Ranjang Panas Tuan Duda

Ranjang Panas Tuan Duda
87 - Aku Mencintaimu


__ADS_3

Jasson dan Alyssa pun kembali ke kota, dalam perjalanan Alyssa terus menyandarkan kepala nya di pundak Jasson karena ia merasa sangat pusing.


"Kalau tidak nyaman kata saja, kita bisa berhenti beristirahat di hotel."Ucap Jasson.


"Tidak apa-apa, ini juga sama istirahat juga."Balas Alyssa.


Jasson mengelus kepala istri nya lalu mengecup kening wanita itu. Emely, Nando dan Alea pun tersenyum melihat perhatian Jasson pada Alyssa.


"Kak, apa kak Alyssa akan pulang ke rumah Ibu kakak?, saran ku mending kak Alyssa di rumah kami saja, Kasian kalau Mama kak Arga tidak menerima nya."Ucap Emely yang tiba-tiba membuka suara, ia khawatir sang kakak akan menerima perlakuan buruk dari Nyonya Anas lagi.


"Tidak akan ku biarkan Alyssa bersedih lagi, Kalau dia tidak menerima nya, Aku sudah siapkan rumah untuk kami tinggali."Balas Jasson.


Emely tersenyum mendengar hal itu, ucapan Jasson dengan tegas seolah mempertegas setiap kalimat yang ia lontarkan, dan pasti akan ia lakukan.


•••


Setelah mengantar Nando dan Emely serta Alea pulang lebih dulu ke rumah, Jasson pun lalu akan membawa Alyssa untuk pulang ke rumah.


Alyssa pun lebih dulu masuk ke rumah orang tua nya itu untuk melepas rasa rindu pada suasana rumah yang beberapa bulan telah ia tinggali.


Saat masuk, keadaan rumah sudah bersih, bahkan halaman depan tak lagi ada dedaunan yang bececeran.


"Siapa yang bersihkan kak??" Tanya Emely.


"Aku meminta orang untuk membersihkan nya."Balas Jasson.


Masih dengan wajah tak menyangka rumah mereka telah bersih dan rapi saat mereka kembali, tiba-tiba sebuah mobil datang berhenti di depan mereka. tampak beberapa pelayan turun dan kepala pelayan tampak menghampiri.


"Semua sudah siap Tuan."Ucap Kepala pelayan pada Alvin.


"Masukkan ke dalam."Balas nya. lalu kepala pelayan pun mengangguk.


"Kak Alvin pesan makanan?." Tanya Emely.

__ADS_1


"Iya, Agar kau tidak kelaparan."Balas Alvin menatap Emely sembari tersenyum kecil.


Emely yang mendapatkan tatapan itu pun jadi salah tingkah. "Aku masuk dulu ya kak."Ucap Emely lalu berlalu masuk.


Jasson yang melihat Alvin mengoda Emely pun tersenyum sinis mengelengkan kepala nya.


Di rumah.


Tuan Albert meminta pelayan menyiapkan makan malam spesial untuk menyambut kepulangan menantu nya.


"Papa kenapa minta mereka masak banyak sekali menu Pa, Kalau ga di makan kan sayang."Ucap Nyonya Anas.


"Sudah tidak apa-apa, ada yang akan datang."Balas Tuan Albert.


"Siapa Pa?. bukan nya Jasson yang akan pulang, Mama pikir Papa siapkan untuk Jasson."Balas Nyonya Anas heran.


"Nanti mama lihat saja."Balas Tuan Albert.


Nyonya Anas yang tak mendapatkan jawaban siapa yang akan datang pun duduk di sofa, menunggu tamu yang akan datang.


Bu Anas yang mendapatkan panggilan, mengangkat wajah nya untuk melihat suara Jasson yang menyapa nya. Alangkah terkejut nYonya Anas saat melihat Alyssa ada di samping Jasson.


Alyssa tampak gugup dan canggung, entah ia harus bersikap seperti apa dengan ibu mertua nya, Apa ibu mertua nya itu kecewa ia kembali?, atau malah sebaliknya.


Alyssa sengaja memeluk jaket tebal milik Jasson untuk menutupi perut nya.


"Alyssa." Bu Anas tersenyum lebar dan lekas menghampiri wanita itu. dan memeluk nya. Alyssa yang merasakan ibu mertua nya menangis pun agak terkejut, ia menatap Jasson yang tersenyum menatap nya.


"Ma." Sapa Alyssa dengan pelan.


"Maafkan saya Alyssa, Saya sudah bersikap tidak baik sama kamu, Sekarang saya sudah sadar kalau kamu lah yang di butuhkan Jasson, Mama tidak akan lagi memaksa kamu untuk segera memiliki anak, asal kalian berdua selalu bahagia.


Alyssa tersenyum mendengar hal itu.

__ADS_1


"Kamu sehat nak?." Tanya Bu Anas sembari melepas pelukan nya.


Alyssa lalu memegangi tangan Nyonya Anas. dan mengarahkan ke perutnya.


"Aku dan cucu mama sehat.",Ucap Alyssa.


Kedua mata Nyonya Anas terbelalak, ia menatap Jasson dengan tak percaya.


"Alyssa hamil?." Tanya Nyonya Anas.


Tuan Albert lalu keluar menghampiri. "Sejak Alyssa keluar dari rumah ini, ia sudah hamil ma."Balas Tuan Albert.


"Papa tahu?. kenapa papa tidak beri tahu mama?." Tuan Albert hanya diam.


"Alyssa, mama sangat senang akan hal ini, terima kasih sayang." Nyonya Anas kembali memeluk Alyssa.


Sikap Nyonya Anas membuat Alyssa merasa sangat tenang, karena tak ada halangan yang berarti untuk ia kembali ke rumah ini.


•••


Malam hari nya.


Alyssa yang tengah berbaring miring ke kiri di hampiri Jasson yang ikut berbaring dan memeluk nya dari belakang.


"Sudah kerjaan nya?." Tanya Alyssa.


"Ini untuk mu." Jasson memberikan setangkai bunga mawar untuk istri nya.


"Sejak kapan kamu mulai romantis, sejak aku datang, aku rasa kamu bukan orang yang romantis?." Tanya Alyssa.


"Jika kau mau, setiap hari aku bisa memberikan mu setangkai bunga ini."ucap Jasson.


Alyssa tertawa kecil. "Dan aku akan segera membuka toko bunga." Balas Alyssa. Jasson pun ikut tertawa.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Alyssa." Bisik Jasson.


Alyssa tersenyum sendu dan mengangguk kecil, kata kata itu yang ingin ia dengar sejak ia mulai mencintai sosok laki-laki itu.


__ADS_2