Raja.

Raja.
26. Pertemuan tak Terduga.


__ADS_3

****


     Pagi ini Raja berangkat seperti biasa. Bedanya Jane tidak ikut dengannya, karena sudah berangkat bersama kakaknya lebih dulu. Biasanya, Raja akan berangkat bersama Jane. Cowok itu membenarkan tas ransel yang menyampir di bahu kirinya.


    Raja terkejut begitu melangkah keluar dari mobil tiba-tiba ada yang memanggil namanya dan langsung berlari memeluknya.


"Raja!" Raja terdiam kaku. Bahkan tangannya masih menggantung di tali tas ranselnya, "aku kangen banget sama kamu!"  cowok itu masih diam. Bahkan dia lupa caranya bernafas, apa yang terjadi sekarang, apakah yang di depannya ini adalah ....


"Raja lo dari man ... eh!" Raja tersentak kaget saat ada yang menepuknya dari belakang. Itu Jane, gadis yang sedang memeluk Raja melepaskan pelukannya, "gue pikir tadi si cacing kremi yang meluk lo!" Jane menunjuk gadis di depannya.


"Ja, di cariin noh sama Tuan lo!" ucap Jane. Raja yang masih sedikit linglung menatap gadis yang juga menatapnya.


"Ace ...."


"Kamu inget sama aku?" air mata Ace mengalir, "kamu jahat! Kenapa kamu bisa lupa sama aku!" Ace menarik tas Raja hingga tas itu jatuh. Jane yang merasa tidak mengenal atau tidak harus ikut campur segera menyingkir dan pergi.


"Tapi gue ...."


"Apa! Lo mau alesan apa!" Gattan tiba-tiba muncul dan merangkul Ace. Raja terdiam, mengambil tasnya dan ingin pergi. Namun, Ace meraih tangan Raja dan menahannya.


"Kalo kamu pergi, aku nggak akan pernah mau lagi kenal sama kamu!" ancam Ace.


"Sorry!" Raja kembali ingin pergi.


"Lo pengecut banget ya, Ka!" Gattan berucap sinis bercampur kesal, "lo ninggalin cewek yang lo sayang. Lo mikir nggak perasaan dia! Lo egois sama perasaan lo sendiri!" Raja membalikkan tubuhnya. Menatap Ace yang semakin menangis, Gattan menatapnya marah.


"Tapi lo suka sama dia!"

__ADS_1


"Dan dia suka sama lo!" bentak Gattan, "lo pikir Ace itu mainan. Dulu waktu kita kecil lo emang baik banget sama gue. Apa yang gue suka dari mainan lo, pasti lo kasih ke gue. Tapi, dia itu manusia! Dia punya perasaan!" Raja menarik nafasnya pelan. Menatap Ace dengan sendu, "hati itu nggak bisa di paksa, Ka!" seketika Raja mengingat ucapan Stella. Dulu, Stella juga berkata hal yang sama.


"Raja ...," panggil Ace menarik pelan tangan Raja. Cowok itu hanya diam, dia sangat tau perasaannya. Sebanyak apapun waktu yang terlewati. Tetap saja, Raja masih memiliki perasaan itu. Bahkan tak bisa melupakan Ace sedikitpun.


    Raja menatap Ace lagi, kali ini ada sesuatu yang membuat Raja senang. Sesuatu yang selama ini dia rindukan. Raja menarik Ace dengan sekali sentak dan memeluknya. Ace terkejut, dan segera membalas pelukan cowok yang sudah menghuni hatinya itu, gadis itu semakin menangis, "jangan pergi lagi!" bisik Ace pelan. Raja tak menjawab, mengusap rambut belakang Ace dengan pelan.


"Dramanya di cut dulu! Ace ... kita harus ke aula 'kan. Lo lupa kita mahasiswa transferan! Yang ada, kita bisa di keluarin!" Gattan menginteruksi kegiatan Ace dan Raja. Ace tersenyum sambil menyeka air matanya.


"Aku tunggu kamu di kantin ya, nanti siang!" ucap Ace lalu pergi dari hadapan Raja. Tak terasa seutas senyum terbit di wajah Raja. Jane yang duduk di sebrang melihat cowok itu jadi ikut tersenyum


"Jadi itu alesan lo nggak mau cari cewek? Hmm masuk akal ..." gumam Jane lalu berjalan meninggalkan tempat itu.


****


     Raja tak fokus hari ini. Pertemuannya dengan Ace, hampir tak dia sangka akan terjadi. Walaupun Raja berharap bisa kembali bertemu Ace. Tapi, dia tidak menyangka akan secepat ini, terlebih Raja senang mengetahui fakta bahwa Ace memiliki perasaan terhadapnya.


"Bagaimana Tuan Hardinuca!" Raja langsung menoleh ke arah Dosen di depan kelas. Apa yang di pertanyaan tadi, "jika anda tidak suka dengan pelajaran saya, silahkan anda keluar." Pinta sang Dosen. Raja baru kali ini tidak fokus begini.


"Maaf Pak!" ucapnya cepat.


   Penjelasan di lanjutkan. Kini Raja mulai fokus kembali, Jane menatap Raja dari samping, lalu tersenyum, "hampir setaun gue temenan sama lo, tapi baru kali ini gue liat lo kayak gini, Ja!" ucap Jane. Gadis itu kembali menatap Dosen, dia senang tentunya. Jane dan Stella kebetulan sudah dekat, sering ngobrol bersama di saat sore hari. Stella bilang, Raja tidak pernah dekat dengan yang namanya perempuan. Kecuali Jane, dan dulu saat SMA Raja pernah dekat dengan seorang gadis. Sayangnya sahabat Raja juga menyukai orang yang sama. Raja itu tipe orang yang tidak suka berdebat, jadi dia memilih langsung pergi.


'Cinta segitiga huh' ucap Jane kala itu. Stella hanya terkekeh menanggapinya. Jane sekarang tau Raja memang menyukai ah ... bahkan lebih dari kata suka menurut Jane. Raja itu mencintai gadis bernama Ace, tapi dari penglihatan Jane. Ace itu tidak ada istimewanya. Tubuhnya kecil, mungil, ya mungkin tingginya hanya sebatas telinga Jane atau dagu, entahlah yang jelas Ace itu bertubuh mungil, rambutnya di kuncir satu dengan kunciran warna merah muda. Tak lupa tas ransel pink yang tadi di pakai Ace. Kekanakan, itu yang terlintas di pikiran Jane. Tapi, Ace memiliki mata yang imut ah ... Jane tau, gadis itu menoleh menatap Raja.


"jadi lo suka yang imut-imut?" Gumam Jane. Raja kebetulan menoleh dan tatapan keduanya bertemu, Jane terkekeh sambil menggeleng. Membuat Raja bingung.


****

__ADS_1


"Suprise!" Raja dan Jane terkejut, saat tiba-tiba Ace muncul membawa cake di tangannya. Jane masih mengingat kejadian di kelas tadi, dia jadi terkekeh.


"Lo ngapain?" tanya Raja bingung.


"Aku bikin kue buat kamu." Gadis kuncir itu duduk di sebelah Raja. Otomatis Raja sedikit bergeser. Gattan datang membawa beberapa cemilan entah untuk apa.


"Nih! Lo ngrepotin gue lagi, awas!" tukas Gattan lalu duduk di samping Jane, "btw gue Gattan." Gattan mengulurkan tangannya pada Jane.


"Gue Jane."


"Oh iya, aku juga belum kenalan, aku Ace." Ace tersenyum riang. Jane balas tersenyum.


"Ini kue buat apa?" Raja masih tidak mengerti apa yang di pikirkan Ace.


"ini ...." Ace ragu untuk menjawabnya. Gattan yang sudah tau apa yang ingin di katakan Ace menyela.


"Udah sih, lo makan aja!" seru Gattan.


    Raja mengambil sepotong kue yang di buat Ace, saat hampir memakan kue itu. Raja menghentikan aksinya. Ponselnya bergetar, ternyata Stella yang menelfon.


"Halo Ma ... "


'Nuca! Kamu bisa pulang sekarang? Bita kejang-kejang lagi. Papa lagi nggak di rumah, di kantornya juga udah Mama telfon nggak ada, hpnya ngga aktif!' Raja berdiri dari duduknya.


"Aku pulang sekarang Ma!" Raja menatap Ace dengan pandangan tidak enak sekaligus khawatirnya, "Ace sorry, gue ...." Ace ikut berdiri.


"It's ok, jangan lupa hubungin aku." Senyumnya. Raja mengangguk lalu segera pergi.

__ADS_1


"Tapi Ace itu 'kan ...." Gattan menghentikan ucapannya saat Ace pergi begitu saja. Gattan sangat tau perasaan Ace, tapi Raja juga tidak bisa di salahkan. Sekarang Gattan harus bagaimana?


__ADS_2