Raja.

Raja.
30. Reuni


__ADS_3

****


"Kembali lagi bareng gue, si Wetuber paling hits sejakarta dan sekitarnya." Tawa seorang cowok, "hari ini gue lagi ada di sekolah gue yang lama, nggak nyangka ya, gue udah tua!" Cowok itu tertawa lagi.


"Hei brho! Widiiih apa kabar lo, makin gentong aja!" ucapnya saat bertemu salah satu teman lamanya, "Joe and Ghani kali ini bakalan bikin Vlog tentang Reuni SMA Antar Nusa. Sebagai alumni terkece, gue bakalan bikin tour school!" ucap Ghani.


"Ghani! Joe!" Keduanya menoleh.


"Nah guys, ini dia nih temen lama yang nggak pernah ada kabarnya." Tawa Ghani. Ace terkekeh.


"Haiii!" sapa Ace pada kamera.


"Lo datang sama siapa?" tanya Joe. Raja muncul di samping Ace.


"OMG! Raja!" Chelsea berteriak heboh, "seriusan! Kalian jadian ya?" tanya Chelsea.


"Eh itu ...." Ace tak mampu menjawab. Tepatnya dia malu.


"Gattan mana?" Nisa datang membawa sekantung air mineral.


"Cieee yang nanyain Gattan!" Ledek Ghani dan Chelsea.


"Apa sih!" Nisa hanya menunduk sambil duduk di kursi yang sudah di sediakan.


"Hei ...." Gattan tiba-tiba duduk di samping Nisa. Membuat Nisa kaget. "Eh lo kaget ya sorry-sorry!"


"Nggak Kok. Nggak apa-apa," ucap Nisa sambil menunduk. Gattan bingung dengan Nisa, setiap kali dia bertemu Nisa atau hanya berpas-pasan dengannya, Nisa selalu terlihat jadi pendiam.


"Raja kamu mau makan ini?" Ace menyodorkan makanan kepada Raja. Raja hanya mengangguk saja.


"Kalian pacaran?" tanya Chelsea penasaran. Ace hanya tersenyum malu-malu.


"Enggak!" jawab Raja seadanya. Ace terdiam kaku, lalu perlahan menoleh ke arah Raja. Matanya sedikit berkaca-kaca, yang kemarin Raja bilang bahwa Ace adalah 'Ceweknya' itu apa maksudnya?


"Maksud lo apa?" Gattan berdiri dari duduknya. Nisa yang ada di sampingnya menatap Gattan dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Gue belum nembak dia. Kalaupun udah, dia juga belom nerima gue," jawab Raja jujur. Ace mengerjapkan matanya berulang kali. Gattan menahan tawanya lalu entah bagaimana semua yang ada di sana seperti menciptakan paduan suara tertawa. Raja mengernyit bingung, sedangkan Ace hanya menunduk malu.


"Belum? Berarti bakalan nembak dong!" ucap Ghani.


"Lo tuh polos banget sih!" Chelsea menatap Raja sambil menggeleng.


"Sumpah, gue baru pertama kali ketemu orang sejenis lo!" tawa Joe. Raja masih diam, sebenarnya dia tau apa yang tadi dia ucapkan, tapi entah kenapa ada sesuatu di dalam dirinya untuk memaksa Raja membuka hati. Raja menunduk memainkan minuman kaleng yang ada di genggamnya.


"Nggak usah di dengerin." Tiba-tiba Ace menepuk bahunya. sambil berbisik pelan, Raja masih diam saja.


"Abis ini lo ada acara?" tanya Raja. Ace menggeleng cepat sambil membenarkan kacamatanya yang hampir melotot.


"Enggak ada sih, kenapa emang?"


"Kalo gitu, ikut gue mau?" Ace tampak berfikir.

__ADS_1


"Kemana?"


"Rahasia!" Ace berdecak sebal.


"Pake acara rahasia-rahasiaan segala!" gerutunya. Raja terkekeh pelan lalu mengacak rambut Ace, "berantakan tau!" protes Ace. Mereka tidak menyadari bahwa Joe sedari tadi merekam keduanya.


"Ahh sweat ..." ucap Chelsea memeluk Nisa.


"Ihh apa sih Chel!" protes Nisa. Gattan hanya tersenyum, dia sadar sekarang. Gattan menyayangi Ace, tapi tidak mencintainya. Buktinya dia tidak marah, dia marah saat Ace di sakiti. Saat gadis itu terluka, maka Gattan akan marah.


"Kamu kenapa?" tanya Nisa. Gattan menoleh menatap gadis berhijab yang terlihat bingung.


"Nggak apa-apa, mau anterin gue nggak?" tanya Gattan.


"Huh? Mm kemana?"


"Keliling sekolah, sekalian ngenang masa lalu!" Kekeh Gattan. Nisa ikut tersenyum, gadis itu memperlihatkan lesung di pipinya yang membuat Gattan terdiam sesaat.


'Manis!' pikirnya. Gattan berdiri dari duduknya, lalu di ikuti Nisa.


"Kalian mau kemana?" tanya Chelsea.


"Keliling, gue pinjem Nisanya bentar" Chelsea tersenyum riang.


"Boleh-boleh ... bawa aja, bawa pulang juga boleh!"


"Aduh! Sakit Tante!" Protes Chelsea! Saat Nisa mencubit lengan Chelsea pelan, dan sebenarnya Chelsea hanya pura-pura berkata sakit.


"Iya iya Mak, gue cuma becanda kok. Tante gue satu ini kok rempong banget ya!" canda Chelsea. Gattan hanya terkekeh, Joe dan Ghani sudah sibuk mewawancarai alimni-alumni yang dulu seangkatan dengannya. Raja dan Ace sibuk dengan fikiran masing-masing, Gattan menginteruksi Nisa agar berjalan di sisinya.


"Ayo, kita pergi sekarang!" katanya.


"O.oh iya ..." Keduanya keluar dari ruang kelas, Raja mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


"Buat lo!" Ace menatap sebuah kotak kecil yang di berikan Raja. Ace tersenyum lalu mengambilnya.


"Ini apa?" tanya Ace.


"Buka aja?" gadis itu mengangguk. Ace menatap tidak percaya apa yang ada di dalam kotak itu.


"Waaaah lucu banget!" Ace mengambil sebuah gantungan kunci berbentuk kucing lebih tepatnya mirip dengan bentuk Es.


"Sini!" Raja mengambil gantungan kunci itu dan memasankannya di tas Ace. Ace tersenyum lebar.


"Oh ya, kita foto yuk!" ajak Ace sambil mengangkat kamera di tangannya.


"Tapi Gattan sama Nisa lagi keluar," kata Chelsea mengambil alih kamera dari tangan Ace.


"Yaaah, ya udah yang ada aja dulu!" ucap Ace. Raja hanya diam saja mengikuti arus.


****

__ADS_1


    Sore ini Raja dan Ace akhirnya pergi keluar berdua. Raja mengajak Ace ke taman hiburan, walaupun Raja tidak suka keramaian tapi Ace menyukainya. Jadi, Raja memilih tempat itu.


"Kita naik itu yuk!" ajak Ace menunjuk permainan Histeria. Raja hanya mengikuti permintaan Ace.


"Kyaaaa!" mereka mulai bermain. Ace tertawa seperti lupa akan segala hal, seakan hari ini adalah hari terakhirnya untuk tertawa. Raja bahkan ikut tertawa saat keduanya menemukan hal yang menurut mereka lucu.


****


"Nga.ngapain?" tanya Ace gugup.


"Main!" jawab Raja cuek sambil melempar tas ranselnya ke sofa. Di ikuti dirinya yang langsung duduk dan menyandar. "Sini duduk!" Perintah Raja.


"Tapi ...."


"Bu!" panggi Raja. "Bu Dewi!"


"Iya Mas ..." Bu Dewi datang mendekati Raja.


"Siapin cemilan ya Bu. Gattan mau nginep lagi!"


"Oh iya Mas." Bu Dewi segera bergegas pergi. Raja menatap Ace yang duduk malu-malu.


"Ayo!" anaknya sambil berdiri.


"Kemana?" Raja tak menjawab. Tanpa izin menarik tangan Ace agar mengikutinya.


    Ace hanya diam saat Raja membawa dirinya ke kamar cowok itu. Ace tau, Raja itu tidak pernah membiarkan siapapun masuk ke kamarnya slain orang-orang yang menurutnya spesial. Ace tersenyum, apa Raja menganggapnya spesial juga?


"Waaah! Game!" Ace berlari cepat ke arah koleksi PSP milik Raja.


"Suka main game?" tanya Raja. Ace mangangguk cepat.


"Boleh aku mainin?" tanya Ace. Raja mengangguk, lalu membantu Ace menyalakan benda itu.


   Ace tampak sibuk memilih game yang akan dia mainkan. Tanpa dia sadari, Raja terus memperhatikannya. Cowok itu menarik sudut bibirnya ke atas, sepertinya Raja akan sulit mengendalikan perasaannya jika begini.


"Mau main ini!" ucap Ace. Raja tersadar dan langsung mengikuti permintaan Ace. Ace tampak tak sabar memainkan permainan yang di pilih nya barusan.


"Mau minum apa?" tanya Raja.


"Mmm, nggak usah deh!" Ace kembali sibuk. Gadis itu terus berdecak sebal karena dia terus-terusan kalah.


"Sini!" Raja mengambil tempat di belakang Ace lalu mengambil stik psp yang sejak tadi di pegang Ace.


"E.eh! Kamu ngapain?"


"Ngajarin lo yang sok jago!" Raja menatap serius ke layar, Ace juga sudah mulai kembali rileks.


"Menang! Menang yeey!" Ace tersenyum senang.


"Biar gue ajarin!" Ace mengangguk setuju. Keduanya mulai sibuk dengan kursus dadakan itu. Sesekali Raja terkekeh saat Ace mengucapkan kalimat yang sebenarnya tidak ada nilai kelucuannya. Tapi bagi Raja. Apapun yang di ucapkan Ace itu membuatnya ingin tersenyum, bahkan tertawa.

__ADS_1


'Duniaku adalah di mana tawamu berada. Karena membahagiakanmu adalah tujuan hidupku.'


__ADS_2