
"Kak, Beberapa hari ini kakak tidak menghubungi ku, Apa kakak sakit?." Tanya Emely.
"Aku agak sibuk, tapi kalian baik-baik saja kan?." Balas Alyssa.
"Kakak, tenang saja, kami baik-baik saja kak."Balas Emely sembari memeluk lengan sang kakak dengan manja nya.
"Aku tidak akan lama, mungkin tidak bisa menunggu sampai Nando pulang, setelah memasak, Kakak akan pulang ke rumah mereka."Ucap Alyssa.
Emely menatap sang kakak yang tampak tidak begitu semangat, Senyuman yang terlihat itu jelas senyuman Palsu. karena sang kakak sedang bersedih.
"Baik lah kak." Balas Emely.
Saat selesai memasak, Alyssa menemani Emely untuk menyicipi masakan nya, Namun bel rumah berbunyi mengalihkan perhatian kedua nya.
"Biar kakak saja."Ucap Alyssa.
Saat baru saja akan berdiri, Pintu telah di di buka karena tidak di kunci, tampak Jasson masuk dengan datar tanpa bisa Alyssa membaca apa yang di pikirkan laki-laki itu.
"Kak Jasson, kebetulan kakak datang, ayo makan bersama."ajak Emely.
__ADS_1
"Kamu makan lah Emely, Aku pinjam kakak mu sebentar."Balas Jasson datar, namun masih menyisihkan sedikit senyum di tunjukkan pada Emely.
"Ada apa Jasson?."
"Ayo, kita bicara di kamar saja."Ucap Jasson.
Alyssa menelan Saliva nya sebelum ia mengangguk lalu berjalan mengikuti Jasson masuk ke kamar.
Jasson lebih dulu masuk di ikuti Alyssa. Alyssa menatap punggung laki-laki itu.
"Ada apa?." Tanya Alyssa.
Ia mematung tanpa bisa memberontak, menolak, pandangan Kedua mata nya seolah kosong begitu saja.
Jasson mencium Bibir hingga telinga Alyssa, membuat Alyssa sedikit tidak nyaman, Jasson tiba-tiba mencengkram kedua pundak nya dengan keras, lalu mendorongnya ke tempat tidur.
Alyssa benar-benar tak mengerti, Apa Jasson mabuk?, tidak, Alyssa tidak mencium Aroma Alkohol keluar dari mulut laki-laki itu. Ia melakukan nya secara sadar.
Jasson menatap tajam Alyssa dengan tatapan dingin, Alyssa pun menatap nya dengan Tatapan heran dan penuh tanya.
__ADS_1
"Jasson, kau baik-baik saja?." Tanya Alyssa.
Namun laki-laki tak menjawabnya, Ia lansung mendekati Alyssa, kembali ******* bibir Alyssa yang warna Merah muda itu dengan begitu Agresif.
Alyssa sangat tidak nyaman, namun ia tidak menolak sama sekali, Ia kembali mengingat Nyonya Anas yang meminta nya untuk melayani Jasson dengan baik kalau ia menginginkan nya.
"Puaskan aku."
"Puaskan aku." Suara bisikan di telinga Alyssa. membuat wanita itu semakin bertanya, apa yang Jasson pikirkan saat ini, dan apa yang membuat ia laki-laki itu seperti ini dan menyentuh nya kembali.
Alyssa bahkan berfikir sentuh pertama Jasson, akan menjadi sentuhan terakhir di antara mereka, sebelum Alexa akan memisahkan mereka, seperti Kata Nyonya Anas.
Setiap sentuhan Agresif Jasson mampu membuat Alyssa yang diam dan Pasrah mendesah.
Setelah melampiaskan semua yang ia rasakan tentang malam itu, yang begitu menganggu pikiran nya sejak pagi.
Jasson pun terbaring tertidur. Alyssa dengan wajah datar menatap pria itu sejenak, sebelum ia masuk ke toilet untuk membersihkan diri nya.
Rasa ini tidak terlalu sakit seperti pertama ia melakukan nya, meski ada rasa perih, namun Alyssa masih bisa melangkah dengan baik tanpa merintih.
__ADS_1
Suara Air yang jatuh di kamar mandi terdengar di telinga Jasson, laki-laki itu membuka mata sebentar sebelum ia menutup nya kembali.