
****
"Nih buat lo!" Ace menoleh dan menatap Raja yang membawakannya makan siang.
"Makasih ...." Ace tersenyum singkat. Lalu kembali sibuk dengan tugasnya. Siang ini, Raja, Ace, Gattan dan Jane memutuskan belajar di rumah Raja.
"Buat gue mana?" tanya Jane. Raja memberikan sekantung makanan juga untuk Jane dan Gattan. Sebenarnya bukan Raja yang beli. Tapi Ben, hanya saja Raja yang mengambilnya keluar. Karena Jane sangat tidak suka jika Raja membawa bodyguard nya itu. Setelah memberikan makanan kepada pacar juga sahabatnya, Raja berlalu pergi begitu saja.
"Cowok lo kenapa?" tanya Jane. Ace menoleh dan menatap Raja yang baru saja keluar ruangan.
"Nggak tau. Emang kenapa?" jawab dan tanya Ace acuh. Gadis itu memilih kembali serius dengan tugasnya.
"Lo tuh ceweknya, perhatian dikit kek sama dia." Ace menghentikan kegiatannya.
"Emang gitu ya?" tanya Ace. Gattan tampak menggelengkan kepalanya pelan.
"Gue juga nggak pernah pacaran. Tapi, kalo masalah gituan, yang gue tau ya gitu!" ucap Jane. Gattan hanya menggeleng tak perduli lalu menyibukkan diri dengan tugas dari asdosnya.
Ace jadi kepikiran. Akhirnya memilih mencari Raja. Gadis itu mengelilingi rumah besar milik keluarga Knowles itu. Banyak ruangan yang Ace datangi. Ternyata, Raja justru berada di tepi kolam renang, tampaknya Raja sedang memikirkan sesuatu.
"Kamu kenapa?" Ace tanpa persetujuan langsung duduk di samping Raja. Mencelupkan setengah kakinya ke dalam air. Raja sedikit terkejut, menoleh sesaat lalu kembali menatap air yang bergerak karena kedatangan Ace tadi.
"Ada masalah?" tanya Ace. Raja tampak menghembuskan nafasnya.
"Kalo misalkan gue pergi gimana?" Ace terdiam mantap Raja yang juga menatapnya.
"Kamu ... mau pergi?" tanya Ace. Matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Gue bilang misalkan!"
"Kemana?" Raja terdiam. Sepertinya Ace sudah tau apa yang di fikirkan nya. Cowok itu menghela nafas lalu menunduk menatap air kolam yang terlihat jernih dan segar.
"Lo tau Bita sakit! Dia ... nanyain gue terus."
"Jadi?"
"Gue harus nyusulin dia kesana!"
"Kapan?" tanpa sadar air mata Ace mengalir. Gadis itu memalingkan wajahnya sambil menghapus air mata yang tak di inginkan nya.
"kalo nggak ada hambatan. Besok gue udah harus berangkat." Ace mendongak mencoba menahan air matanya agar tak kembali mengalir.
"Berapa lama?"
"Gue belum tau, mungkin sampe Bita sembuh." Raja hanya mampu memperhatikan Ace. Gadis itu menunduk sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Kamu nggak bisa perginya seminggu lagi aja?" tanya Ace sambil menatap Raja dengan matanya yang memerah. Raja hanya diam, menandakan dia tidak bisa melakukan apa-apa tentang hal itu. Ace mengangguk, kali ini dia tak lagi menahan air matanya.
"Kenapa baru bilang sekarang?" Raja menarik tangan Ace, walaupun tekesan kaku. Namun, genggaman itu terasa hangat bagi Ace.
"Gue minta maaf, gue terima telfon itu semalem. Mama bilang Bita nyariin gue terus." Ace mulai menangis sesenggukan. Raja yang menyaksikan itu tak tega dan menarik Ace kedalam pelukannya. "Gue ngga bermaksud ninggalin lo!" Ace tak menjawab hanya menangis sambil menggenggam tangan Raja erat.
"Kamu pasti kembali kan?" bisik Ace dengan suara seraknya. Raja mengangguk yakin.
"Pasti!" katanya, "lo mau kan nunggu gue?" Ace melepas dekapan Raja, lalu menatap Raja.
"Aku janji! Sampe kapanpun, aku bakalan tunggu kamu!" janji Ace. Raja tersenyum, dengan perlahan cowok itu mengusap kedua pipi Ace menggunakan ibu jarinya, "kamu jangan lupain aku ya."
"Iya ...."
"Janji?" Ace mengangkat tangannya dan mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Raja. Raja terkekeh lalu menakutkan jari kelingkinya pada jari kelingkingnya Ace.
"Gue janji!" Ace tersenyum lalu dengan segera memeluk Raja.
"Aku pegang janji kamu!"
****
"Kenapa mendadak!" seru Gattan tak terima.
"Gue harus pergi!" jawab Raja santai.
"Gue tau ...." Gattan menggeleng.
"Lo nggak akan pernah tau!"
"Terus gue harus apa! Ngebiarin adek gue yang lagi sakit buat terus-terusan nangis karena pengen ketemu gue!" Raja mulai marah. Baru pertama kalinya Gattan melihat kemarahan Raja, dan itu ....
Menyeramkan!
Gattan mengacak rambutnya. Dia frustasi sendiri, "tapi tiga hari lagi dia ulang tahun, dan hari ini lo mau pergi, lo mikir nggak sih!" Raja menyandarkan kepalanya pada dinding.
"Gue nggak punya pilihan ...." Raja hanya mampu menghela nafasnya. Diapun tidak tega meninggalkan Ace. Apalagi dalam waktu yang tidak bisa di tentukan itu, terlebih kondisi Bita yang terbilang sama sekali tidak baik. Raja tidak yakin dia akan pulang dalam waktu cepat.
****
"Jaga diri lo baik-baik." Pinta Raja. Sore ini Raja sudah ada di bandara, bersama Ben dan juga Yuni(pengasuh Es) karena Es Raja bawa untuk menemaninya. Terlebih untuk mengobati rasa kangennya terhadap pacarnya itu.
"Mmm ...." Ace hanya mengangguk dan tidak mau melepaskan pelukannya pada Raja. Gadis itu berusaha tidak menangis.
"Tunggu gue pulang!" ucap Raja lagi,? Ace kembali hanya mengangguk, "jangan lupa jaga kesehatan."
__ADS_1
"Kamu juga," balas Ace dengan suara serak nya. Raja tersenyum, Cowok itu melepaskan pelukannya, lalu mencium kening Ace lama.
"Jaga hati lo juga, gue pegang janji lo yang kemaren." Ace mengangguk cepat. Kali ini, dia tak lagi mampu membendung air matanya, "ini hadiah ulang tahun lo, sorry gue ngasihnya ke cepetan." Raja mengambil sesuatu dari dalam tasnya. "Semoga lo suka!" Ace hanya mampu menggeleng, air matanya mengalir deras tanpa bisa lagi ia cegah.
"Raja aku sayang kamu ...." Ace mencium singkat pipi Raja. "Jangan lupain aku." Raja mengangguk, lalu mengusap kepala Ace sayang.
"Gue pergi dulu, gue bakalan selalu hubungin lo!" Ace mengangguk semangat.
"Iya, aku tunggu." Raja menoleh dan menatap Gattan yang berdiri bersama Nisa di sampingnya.
"Gue nitip Ace ya ke elo!" ucap Raja.
"Lo bilang aja ke cewek gue, boleh nggak gue jagain cewek orang!" Gattan menunjuk Nisa dengan dagunya. Nisa hanya terkekeh.
"Lo ...." Belum sempat Raja menyelesaikan ucapannya.
"Kalo iya kenapa? Gue pacaran sama dia, lo mau protes?" ketus Gattan.
"Gue bukan mau bilang itu." Raja menggeleng pelan, "gue cuma mau nanya, kok lo mau sih pacaran sama cowok kayak dia."
"Sialan lo!" Gattan menjitak kepala Raja. Raja hanya terkekeh, sebenarnya dia lakukan hal itu hanya untuk membuat Ace sedikit lebih tenang.
"Tapi gue beneran nitip Ace ya. Kalo dia selingkuh, lo borgol aja tangannya!" ucap Raja serius.
"Raja ... aku tau Ace, dia pasti nggak akan gitu kok" Nisa angkat bicara. Raja mengangguk.
"Gue percaya sama kalian!"
"Terus lo nggak percaya sama gue gitu!" Suara dari arah belakang membuat Raja dan yang lainnya menoleh. Ternyata Jane, gadis itu terlihat sedang mengatur nafasnya. "Gila, gue lari dari parkiran taxi sampe kesini!" bangganya sambil bersandar pada Gattan karena lelah.
"Gue pikir lo nggak dateng." Raja menepuk kepala Jane, "jaga diri lo baik-baik, jangan mau sama cowok belangsak kayak waktu itu!"
"Dulu cuma kenalan Raja!" protes Jane. Raja terkekeh.
"Iya-iya. inget ya, jangan suka ngerjain satpam lagi, dan juga, jagain Ace selama dia kuliah di kampus kita!" Jane mulai serius.
"Gue pasti bakalan inget kata-kata lo, kalo lo pulang, jangan lupa ...." Jane menepuk bahu Raja. "Oleh-oleh yang banyak buat gue, dan gue denger coklat di sana enak-enak. Lo harus bawain ya buat gue." Raja mendengus, dia fikir apa.
"Ya udah lah, kalo gitu gue cabut dulu!" Raja kembali mendekati Ace yang sudah mulai tenang, "kalo ada apa-apa, lo harus langsung kasih tau gue!" Raja mengusap kepala Ace, "ngerti?"
"Iya," jawab Ace. Raja mendekap tubuh mungil Ace, lalu melepaskannya.
"Gue pergi dulu." Raja meninggalkan semuanya di sana. Walaupun sesekali cowok itu masih menoleh kebelakang untuk melihat Ace. Namun, Raja tetap berjalan meninggalkannya.
Tidak tau ada apa di depan sana. Jalan seperti apa yang akan di tempuh. Yang jelas, Raja terus berjalan, waktu terus berputar dan nafas masih berada pada tempatnya. Maka, apapun bisa terjadi, Raja tidak tau kapan dia akan kembali, atau apa dia bisa kembali. Bahkan mungkin Raja tidak akan pernah kembali. Namun, janjinya tidak akan pernah dia ingkari. Raja tidak akan melupakan Ace, walaupun dia harus menetap selamanya di kota yang sama sekali tidak di sukai nya. Karena tempat yang paling Raja sukai adalah berada di sisi Ace.
__ADS_1
The End.