Raja.

Raja.
02. Murid Baru.


__ADS_3

****


    Siapa sih yang nggak kenal Muhammad Raja Hardinuca Pratama. Siswa berprestasi yang tampan, postur tubuh yang tinggi, dan juga kaya, usianya baru 17 tahun, tinggi 180 cm, dengan lesung pipi di bagian kanan. Membuat siswa itu menjadi sangat populer di sekolahnya. Dia anak orang terkaya no 3 di indonesia, pasangan serasi Stella Carlstie Devianna dan Garvin Knowles.


      Raja! Itu nama panggilannya. Walaupun Raja kaya, tampan, dan memiliki segalanya. Tapi dia juga punya kekurangan. Raja itu tidak suka bergaul, sifat dinginnya itu membuat Raja tidak memiliki teman. Bahkan dia lebih suka menyendiri mendengarkan musik dan berbicara dengan burung merpati berwarna hitam yang menjadi hadiah ulang tahunnya yang ke-15 oleh Tantenya.


     Burung merpati itu memang di pelihara di sekolah. Menyewa seorang pemelihara hewan hanya untuk satu hewan itu.


"Raja!" Raja menoleh. Menatap seorang guru yang berjalan mendekatinya dengan setumpuk buku di tangannya.


"Apa?" tanya Raja datar. Entah bawaan dari mana, Raja memiliki sifat dingin dan angkuh jika di luar rumah. Tapi jika sudah bertemu dengan Mama dan juga Papanya pasti dia melembut, terlebih bertemu adik kecilnya, Tabita Bulan Knowles. Seketika Raja seperti tersihir menjadi anak-anak kembali.


"Kamu, tolong bantu Ibu bawakan buku-buku ini ke kelas, ya." Raja menatap buku di tangan Miss Miranda itu malas.


"Ok Miss!" Raja tidak ingin buat masalah. Dan dengan terpaksa Raja membawa buku-buku itu ke kelasnya.


   Kelas sudah ramai dengan siswa-siswi yang sudah masuk. "Morning Class!" beberapa saat kemudian, Miss Miranda datang dengan seorang gadis di belakangnya, gadis itu tampak tersenyum riang, "hari ini kalian kedatangan teman baru, ayo kenalkan diri kamu."


"Terima kasih Miss. Hai semua, namaku Ace Frederick Scotty, aku biasa di panggil Ace! Aku harap kita semua bisa berteman," katanya semangat.


"Baiklah Ace ... kamu boleh duduk di sebelah sana." Miss Miranda menunjuk bangku kosong. Gadis bernama Ace itu mengangguk dan berjalan dengan bersemangat ke arah tempat duduknya, setelah sampai Ace langsung duduk dan menoleh ke teman sebangkunya.


"Hai, namaku Ace, nama kamu siapa?" kata Ace mengulurkan tangannya. Bukannya balasan yang dia dapat melainkan tatapan dingin dan aneh yang ia terima dari teman sebangkunya. Teman sebangkunya adalah Raja! Selama ini cowok itu memang lebih suka duduk sendirian di bandingkan dengan duduk dengan teman sebangku, karena merepotkan menurutnya.


"Hari ini pembagian nilai ulangan minggu lalu, dan ada dua nilai terbaik minggu ini. Seperti biasa Raja jadi siswa dengan Nilai tertinggi!" semua murid bertepuk tangan. Tapi tidak dengan pemilik nama itu sendiri, bahkan sepertinya dia tak perduli.


"Raja ... ambil kertas hasil ulangan kamu!" perintah Miss Miranda. Raja berdiri lalu berjalan tanpa ekspresi menuju meja Guru, setelah itu mengambil hasil ulangannya.


"Belajar terus ya Raja." Raja mengangguk dan kembali ke tempat duduknya.


"Jadi nama kamu Raja." Ace tersenyum. Mengambil buku dari dalam tasnya, "aku boleh pinjem catetan kamu nggak?" tanya Ace. Raja diam tak merspon, Ace hanya tersenyum lalu menatap Miss Miranda yang masih membagikan hasil ulangan.


"Oh ya! Raja tolong pinjami Ace pelajaran yang sudah dia lewatkan, kamu bisa 'kan?" Raja menatap Miranda tanpa ekspresi lalu berdiri dari duduknya.


"Ke rumah gue abis pulang sekolah!" katanya lalu segera pergi dari kelas. Miss Miranda hanya mampu menggaeleng pelan melihat muridnya itu.


"Cieeeee ...." Seketika satu kelas heboh. Ace hanya mampu tersenyum saja.


"B.bu maksudnya apa ya?" tanya Ace yang masih bingung dengan situasi itu.


"Nisa kamu jelaskan nanti saat jam istirahat!" pinta Miss Miranda pada gadis berjilbab yang duduk di belakang kursi Ace.

__ADS_1


"Baik Bu."


***


"Jadi tadi itu maksudnya, apa?" tanya Ace langsung saat jam istirahat sudah tiba.


"Aku juga agak nggak paham sih. Tapi dari yang tadi itu, kayaknya Raja ngajakin kamu ke rumahnya deh," jelas Nisa.


"Hah! Kok bisa?"


"Gini loh Ace. Raja itu nggak suka ngobrol sama siapapun di sekolah ini!" Nisa mengedarkan pandangannya lalu menatap jendela, "nah sini ikut!" Nisa menarik tangan Ace dan keduanya berdiri di depan jendela.


"Tuh Raja!" tunjuk Nisa pada seorang cowok yang sedang duduk di kursi atap. Memang dari kelas mereka sangat terlihat.


"Kok dia sendirian?" tanya Ace.


"Dia emang selalu sendirian." Nisa kembali duduk di kursinya. Sedangkan Ace masih berdiri di depan jendela, sambil menatap Raja yang sedang mendengarkan musik dengan earphone, dan menutup kedua matanya.


"Nis, Raja tinggal di mana emangnya?" tanya Ace. Masih di tempat yang sama, gadis berjilbab yang duduk itu menatap Ace.


"Lo pasti kenal orang tuanya! Ya itupun kalo lo sering baca berita bisnis sih," kekeh Nisa. "Raja itu anak dari orang terkaya no 3 di indonesia loh, tapi dia nggak sombong kok!" Ace mengangguk dan tak sengaja matanya bersitatap dengan Raja yang membuka matanya. Ace gelagapan dan langsung duduk di kursinya.


"Dia galak ya?" tanya Ace. Nisa mengernyit bingung.


"Aneh!"


****


"Kakaaak!" teriak Bita saat melihat Raja dari balik jendela. Raja memasuki rumahnya di ikuti Ace di belakangnya. "Kakak!" Raja tersenyum lalu menunduk dan menggendong Bita.


"Bu Dewi!" panggil Raja. Bu Dewi keluar dan langsung mengambil tas Raja.


"Mas Nuca mau makan apa?"


"Apa aja deh! Eh tolong ya bikinin minum." Raja melirik Ace yang terbengong-bengong melihat interaksi Raja dengan gadis kecil yang belum ia tau namanya.


"Iya Mas. Oh ya, katanya kalo Mas udah pulang  di suruh ke kamar Mba Stella, soalnya Mba Stella lagi kurang sehat." Raja langsung menatap bu Dewi.


"Mama sakit?" tanya Raja khawatir.


"Semalem Non Bita nggak tidur sampe tengah malem, ngajakin Mba Stella main. Jadi kurang enak badan katanya," jelas Bu Dewi sambil membereskan sepatu Raja. Sedangkan Raja langsung memakai sandal rumahnya.

__ADS_1


"Mba Rita mana?" tanya Raja, "Mbaaa! Mba Rita" panggil Raja. Rita, baby siter Bita muncul membawa makan siang Bita.


"Ya Mas?"


"Jagain Bita ya." Raja memberikan Bita ke gandongan Rita. Cowok itu langsung berlari masuk ke kamar Stella yang berada di lantai bawah. Ace masih berdiri di depan pintu, satu fakta yang dia tau. Raja itu sangat berbeda jika di lingkungan rumahnya.


"Ma ...." Raja langsung duduk di tepi tempat tidur. Melihat Stella yang sedang berbaring memejamkan mata, "Mama sakit?" tanya Raja. Stella membuka matanya.


"Nuca udah pulang?" Stella tersenyum dan duduk dari baring nya.


"Mama kenapa bisa sakit?" tanya Raja penuh kekhawatiran.


"Mama nggak apa-apa. Kita makan siang bareng ya." Raja mengangguk dan membantu Stella bangun dari tempat tidur.


***


     Di ruang tamu, Ace sedang duduk sambil mengobrol dengan Bu Dewi. Bu Dewi adalah pengasuh Raja sejak dia masih bayi. Usia wanita itupun sudah tak muda lagi, bahkan mungkin sudah memasuki usia lanjut.  Sampai sekarang, Bu Dewi sudah dianggap sebagai keluarga bagi Stella maupun Raja.


"Mba Ace, temennya Mas Nuca ya?" tanya Bu Dewi. Ace tersenyum riang.


"Iya Bu, aku baru masuk hari ini, tapi karena udah ketinggalan banyak pelajaran aku minjem catetannya Raja."


"Raja?"


"Ma.maksud aku Nuca."


"Oh ... iya, Mas Nuca dari dulu nggak pernah ngajak temennya temen ke rumah, jadi, Mba Ace itu yang pertama kali ke rumah," jelas Bu Dewi. Ace mengangguk-angguk, bemar-benar sifat seorang Raja Hardinuca.


     Raja terlihat keluar dari kamar bersama Stella. Cowok itu mendudukkan Stella di kursi ruang makan, setelah itu berlari ke arah kamarnya, mengambil ponsel.


"Sebentar ya Mba, saya ke sana dulu." Bu Dewi meninggalkan Ace dan memberi tahu Stella bahwa ada teman Raja yang datang. Stella tampak terkejut dan bangun untuk menemui Ace.


"Temennya Nuca?" tanya Stella.


"Ah, i.iya tante." Ace berdiri dari duduknya. Gadis itu terpukau dengan Stella yang masih terlihat sangat muda.


"Nama kamu siapa?" Stella duduk di sofa dan mempersilahkan Ace untuk kembali duduk.


"Na.nama saya Ace tante."


"Duuh kaku banget sih, santai aja kalo sama tante." Ace hanya mampu mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya Tante ...."


****


__ADS_2