
Alyssa keluar dari kamar dan melihat rumah begitu sepi, Ia mencari sosok Nando dan Azka yang tak terlihat sejak ia keluar dari kamar.
"Kakak cari siapa?." Tanya Emely menghampiri.
"Nando dan Azka."
"Mereka keluar kak untuk belanja, kakak sudah baikan kan?." Saut Emely.
"Sudah baikan Emely, Maaf kakak membuat kalian cemas akhir-akhir ini." Ucap Alyssa.
"Tidak apa-apa kakak."balas Emely senang.
Alyssa lalu berjalan ke dapur, Ia pun melihat stok makanan di kulkas, membuat Emely hanya diam mengamati apa yang ingin Alyssa lakukan.
"Kakak mau apa?, Mau masak?." Tanya Emely mengerutkan kening nya.
"Iya, Masak untuk makan malam kita."Ucap Alyssa.
"Kakak nyakin?, Kakak kan lagi capek."Ucap Emely.
"Nyakin Emely, kakak sudah lebih segar sekarang."Ujar nya.
Alyssa pun mulai memotong motorng bawang, Namun tiba-tiba Aroma bawang yang menusuk ke hidung membuat Alyssa tidak nyaman.
"Kakak gak apa-apa?, pedas ya?."
__ADS_1
"Bau nya, Aku tidak suka..." Alyssa berlari kecil menuju ke kamar mandi, karena tiba-tiba saja ia merasa mual.
Emely mengikuti sang kakak, dan mendengar sang kakak terdengar muntah-muntah dari dalam toilet yang terkunci dari dalam.
"Kakak, kakak sakit?."
"Gak apa-apa Emely, hanya mual saja."Saut Alyssa dari dalam untuk mengurangi kecemasan sang adik.
Namun, Tentu saja Emely tidak tinggal diam, ia takut kakak nya akan pingsan di toilet kalau muntah muntah terus. Emely yang cemas melihat sang kakak muntah-muntah pun lekas menghubungi Nando dan Azka untuk lekas pulang.
..."*Kenapa aku mual-mual?, Apa jangan jangan aku..., Hamil?." Batin Alyssa....
..."Bagaimana kalau aku benar-benar hamil saat ini, Aku harus bagaimana??" Batin nya lagi. ia sungguh cemas kalau ia benar-benar hamil anak Jasson, apa yang harus ia lakukan kedepan nya. ...
..."Bagaimana ini?."Alyssa menangis*...
Azka dan Nando pun telah sampai, memanggil Alyssa tapi tidak mendapatkan jawaban, membuat kedua nya pun mendobrak pintu kamar mandi.
Alyssa pun tampak tidak sadarkan diri, pingsan dari terbaring di lantai. Azka lansung saja mengendong Alyssa, berjalan cepat di ikuti Emely dan Nando menuju ke rumah sakit.
"Apa yang terjadi Emely?." Tanya Nando saat perjalanan menuju ke rumah sakit.
"Tadi kakak muntah muntah dan pingsan." jawab nya.
Saat tiba di rumah Sakit, Alyssa pun lansung di periksa oleh dokter. Sementara semua nya menunggu di luar.
__ADS_1
Tak berselang lama, Dokter Pun keluar dan menghampiri mereka.
"Yang mana suami pasien?." Tanya Dokter.
"Saya. bagaimana keadaan nya dok?." Tanya Azka.
Emely dan Nando terkejut mendengar nya.
"Selamat ya pak, Nona Alyssa kini tengah mengandung."Ucap Dokter.
"Tolong di jaga kondisi ibu nya agar jangan terlalu stres dan kelelahan."lanjut dokter.
Emely terkejut hingga mulutnya terbuka, ia menutup mulut nya dengan tangan karena terkejut. Nando dan Azka pun sama hal nya, mereka sangat tidak menyangka ini sangat kebetulan.
"Terima kasih dok."Ucap Azka.
Setelah itu. Mereka masuk ke dalam untuk menemui Alyssa yang sudah sadar, Alyssa pun sudah tahu dirinya kini sedang berbadan dua.
Alyssa tampak menangis dan sesekali mengusap air mata dengan punggung tangan nya.
"Aku gak mau bayi ini, Aku gak mau." Alyssa menangis tersedu-sedu.
"Jangan bicara seperti itu Alyssa, Meski tidak ada Jasson bersama mu, tapi kamu masih memiliki Nanda dan Emely, begitu pun aku siap selalu menjaga mu."
"Kau tak mengerti Azka, Aku di nikahi karena mereka menginginkan bayi ku."
__ADS_1
lagi-lagi perkataan Alyssa membuat semua nya terkejut. rahasia yang di simpan Alyssa selama ini, ia pun mulai menceritakan semuanya pada keluarga nya dan Juga Azka, agar semua nya terbuka dan tak ada lagi yang di tutup tutupi.