
*****
"Tapi Om ...."
"Nuca! Kamu tau maksud Mama kamu itu baik. Kenapa kamu nolak!" Raja langsung diam.
"Dari Nuca kecil, semua bilang Nuca nggak punya orang tua ...." Dava menatap Raja yang menunduk.
"Mereka bilang Nuca nggak punya Papa, kalaupun ada yang deket sama Nuca? Mereka cuma ada maunya, mau di beliin mobil-mobilan, mau di beliin mainan, atau robot-robot an, bahkan cuma di traktir makan! Abis itu mereka ledek Nuca lagi!" jelas Raja. Dava menepuk bahu Raja.
"Sekarang udah beda!" katanya.
"Waktu SD, waktu Mama di bilang meninggal, semua temen-temen sekelas jauhin Nuca. Mereka bilang Nuca anak yang bikin sial! Pas SMP, semua jauhin Nuca gara-gara mereka bilang Nuca selalu jadi pusat perhatian. Padahal Nuca nggak mau jadi kayak gitu!" Dava hanya diam, "pas masuk SMA, dari awal Nuca udah bilang nggak boleh ada yang deketin Nuca. Ngrepotin Om, apalagi yang cuma manfaatin Nuca buat kepentingannya!"
"Lo masih inget si Indra!" Dava dan Raja menoleh bersamaan. Gattan berdiri di belakang mereka, "yang selalu bikin masalah sama lo?" tanya Gattan. Raja mengalihkan pandangannya.
"Waktu itu padahal kita masih SD kelas tiga." Gattan melanjutkan. "Indra bawa rokok, terus taro rokoknya di tas lo, iya 'kan!" Raja langsung menatap Gattan. Jadi Gattan tau? "tapi lo diem aja!"
"itu ...." Raja tak mampu menjawab.
"Apa itu benar?" tanya Dava.
"Mn!" jawab Raja.
"Kenapa kamu diam?"
"Karena Indra bilang, dia bakalan bikin Gattan keluar dari sekolah!" jawab Raja.
"Tapi gue keluar bukan karena Indra! Lo tau sendiri, nyokap gue sakit! Karena sakitnya parah, jadi bokap bawa ke luar negri. Karena pengobatannya lama, dan gue nggak punya sodara akhirnya gue harus ikut pindah!" tegas Gattan.
"Waktu lo pindah, Indra ngambil semua barang-barang gue!" Raja terkekeh, "gue diem aja karena gue pikir itu nggak perlu lagi."
"Tapi itu semua nyokap lo yang beliin, kenapa lo nggak hargain!" Gattan emosi.
"Tapi itu bisa di beli lagi!" elak Raja.
"Lo tau, sekarang nyokap gue udah meninggal, dan semua barang-barangnya gue jaga. Gue nyesel, dulu ngrusakin semua barang-barang yang dia beliin buat gue!" Raja langsung diam.
"Mama lo udah ...."
"Iya, waktu gue kelas 6 SD! Mama meninggal, karena kankernya makin parah!" Dava hanya memperhatikan keduanya, "sekarang gue tinggal sama bokap dan istri barunya di Cina. Tapi nyokap lo yang bikin gue ada di sini sekarang!"
"Cina?"
"Iya, Papa nikah sama orang sana dan tinggal di sana."
"Sorry gue ...."
"It's ok, sekarang waktunya lo nerima kenyataan Nuca! Dan lagi, lo lucu banget sih, nggak mau punya temen selain gue. Ngakak gue dengernya dari nyokap lo!"
"Mama bilang gitu?" Gattan mengangguk
"Ish, ngapain coba Mama bilang-bilang!" gerutu Raja sambil menggaruk tengkuknya yang memang tidak gatal.
"Itu karena, dia percaya sama gue!"
__ADS_1
****
"Tante, saya boleh bikin Vlog di sini nggak?" tanya Ghani. Stella yang masih kepikiran dengan Raja menatap Ghani lalu mengangguk.
"Boleh ..." jawabnya.
"Yess, makasih Tante." Ghani segera mendekati Joe, "pasang kamera Joe!" katanya, lalu mengeluarkan kamera yang memang sejak tadi berada di tasnya.
"Rolling, Action!" teriak Joe mengarahkan kameranya pada Ghani dan dirinya.
"Selamat siang semua, kembali lagi di Chanel J & G alias Joe dan Ghani Chanel! Chanel kesayangan kalian semua! Ok ketemu lagi bareng gue Ghani."
"Dan gue Joe!"
"Kali ini kita ada di mana ...." Ghani menatap Joe.
"Tebak hayooo." Joe tertawa menanggapi Ghani.
"Kali ini kita ada di rumah si kutub utara. Ok bukan maksudnya gue ada di rumah si misterius Raja!" ucap Ghani di depan kamera, Joe mengikuti Ghani yang berjalan semakin ke belakang.
"Kalian pasti kenal ya, ya yang belum kenal, gue kenalin deh, ni gue kasih liat fotonya!" nanti di edit, ok lanjut, "kali ini kita nggak cuma berdua guys! Karena ada cewek-cewek cantik yang bakalan nemenin J & G buat keliling rumahnya Raja. And BTW gue di sini karena Raja lagi ulang tahun lo guys" Ghani lalu tertawa.
"And ya Happy birthday Raja, moga panjang umur ya!" ucap Joe.
"Yup! Met Ultah, semoga apa yang di semogakan tersemogakan!" Ghani tertawa lagi, "ok langsung aja kita kenalan sama tiga cewek-cewek cantik yang bakalan nemenin gue. Ini Chelsea ya kalian udah kenal lah ya, udah sering muncul di Chanel gue.
"Haii guys, apa kabar?" sapa Chelsea.
"Dan ini Nisa, beberapa kali sih ikutan." Joe mengarahkan kameranya oada Nisa.
"Dan yang terakhir ada anak baru yang juga baru muncul di chanel gue! Namanya Ace."
"Hai, salam kenal," sapa Ace ceria.
"Vlog kali ini gue bakalan kasih liat kalian isi di rumah Raja," katanya, "kalian pasti penasaran dong. Apa sih isi di dalem rumahnya Raja. Si cowok misterius yang dingin itu."
"Kira-kira apa aja ya yang ada di rumah Raja?" Joe menimpali.
"Dan kali inj, kita bawa tamu spesial yang bakalan mandi kita di istana Raja ini." Gani tersenyum ke arah seorang wanita cantik yang sudah berdiri di samping Ace. "Salam kenal Tante ...," sapa Gani.
"Salam kenal, saya tantenya Raja."
"Tante itu saudara kembarnya Mama Raja, ya?" tanya Joe. Wanita itu mengangguk.
"Saudari lah Joe!" komentar Ghani.
"Iya sama aja!"
"Beda lah!" Ghani masih protes.
"Udah bodo amat deh. Pokoknya sekarang, kita harus keliling rumahnya Raja." Joe mengarahkan kameranya ka sekeliling.
"Gue penasaran!" Chelsea ikut berkomentar.
"Ya sudah kita mulai saja kalau gitu!" Starlla berucap.
__ADS_1
"Ok jadi, biasanya kalo ngegerebek rumah orang lain itu 'kan dari depan. Kalo kita beda, sekarang gue ada di taman belakang rumah Raja. Taman yang super luas dan ... menurut gue ini enak banget buat lo yang suka foto-foto cantik." Ghani tertawa lagi
"Ini taman kesukaan Raja, biasanya dia suka main di sini sama Bita," jelas Starlla.
"Wiih, taman kesukaan Raja guys!" Chelsea melihat-lihat sekitar.
"kalian liat!" Ghani duduk di ayunan yang berbentuk kepompong, "enak banget gitu yah," katanya.
"Empuk loh!" kata Joe sambil ikut duduk di ayunan lain.
"Ghan, liat kolam ikannya!" seru Chelsea. Ghani mendekat dan melihat ikan-ikan koi yang berenang kesana kemari.
Vlog pun berlanjut. Hingga saat Joe dan Ghani sedang melihat-lihat ruangan terakhir, yaitu ruang tamu yang di penuhi teman-teman sekelas Raja.
"Wah guys! Keren banget ya rumahnya, dan di Video ini gue bersyukur bisa masuk ke rumahnya Raja, oh my god! Konten mahal ini!" kekeh Ghani. Di ikuti keempat temannya.
"Bener-bener!" jawab Nisa.
"Gue yakin sih, Videonya bakalan jadi beberapa part!" komentar Chelsea.
"Sayang banget Tante Starlla pergi duluan tadi," ucap Ace.
"Iya," timpal Nisa.
"Khm!" Ghani. Dan yang lainnya langsung menoleh ke arah belakang. Di sana sudah berdiri Raja juga Gattan.
"Eh Raja, kita udah ijin kok ke nyokap lo!" kata Ghani. Raja berjalan mendekat, tiba-tiba Ace berdiri menghalanginya.
"Jangan marahin Ghani!" katanya sambil merentangkan tangan.
"Minggir!" perintah Raja.
"Nggak, kamu pasti mau marahin Ghani kan!" tuduh Ace.
"Minggir gue bilang!"
"Nggak!" kuekeh Ace.
"Batu ya!" Raja mendorong Ace. Dan membuat Gadis itu hampir terjatuh. Raja cuek-cuek saja tanpa rasa bersalah.
"Sorry Ja, gue cuma!"
"Bukan urusan gue!" Raja berjalan keluar dari rumah. Gattan menepuk bahu Ace.
"Lo nggak apa-apa? Sorry ya, Nuca lagi emosi," katanya.
"Iya, nggak papa kok, lagian tadi aku yang salah." Gattan mengangguk, dan mengejar Raja keluar.
"Nah guys, itu tadi Raja, kita liat keluar ya!" Joe mengikuti kemana Ghani bergerak. Dan keduanya tiba di halaman, sedangkan tiga gadia lainnya tak lagi mengikuti. "Yah guys, Rajanya ngilang, ya udah lah, dia 'kan emang 'Misterius' hahahaaa" Ghani sampai keluar Gerbang untuk mencari Raja. Namun, keduanya tak menemukan cowok itu.
"Raja!" seru Joe mengarahkan kameranya ke arah belakang Ghani. Di sana ada seorang cowok yang tiba-tiba tergeletak di jalan. Bahkan Gattan juga terlihat tak sadarkan diri di tepi mobil itu. Ghani berlari ingin mengejar, sayangnya tubuh Raja lebih dulu di masukkan kedalam mobil.
"Drone? Drone!" kata Ghani cepat. Joe langsung menerbangkan Drone dan nengikuti kemana Mobil itu pergi. Setelah itu mengambil beberapa foto no seri mobil itu. Ghani dan Joe membawa tubuh Gattan masuk ke dalam rumah. Sepertinya cowok itu di pukul dengan benda tumpul hingga kesadarannya menghilang.
***
__ADS_1