Raja.

Raja.
16. Tugas Kelompok.


__ADS_3

****


"Lo nggak apa-apa?" Gattan mendekati Ace, dan langsung memberikan perlindungan pada gadis kecil itu.


"A.aku nggak apa-apa kok," jawab Ace. Dia sedikit shock karena tiba-tiba sesuatu hampir mengenainya, gadis itu menatap Raja. Dia memperhatikan raja yang tampak mencabut sesuatu di bagian ujung skateboard itu, dan tiba-tiba membantingnya dengan kasar. Gattan merangkul Ace agar mengikutinya.


"Jangan lewat sana!" ucap Raja. Gattan menatap Raja bingung, Ace juga begitu, "ikut gue!" keduanya menurut dan mengikuti Raja melewati jalan lain.


***


"Mama ...." Raja tersenyum sambil membimbing Stella untuk masuk ke dalam mobil.


"Gimana sekolah kamu, hari ini?" tanya Stella. Raja tersenyum hangat, senyuman yang tidak pernah dia tampakkan di depan umum.


"Baik, Ma."


"Jangan bohong sama Mama!" Raja mengangguk.


"Serius, besok Nuca kayaknya pulang malem." Stella mengernyit.


"Tumben, biasanya kamu males keluar! Padahal udah Mama paksa, tapi nggak pernah mau?" Stella membenarkan posisi bantal yang berada di punggungnya. Raja tanpa di minta segera membantu.


"Mau kerjain tugas, di luar." Stella mengangguk.


"Sama Ben?" tanya Stella. Raja mengangguk.


"Om Azmi juga kayaknya, males bawa mobil sendiri," kata Raja sambil menyandarkan punggungnya pada jok mobil, lalu menumpukan kepalanya di bahu Stella.

__ADS_1


"Gimana sama Ace?"


"Apa sih Ma! Nggak usah mulai!" Raja mencari tempat nyaman di sebelah Stella, lalu mulai memejamkan mata.


"Dulu, Mama juga nggak suka sama Papa kamu!" cerita Stella. Raja mendengarkan, walaupun matanya masih tertutup sempurna. "Papa itu, dulu nggak sebaik sekarang loh, manja pula," kekehnya, "tapi berkat kamu, Papa jadi lebih dewasa, tau mana yang harusnya di lakuin dan mana yang nggak perlu di lakuin!" Raja masih mendengarkan hingga cowok itu benar-benar tertidur di sana.


***


"Itu ... mereka mau ikut kerjain tugas bareng kita." Ace menautkan kedua tangannya gugup. Raja menghembuskan nafasnya, lalu berjalan tak perduli menuju ke dalam hutan.


"By the way ... kenapa sih harus nyarinya ke hutan?" tanya Chelsea.


    Yup! Jadi niatnya Raja, Ace dan Gattan akan pergi bertiga, karena Gattan belum memiliki kelompok jadi dia ikut dengan Raja. Tapi ternyata, Nisa, Chelsea, Joe dan Ghani, mereka juga belum membuat tugas. Alhasil mereka semua ikut pergi ke Hutan.


"Ya bagus sih, gue bisa bikin vlog di hutan! Kapan lagi," jawab Ghani.


"Tapi serem juga ya," timpal Nisa. Raja dan Gattan sudah berjalan di depan, mereka mencari dengan serius apa yang harus di cari.


"Lo gila! Itu beracun, buang!" Gattan membulatkan matanya, lalu membuang tanaman itu. Dengan segera Raja mengambil sesuatu dari tasnya, ternyata sebuah botol yang entah apa isinya. Raja menyemprotkan air ke tangan Gattan, "ini di hutan, banyak tanaman beracun!" kata Raja. Gattan mengangguk paham, "baiknya lo teliti dulu sebelum lo cabut!" semuanya mengangguk.


"Ka! Ular ka!" heboh Gattan. Cewek-cewek berteriak takut, Raja menghembuskan nafasnya.


"Bagusnya kita pulang!" kata Raja malas.


"Tapi ... tugasnya?" tanya Ace ragu.


"Ka ... lo ngrasa nggak sih kalo ada yang ngikutin kita?" bisik Gattan. Raja juga merasakannya, tapi dia tidak bisa menebak siapa.

__ADS_1


"Ace anterin gue yuk, bentar ..." pinta Chelsea.


"Huh? Kemana?" tanya Ace bingung.


"aku lagi kebelet nih?"


"Hah, seriusan?"


"Ssttt ... jangan kencang-kencang ngomongnya!" Ace mengangguk-angguk.


"Raja, kita kesana bentar ya!" kata Ace pada Raja. Raja menghentikan langkahnya.


"Mau ngapain?" tanya Gattan bingung.


"Urusan cewek, udah ah ayo Ace!" Chelsea menarik tangan Ace agar mengikutinya.


"Kita tunggu di sini! Kalian jangan lama-lama, bahaya!" peringat Gattan.


Raja mengedarkan pandangannya, lalu menghubungi Ben. "Awasin sekitar!" katanya.


****


"Lo tunggu sini." Chelsea buru-buru menyelesaikan urusannya. Ace menatap pemandangan sekitarnya, hanya ada pohon-pohon tinggi dan juga semak-semak.


"Chel, udah belum?" tanya Ace.


"Bentar lagi kok Ace!" Ace menunduk. Dia menatap sepatu merahnya yang tadi terkena lumpur, tiba-tiba ada bayangan hitam di belakangnya. Saat itu, Ace segera menoleh, tapi belum sempat Ace melihat, orang itu justru sudah membekap mulutnya.

__ADS_1


"Hmmph!"


****


__ADS_2