Ranjang Panas Tuan Duda

Ranjang Panas Tuan Duda
74 - Meragukan


__ADS_3

Duduk di bawah langit yang sama, gelap di penuhi bintang-bintang, Jasson mengingat sosok Alyssa dalam hidup nya selama ini, ternyata pernikahan nya tidak kosong sekali tanpa makna.


tiba-tiba saja ia merasa kalau sikap nya sangat tidak baik pada Alyssa selama ini, wanita yang begitu kasihan, hidup karena terpaksa dan tertekan karena diri nya dan Ibu nya.


Ditengah lamunan nya, Alvin datang menyentuh pundak Jasson, membuat Jasson agak terkejut dan menoleh.


"Melamun saja."


"Vin, kau sudah cari tahu tentang Alexa?, aku tidak nyakin dia mengandung anak ku, aku merasa tidak terjadi sesuatu malam itu di antara aku dan dia."Ujar Jasson.


"Sudah cek Cctv di koridor Jasson , mmg ada Alexa yang masuk ke dalam kamar mu malam itu, aku juga tidak nyakin, hanya tes DNA cara tepat membuktikan nya."Balas Alvin.


"Tapi itu terlalu lama, Alyssa tak akan kembali kalau semua ini belum terbukti itu bukan anak ku."Ucap Jasson.


"Ada cara lain Jasson, kita bisa tes DNA sekarang, cuman resiko nya agak berbahaya."Balas Alvin.


Jasson lalu masuk ke dalam rumah setelah mendengar penjelasan Alvin, Ia menemui nyonya Anas yang sedang berada di kamar nya.

__ADS_1


"Mama tidak setuju, apa kamu sudah gila Jasson, resiko nya bisa saja Alexa keguguran, bagaimana kalau itu memang anak mu." Tolak Nyonya Anas.


"Bagaimana kalau dia bukan anak ku ma."Ucap Jasson.


"Meski pun bukan anak mu, Mama juga tidak Setega itu, pake sedikit hati nurani mu."Ucap Nyonya Anas menolak keinginan putra nya.


Jasson mendengus kesal.


"Benar kata ibu mu Jasson, meski kita meragukan anak Alexa, kita tetap jangan sampai membahayakan janin nya."Ucap Pak Albert.


Ayah nya yang selama ini tidak mau ikut campur dan lebih banyak diam tiba-tiba membuka mulut pun membuat Jasson terdiam. terlebih sang ayah juga meragukan kehamilan Alexa.


Nyonya Anas menghela nafas berat. "Mama juga meragukan kehamilan Alexa, tapi apa salahnya kita menjaga nya, kalau benar, nanti kita juga yang menyesal."Ucap nyonya Anas.


"Iya, Mama melakukan hal yang benar."Kata Tuan Albert menenangkan istri nya yang tampak begitu sedih, terlihat beberapa hari ini.


Ditempat lain.

__ADS_1


Alyssa yang tengah mencuci piring sisa makan malam tadi, mendengar suara bel rumah berbunyi.


Alyssa menoleh ke arah pintu utama, Namun Emely sudah berjalan keluar dan membuat Alyssa kembali pada apa yang ia kerjakan.


"Kak."Panggil Emely. Mendengar ia di panggil, Alyssa pun mengibaskan tangan yang basah, lalu berjalan keluar.


"Ada apa Emely?." Tanya Alyssa heran.


"Ada paket kak." jawab Emely.


"Paket apa?."


"Gak tahu, gak ada orang nya, tapi tadi liat kurir nya pergi, pas mau panggil udah keburu jauh."Balas Emely.


"Alyssa menatap kardus yang ada di hadapan nya, ia lalu membuka nya dengan ragu dan binggung. Namun setelah di buka, Alyssa tersenyum saat yang ada di dalam adalah perlengkapan bayi.


"Ini pasti dari kak Azka." Ucap Emely.

__ADS_1


"Dasar Azka ini." Alyssa tersenyum mengelengkan kepala nya.


Alyssa lalu teringat pada sosok Jasson, seharusnya laki-laki itu yang menemani nya saat ini, namun meski merindukan sosok itu, disisi lain, Alyssa juga sangat takut kalau kehamilan nya di ketahui oleh keluarga Graham, takut mereka akan mengambil bayi nya suatu hari nanti.


__ADS_2