
****
"Raja!" Ace mengatur nafasnya yang memburu, "kenapa jalannya cepet banget!" protes si mungil sambil memegang dadanya.
"Apa?" Raja memutar tubuhnya. Memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.
"Tunggu! aku kan belum ngomong!" Protes Ace.
"Apa?" Ace mendengus kesal.
"Kok apa! Kan tadi Raja nembak aku! Masa aku nggak jawab!" Raja mengalihkan pandangannya.
"Ya udah!" Raja menatap Ace lagi.
"Aku tau, kamu orang baik. Kamu juga bantuin aku sama Gattan. Tapi maaf Raja ...."
"Gue ngerti!" Raja mengangguk. Mendekat ke arah Ace lalu mengusap kepala gadis itu. "Nggak perlu di pikirin." Raja ingin beranjak pergi. Ace yang bingung segera mencegah agar cowok itu tak meninggalkannya lagi.
Raja kaget begitu menoleh, Ace langsung memeluknya. "Maaf! Maaf kalo kemarin aku ninggalin kamu di taman! Maaf karena aku nggak pernah cerita sama kamu! Maaf!" Raja terdiam.
"Bukan salah lo!"
"Enggak! Aku nggak mau kamu ninggalin aku lagi!" Ace semakin menangis. Membasahi kemeja biru yang Raja kenakan.
"Gue nggak akan pergi!"
"Janji!" Ace mendongak. Menatap Raja yang tengah menunduk menatapnya.
"Iya!" Ace mengangguk lalu kembali memeluk Raja.
"Aku ... aku suka sama Raja!" ucap Ace malu-malu.
"Apa?" Raja tidak bisa mencerna dengan baik ucapan Ace barusan.
"Aku, aku mau ..." ucap Ace menjawab pertanyaan Raja yang lalu.
"Mau apa?" Ace mendorong Raja dengan kesal.
"Ahh nggak tau lah! Kan kamu yang tadi nanya!"
"Nanya apa?" Ace mengusap air matanya dengan kasar. Nafasnya terlihat memburu dengan wajah merah padam juga mata yang sembab.
"Di kelas tadi!" Raja langsung memutar ingatannya. Beberapa detik kemudian, cowok berwajah ganteng yang biasanya hanya menampilkan ekspresi datar itu tersenyum. Tanpa aba-aba menarik Ace dan memeluknya.
"Sorry!" Ace tak bisa menyembunyikan raut bahagianya. Sekarang keduanya sudah resmi berpacaran. Raja sudah sah menjadi pacarnya mulai sekarang.
"Kamu nggak masuk?" bisik Ace dalam pelukan sang pacar.
__ADS_1
"Bolos yuk!" Raja menggenggam tangan Ace begitu erat lalu membawa gadis itu pergi.
"Tapi tas aku ...."
"Gampang! Nanti Ben yang ambil!"
****
"Jadi kalian ...."
"Enggak kok! Gue sahabatnya!" Jane tersenyum. Menatap gadis berhijab yang duduk di depannya.
"Lo sendirian Nis?" tanya Gattan. Nisa tersenyum canggung.
"Sama Mama, tapi Mama pulang duluan!" jawab Nisa.
"Oh, gabung yuk!" ajak Gattan.
"Well, gue lupa!" Jane menepuk keningnya.
"Lupa apa?" Gattan menatap Jane dengan kesal.
"Gue ada janji sama ketua BEM buat ngadain rapat! Sial!" Jane membereskan tasnya.
"Terus gue?" Protes Gattan.
"Dasar nggak jelas!" Gattan menggeleng pelan, "kita jadi berdua. Nggak apa-apa kan?" tanya Gattan.
"O.oh iya, nggak apa-apa." Nisa jadi gugup sendiri.
"Mau pesen apa? Pesen aja. Gue traktir sebagai tanda permintaan maaf sekaligus rasa terimakasih!"
"Terimakasih buat?"
"Nganter gue keliling sekolah waktu itu!" Nisa tersenyum.
"Nggak apa-apa, lagian aku jadi bisa keliling juga!" Keduanya lalu mengobrol. Sesekali bercanda, memang sejak dulu mereka tidak terlalu dekat. Bahkan mereka jarang menyapa.
****
"Kita ngapain?"
"Makan? Lo nggak laper?" Ace tersenyum.
"Laper!" Raja mengangguk. Cowok itu menarik Ace agar mengikutinya.
Sesampainya di sebuah Cafe, Raja meminta Ace duduk, lalu menghubungi Ben. Sesaat kemudian, Ben sudah datang bersama Chef yang langsung menyambut Raja.
__ADS_1
"Tuan muda, sesuai permintaan anda. Fir sudah di sini!" ucap Ben. Raja mengambil buku menu. Memberikannya pada Ace.
"Lo pilih aja!" kta cowok itu.
"Aku makan apa aja deh!" Ace bingung sendiri.
"Menu yang paling baru!" ucap Raja. Ben mengangguk.
"Baik Tuan muda!" Ben meminta Fir sang Chef muda untuk mengikutinya.
"Dia Chefnya? Kenapa kamu panggil kesini?" tanya Ace bingung.
"Cafe ini punya Mama, kalo lo dateng dia udah tau!" Ace mulai mencerna apa yang di katakan Raja.
"Jadi maksud kamu, biar mereka tau kalo aku kenal kamu gitu?" Raja mengangguk saja.
****
"Gue anter lo pulang!" Ace menahan tangan Raja. Membuat cowok itu berhenti melangkah.
Saat ini, keduanya sedang ada di taman dekat danau. Setelah makan siang tadi. Keduanya menghabiskan waktu bersama berkeliling kota. Ace banyak bercerita, sedangkan Raja hanya menjadi pendengar. Raja menjadi supir Ace untuk hari ini. Sampai akhirnya Ace meminta Raja untuk mengantarnya ke danau. Tempat Ace biasa menghabiskan waktu bersama Gattan.
"Kita duduk dulu ya!" pinta Ace. Raja mengangguk. Walaupun malam mulai menjemput, tapi melihat senyuman Ace. Raja tak bisa menolak keinginan gadis imut itu.
"Jangan terlalu deket sama Gattan ya!" Raja tiba-tiba bicara. Ace menoleh, menatap Raja yang duduk menekuk kakinya. Menumpu'kan lengannya di atas lutut.
"Kenapa?" tanya Ace bingung. Dia dan Gattan kan sahabatan, kenapa Raja melarangnya dekat dengan Gattan?
"Gue ...." Raja menoleh. Balas menatap si mungil dengan ragu. "Cemburu!" Ace terdiam. Jadi, yang Raja katakan kemarin itu, tentang Raja yang cemburu kepada Gattan adalah tentang kedekatan dirinya dengan Gattan.
"Tapi aku sama Gattan sahabatan!"
"Gue tau ...." Raja menatap Danau. Air yang begitu tenang tampak bergerak saat ada ikan yang berenang mencari tempat istirahat mungkin.
"Terus, kalo kamu tau, kenapa larang-larang?" Raja menghembuskan nafasnya. Ace tertegun, pertama kalinya dalam sejarah hidup Ace. Melihat Raja yang tampak murung. Apa Raja benar-benar tidak suka melihat kedekatannya dengan Gattan.
"Ya udah ...." Raja tersenyum. Menoleh lalu mengusap kepala Ace. "Gue nggak larang lagi! Nggak usah di pikirin." Ace menunduk. Merasa bersalah, Ace ingat. Dulu, saat masih SMA, Raja dan Gattan bertengkar juga karena dirinya. Dia tak mau mengulangi kesalahan yang sama.
"Aku nggak akan terlalu deket lagi sama Gattan!" Raja tersenyum.
"Nggak perlu. Gue percaya!" Raja kembali menatap danau. Ace tersenyum juga.
"Kalo bukan karena Raja nolongin aku dulu, mungkin aku udah nggak ada di sini lagi!" Raja tertegun. Ace menyandarkan kepalanya di bahu cowok itu. "Aku nggak mau kamu kepikiran dan berantem lagi sama Gattan. Aku sayang Raja juga sayang Gattan!" Raja mengusap rambut kekasihnya itu.
"I will never leave you also hate it. you have your own place here!" Raja meletakkan telapak tangannya di dada. Ace tersenyum dia tak menyangka Raja akan mengatakan hal itu. Terlebih, cowok itu tersenyum.
"Do not go again. although I will continue to wait. but, I don't want us to be far apart." Raja balas tersenyum. Mengangguk yakin.
__ADS_1
"Gue nggak bakal pergi."