Raja.

Raja.
15. Ancaman.


__ADS_3

****


"Latihan lagi, Raja!" ajak Ace. Raja mengangguk sekilas, lalu berjalan bersisian dengan Gattan dan Ace. Sedangkan di belakang mereka, ada Nisa dan Chelsea yang sedang tertawa entah menertawakan apa. Ada juga Joe dan Ghani yang sibuk membahas tentang vlog terbarunya.


    Mereka sudah sampai di ruang drama. Raja segera mengambil posisi, walaupun wajahnya tetaplah datar. Bu Nadia juga tidak bisa mengubah itu, dan kebetulan cerita yang mereka bawakan sangat cocok dengan karakter Raja. Yaitu pangeran(Raja) yang di kutuk oleh penyihir jahat(Chelsea). Dia dikutuk karena telah menolak putri(Nisa) dari penyihir itu, dan akhirnya penyihir membuat hati sang pangeran beku.


    Namun pada suatu hari Pangeran bertemu seorang putri(Ace) dari negeri seberang yang tersesat. Pangeran pun menolongnya, dan mereka mulai berkenalan, hingga sang pangeran tau jika sang putri telah bertunangan dengan seorang kaisar(Gattan). Namun, putri tidak menyukai kaisar itu, karena kaisar itu terlalu sombong dan juga angkuh. Pangeran yang sudah jatuh hati dengan putri tidak membiarkan putri kembali kepada kaisar. Kaisar marah dan menyerang kerajaan pangeran, karena kekuatan yang di miliki pangeran, sang kaisar dapat di kalahkan.


    Akhirnya pangeran dan putri dapat bersama. Seiring berjalannya waktu kebekuan sang pangeran mulai memudar dan kutukanpun hilang. Keduanya mulai hidup bersama dan bahagia.


     Di drama itu, Raja tidak banyak bicara, tapi itu menjadikannya seperti mendalami karakter. Apalagi, saat dia marah karena sang kaisar atau Gattan menarik dan memeluk putri atau Ace. Raja terlihat benar-benar marah, padahal itu 'kan hanya akting.


"Hhh, akhirnya selesai juga!" Ace merenggangkan otot-ototnya. Raja duduk di sampingnya, lalu mengambil air yang sudah di siapkan. Namun, belum dia meminumnya Raja merasa aneh, ada sesuatu dalam minuman itu, cowok itu mengambil benda semacam batu berwarna putih dari dalam tasnya lalu memasukkannya kedalam air minum itu. Benar saja, benda itu langsung menghitam, ada racun di dalam air mineral itu, tapi siapa yang memberikannya?


***


    Pulang sekolah ini, Raja langsung mancari Stella. Namun, Mamanya itu tak terlihat di manapun. Bahkan sekarang, cowok itu sedang berada di dalam ruang kerja Stella. Anehnya, setelah Stella memberikan amplop itu kemarin, Stella tidak terlihat di mata Raja, entah itu untuk makan malam, bahkan sarapan pun Raja tak melihatnya.


    Raja terkejut saat tangannya tak sengaja menyenggol vas bunga di atas meja, cowok itu berinisiatif membetulkan letak vas bunganya. Namun, tiba-tiba lemari buku yang ada di ruangan itu berputar, dan menunjukkan sebuah jalan rahasia. Raja mulai mendekati ruangan itu dan masuk kesana.


     Raja menuruni anak tangga yang cukup panjang. Entah ada berapa anak tangga, seperti tak berujung. Dan saat Raja sampai di sebuah pintu, cowok itu membukanya perlahan.


"Waaw!" Raja menggeleng tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Bagaimana tidak, di tempat itu. Raja bisa melihat ruangan luas dengan dekorasi yang sangat mewah, padahal ini 'kan di bawah tanah? Tapi bagaimana bisa Stella memiliki ruangan seperti ini?

__ADS_1


    Raja mulai mengelilingi ruangan itu, dan ada beberapa ruangan lagi yang ada di sana. Raja masuk ke salah satu ruangan dan menemukan ruangan Gym, lengkap dengan alat-alatnya. Raja takjub sendiri melihatnya. Setelah puas di ruangan itu, Raja beralih ke ruangan sebelahnya. Itu adalah ruangan untuk berlatih tinju, bela diri dan lainnya, karena ada ring di sana. Ada beberapa samsak yang menggantung juga ada yang berdiri di sudut ruangan. Raja mendekati salah satu samsak itu namun belum juga dia mencobanya. Raja kaget saat menemukan Stella yang tergeletak di sana.


"Mama!" serunya, dengan cepat langsung menggendong tubuh lemas Stella. Cowok itu berlari cepat menuju tangga, kesal kenapa tangganya tidak ada habisnya!


***


    Raja dan Garvin duduk di ruang tamu rumah Ferry. Mereka sedang menunggu Stella yang sedang di periksa di ruang pemeriksaan. Raja beberapa kali berdecak antara kesal dan juga merasa bersalah. Ferry adalah seorang pengacara, dan merangkap sebagai ilmuan yang sejak dulu sudah menangani kesabaran tubuh Stella. Dulu, Stella pernah mengalami kecelakaan, dan membuat beberapa tulang rusuknya patah. Ferry berusaha menyembuhkan Stella, dan di dalam tubuh Stella kini tertanam tulang rusuk buatan.


    Ferry keluar dari ruangan, lalu duduk bersandar di sofa, "dia itu, udah bosen hidup, ya!" katanya. Garvin menatap Ferry tidak mengerti.


"Maksud lo, apa bang?" tanya Garvin.


"Dari kondisinya sekarang! Gue yakin dia latihan semaleman, dan nggak makan ataupun minum, dia juga kekurangan oksigen. Kalo aja nggak di periksa setengah atau sejam lagi, dia nggak akan bisa selamet!" jelas Ferry. Entah kenapa Raja langsung merasa bersalah, sepertinya karena kejadian kemarin Stella jadi seperti ini.


"Hhh akhirnya, dia harus jujur juga 'kan," kata Garvin, pria itu menegakkan punggungnya lalu menatap Raja serius, "Papa sekarang tanya sama kamu! Kamu udah tau kami bukan orang tua kamu, apa yang mau kamu lakuin sekarang?" tanyanya. Raja terdiam, Garvin menghembuskan nafasnya, "Mama sama Papa bakalan nerima keputusan kamu," lanjutnya.


"Mama!" Raja berlari masuk dan langsung berdiri di samping tempat tidur Stella. Raja menatap Stella dalam diam, wanita itu berbaring dengan selang infus yang menancap di pergelangan tangan kanannya. Menggunakan selang oksigen di hidungnya juga beberapa kabel yang entah apa tertempel di lengan kanan dan kiri Stella. Rasanya Raja ingin menangis saat itu juga, Stella menatapnya juga. Pandangannya kaku seolah-olah mengatakan 'apapun keputusan kamu, Mama akan terima!' dan itu membuat Raja menghembuskan nafasnya.


"Ma ..." panggil Raja lembut. Cowok itu menggenggam tangan Stella, "maafin Nuca, kemarin Nuca cuma kaget dan nggak tau harus apa. Tapi, sekarang Nuca tau, siapapun orang tua kandung Nuca. Mama tetep Mama Nuca. Nuca nggak perduli walaupun Mama sama Papa nyuruh Nuca pergi! Nuca nggak akan pergi kemanapun?" Stella memejamkan matanya. Dan air mengalir dari sana, Raja mencium tangan Stella.


"Makasih Ma ... selama ini Mama udah rawat Nuca, walaupun Nuca bukan anak Mama." Stella menggeleng pelan, lalu tersenyum. Wajah pucatnya membuat Raja semakin menunduk, Garvin menepuk bahu Raja.


"Biarin Stella istirahat dulu, besok dia baru bisa pulang, kalian boleh pulang sekarang," kata Ferry. Raja menatap Garvin dan mendapat anggukan darinya.

__ADS_1


"Ma, Nuca pulang dulu, besok Nuca kesini buat jemput Mama! Cepet sembuh Ma." Raja mencium kening Stella lalu mencium punggung tangannya, Garvin juga mencium kening Stella.


****


     Pagi ini Raja sudah siap dengan seragamnya. Hari ini, Raja akan menggunakan mobil sendiri, tapi masih di kawal dengan mobil lain. Maklum, Raja itu harus di jaga baik-baik. Jika tidak, mungkin Stella akan mengamuk dan menghancurkan apapun yang membuat Raja terluka. Seperti kemarin.


"Ati-ati ya, jangan ngebut-ngebut," peringat Garvin.


"Iya Pa, ntar kalo mau jemput Mama, bilang ya," pesannya. Garvin hanya mengangguk, Raja menyalami Garvin dan pergi menggunakan mobil, hadiah ulang tahun dari Garvin.


****


"Pagi Raja ..." sapa Ace saat keduanya berpas-pasan di koridor. Seperti biasa, Raja mengabaikan sapaan itu. Terus berjalan ke arah kelasnya, "soal tugas biologi, gimana?" tanya Ace. Raja masih diam saja, "ntar sore kita kerjain ya. Soalnya, kalo kita ngga kerjain bareng, nanti kamu nggak dapet nilai!" cerocos Ace.


"Nanti sore nggak bisa!" Ace mengerjapkan matanya. Tadi Raja menjawab ucapannya 'kan?


"Tapi ...."


"Pagi!" tiba-tiba Gattan muncul di tengah-tengah mereka dan langsung merangkul keduanya dari arah belakang. Raja melirik Gattan malas, cowok itu segera menarik Gattan dan menyeretnya ke samping kanan. Gattan terkekeh, "Iya-iya, nggak bakalan lagi-lagi deh!" katanya. Raja hanya diam saja, Ace bingung sendiri di buatnya. Walaupun tadi sempat kaget karena tiba-tiba ada yang merangkulnya.


"Sang pangeran marah, karena princess di rangkul sama kaisar ceritanya?" ledek Gattan. Ace memiringkan kepalanya karena bingung.


"Lagi ngomongin drama, ya?" tanya Ace. Gattan tertawa.

__ADS_1


"Iya, pinter banget sih," katanya masih dengan tertawa. Raja menghentikan langkahnya lalu menatap ke belakang. Sebuah skateboard meluncur bebas dengan sangat kencang ke arah Ace. Raja melompat dan langsung menaiki skateboard itu, agar tidak menabrak Ace. Ace sendiri kaget dan otomatis menghindar, Raja berhenti dengan sempurna di ujung koridor. Cowok itu mengambil skateboard itu dan melihat ada paku yang sudah berkarat menempel di bagian depannya. Ini berbahaya 'kan, Raja tak habis fikir kenapa ada orang yang melakukan hal seperti itu.


****


__ADS_2