percaya. Gattan menunduk ada rasa tidak suka tapi juga ada rasa senang, dia bingung harus berekspresi seperti apa!
"Raja!" Gattan tersentak saat Ace berlari sambil memanggil nama Raja. Cowok itu menatap punggung Ace yang mulai menjauh.
"Gue tau kok sama perasaan lo!" Jane menatap Gattan sambil bersandar pada pintu.
"Maksud lo?" Gattan pura-pura acuh.
"Udah lah, jangan muna! Lo suka sama Ace." Jane tersenyum. "Gue salut, lo nggak berusaha ngrebut dia dari Raja!"
"Dari awal, sebelum gue muncul. Mereka bukan apa-apa, sejak awal. Mereka udah saling suka, tapi nggak tau cara mengekspresikan perasaan masing-masing. Gue cuma bantu ngedeketin mereka!"
"Salut gue sama lo! Bolos yuk! Kita jalan-jalan, anggep aja gue lagi bantuin lo biar bisa cepet-cepet move on dari Ace!" Gattan terkekeh. Tapi, dia juga tidak menolak ajakan Jane. Cowok itu mendekati Jane dan merangkulnya.
"Lo yang traktir!" putus cowok itu tanpa penolakan.
"Iya deh iya, buat yang lagi patah hati!" Tawanya. Membuat Gattan mau tak mau ikut tertawa.
****
"Raja!" Ace mengatur nafasnya yang memburu, "kenapa jalannya cepet banget!" protes si mungil sambil memegang dadanya.
"Apa?" Raja memutar tubuhnya. Memasukkan kedia tangannya kedalam saku celana.
"Tunggu! aku kan belum ngomong!" Protes Ace.
"Apa?" Ace mendengus kesal.
"Kok apa! Kan tadi Raja nembak aku! Masa aku nggak jawab!" Raja mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
"Ya udah!" Raja menatap Ace lagi.
"Aku tau, kamu orang baik. Kamu juga bantuin aku sama Gattan. Tapi maaf Raja ...."