Raja.

Raja.
28. Rumah Ace.


__ADS_3

****


    Stella terdiam setelah melihat Vidio kiriman Gattan, dan membaca apa yang di tulis Gattan. "Aku harus gimana Ma?" tanya Raja. Stella masih terlihat berfikir.


"Kamu coba temuin dia, bicara baik-baik, tapi jangan sampe kamu singgung perasaannya."


"Tapi aku ...."


"Mama tau ... kamu kaku dan nggak bisa mulai pembicaraan! Tapi kalo kamu coba, kamu pasti bisa!" Stella mengusap pipi Raja lalu tersenyum, "oh ya, Mama kesini mau bilang. Besok Mama, Papa, sana Bita udah berangkat. Nanti kalo ada apa-apa bilang sama Om Ferry, atau kalo enggak langsung telfon Mama!"


"Mmm ...." Raja hanya bergumam. Fikirannya berkelana tentang apa yang harus dia lakukan. Jika tidak ada cara lain. Maka, Raja harus mendatangi rumah Ace. Harus!


***


    Raja berdiri di depan sebuah bangunan yang cukup sederhana. Cowok itu terlihat ragu tapi dia juga ingin.


"Kakak! Jangan! Laptop itu punya Ace! Nanti Ayah marah Kak!" Raja terkejut begitu mendengar suara Ace. Entah kenapa cowok itu justru bersembunyi.


"Alaah brisik! Tau apa si lo!" seorang cowok. Mungkin lebih tua dari Raja mendorong Ace hingga gadis itu jatuh.


"Kak! Kakak mau kemana? Kak! Kak Dimas!" Ace terduduk di lantai sambil menangis. Raja hampir tak percaya yang di lihatnya itu adalah Ace. Cowok itu masih betah bersembunyi, sampai gadis yang sedang menangis itu berdiri dari duduknya lalu ingin masuk. Namun, belum juga Ace menutup pintu, kedua orang tuanya datang.


"Ace ...." Suara lembut Nirmala(bunda Ace) terdengar.


"Bunda!" Ace sedikit terkejut. Segera dengan buru-buru gadis itu menghapus air matanya, dan kemudian tersenyum. "Kok pulang nggak bilang-bilang?" tanya Ace.


"Abisnya hp kamu nggak aktif!" Ace tampak tersenyum kaku.


"Sebenernya hp punya Ace ilang lagi!" ucap Ace ragu-ragu.


"Lagi! Astaga Ace. Udah berapa kali Ayah bilang, jangan ceroboh!" sang Ayah terlihat marah.


"Tap.tapi Yah ... "


"Nggak ada tapi-tapian. Mulai sekarang kamu harus beli hp sendiri, bunda sama Ayah nggak akan beliin kamu lagi!" ucap sang Ayah tegas sambil masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Ayah!" peringat bunda sambil mengejar sang Ayah. Ace hanya diam di depan pintu, sambil menyeka air matanya, sedetik kemudian gadis itu tersenyum.


   Raja ingin mendekat tapi dia takut Ace jadi marah padanya. Cowok itu kembali ke mobil dan pergi dari sana. Namun, belum juga jauh, pemikiran Raja berubah saat melihat ada penjual bunga, Raja menepikkan mobilnya lalu membeli sebuket bunga dan juga meminta Ben untuk membeli coklat. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Raja kembali ke rumah Ace.


    Perlahan dan dengan jantung berdebar, Raja memencet bel di rumah Ace. Beberapa saat kemudian pintu terbuka, entah refleks atau bagaimana Raja mengangkat tangannya dan membuat bunga juga coklat menghalangi wajahnya. Otomatis saat Ace membuka pintu dia kaget. Melihat ada cowok jangkung membawa benda kesukaannya.


"Gattan!" seru Ace tanpa tau ekspresi Raja yang seketika berubah. Raja menurunkan tangannya membuat Ace membekap mulutnya sendiri, "Ra.raja!" ucapnya gagap, "ka.kamu ... aku pikir Gattan." Raja menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan.


"Buat lo!" katanya sambil mengulurkan bunga dan coklat pada Ace. Dengan senang hati Ace menerimanya.


"Tau dari mana aku suka bunga lili?" tanya Ace. Raja padahal hanya asal tebak beli bunga tadi, "tapi makasih loh, ya udah yuk masuk!" Raja mengangguk, dan mengikuti Ace.


"Bunda!" teriak Ace. Raja tersenyum kecil, entah kenapa setiap apapun yang di lakukan Ace pasti membuatnya tersenyum, "Bunda ada Raja!" teriaknya lagi. Beberapa saat kemudian Bunda Nirmala keluar.


"Eeh Nak Raja, udah lama ya nggak main kesini." Raja tersenyum sambil menyalami Nirmala.


"Iya Tante," jawab Raja seadanya.


"Oya mau minum apa?" tanya Nirmala.


"Nggak usah repot-repot Tante."


"Bun, Ace bikin minum dulu." Ace meninggalkan ruangan. Nirmala tersenyum lembut.


"Kebetulan kami juga baru sampai dari bandung. oya Ace bilang kamu pindah ya?" tanya Nirmala.


"Iya Tante, lumayan jauh jadi jarang main kesini." Nirmala kembali tersenyum.


"Iya, Ace bilang kamu sering telfon dia, Tante fikir, kamu pergi dan nggak kesini lagi." Nirmala terkekeh. "Ace itu walaupun anaknya ceria, dia suka menyendiri. Kadang juga, suka jalan malam sendiri, Tante jadi takut." Raja mengernyit.


"Jalan? Malem-malem? Sendiri?" Raja tidak percaya.


"Ya gitu, dia itu suka fotografi, kadang suka foto-foto lampu gitu," jelas Nirmala. Raja mengangguk.


"Minum dulu." Tiba-tiba Ace datang membawa jus untuk Raja. Raja mengangguk dan berkata.

__ADS_1


"Makasih ...." Ace tersenyum senang lalu. Duduk di samping Nirmala. "Tante, saya boleh ajak Ace keluar?" Ace terhenyak kaget.


"Boleh, asalkan pulangnya nggak terlalu malem."


"Pasti tante, saya janji!"


"Boleh Bun?" tanya Ace.


"Boleh, Sayang." Nirmala tersenyum.


"Makasih Bunda." Ace memeluk Nirmala lalu berlari ke arah kamarnya untuk bersiap. Raja tersenyum singkat, dia suka Ace yang seperti itu.


****


    Raja sejak tadi hanya mengikuti Ace yang sangat bersemangat mengambil gambar pemandangan malam di sekitarnya. Cowok itu sengaja membawa Ace ke acara pertunjukan taman cahaya.


"Raja, boleh nggak kita kesana?" tunjuk Ace pada sebuah danau yang di hiasi lampu. Raja hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Ace. Ace tampak gembira dan segera berlari ke arah danau, saking bersemangatnya Ace tak sengaja menabrak seseorang hingga dia hampir jatuh.


"Bahaya!" Raja berlari dan menarik Ace ke dalam pelukannya, "lo ceroboh banget sih!" omel Raja. Ace cemberut.


"Iya sorry, soalnya aku Excited banget pengen liat dari deket!" Suara Ace kembali ceria.


"Thanks ..." ucap Raja. Ace yang sedang memotret keadaan sekitar menoleh dan menatap Raja bingung, "kucing yang lo kasih" Ace mengangguk mengerti.


"Oh, iya, kucing itu sengaja aku pelihara buat kamu!" Raja mengernyit.


"Buat gue?" Raja menaikkan sebelah alisnya.


"Iya, walaupun aku nggak bisa balikin King ke kamu. Tapi, seenggaknya ada kucing itu yang bisa nemenin kamu." Raja tersenyum, membuat Ace terpana. Pertama kalinya dalam hidup Ace, melihat Raja tersenyum, dan itu sangat luar biasa. Tanpa sengaja Ace memencet kameranya sehingga mengambil gambar Raja, Ace pun tak menyadari itu,


"Es!"


"Huh?" Ace tersadar dari lamunannya,


"Nama kucingnya Es!" Entah kenapa wajah Ace memerah. Dia tau nama yang di berikan Raja itu bukan sama seperti namanya. Tapi, jika Raja memanggil kucing itu dengan sebutan Es, maka berarti setiap hari otomatis Raja akan menyebut namanya.

__ADS_1


"K.kok Es?" Tanya Ace.


"Biar gue inget terus sama lo!"


__ADS_2