
****
Pagi telah datang, dan seperti biasa, murid-murid tampak masuk ke dalam kelas mereka masing-masing. Begitu juga dengan Ace, Nisa dan Chelsea. Ketiganya juga sedang berjalan ke arah kelas mereka.
"Gimana sama Raja? Lo udah kesana lagi?" tanya Chelsea pada Ace. Ace terdiam sesaat lalu baru menjawab.
"Dia udah baik-baik aja sih, tapi nggak tau, besok mungkin baru masuk!" jelas Ace. Chelsea dan Nisa mengangguk.
"Loh ... Raja?" bingung Ace saat mereka sudah masuk dan melihat Raja yang sudah duduk di kursinya. Sepertinya dia sedang mendengarkan musik dengan earphone, sambil menelungkupkan kepalanya di atas meja.
"Baru dua hari nggak masuk, aku pikir dia bakalan lama nggak masuk," komentar Nisa.
"Iya juga sih, gue juga mikir gitu!" timpal Chelsea.
"Kamu udah sembuh?" tanya Ace berbisik saat dia sudah duduk di kursinya. Raja mengangkat kepalanya, masih ada beberapa luka di wajahnya tapi itu sama sekali tidak mengurangi nilai ketampanan di wajahnya.
"Kaki lo udah sembuh?" Ace mengerjapkan matanya, lalu mengangguk perlahan.
"U.udah lumayan ..." jawabnya. Raja mengangguk, lalu melepas earphonenya, dan menggantung nya di leher, "kamu udah kerjain pr?" tanya Ace basa-basi. Raja menoleh.
"Mn ...," gumam Raja menjawab apa yang Ace tanyakan. Ace mulai tersenyum, dan merilekskan tubuhnya yang tadi sempat tegang.
"Kamu selalu pakai earphone, dengerin apa sih?" tanya Ace lagi. Raja kembali menoleh, malas menjelaskan. Cowok itu melepas earphone miliknya dan memasangkannya di telinga Ace, gadis itu sedikit kaget tapi juga tak menolak.
Ace tersenyum saat mendengar alunan lagu milik Westlife, dia juga suka lagu-lagunya. Tanpa sadar Ace mulai menikmati lagu, memejamkan matanya dan ikut bersenandung. Raja memperhatikannya dari samping, lalu tersenyum tipis, benar kata Gattan. Ace itu manis dan imut.
Ace membuka matanya, sontak membuat Raja buru-buru mengalihkan tatapannya, "kamu suka lagu-lagunya mereka, ya? Aku juga suka!" celoteh Ace riang. Raja hanya mengangguk pelan saja.
__ADS_1
Tanpa keduanya sadari, ada dua orang yang sejak tadi memperhatikan. Mereka adalah Gattan dan Adinda, keduanya terus memperhatikan apa yang dilakukan Raja juga Ace. Gattan tersenyum, melihat bagaimana sikap Raja pada Ace.
"Akhirnya lo mau, maju sendiri!" ucap Gattan bermonolog. Saat pertama kali dia masuk sekolah itu, Raja pernah mengatakan bahwa dia tertarik dengan seseorang, tapi dia tidak mengatakan siapa orang itu, dan sekarang Gattan yakin 100% orang itu adalah Ace.
Terlebih beberapa kali Raja memintanya untuk membantu Ace secara diam-diam. Contohnya seperti saat di toko buku, Raja membeli buku untuk Ace dengan harga tiga kali lipat dari yang seharusnya. Itu juga memaksa toko buku itu memberikannya, padahal buku itu sudah di pesan orang, parahnya, Raja malah mengganti rugi pada si pembeli pertama buku itu. Gattan menggeleng pelan, Raja itu memang sulit mengungkapkan perasaannya sendiri, apalagi perasaan suka semacam itu.
Gattan menghembuskan nafasnya, sebenarnya jika di tanya apa Gattan menyukai Ace, jawabannya adalah, iya! Tapi, Gattan tidak akan sejahat itu untuk memiliki Ace, dia hanya akan mencintai dalam diam. Membiarkan akan sejauh apa keberanian Raja, jika suatu saat nanti, Raja menyakiti Ace. Gattan adalah orang pertama yang akan melindungi Ace, walaupun Gattan harus melawan sahabatnya sendiri, itu janjinya.
Di sisi lain, ada Adinda yang justru begitu marah dan kesal. Inginnya dia duduk di samping Raja, sayangnya tempat itu lebih dulu di duduki Ace. Dulu Adinda pernah mencoba untuk mendekati Raja dengan duduk di sampingnya, sayangnya Raja menolaknya, dan berkata dia tidak ingin duduk bersama siapapun, maka dari itu Adinda memperhatikannya dari kejauhan.
****
"Raja ... tadi ada yang nitipin ini buat kamu," ucap Ace sambil memberikan kotak cake kepada Raja. Cowok itu hanya menatap kotak itu tanpa berniat mereimanya.
"Buang!" katanya lalu berdiri dari duduknya. Ace mendengus lalu duduk di kursinya.
"Kalo nggak mau, buat aku juga nggak apa-apa, kenapa harus di buang sih!" gerutu Ace lalu membuka kotak itu, "nanti 'kan jadi mubadzir!" Ace mengambil sendok yang memang tersedia di kotak itu, dan ingin memakan cake itu. Namun, belum juga sendok itu masuk ke mulut Ace, Raja menarik tangannya.
"Tapi Raja ini 'kan ...."
"Kalo lo mau! gue beliin yang banyak!" bentaknya. Mata Ace berkaca-kaca lalu menarik tangannya dari genggaman Raja.
"Aku cuma mau makan kue ini, nggak perduli kamu bisa beliin atau enggak!" Ace keras kepala ingin memakan kembali kue itu. Raja sudah kehabisan kata-kata, lebih tepatnya, Raja malas mendebat. Cowok itu mengibaskan tangannya dan membuat kotak kue itu jatuh, cake itu tidak tumpah namun bentuknya hancur membuat air mata Ace benar-benar mengalir.
"Aku tau kamu kaya! Aku tau kamu punya uang banyak, bisa beli apapun yang kamu mau! Tapi ada orang yang kasih kamu sesuatu, seenggaknya kamu terima!" bentak Ace. Raja mengalihkan tatapannya, mereka berdua sekarang menjadi pusat perhatian, dan Raja tidak suka itu.
"Terserah!" Raja hampir pergi. Namun, kemarahan Ace sudah berada di ujungnya, dia merasa Raja terlalu sombong, terlalu sok' terlebih dia tidak mau bergaul dengan yang lain. Itu membuat Ace muak, gadis itu menarik lengan Raja.
__ADS_1
Satu tamparan sukses mendarat di Raja, dan itu membuat bekas luka yang hampir kering berdarah kembali. Ace mengambil kotak kue itu lalu pergi dari sana, sedangkan Raja hanya diam sambil mengelap darah yang mengalir di pipinya, tanpa dia sadari seseorang tengah tersenyum melihat hal itu.
*****
"Ace!" Gattan yang sedang berjalan menuju kelas kaget saat melihat Ace menangis sambil berjalan, "lo kenapa?" tanyanya. Ace tak menjawab, masih menangis sesenggukan sambil mendekap kotak cake yang isinya sudah hancur tak berbentuk.
"Siapa yang bikin lo nangis?" suara Gattan terdengar marah. Ace menatapnya, lalu air mata kembali mengalir deras.
"Raja ...." Ace belum menyelesaikan ucapannya. Gattan sudah mengepalkan tangannya ingin menemui Raja. Tapi Ace menahannya, "jangan Gattan, aku udah kasih dia pelajaran!" kata Ace cepat.
"Dia ngapain lo?" Gattan mulai tenang. Walaupun kepalanya sudah mendidih ingin memberi pelajaran pada Raja.
"Ada yang ngasih cake buat dia, tapi dia nyuruh aku buang cake-Nya, dan parahnya dia nyombongin diri dia sendiri, aku paling nggak suka orang kayak gitu!" kesal Ace walaupun sesekali masih sesenggukan.
"Cake?" Gattan bingung.
"Iya, dia di kasih cake, tapi dia suruh aku buang cake-Nya, 'kan sayang udah ada yang beliin makanan, malah nggak di hargain!"
"Mungkin, dia nggak suka."
"Bisa jadi, tapi kenapa juga dia harus bentak aku di depan banyak orang!" Ace mulai kesal lagi.
"Dia bentak lo!" Ace mengangguk, lalu duduk di kursi taman. Diikuti Gattan yang duduk di sampingnya.
"Ya udah lah. Mungkin dia nggak mau kamu makan kue itu." Ace mengangguk pelan dan mencoba berfikir positif. Gadis itu tersenyum saat ada burung yang tiba-tiba hinggap di pangkuannya.
"Ih lucu banget ...." Ace mengusap kepala burung itu, "dari pada kue ini di buang, mending kamu makan!" Ace membuka kotak itu dan menyodorkannya pada sang burung, Gattan memperhatikan sambil tersenyum.
__ADS_1
"King ...!"
****