Ranjang Panas Tuan Duda

Ranjang Panas Tuan Duda
73 - Pulang Kerumah


__ADS_3

Pagi itu.


Jasson kini sudah benar-benar bisa pulang dari rumah sakit, Alvin datang menjemput Jasson untuk di antar pulang.


"Alvin, Aku ingin kau mengantarku ke rumah Alyssa."Ucap Jasson.


"Tapi kau masih harus beristirahatkan, lagi pula di rumah sana tidak ada yang tinggal sama ini.


"Aku hanya ingin melihat sebentar." Jawab Jasson.


Melihat Jasson, Alvin pun tergerak hati nya dan memutar mobil menuju ke rumah Alyssa. saat sampai, sama seperti saat Alvin datang, tidak ada siapa pun, rumah itu bahkan sudah banyak di penuhi daun-daun, jelas tidak ada orang yang membersihkan.


"Apa dia akan kembali??" Tanya Jasson.


"Semoga saja." hanya itu yang dapat Alvin jawab.


Bukan hanya sekali ia datang, tapi sudah berkali-kali, bahkan sudah ke sekolah Emely, ia pun tidak mendapatkan petunjuk, sangat cepat sekali Alyssa mengurus semua nya.


"Apa tidak ada kabar sama sekali dari anak buah mu?." Tanya Jasson lagi.


"Mereka masih mencari, aku percaya kita akan menemukan mereka nanti."Ucap Alvin. Jasson pun menganggukan kepala nya.


"Ayo jalan." Ucap Jasson.


•••


Saat sampai di rumah.

__ADS_1


Jasson di sambut oleh Alexa dan Nyonya Anas serta pak Albert. Jasson mendengus kesal saat melihat Alexa tanpa malu muncul kembali di hadapan nya.


"Jasson, aku senang kau sudah pulang."Alexa memeluk Jasson, Jasson dengan lekas melepaskan diri Alexa, dengan kasar ia mendorong tubuh Alexa menjauh dari nya.


"Jasson, kamu jangan kasar begini dengan Alexa, dia kan sedang hamil anak kamu." nyonya Anas menahan tubuh Alexa yang hampir saja Jatuh karena Jasson.


"Selama tidak ada bukti kalau itu adalah anak ku, Jangan hatao aku akan menerima anak itu, kalau pun dia lahir sebelum aku menemukan bukti, maka kita akan lakukan tes DNA."Ujar Jasson dengan dingin.


Alexa yang mendengar pun begitu sedih, ia hanya menunduk dan menangis.


"Sudah lah, Jasson baru kembali, kenapa Sudah ribut seperti ini."Tuan Albert menghentikan perdebatan mereka.


"Alvin, bawa Jasson masuk."Ucap Tuan Albert lagi.


"Baik Paman."


"Ma, Apa anak ku akan lahir tanpa ayah?." Tanya Alexa menangis sesegukan.


"Ngomong apa kamu, Tentu saja Jasson ayah nya." Ucap Nyonya Anas.


"Tapi Jasson tidak mau menikahi ku ma sampai ia memiliki bukti kalau ini adalah Anak nya." Ucap Alexa.


"Mau bagaimana lagi, kamu harus menunggu sampai anak mu lahir, kita lakukan tes dna untuk menjadi bukti bagi Jasson." Ucap Nyonya Anas.


Alexa mendengar pun berhenti menangis, namun ia masih terlihat sangat sedih.


"Aku harus menunggu selama ini, untuk menikaj dengan Jasson, astaga, aku kira wanita tua ini bisa di harapkan." Batin Alexa kesal, karena Nyonya Anas tak bisa memaksa Jasson untuk menikahi nya.

__ADS_1


Nyonya Anas yang terkenal tegas dan sangat mudah jika ingin Jasson mendengar untuk menikahi Alexa kini memilih untuk diam saja. pergi nya Alyssa membuat ia sedikit sadar kalau ia melakukan kesalahan yang besar untuk pernikahan putra nya.


Namun ia tetap tidak meragukan anak dalam kandungan Alexa, karena memiliki cucu adalah keinginan terbesar nyonya Anas selama ini.


••••


Di tempat lain


Alyssa tampak muntah-muntah terus karena morning sickness, Azka pun tampak khawatir melihat kondisi Alyssa.


"Kita ke dokter saja ya?." Tanya Azka.


"Aku tidak apa-apa Azka, bau nasi yang baru Mateng membuat ku mual."Ucap Alyssa.


"Kakak nyakin ga apa-apa?."Tanya Emely.


"Tidak apa-apa, pergi lah, nanti kau terlambat, ini kan hari pertama mu."Ucap Alyssa.


Nando hanya duduk diam mendengar, ia pun sama hal nya, khawatir dengan Alyssa. namun ia tak mengatakan apa pun.


"Nando, ini mobil untuk mu."


"Untuk apa kak?." untuk kau pakai ke kantor.


"Dia bisa naik angkutan umum Azka." Alyssa merasa tidak enak.


"Ini mobil kantor, biarkan saja ia pakai."Balas Azka.

__ADS_1


kebaikan Azka membuat Alyssa merasa tidak enak karena terus merepotkan Azka, Namun bagi Azka, ia tidak merasa di repotkan, ia merasa senang bisa melihat Alyssa setiap hari. mengagumi wanita itu dalam diam.


__ADS_2