Raja.

Raja.
32. Jujur, gue iri sama lo.


__ADS_3

****


  Ace Frederick Scotty. Sering di panggil Ace, gadis yang suka tersenyum. Namun cengeng! Dia sangat pandai, terlebih dia sangat pandai menutupi kesedihan nya.


    Ace tidak mudah jatuh cinta. Banyak yang mengatakan dia terlalu kekanakan untuk menerima sebuah cinta atau memberikan cinta. Hingga suatu hari, saat dia pindah sekolah. Untuk pertama kalinya ada seorang cowok yang tidak perduli padanya. Bahkan cowok itu sama sekali tak menganggap keberadaannya.


    Ace kesal. Namun, dia mampu menutupinya dengan senyuman. Semakin dia kesal. semakin dia penasaran ingin tau lebih jauh tentang cowok itu. Nama cowok itu adalah Raja, ya Raja!


   Raja adalah tipe cowok yang tidak memperdulikan sekitarnya. Suka menyendiri dan tidak mau berkolompok. Selalu terlihat dingin bahkan di cuaca panas, dan cowok bernama Raja itu sukses menarik perhatian Ace. Sehingga gadis polos dalam cinta itu jatuh Cinta untuk pertama kalinya dalam hidupnya.


    Ace mempertaruhkan segalanya. Mencoba mendekati Raja walau ada dinding es yang menghalanginya. Awalnya, Ace fikir dinding es itu kuat dan kokoh. Namun, sebenarnya tidak begitu. Ace merasa dinding itu lemah dan rapuh. Ace tau, Raja sedang tidak membatasi dirinya. Dia hanya ragu. Ragu apakah dia masih bisa menjalin sebuah pertemanan atau tidak.


    Keluarga Ace adalah keluarga yang sederhana. Ace memiliki dua orang Kakak, dia tidak memiliki adik. Kakak pertamanya bernama Dimas Samuell Scotty dan kakak keduanya bernama Bianca Latherin Scotty. Sejak kecil Ace selalu di manjakan oleh kedua orang tuanya. Begitupun oleh kedua kakaknya. Namun, suatu hari sesuatu hal besar terjadi tanpa sepengetahuan orang tua Ace.


    Dimas yang sejak dulu Ace banggakan melakukan kesalahan besar dengan mengikuti pergaulan yang salah. Ace sudah sering memperingati Dimas. Tapi Dimas tak pernah mau mendengarkannya. Ace tidak tau apa yang Dimas lalui sehingga Dimas menjadi liar dan tidak bisa di atur.


    Awalnya Dimas tak terlalu terlihat sebagai berandalan di mata Ace. Perlahan Dimas mulai berani melukai Ace. Bahkan pernah menampar Ace hanya karena Ace tidak meminjamkan Ponselnya. Tapi anehnya, saat Ace meminjamkan ponsel miliknya, ponsel itu tidak akan pernah kembali ke tangannya


    Hal itu sudah sering terjadi, dan terakhir Dimas mengambil laptop milik Ace. Entah untuk apa, Ace sendiri bingung dengan sikap Dimas yang sangat brutal dan mengerikan menurutnya.


   Hari ini Ace mendapatkan sesuatu yang mengejutkan dari seorang Raja. Selama ini, Ace mampu menutupi segala hal yang tampak kurang di hidupnya. Menutupi apa yang terlihat salah, bahkan di depan Gattan. Namun, Raja tidak seperti Gattan. Raja memberikan sebuah tas bersisi Laptop dan ponsel miliknya. Tapi, bagaimana Raja mendapatkan benda ini?


    Ace khawatir Raja akan bersikap dingin lagi padanya, ahh tidak. Tepatnya Ace malu dengan kondisi keluarganya. Tak seperti Raja yang memiliki keluarga yang luar biasa akrab, Ace malah memiliki Kakak yang sama sekali tak perduli dengannya!


"Ace!" Ace tersentak kaget saat tiba-tiba Bianca masuk ke kamarnya dan menyentuh bahunya.


"K.kak Bi?" ucap Ace gugup.


"Lo belum cerita sama gue?" ucap Bianca. Gadis itu sudah bekerja sekarang, tak seperti dulu yang memiliki banyak waktu untuk Ace. Sekarang Bianca terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga kadang dia tak ada waktu bicara dengan Ace.


"Kak Bi ...." Ace memeluk Bianca. Ace memang sangat dekat dengan Bianca. Selalu mengidolakan Bianca sebagai seorang Kakak yang terbaik.

__ADS_1


"Cerita sama gue! Gue tau lo nyembunyiin sesuatu, tentang Kak Dimas." Ace melepas pelukannya.


"Apa Kakak bakalan percaya sama Ace?" tanya Ace ragu.


"Kenapa Enggak Ace! Gue kan selalu percaya sama lo!" Ace menunduk. Mengambil tas yang di berikan Raja padanya. Ace mulai bercerita apa yang dia alamai dan dia ketahui mengenai Dimas.


"Lo serius?" tanya Bianca tak percaya.


"Aku nggak boong Kak. Laptop dan hp-hp ini Raja yang kasih, aku nggak tau dia dapet dari mana. Yang jelas sekarang aku malu mau ketemu dia." Ace mengangkat bantal dan menutup wajahnya.


"Kenapa lo malu?" tanya Bianca bingung.


"Kak, kalo Raja bisa nemuin hp sama laptop aku. Berarti dia tau masalah keluarga kita kan!" ucap Ace sambil menangis.


"Terus? Kalo dia suka sama kamu ya dia harus terima apa adanya dong!"


"Tapikan Kak ...."


"Yang jelas, lo nggak perlu malu, lo harusnya berterima kasih sama dia karna udah balikin barang-barang lo yang lo fikir udah ilang!" Ace tampak berfikir, tapi sekelas apapun di berfikir, tapi tetap dia merasa tidak pantas bertemu Raja,


"Ace, lo udah janji nggak akan bersikap kekanakan lagi kan? Lo itu udah gede. Udah kuliah, kalo lo nyerah cuma gara-gara ini, gue nyesel sayang sama lo, dan manjain lo selama ini!" Ace semakin menangis mendengar ucapan Bianca. "Lo harus bisa Ace. Dari dulu, apa yang lo mau dari kita lo pasti dapet. Bokap sama Nyokap selalu nurutin permintaan lo. Beda sama gue ... sama Kak Dimas. Kita nggak pernah dapet apa yang lo dapet." Ace memiringkan kepalanya.


"K.kakak ...."


"Udah lah, gue cuma iri sama lo, harusnya lo bersyukur sama hidup lo Ace."


"I.iri? Kenapa kak Bi iri? Padahal selama ini Ace yang iri sama Kakak!" ucap Ace polos.


"Ace ... lo tau nggak! Selama ini, apa yang lo minta sama Bunda sama Ayah, pasti lo bisa dapetin. Tapi kalo gue sama kak Dimas yang minta. Mereka nggak bisa turutin, kita berdua iri sama lo, kita kesel, marah. Tapi nggak bisa, karena lo adek kita!" jelas Bianca.


"Kak Bi maaf ...." Ace langsung memeluk Bianca. Bianca menghela nafasnya, dia sudah keterlaluan.

__ADS_1


"Sorry Ace, gue nggak bermaksud ...." Ace menggeleng.


"Kak Bi bener. Harusnya aku nggak kayak gini." Bianca melepas pelukannya Ace.


"Denger! Kak Dimas lakuin itu mungkin karena dia udah terlalu marah sama Ayah. Gue denger Kak Dimas minta mobil. Tapi Ayah nggak kasih. Jadi dia marah besar, dan pas denger lo di beliin laptop baru. Ya ... lo tau sendiri kan dia keselnya kayak apa." Ace menunduk. Jadi selama ini Ace salah menduga.


****


    Sehari sebelum Raja memberikan barang-barang milik Ace ....


"Tuan muda, apa anda yakin?" tanya Ben saat mereka sampai di sebuah rumah kost di dekat sebuah ruko yang cukup sepi. Raja mengangguk saja.


"Baiknya anda tunggu di sini, biar saya dan yang lain masuk." Raja terdiam sesaat.


"Ok, tapi jangan lo apa-apain ya!"


"Baik Tuan muda!" Ben keluar dari mobil, dan membawa beberapa anak buahnya ke dalam kost itu. Raja menunggu sambil mendengarkan musik melalui earphone. Beberapa menit berlalu, Ben keluar bersama seorang pria yang Raja sudah pernah lihat. Dia adalah Dimas, kakak pertama Ace.


    Raja membuka kaca jendela mobilnya, lalu meminta Ben untuk membiarkan Dimas masuk ke mobilnya. Walaupun Ben mengatakan itu berbahaya, tapi Raja tidak perduli.


"Siapa lo?" bentak Dimas saat pria itu sudah masuk ke mobil. Raja mengambil i-ped khusus lalu menekan layarnya, sebuah gambar hologram muncul di sana.


"Lo bukannya udah keterlaluan sama dia!" katanya santai. Dimas tampak terkejut, dia tidak tau siapa cowok yang tengah mengintimidasinya itu.


"Lo siapa?" tanya Dimas lagi. Raja tak menjawab, lalu beralih menggeser layar i-pednya.


"Lo pilih masuk penjara, atau pilih balikin laptopnya!"


"Itu bukan urusan lo!"


"Atau tuker leptop itu sama mobil ini!" mata Dimas terbelalak.

__ADS_1


"Lo gila ya! Harga laptop itu nggak sebanding sama harga mobil ini!" ucap Dimas.


"Berarti sebenernya lo orang baik!" Raja tampak berfikir, "lo pengen punya mobil kan?" Dimas tidak mengerti. Dia sama sekali tidak mengenal orang yang dengan bodohnya ingin menukar sebuah Laptop dengan mobil, tidak masuk akal.


__ADS_2