Ranjang Panas Tuan Duda

Ranjang Panas Tuan Duda
38 - Tidak Mengerti


__ADS_3

"Apa kau gila Jasson, kau mengiyakan pemintaan konyol Alexa."


"Mau bagaimana lagi, agar ia segera tanda tangan."


"Tapi kau memiliki istri, bagaimana kalau Alexa tahu, dan bahkan lebih parah Alyssa tahu, aku tak bisa bayangkan reaksi mereka, terutama istri mu." Ucap Alvin.


"Aku tak perduli pada Alyssa Alvin, Dan aku juga tak perduli dengan apa tujuan Alexa mengajak ku bertemu lagi, kau fokus lah pada kontrak ini, Ini salah satu proyek besar kita, jangan mengecewakan siapa pun. antara aku dan Alexa hanya tentang pekerjaan tidak lebih." Ucap Jasson.


"Yah, terserah kau saja, aku sudah memberi tahu mu." Ucap Alvin dan berlalu pergi dengan kecewa.


Jasson menyandarkan kembali tubuh nya pada sandaran kursi setelah Alvin pergi, ia sebenarnya tak ingin berurusan lagi dengan Alexa, bahkan jika ia mau, ia bisa saja membatalkan kontrak kerja itu.


Karena Alasan Kontrak kerja itu, Jasson sendiri tidak mengerti kenapa ia tidak bisa menolak permintaan Alexa yang ingin jalan dengan nya walau hanya sehari saja.


3 Tahun Lama nya Tidak bertemu, Kekecewaan Jasson pada Alexa membuat ia memutuskan kontak Dengan Alexa, hingga membuat Alexa tak lagi bisa menghubungi nya walau ia berusaha. Tak pernah ingin mendengar suara Alexa, bahkan ia hanya melihat Alexa tanpa sengaja ketika muncul di televisi.


Tapi Kini, Alexa kembali datang di hadapan nya, dan ia bginggung dengan dirinya sendiri karena entah mengapa ia sulit mengatakan penolakan atas permintaan Alexa.

__ADS_1


Jasson yang tak mengerti dengan diri nya saat ini, bahkan tidak tahu harus menjawab apa saat Alvin melemparkan pertanyaan tadi pada nya.


•••


Saat hari sudah malam, Alyssa yang kembali menghabiskan waktu nya di rumah sang adik pun seperti biasa menunggu Nando pulang dari tempat kerja, Nando pun hari ini pulang lebih awal.


Nando yang memang agak pendiam semakin pendiam setelah Alyssa menikah.


"Bagaimana dengan kerjaan mu Nando?." Tanya Alyssa.


"Nando di rekomedasi kan pihak kampus nya bekerja di perusahaan tempat kakak bekerja dulu, Kakak bahkan lansung di terima menjadi pegawai tetap di sana kak."Tutur Emely dengan semangat nya.


"Benarkah?." Alyssa terkejut mendengar nya. Nando menganggukan kepala mengiyakan.


"Astaga Nando, aku senang kau bisa bekerja disana."Ucap Alyssa.


"Itu perusahaan Kak Jasson kan?." Tanya Nando. senyum Alyssa mendapatkan pertanyaan itu pun agak memudar, namun masih mempertahankan nya.

__ADS_1


"Iya, ini sangat kebetulan."


"Mungkin kak Jasson yang meminta Pihak kampus membawaku kesana."Ucap Nando.


"Itu tidak mungkin Nando, Jasson tak akan melakukan nya, Semua ini pasti karena Nyonya Anas, Nyonya Anas pernah mengatakan akan memberikan kesejahteraan pada adik adik nya juga." Batin Alyssa.


"Yah, mungkin saja. tapi bekerja lah dengan giat, kau harus membuktikan kalau kau bekerja bukan karena Jasson saja, tapi kau layak untuk bekerja disana."Ucap Alyssa.


Nando tersenyum dan kembali melanjutkan makanan nya. "Masakan kakak masih sama seperti biasa nya."Ucap Nando.


"Iya, tentu saja, itu resep dari Ibu, mana mungkin aku melupakan nya." Jawab Alyssa.


terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah." Aku saja " Emely lansung bergegas keluar untuk membuka pintu.


Tak berselang lama, Emely kembali masuk, di ikuti Jasson, kedatangan Jasson sangat membuat Alyssa terkejut.


"Kak, lihat siapa yang datang." ucap Emely. Alyssa dan Nando menoleh bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2