Raja.

Raja.
05. Kejutan untuk king Ice.


__ADS_3

****


"Om langsung pulang aja!" Perintah Raja pada Azmi yang mengendarai mobilnya.


"Loh, kamu mau ajakin aku kemana?" tanya Ace yang sudah duduk di sampingnya.


"Nggak usah banyak nanya!" Ace langsung diam. Tanpa bertanya lagi pada Raja. Raja sendiri memilih sibuk bermain game di ponselnya. Pada akhirnya Raja memilih menjemput Ace, dari pada ATM-nya di blokir oleh Mamanya yang sedikit kejam itu.


"Om! Om hebat banget ya, bisa tahan tiap hari sama Raja!" tanya Ace mendekatkan kepalanya ke jok depan yang merupakan jok kemudi.


"Hahahaa kamu ini ada-ada saja," balas Azmi.


"Ya abisnya, Raja itu kan nyeremin banget. Nggak mau senyum, boro-boro senyum! Ngomong aja mahal banget kayaknya."


"Beliau baik kok, Mba Ace," kata Azmi.


"Ahh kata siapa! Yang ada dia tuh galak banget, suka marah-marah," gerutu Ace. Raja yang mendengarnya panas juga


"Lo sengaja!" kesal Raja lalu meletakkan ponselnya begitu saja. Tidak konsen bermain karena suara berisik yang diciptakan Ace.


"Sudah sampai Tuan muda." Ben membuka pintu untuk Raja. Raja langsung turun tanpa perduli Ace yang mengejarnya dari belakang.


"Suprise!" tiba-tiba suara ramai terdengar saat Raja masuk ke rumahnya


"Ciee yang udah 17 tahun!" Starlla merangkul Raja yang baru masuk ke dalam rumah.


"Tante, apaan sih!" kesal Raja. Ace hanya berdiri mematung di belakang Raja.


"Tante katanya?" pelan Ace. yang dia fikir Starlla itu Stella.


"Minta kado apa nih sama Mama?" tanya Kian heboh. Raja menggeleng pelan.


"Tante berisik!" kesal Raja lalu ingin naik ke lantai atas. Namun, Starlla menariknya turun kembali.


"Tuh, Om-om kamu udah nunggu di ruang keluarga!" Raja langsung menatap Starlla.


"Ada Om Dava?" tanya Raja semangat


"Of course!" jawab Starlla. Raja langsung berlari ke arah ruang keluarga, Starlla menatap Ace yang masih kebingungan


"Lo Ace ya? Stella udah cerita sih. Kenalin gue Tante nya Nuca!" Ace makin bingung di buatnya, apalagi bahasa Starlla seperti sangat bersahabat, "lo pasti bingung ya. Gue adik kembarnya Mama Nuca!" kali ini Ace baru mengerti, "ayo lo ikut gue," ajak Starlla.


"Iya Tante." Ace mengikuti Starlla yang merangkul bahu nya. Sedangkan Kian mengikutinya dari belakang. Saat tiba di ruang keluarga, mata Ace membulat sempurna, dan langsung berhenti melangkah.


"Kenapa?" tanya Starlla bingung.


"Tante!" panggil Ace berbisik, "itu yang duduk di sana itu beneran Ahjussi rasa Oppa itu 'kan?" tanyanya masih berbisik.


"Apa-apa? Ahjussi?" Starlla tertawa terbahak-bahak sampai Rakha mendekatinya karena penasaran.


"Kamu kenapa? Jangan berlebihan ketawanya," tanya dan peringat Rakha(suami Starlla) khawatir. Pasalnya, saat ini Starlla memang sedang hamil muda.


"Hahahaaa abis ini anak lucu, dia bilang Ansell itu Ahjussi rasa Oppa" tawa Starlla lagi. Rakha ikut terkekeh.

__ADS_1


"Kyaaa jadi beneran ya!" kata Ace heboh. Gadis itu meloncat kegirangan, "ini nggak mimpi kan? kyaaaaaak!" heboh Ace lagi. Raja melihatnya tidak suka.


"Kamu ngefans sama Ansell?" tanya Kian.


"Iya Tante, ya ampun kalo di liat dari aslinya ganteng banget!" Ace masih heboh sendiri, "mmm Ahjussi boleh minta foto nggak?" Dava kali ini yang tertawa.


"Boleh," jawab Ansell.


"Penipu lo Sell!" komentar Aqilla.


"Tau, di depan fans senyum, di depan kita asem bener tuh muka!" balas Sean.


"Ngomong-ngomong Mama sama Papa mana?" tanya Raja.


"Di kamarnya kali. Lagi diskusi mau kasih kado adek baru buat lo!" kata Levin. Raja langsung mendengus, dan segera pergi ke kamar Stella yang memang berada di lantai bawah.


***


Tanpa mengetuk Raja langsung masuk. Sebenarnya Raja sangat bingung, karena setiap dia ulang tahun. Pasti Stella akan mengurung dirinya di dalam kamar, dengan alasan kurang enak badan. Atau entah apa! Yang jelas Raja sangat tidak suka jika dirinya ulang tahun.


Raja ingat saat ulang tahunnya yang ke empat, hari itu tiba-tiba Stella di nyatakan meninggal. Raja sangat membenci hari itu. Tapi dua tahun kemudian di tanggal yang sama, saat itu Raja sedang berada di sekolah. Kado terindah muncul yaitu saat Stella yang mendatanginya, menjemputnya sekolah. Raja fikir itu adalah Starlla. Tapi perlakuan yang di berikan Stella dan Starlla sangat berbeda, dan Raja langsung tau jika itu Stella bukan Starlla.


"Nuca!" Raja menatap Garvin.


"... Mn, Pa ... Mama kenapa?" tanya Raja.


"Nggak apa-apa, kamu pasti cari Mama ya?" tanya Garvin. Raja mengangguk.


"Kamu udah sama Ace 'kan?" tanya Stella sambil menginteruksi Raja supaya duduk di antara dirinya dan Garvin. Raja menurut dan duduk di sana.


"Nuca suka ya sama Ace?" tanya Stella lagi.


"Apa sih Ma, Enggak! Siapa bilang!" Stella terkekeh.


"Mama pikir, dia baik anaknya."


"Tapi dia nggak kayak Mama! 'Kan Nuca udah bilang, Nuca nyari cewek yang kayak Mama aja!" Garvin mengernyit.


"Yang kayak Mama tuh susah loh!" komentar Garvin.


"Iya sih, ya seenggaknya mendekati lah Pa! Masa kayak Ace sih, udah cerewet, Nggak bisa diem, petakilan pula!" ucap Raja sedikit kesal.


"Tuh kamu perhatiin dia!" goda Stella. Raja langsung diam, sejak kapan dia memperhatikan Ace.


"Enggak," protes Raja, "orang yang liat dia juga pasti langsung mikir gitu!" lanjutnya.


"Ya udah, emangnya kamu nggak suka sama Ace?" tanya Garvin.


"Nggak lah Pa, mana ada!"


"Tapi Mama sama Papa suka sama Ace!" timpal Stella.


"Ish apaan sih. Udah ah, mendingan nyari Bita!" Raja berdiri dari duduknya dan ingin pergi dari pembicaraan yang menurutnya Unfaedah itu.

__ADS_1


"Nuca tunggu!" cegah Stella Raja menghentikan langkahnya tepat di depan pintu.


"Apa?"


"Jangan bikin masalah ya?" Raja menaikkan sebelah alisnya. Lalu pergi begitu saja, memangnya dia mau buat masalah apa?


"Raja!" Ansell mendekat dan merangkul bahu Raja.


"Apaan sih Om!" protes Raja yang kesal dengan tinggal Ansell yang kadang masih suka tebar pesona seakan dirinya masih berakting di sebuah drama. Ansel memang seorang artis, tepatnya aktor dari korea yang sedang pulang kampung. Wajah Ansell sudah sering terlihat di acara TV Korea bahkan di Indonesia, Ansell sangat di idolakan banyak remaja, contohnya Ace.


"Kamu temenin Om ya, temen kamu agresif juga, hahaa." Ansell tertawa sambil menyeret paksa Raja agar mengikutinya.


"Dih apaan sih Om," protes Raja namun tetap mengikuti Ansell duduk. Raja itu sangat sangat sangat menghormati teman-teman Mama juga Papanya. Walaupun kadang Raja juga kesal dengan sikap mereka yang masih suka bercanda ala Tante-tante dan Om-om!


"Jadi tadi kamu tanya apa?" tanya Ansell pada Ace yang masih terlihat antusias. Duduk di samping Gina dan Kian.


"Aku tuh pertama kali suka sama Ahjussi itu pas liat drama pertamanya. Yang judulnya Long distance relationship, ya ampuuun bikin meleleh!" heboh Ace. Dan itu sukses membuat Gina, dan Kian menahan tawanya, "Ahjussi keren banget, aku waktu itu masih kelas 5 SD!"


"Waktu itu gue nggak suka nonton apa-apa tuh!" gerutu Raja.


"Lo suka sama Ansell udah lama ya berarti?" tanya Starlla.


"Udah hampir tujuh tahun deh. Dan sekarang makin ngefans pas liat orangnya langsung," jelas Ace penuh semangat.


"Ngga niat ganti idola!" komentar Sean. Ansell melotot ke arahnya, "hahaa becanda"


"Assalamualaikum sorry telat!" Raja menoleh ke arah pintu masuk.


"Livi, Wendi. Sini-sini, ada yang unik nih!" Starlla menyambut mereka. Raja makin pusing di buat nya dia mengusap keningnya yang berkeringat, lalu ingin berdiri, sayangnya Ansell menahannya.


"Ahjussi boleh ngga minta tanda tangannya, plisss ya," paksa Ace.


"Foto udah, sekarang minta tanda tangan juga, bisa-bisa semua isi kamarnya ada foto Ansell!" kata Sean.


"Emang!" semuanya diam menatap Ace.


"Seriusan?" tanya Gina. Ace mengangguk.


"Fanatik juga ini anak!" komentar Aqilla.


"Om Dava!" panggil Raja saat melihat Dava melewati ruangan itu. Sepertinya dia baru saja ke kamarnya yang dulu. Dava mengerti, di saat seperti ini pasti Raja ingin di bawa pergi.


"Om mau ngomong!" kata Dava. Ansell yang sebenarnya tidak mau di pojokkan sendiri tidak ingin melepas Raja. Tapi mau bagaimana lagi.


"Duduk di ruang TV!" pinta Dava serius. Dan itu malah membuat Raja bingung. Dia fikir Dava hanya becanda tadi saat bilang ingin bicara.


"Kenapa Om?" tanya Raja.


"Jujur." Dava menghentikan ucapannya, "Om ngga suka liat kamu kayak gini!" Raja mengernyit.


"Maksud Om apaan sih?"


"Kamu harus kasih kita alesan Nuca! Selama ini kita coba ngerti tapi kita di sini nggak ada yang ngerti tujuan kamu. Kita juga butuh alesan, kenapa kamu nggak mau punya temen? Om cuma nggak mau kamu kayak Mama kamu dulu!" Raja terdiam. Jadi karena itu Om nya jadi sangat serius.

__ADS_1


"Maaf ... Om!"


****


__ADS_2