
****
Pagi telah datang. Ace pergi ke kampus bersama Gattan dengan senyum yang secerah matahari di dunia tabi. Gattan saja sampai bingung di buatnya.
"Lo kesambet setan apaan sih, dari pas gue jemput senyam-senyum kagak jelas. Pas di tanya makin kayak orang gila! Ngeri tau nggak!" cerocos Gattan. Ace memajukan bibir bawahnya.
"Enak aja aku di bilang orang gila!" ucap Ace dengan nada kesalnya. Bukannya takut, cowok itu justru terkekeh karena melihat ekspresi menggemaskan Ace.
"Kok ketawa sih! Aku marah beneran tau!" kesal Ace.
"Iya-iya, princess tukang ngambek!" ledek Gattan dan itu sukses membuat Ace semakin kesal.
"Khm ...." Tiba-tiba dari belakang mereka Raja muncul. Gattan tanpa sadar menyingkir, dan membiarkan Raja berdiri di tengah-tengah antara dirinya dan Ace.
"Gue ntar malem nginep di rumah lo ya," ucap Gattan tiba-tiba. Raja mengernyit.l
"Kebetulan, tadi pagi nyokap, bokap berangkat ke Singapur!" ucap Raja. Ace bingung, kenapa saat bersama Gattan, Raja bisa bicara lebih banyak, dan saat bersama dengannya Raja hanya bicara seperlunya saja.
"Berapa hari?" tanya Gattan. Ketiganya ngobrol sambil berjalan ke arah kelas.
"Gue juga nggak tau, mungkin dua bulanan!"
"Hah! Tumben lama banget?" komentar Gattan. Ace yang tidak mengerti hanya diam saja.
"Ya mau gimana lagi."
"Mereka kerja?" Raja menggeleng.
__ADS_1
"Bita sakit, jadi harus di rawat di sana." Ace berdecak. Dia itu tidak di perdulikan.
"Sakit apa? Kok lo nggak pernah bilang ke gue?"
"Dia alergi debu, atau apalah. Tapi parah, sampe kejang. Jadi nyokap khawatir dia makin parah." Gattan mengangguk-angguk. Tiba-tiba saat keduanya asik mengobrol, Ace diam-diam berjalan pelan dan kemudian masuk di tengah-tengah antara Raja dan Gattan. Keduanya berhenti melangkah sekaligus berhenti bicara.
"Lo ngapain sih?" tanya Gattan aneh melihat Ace yang seperti anak kelinci sedang di kejar serigala.
"Abisnya aku di kacangin mulu dari tadi!" ucap Ace cemberut sambil menghembuskan pipinya. Seketika Raja dan Gattan mengalihkan tatapan mereka dari Ace
Cobaan mereka terlalu berat. Di mana mereka di hadapkan dengan makhluk tuhan yang begitu lucu dan menggemaskan seperti Ace, "kok aku di cuekin lagi sih!" protes Ace. Gadis itu kesal bukan main. Memilih berjalan mendahului keduanya.
"Sumpah Ka, tipe lo banget!" ucap Gattan.
"Lo juga suka kan?" tanya Raja. Gattan terkekeh.
"Udah tau lo caranya senyum!" Tiba-tiba Jane datang dan menyenggol bahunya. Raja menoleh.
"Jane? Sejak kapan?"
"Gue baru dateng dan liat tembok yang tiba-tiba bisa senyum!" Kekeh Jane. Gadis itu merangkul Raja agar mengikutinya, "kebanyakan mikir lo, bentar lagi Dosen killer kesayangan lo mau masuk!" cerocos Jane sambil menarik Raja agar mengikutinya.
***
Raja, Jane, Ace dan Gattan sedang makan bersama di kantin. Ace sedang menikmati makanannya begitupun yang lain. Namun, tiba-tiba ada kertas terlempar ke arah kaki Ace. Gadis itu awalnya tak perduli tapi saat kedua kalinya, Ace menatap ke arah bawah dan mengambil kertas itu, ternyata sebuah surat peringatan. Ace kesal, dulu dia di bully dan sekarang Ace tidak mau lagi, gadis itu menunjukkan kertas itu pada Gattan dan Raja.
"Aku males ngadepin ginian lagi!" ucap Ace, Raja menatap kertas itu, dan membacanya dalam hati.
__ADS_1
'Raja itu milik Jane! Mereka cocok dan lo jangan deketin Raja!' begitu tulisannya. Raja mengambil kertas itu dan meremasnya.
"Raja mau ngapain?" Ace ikut berdiri saat Raja berdiri dari duduknya.
"Denger!" ucap Raja lantang. Seketika kantin menjadi senyap, "siapapun yang berani ngebully cewek gue, bakal keluar dari sini!" Ace membelalakkan matanya. Sedangkan Gattan hanya mampu terkekeh, dan Jane bertepuk tangan.
"Gila! Berani banget!" ucap Gattan saat Raja sudah duduk kembali, "kapan kalian jadian, kok nggak bilang-bilang?" wajah Raja tiba-tiba memerah. cowok itu hanya diam saja.
"Hebat-hebat, itu baru sahabat gue!" Jane meninju bahu Raja.
"Raja, emang nggak papa kalo kayak gitu, nanti kamu ...." Raja menggeleng pelan.
"Selama ada gue, lo aman!" Ace tersenyum, lalu mengangguk. Ace akan percaya pada Raja.
***
"Ees!" panggil Raja saat dia baru pulang. Seekor kucing datang mendekat dan mengerumuni kaki Raja. "Bu! Es udah makan belom?" tanya Raja.
"Makan siang udah Mas, tapi sore belum" jelas Bu Yuni. Pengurus Es yang baru.
"Oh, biar aku aja yang kasih makan, siapin makanannya ya!" Bu Yuni mengangguk.
"Baik Mas." Raja mengangkat Es dan menggendongnya ke kamar. Cowok itu melepas tas dan juga sepatunya lalu membaringkan tubuh di atas tempat tidur.
"Meaw, meaw, meaw" Raja terkekeh. Es sekarang ada di atas dadanya, sambil mengusap kepala Es, Raja menatap kucing itu. Dia baru ingat, segera Raja duduk bersila memangku Es dan mengambil sesuatu dari lacinya,sebuah kotak kalung yang dia pesan kemarin.
Raja segera membuka kotak itu, di sana ada sebuah kalung kucing berbentuk kepingan Es. Dengan berhias berlian berwarna biru, karena Es adalah kucing betina, jadi Raja memesannya sedikit feminim.
__ADS_1
Cowok itu segera memakaikan kalung itu di leher Es. Sekarang Es terlihat bertambah lucu di mata Raja, apalagi saat Es berguling-guling di kasur nya. Ahh rasanya Raja ingin meremas Es, sayangnya Es adalah makhluk hidup yang bisa mati, sungguh Raja sangat gemas.